Smart Online Shop

Edukasi TDA Jaksel  (21042010)
By Be Samyono (23032010-13.22)

Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul.  Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI.  seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul.  Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien.  Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis.  Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja.  Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya.  Inilah luarbiasanya.

Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online.  Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini.  Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun.  Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini.  Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas.  Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut:

PAKAILAH SMART DOMAIN
Domain menjadi satu indikator kesuksesan sebuah web, pemilihan domain yang tepat dan merujuk pada spesifikasi, fokus bisnis dan pilihan kata yang tepat akan membuat web menjadi lebih powerful.  Selama ini banyak pihak yang berusaha mempunyai domain berdasarkan kata yang paling umum yang orang cari di search engine hingga muncullah bajuanak.com, anekabatik.com, tokobantal.com dan sebagainya.  Bukan hal yang salah bila mempunyai domain seperti itu karena memang secara jangka pendek akan mendongkrak page rank suatu domain.  Namun untuk waktu jangka panjang alangkah baiknya bila domain merupakan brand kita.  Sehingga kita bisa  secara integrateed membangun brand dari berbagai aspek termasuk online shop tersebut.  Terlebih bila online shop kita tidak menyediakan satu produk yang homogen sehingga kita perlu menamakan dengan jenis produk homogen tersebut.

SMART GIFT
Bisnis online bisa jadi merupakan bisnis tanpa emosi karena antara produsen dan konsumen bisa jadi tidak saling mengenal dan terpisah antara media internet.  Padahal tak bisa dipungkiri bahwa sentuhan emosi merupakan satu komponen untuk bisa mengikat loyalitas konsumen.  Pemberian smart gift akan menjembatani kebutuhan emosional tersebut.  Gift berupa gimmic seringkali merepotkan karena sebaran konsumen kita yang luas dan kendala dalam pengirimannya.  Namun pemberian berupa e-book berkala mengenai tips & trick, artikel pendukung bisnis, e-card ataupun paket  special yang ditawarkan dihari khusus akan menjadi solusi yang smart untuk merekatkan loyalitas konsumen pada bisnis online kita.

SMART NARATION
Keterbatasan penawaran di toko online adalah konsumen hanya bisa memvisualisasikan gambar yang ditawarkan secara terbatas tanpa bisa merasakan ataupun menyentuhnya.  Pencantuman narasi yang menarik di produk yang kita tawarkan akan memberikan efek emosi yang menarik bagi konsumen.  Terlebih bila kita mampu memberi harga yang menarik terhadap produk yang kita tawarkan.  Banyak produk yang ditawarkan secara online terlewat begitu saja oleh pembeli karena keterbatasan informasi akan barang yang ditawarkan serta rujukan pihak ke 3 dalam menggunakan barang tersebut.

Namun perlu disadari bahwa online shop merupakan salah satu tool untuk membantu penjualan.  Sehingga mengintegrasikan dengan layanan lain sangat mutlak diperlukan misalkan ketepatan pelayanan, kecepatan pengiriman, dukungan stock dan lain lain.  Keberadaan basik ilmu marketing perlu pula kita punyai sehingga kita bisa dengan mudah mengemas added value yang kita tawarkan pada kebutuhan konsumen yang memerlukannya secara tepat.  Disinilah peran analisa STP mutlak diperlukan.  Disamping kita bisa memilah ketepatan produk kita bila dipasarkan secara online.

Continue Reading

Rencana Bisnis Pentingkah?

Edukasi TDA Jaksel  (28022010)
By Be Samyono (25032010-09.02)

Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat “markas” TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal.  Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur.  Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu.  Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind.  Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita.  Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.

Tidak ada bisnis yang jalan di tempat.  Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya.  Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita.  Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan.  Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari.  Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.

Balanced Scorecard adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan  dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi. BSC pertama kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan Analog Devices pada tahun 1987. Dengan tidak berfokus hanya pada berfokus pada hasil finansial melainkan juga masalah manusia, BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem manajemen strategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja  sambil menyeimbangkan sasaran finansial dengan perspektif pelanggan, proses, dan karyawan.

