image
image

Telephone Manner

May 25th, 2007

By Be Samyono (25052006.16.39)

“Selamat pagi Mr Copy, Bisa dibantu?”
“Dengan Siapa?”
“Oh ya lupa!” Suara di seberang telepon tertawa malu dan kembali mengulang “Selamat Pagi dengan Iwan bisa dibantu?”
“Loh Mr. Copynya mana?”
“Selamat Pagi Mr Copy dengan Iwan bisa dibantu?”
“Nah gitu, bagus!” Kamipun tertawa ringan untuk satu kesalahan ini. Satu hal yang sepele untuk mengucapkan greeting lewat telpon, tapi tak sepele yang dikira bila lebih dari 8 tahun berbisnis kata itu belum pernah terlontarkan.

Tahun ini banyak hal yang dicoba untuk dikembangkan dan di benahi di Mr. Copy salah satunya mengenai telphone manner. Tujuan utamanya jelas berupaya memberikan satu pelayanan yang standart di beberapa outlet yang telah tersebar. Dan telephone manner adalah langkah awalnya. Meski dalam rapat bulanan program ini telah disepakati untuk diterapkan namun tak ada progress berarti dalam perjalannannya. Masih saja beberapa karyawan bahkan saya sendiri terlupa dan belibet untuk mengucap kalimat “selamat ………. Mr. Copy dengan ………. bisa dibantu!” seringnya hanya kata “halo……Mr. Copy selamat ……….” atau malahan beberapa improvisasi pribadi yang tak jelas, termasuk kalimat “Yack sapa ini!” wah!

foto

Tak ingin program ini sia-sia dan makin tak jelas progressnya.Langkah sederhana di tempuh. Kalimat standart ditulis besar di secarik kertas dan dilaminating lalu ditempelkan di setiap telpon yang ada hingga dengan mudah penerima telpon membacanya tanpa harus mengingat. Dan greeting ini berlaku bagi siapapun termasuk kami selaku owner sekalipun. Hingga tak hanya kami yang berhak mengontrol dan menegur bila terjadi ketidaklengkapan atau kesalahan. Namun setiap karyawanpun diharuskan untuk saling dan bisa mengontrol bila berkomunikasi secara internal dan diharuskan mengulang dan mengulang bila masih ada kesalahan.

Dan tak luput kejadian lucu timbul karena antar cabang berusaha mengetes cabang yang lain dalam menerima telpon. Dan tak tanggung-tanggung dalam mengontrolnya. Bagiku sendiri ini bukan saat yang tepat untuk meminta exuse untuk tidak menggunakan format yang sama dalam menerima telpon. Bagaimanapun pepatah mengatakan “ikan busuk berasal dari kepala” Satu hal yang lucu bila aku hanya bisa memberikan satu order tanpa mampu memberikan teladannya. Dalam waktu singkat langkah ini terlihat hasilnya. Kecanggungan dan belibet hilang begitu saja dan secara otomatis kalimat greeting itu terlontar dengan tepat. Beberapa konsumen pun memberikan respon beragam yang sebagian besar positif atas perubahan ini.

Satu kunci penting untuk penerapan satu program adalah selain kontrol dan evaluasi atas program itu yang tak kalah pentingnya adalah karyawan tahu dan mengerti maksud dan tujuan dari setiap perubahan yang mereka kerjakan. Selain mereka bisa memberikan feedback yang bermanfaat pada akhirnya, merekapun harus kita sadari adalah mitra kita. Bukan sekedar boneka yang hanya disuruh tanpa mengerti makna dibaliknya.

Filed under: Business Practice

5 Comments to “Telephone Manner”

  1. mamat says:

    alah bisa karena biasa kan ?

  2. Ajie says:

    Met Weekend Mas Sam !

  3. SuNDaNeSe says:

    humor ringan yang cukup segar untuk mengewali hari kerja yang berat

  4. Ela Nurkomala says:

    Bisa minta bantuan, jika ada satu contoh telepon manner untuk diperusahaan, yang baiknya dilakukan/diucapkan oleh seorang receptionist itu bagaimana?
    meskipun sekarang sudah ada, tapi sepertinya urutan dan isi percakapannya kurang baik.
    Sekian, terima kasih

  5. sam says:

    Dear Ella, sebenarnya gresting bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan. Baik isi maupun urutannya. namun setidaknya ada beberapa yang harus ada seperti:
    1. Salam (selamat pagi siang/sore)
    2. nama perusahaan/ bagiannya
    3. nama penerima telpon
    dan biasanya ditambah dengan kalimat lainnya:
    - Bisa dibantu? atau yang lainnya.
    So Ella ada hal lain yang bisa dibantu :)

Leave a Reply

(required)

(required)


« Serabi Rasa Durian - Technorati Claim »

About Me



About Mine

    RSS SamRoads [Life Style]

    • Rahasia 7 Tahun MHI Tennis
      By Be Samyono (09012012.12.21) Tujuh tahun, usia yang teramat muda untuk seorang anak.  Namun tidak demikian untuk sebuah komunitas. Tujuh tahun berada dalam masa fluktuatif, pembelajaran dan juga pencapaian merupakan perjalanan panjang yang mestinya patut di syukuri.  Meletakkan rasa terima kasih pada banyak hal dan pihak hingga membuat komunitas ini ... […]
    • Tanjung Pinang Bukanlah Pangkal Pinang
      By Be Samyono [06092011-23.08] Sesaat sebelum boarding dengan pesawat Sriwijaya Air awal September lalu di terminal 1 Bandara Sutta saya sempat kecewa.  Saya memikirkan Pangkal Pinang saat saya menerima kesempatan mengajar kali ini.  Saya bayangkan setidaknya saya akan bertemu dengan pantai berpasir putih dan gugusan bebatuan koral yang menjulang.  Persis . […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba- […]
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah se […]

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category




Recently Writing

Recent Comments

  1. beni: yaa., bener banget tuh boss… :D
  2. acep: setuju mas,, lanjutkan
  3. acep: nice info mas,,
  4. acep: thank mas ats infonya
  5. acep: thank atas tips nya mas,,. salam kenal
  6. acep: nice grop mas,, semoga sukses
  7. acep: thank infonya kang
  8. acep: ibu Mooryawati memang tokoh yang patut jadi teladan,,
  9. acep: semoga sukses anggota KMM 5,eksis terus,,dan tidak kalah dengan grup yang lain
  10. acep: meski saya bukan anggota dari keduanya, tapi enak juga nya mas kalo misalnya kita menjadi anggota TDA
  11. acep: thank mas atas infonya nice articel,,
  12. hendra andiarto: ini sesuai statuta TDA pusat ya pak, dan berdasarkan elctoral tresshold. anggota TDA adalah yang...
  13. Taufan: semoga anggota kmm 5 bisa terus eksis dengan usahanya masing masing
  14. annas: mantap banget ulasan pak sam, saya yakin gerakan mastermind ini akan menjadi embrio yang luar biasa bagi dunia...
  15. Sam: Setuju sekali bu zenis
  16. zenis: menginsfirasi banget, mudah2an kita bisa mencontoh Ibu Mooryati
  17. hendraxsap: wah mantap sekali tulisanya pak, resume yang komplit.
  18. be-samyono: salam pak ipung. wah kayaknya blon ada yah. apa pak iping dari magetan?

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

  1. Pagerank:
    2/10
  2. Technorati Rank: -1
  3. Alexa Rank: 1,530,355

I am:

Visitor:

  • 5 currently online
  • 150819 total visitors


Socialite


    Be Samyono 'Sam'

    Create Your Badge