INTRADE Malaysia & KLITF 2012 (2)

Be Samyono [0412201215.23]

Beberapa hal yang tidak saya perhitungkan dalam keberangkatan akhirnya menjadi pengalaman yang melelahkan yang harus saya alami.  Diantaranya mengenai tiket pesawat dan jadwal keberangkatan.  Sudahlah pasti bukan waktu yang tepat bila seminggu sebelum keberangkatan kita baru membeli tiket pesawat.  Bagaimanapun kita tidak punya keleluasaan untuk mendapatkan harga ekonomis di maskapai manapun.  Ini lah yang juga saya alami.  Tapi apa boleh buat padahal beberapa minggu sebelumnya ada promo dari Malaysian Airways dan saat menggunakan Air asia tak ada lagi tiket Promo. Hal lain adalah biasanya bila saya ke KL selalu mengambil penerbangan pagi kali ini saya mengambil waktu tengah hari di tanggal 26 Desember.  Penerbangan yang sepertinya kosong di perjalanan rupanya harus saya tembus dengan kemacetan yang luar biasa dari LCCT ke Hotel.  Meski telah ada jemputan namun kemacetan waktu pulang kerja menjadi waktu tempuh berlipat 2.  Terlebih ini adalah event rombongan, tak bisa mengelak saat check in di hotel akan kembali dihadapkan pada antrian yang panjang.  Beruntung koordinasi serta service yang diberikan lumayan cepat sehingga “kesengsaraan” kami tidaklah berkepanjangan.

 

INTRADE HARI 1

Saya menghabiskan sarapan setengah jam sebelum keberangkatan rombongan ke Gedung Matrade pada pukul 9.30.  Terhitung 14 Bus telah siap membawa keseluruhan perwakilan dari berbagai menara yang menginap di sayap barat dan timur Hotel Bintang 5 Renaissance.  Saya sendiri menempati kamar 515 pada kamar yang cukup representative namun agak tua ini.  Jarak hotel dengan KLCC hanya 500 meter terjangkau dengan jalan kaki.  Fasilitas kamar lebih dari cukup meski bau karpet dan ruangan terasa menyengatkan aroma tua saat pertama masuk.  Fasilitas layaknya hotel bintang 5 minus wifi dan mini bar yang di lock.  Beruntung kamar saya menghadap langsung perempatan jalan Ampang dengan pemandangan langsung menuju Station monorail bukit Nanas dan KL Tower yang megah.

Dengan pengaturan waktu yang tepat dan kedisiplinan para peserta 14 bus beriringan tiba di Matrade 15 menit kemudian.  Terasa bagaimana Pemerintah Malaysia berupaya menjual kompetensi dengan menunjukkan tatanan insfrasukturnya yang telah mapan.  Kita boleh iri untuk ini.  Kami langsung menuju Lantai 2 tempat Pameran produksi semua perusahaan Malaysia (kurang lebih  500 perusahaan dari 30 kategori) di display dalam lemari.  Tiap bidang di display dalam lemari yang berbeda desain namun tidak meninggalkan unsur informative didalamnya.  Tak jarang beberapa perusahaaan ini mendatangkan wakilnya untuk membantu peserta mengenalkan produknya.  Bilapun tak ada sales representative disana.  Tiap lemari display di lengkapi dengan rak yang berisi brosur dan kartu nama yang dengan mudah bisa kita ambil.  Bila belum puas masing-masing profile di munculkan di Touch Screen TV yang di tempatkan di beberapa sudut akan membantu kita lebih jelas.  Sayapun di hubungi panitia Buyer Meeting untuk memastikan jadwal saya besok.  Saya sedikit complain dengan beberapa seller yang jauh dari bidang saya. Namun karena solusinya janji akan di cancel (bukan diganti) maka saya memutuskan menemui mereka dengan alasan mungkin saja informasi ataupun opportunitynya berguna.

Lepas dari Lantai 2 kami di arahkan pada stand-stand yang bersiap di lantai 1.  Selain stand pengusaha Malaysia dengan berbagai produknya terdapat pula stand dari beberapa Negara dan stand yang terbagi dalam tema usaha tertentu.  Sangat menarik mengamati stand negeri sendiri yang rata-rata di isi oleh UKM binaan dari berbagai perusahaan besar seperti Bank Mandiri, Antam, PT Timah, Pelindo Dll. Yang mempunyai tempat yang cukup strategis dan luas.  Dan lebih menarik mengamati mahasiswa Universitas Ciputra Entrepreneur yang datang atas biaya sendiri.  Luar biasa mereka begitu antusias menjual produknya yang sudah terkonsep dengan baik.