Pendekatan yang dilakukan pada Balanced Scorecard menghubungkan strategi yang ada dalam suatu organisasi, mulai dari visi, critical success factor dan pengukuran performansi keberhasilan. Pengukuran dalam Balanced Scorecard dibagi kedalam empat perspektif : Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective.

Perspektif pelanggan menggunakan ukuran berapa “nilai” yang diberikan kepada pelanggan dilihat dari segi waktu, kualitas, performansi dan layanan, dan biaya. Contohnya ukuran kecepatan waktu mulai dari permintaan sampai dengan pengiriman sampai ditangan pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk kita, tingkat penjualan terhadap produk baru, dan atau banyaknya service call yang dilayani. Perspektif internal dapat mengevaluasi ekspektasi yang diharapkan pelanggan dapat terpenuhi melalui perbaikan proses di internal organisasi tersebut. Disini juga kita dapat mengukur tingkat keahlian dan produktifitas karyawan, kualitas yang dihasilkan oleh organisasi tersebut, dan atau sistem informasi yang baik yang berjalan dalam organisasi.  Perspektif inovasi dan pembelajaran dari suatu organisasi kita dapat mengukurnya melalui, peningkatan dan inovasi yang berkelanjutan terhadap produk-produk yang dimiliki. Kita harus garis bawahi bahwa produk disini tidak selamanya berupa barang, pelayanan dan hal-hal lain yang bersifat jasa pun adalah produk. Ukuran yang diberikan antara lain banyaknya produk-produk baru yang dihasilkan dan persentase keberhasilan penjualannya, tingkat penestrasi terhadap market baru, atau implementasi SCM (supply Chain Management).

Apabila target-target diatas dapat terpenuhi maka efeknya akan mengimbas pada perspektif finansial juga. Finansial disini termasuk mengukur pendapatan dan pengeluaran, lebih dalamnya lagi ROI (return on investment), tingkat penjualan, pertumbuhan market share, dan sebagainya.

Sementara itu Rencana Bisnis adalah perangkat perencanaan bisnis yang mencakup keseluruhan aspek bisnis (marketing, produksi, organisasi, finansial dll) guna memberi arah dan mengkoordinasikan semua kegiatan di dalam bisnis untuk mencapai tujuannya (Star up business /memperoleh pinjaman/menarik investor).   Kondisi real terungkap banyak bisnis yang mengabaikan keberadaan workbook/bisnis plan.  Sebab utama karena budaya kita yang memang tidak pernah menjadikan business  plan menjadi acuan utamanya bagi start up bisnis/bisnis mula.  Penekanan pada liquitas cash flow semakin mengabaikan keberadaan business plan sebagai panduan terlebih keberadaan beberapa pemikiran bahwa perencanaan adalah sampah.  Pemikiran ini mengagungkan action dan “power of KEPEPET” sebagai landasan menjalankan bisnis.  Perencanaan justru dianggap sebagai sandungan untuk melakukan action dan menjalankan bisnis. Tidak jarang keberadaan dua pemikiran ini menjadi dua kubu perdebatan.  Satu dan lain pihak saling memberikan alasan dan pembenaran bahwa pola pikirnyalah yang terbaik.

Dalam diskusi dengan rekan-rekan sebenarnya hal ini tidak perlu di perdebatkan.  Bila ditelaah masing masing pemikiran bisa dipergunakan dengan bijak.  Saat  start up business pemikiran “no planning” akan memberi katalisator yang positif untuk memompa kepercayaan diri kita guna mewujudkan bisnis.   Gilirannya dimasa pertumbuhan bisnis kita mau tak mau harus punya panduan guna memberi arahan kemana bisnis ini mesti dijalankan.

Kembali edukasi kali ini memberikan masukan yang sangat berharga.  Satu kalimat yang patut diingat “Hasil yang baik tanpa perencanaan yang baik datang dari keberuntungan, bukan dari manajemen yang baik”

Continue Reading