Menyorot Laskar PB2008

By Be Samyono (24112008.14.59)

Pesta offline telah usai, namun keriuhan pesta di dunia maya justru baru dimulai.  Begitulah pestanya para blogger. Pesta offline hanya sekedar kumpul dan berbagi kenarcist-an dan bersedikit membangun harapan.   Selebihnya pesta online lebih menggiurkan meski tanpa doorprise.  Adrealine pun saling berkejar untuk menjadi yang pertama untuk mengisi blog, multiply, facebook, friendster, flicker dan bermacam media lain untuk saling berbagi cerita, photo, video, berkomentar sekaligus mengomentari dan juga memampangkan jati diri.  Dan bisa ditebak official website PB2008 akan kebanjiran link yang semua mengacu pada PB2008.  Entah apakah ada niat panitia untuk memasukkan hajatan ini dalam catatan MURI atau tidak. Disinilah pesta sesungguhnya dimulai.   Kemeriahan yang dimulai dengan start yang sama. Dari sebuah PESTA!

Saya sendiri tak lebih dari sebutir penggembira yang mencari kesibukan di sebauh pesta ternyata mau tak mau adrealine blogger saya terpacu mempestakan hajatan yang telah usai tersebut di dunia maya.  Terlepas dari apapun hasil dari pesta blogger tersebut namun saya meyakini ada keringat yang tak bisa dinilai dengan hanya dari kata berhasil atau sebaliknya. keringat itu berlabelkan kata PROSES. Dibenak saya bisa membayangkan bahwa tidak mudah untuk menyelenggarakan acara akbar dan sosial dengan 1000 undangan dan dukungan pihak pemerintah maupun swasta meski ini bukanlah kesempatan pertama. Pasti ada pengorbanan dari pihak pelaksana meskipun itu suatu hal yang jamak namun patut rasa terima kasih diapreasikan pada mereka.  Saya pribadi melihat banyak laskar berperan dan dikerahkan untuk suksesnya hajatan akbar ini. Laskar yang membuat tangan dan jari jempol saya menari-nari mengapresiasi peran mereka.

LASKAR NARSIST

Meminjam komentar bung Abi Hasantoso dari http://jakartasiana.blogspot.com yang terkaget karena baru kali ini melihat satu panitia ditampilkan di podium sampai durasi lebih dari 10 menit.  Rasanya saya tak salah bila menyematkan label LASKAR NARSICT pada mereka.  Dan rasanya tak salah juga bila mereka disebut demikian karena komposisi kepanitiaan tahun lalu dan tahun ini taklah berubah banyak dan masih menjunjung pepatah “gue lagi-gue lagi”.  Dosa? saya pikir tidak.  Bukan karena berhasil mengukuhkan kenarsist-an hingga menjadi teladan bagi para blogger namun saya sangat mengapresiasi pembenahan yang dilakukan pada PB2008.  Adanya award yang diberikan pada komunitas blogger dan beasiswa blogger patut diacungi jempol.   Namun bagi saya yang hanya butir penggembira pembenahan yang nyata lebih saya lihat di menu makan siang dan break yang lebih manusiawi dari kualitas dan ketersediannya dibanding tahun lalu, sponsor yang lebih membumi, doorprise yang menggiurkan juga tidak terusir tepat jam lima karena keterbatasan sewa ruang.  Saya letakkan 2 jempol untuk laskar narsist kali ini.  Tak hendak saya balik satu jempol saya  karena saya yakin mereka baru bisa tidur nyenyak begitu acara ini usai.  Biarlah ketenangan sesaat menjadi milik mereka.

LASKAR NGAMPAR
1000 orang bukanlah jumlah yang sedikit.   1000 bukanlah bilangan yang terkumpul di satu ruang tapi 1000 kekuatan suara dan polah yang disatukan dalam satu ritme.   Sayang sekali ritme yang dihasilkan hanya mendengungkan nada sumbang.  Tidak membangun kesemangatan ataupun kebersamaan.   Selain kebanggaan sebagai sebuah komunitas partial.   Di dua PB saya hadir dan sayang sekali untuk kali inipun suara bulat kebersamaan masih jauh untuk didengar menjadi melodi yang indah.   Namun saya salut para laskar yang rela NGAMPAR ini adalah orang-orang baru, yang bisa dikatakan bahwa regenerasi blogger sedemikian pesatnya.   Saya jadi tergelitik mempertanyakan generasi lama kemana ya? ganti media ekspresi atau terbang seusai musim trend usai?