OPENING INTRADE

Pukul 14.30 rencana INTRADE Malaysia dibuka oleh Dato’ Jacob Dungau Sagan,Deputy Minister of  International  Trade and Industry, Malaysia. Pembukaan dilakukan dengan amat sederhana dan berlangsung 30 menit dari 1 jam keterlambatan.  Namun setidaknya beberapa informasi yang diberikan dalam pidato cukup  menarik saat memaparkan potensi market Malaysia serta produk yang dihasilkan. Usai acara sebuah welcome standing party diadakan di luar ruangan.  Beberapa peserta terlihat sudah mulai melakukan penjajagan satu dengan lainnya.  Tepat Pukul 17.30 bus telah membawa kami kembali di hotel menerobos kemacetan yang berkepanjangan.

Ternyata sayapun memperoleh urusan yang berkepanjangan lainnya. Karena sebagian peserta Indonesia termasuk saya hanya memperoleh akomodasi hotel hingga tanggal 29.  Bukan 30 seperti yang di konfirmasikan oleh pihak Matrade Jakarta.  Saya mencoba konfirmasi ke Pihak Jakarta. Mereka mengatakan apa yang tertulis di surat konfirmasi telah benar.  Dan saat di crosscheck pihak panitia Malaysia mengatakan karena ada keterlambatan dokumen kami dijadwalkan masuk hotel tanggal 25-29, bukan 26-30 meski kami tiba pada tanggal 26.  Bagi saya saya bisa saja stay dengan biaya sendiri atau pindah hotel. Namun ini perkara keabsahan dari undangan yang telah dinyatakan dalam surat konfirmasi.  Artinya harusnya hak untuk mendapat akomodasi haruslah diberi di jadwal yang tertera.  Pihak Jakarta bisa jadi terlambat tapi pihak Malaysia mestinya berfikir bijak bahwa tidak mungkin kontingen Indonesia datang lebih awal dengan jarak penerbangan yang hanya 2 jam.  Selain itu jadwal kegiatan adalah 27-29 kenapa diperkirakan datang lebih awal.  Cukup menjadi bulan bulanan untuk mengurus hal satu ini.  Dan malam ini belumlah tuntas.

Beberapa pembelajaran yang saya peroleh dari event ini di hari pertama diantaranya:

  1. Sebagai Peserta (buyer):
    1. Eksplorasi akan data seller sangat penting terutama seller yang akan ditemui besok sehingga selain mempercepat waktu juga bisa menggali potensi lain yang mungkin ada
    2. Hubungi panitia Matrade untuk memastikan jadwal anda baik pihak yang akan bertemu maupun kecocokan yang anda inginkan.
    3. Hendaknya mengikuti semua kegiatan secara penuh.  Bagaimanapun keberadaan kita disini adalah sebagai undangan dan membawa nama bangsa disamping bisnis anda.  Ketidak disiplinan akan menunjukkan citra bisnis kita sebenernya.
    4. Segala kemungkinan bisa terjadi contact person detail akan sangat memebantu untuk itu selalu catat dan simpan.
  1. Sebagai Peserta (pameran): meski saya tidak termasuk didalamnya namun beberapa praktek positif yang dilakukan beberapa peserta stand Negara lain sangat menginspirasi seperti:
    1. Bergabunglah sebagai mitra binaan yang memungkinkan kita bisa melakukan pameran di luar negeri dengan bantuan yang cukup
    2. Bila membidik pasar luar, juallah konsep penjualan produk anda dengan tepat.  Mencari distributor dan memberikan konsep penjualan yang jelas adalah kuncinya.  Percuma bila mengharap penjualan retail dari barang yang anda bawa.
    3. Antusias dan carilah peluang.  Duduk dan hanya mengharap pengujung bertanya bukan sesuatu yang tepat dilakukan untuk event sebesar ini.  Bila bahasa sebagai kendala. Jangan takut semua orang mengalaminya.
    4. Carilah space yang tidak bising yang memungkinkan pembicaraan serius/skema bisnis bisa anda paparkan kepada calon pembeli
  1. Sebagai Event Organiser: saya amati event ini diatur dengan cukup terorganisir seperti:
    1. Adanya panduan yang cukup lengkap berupa buku bahkan informasi yang bisa di akses di tengah area
    2. Tersedianya beberapa panggung kecil untuk presentasi produk
    3. Tersedianya area area untuk negosiasi yang bisa digunakan peserta
    4. Ketepatan waktu dalam menyelenggarakan acara.

(bersambung)

Continue Reading

Coaching? Perlukah Saya?