LASKAR ASING
“Meminjam Panca Indra Orang”   begitu saya mengartikan diundangnya Mark Tafoya (USA), Anthony Bianco (Aus), Jeff Ooi (Malaysia), Mike Aquino (Filipina), dan Mr. Brown (Singapura). Kelima laskar asing ini diajak berkeliling ke Bali dan Jogja untuk lebih mengenal sebagian Indonesia sebelum kemudian hadir pada puncak PB 08 di Jakarta Sabtu lalu. Keyakinan saya mengatakan bahwa kelimanya tidak diundang hanya karena tema kali ini adalah Blogging for Society namun karena kesadaran akan kekuatan sebuah blog untuk berbicara.   Dan kekuatan ini disadari sekali oleh Departemen terkait yang menjadi sponsor untuk menyuarakan potensi Indonesia utamanya dalam hal pariwisata.   Panca indra mereka dipinjam untuk bisa merasakan pengalaman luar biasa selama berkunjung dengan harapan tangannya akan menuturkan hal ini dalam blog mereka begitu mereka kembali.   Idealnya akan ada feedback positif dari para pembaca blog mereka.   Satu acungan jempol saya acungkan sembari meletakkan satu telapak tangan saya didada. Saya prihatin.   Prihatin karena mestinya kita tidak perlu menyewa panca indera mereka bila kita sendiri mampu untuk bersuara.   Jumlah blogger yang tak hadir tentunya jauh lebih besar daripada yang duduk diruangan itu tentunya menjadi kekuatan besar untuk bersuara dan meneriakkan potensi wisata kita.   namun kembali sayang.   Tak banyak blogger kita yang konsisten secara spesifik menyuarakan topik aktual dan strategis apalagi dalam bahasa Inggris.   Disitulah kelemahan mendasar kita.

LASKAR UNTUNG
Laskar untung saya sebutkan pada Komunitas Cahandong Jogja.   Inspirasinya dalam berbagi pada sesama dilihat Oxfam sebagai nilai tambah hingga mereka berhak menerima cek 10 juta serta paket PC.  Luar biasa dan patut diacungin jempol.   Tinggal kini satu tantangan bagi mereka akankan keberuntungan ini bisa menjadi pijakan guna mengkosistenkan diri pada kegiatan-kegiatan positif mereka atau akan stuck pada program “Jablay” (Jogja Blogger day) semata.

LASKAR SEKSI
Bisa jadi Maylafayza akan menjadi icon Blogger Indonesia.   Tidak saja konsistensi dia dalam ngeblog namun juga andil dia di 2 PB ini.   Tahun lalu kehadirannya di podium menampilkan jatidirinya sebagai seorang blogger yang berbeda dengan penampilannya kali ini yang mengetengahkan sisi lain dari kebisaannya: Violist!.   Hal yang tak dapat dibedakan adalah penampilan May yang sedemikian leluasa dengan keseksiannya.   Keleluasaan yang menjadi PB2007 riuh karena close up camera tepat pada keseksiannya yang memenuhi layar perak Blitz Cineplex dan kali ini hentak gesekan dawai biolanya yang memaksa para blogger melupakan ke-mupeng-annya akan doorprise! Saya sendiri tak bisa mengacungkan 2 buah jempol untuk kehadiran Laskar seksi ini karena jemari saya sibuk mengabadikan moment dengan kamera saya yang sejauh ini saya amini bahwa “Wanita selalu tampak seksi bila memainkan alat musik!”

Seksi, narsist, asing dan ngampar hanyalah warna pengotakkan.   Ketika semuanya membaur menjadi satu tercipta sinergi dan keindahan sebuah pelangi.   semoga tahun depan kembali muncul laskar yang lebih berani yang lebih menyuarakan “SUARA BLOGGER SECARA SATU DAN INDAH”.


Photo ada DI SINI

Continue Reading