Be Samyono [0612201210.39]

Pernahkah anda merasakan bahwa sebenarnya sudah begitu banyak ilmu yang anda punya.  Bukan itu saja, tidak terbilang pelatihan yang anda ikuti,  acara diskusi, sharing bahkan mungkin kunjungan bisnis.  Namun di saat yang bersamaaan anda merasa seakan ada yang kurang sehingga anda tidak bisa mengimplementasikan semua yang anda punya dalam proses bisnis anda.  Entah dengan alasan ilmunya harus disesuaikan dengan bisnis anda dahulu, ilmu tidak sesuai dengan level bisnis anda ataupun begitu banyak ilmu sehingga anda kebingungan sendiri atau urusan klasik tidak adanya waktu.  Ibarat kata, anda mempunyai banyak senjata untuk menembak sasaran anda tapi anda tak tahu harus menggunakan senjata yang mana, bagaimana cara menggunakannya dan apa yang harus anda lakukan kemudian serta sederet pertanyaan lain.  Akhirnya yang terjadi adalah sesuatu yang mudah ditebak.  Anda berjalan kembali tanpa ilmu itu.

Itulah yang awalnya saya pikirkan saat menjadi Mentor di KMB TDA Jakarta Selatan.  Dalam try dan error guna mendapatkan system yang tepat untuk menjalankan program mentoring saya menemukan permasalahan mendasar.  Keragaman bisnis yang ada diantara anggota mentoring, keragaman level bisnis yang ada, juga kebutuhan yang berbeda akan program mentoring ini menjadikaan satu kesimpulan bahwa pendekatan yang heterogen perlu dilakukan.   Agar efektifitas program bisa berjalan dan tiap anggota bisa memperoleh manfaat maksimal untuk bisnisnya.  Beruntungnya ada satu kesamaan yang mereka punyai yaitu mereka sama-sama mempunyai senjata seperti gambaran diatas namun sama sama tidak tahu bagaimana menggunakannya.  Dan Coachinglah saya pikir akan menjadi cara yang tepat guna membantu anggota mentoring mendapatkan solusi terbaik bagi permasalahannya ini.  Metode Coaching inilah yang di beberapa pertemuan terakhir mulai saya terapkan di KMB yang saya bina.  Terlihat sejauh ini efektifitas dalam penyampaian program jelas menunjukkan peningkatan dan perubahan. Disamping itu challenge yang dirasakan oleh anggota secara psikologis akan membuat mereka terpacu untuk mengikuti program ini hingga usai.  Karena tantangan diletakkan di tangan mereka.

APA ITU COACHING & MANFAATNYA? 

Coaching sendiri adalah salah satu pendekatan yang dalam beberapa tahun belakangan ini telah membuktikan keberhasilannya dalam membantu mempercepat transformasi dan pencapaian Goal  baik individu, kelompok maupun organisasi.  Beberapa pemahaman mengenai Coaching mengatakan bahwa Coaching adalah suatu bentuk kemitraan dengan klien dalam proses pemikiran dan kreatifitas yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi mereka baik pribadi maupun profesional (International Coach Federation). Atau suatu kerjasama kolaboratif berdasarkan solution-focusedresults oriented dan systematic process di mana Coach memfasilitasi peningkatan kinerja, pengalaman, kemandirian dan pertumbuhan pribadi sang Coachee /Client (Association for Coaching).

Sederhananya Coaching ibarat pemandu atau pelatih bisnis yang akan membantu memaksimalkan potensi bisnis anda sehingga anda bisa dimampukan secara mandiri dengan mempunyai konsep pemikiran solutif di dalam bisnis.  Seperti halnya kutipan singkat yang pernah saya dengar: “ You  cannot  teach  a  man  anything.  You  can  only  help  him  discover  it  within  himself.  “ – Galileo Galilei –.  Benefitnya bagi coachee atau orang-orangyang mengikuti coaching adalah: Mereka akan bisa meningkatkan dan mencapai tujuan yang diinginkannya secara terfocus dibawah bimbingan orang yang ahli dalam memberikan inspirasi dan motivasi atas potensi yang anda punyai.

Dari hasil penelitian, menurut Chartered Institute of Personnel and Development – CIPD, dinyatakan bahwa :

  • 99% menyatakan Coaching dapat memberikan manfaat yang nyata bagi baik individu dan organisasi.
  • 96% menyatakan Coaching adalah cara yang efektif untuk mempromosikan belajar dalam organisasi
  • 93% menyatakan Coaching dan mentoring adalah mekanisme kunci untuk mentransfer pembelajaran dari program pelatihan kembali ke tempat kerja
  • 92% menyatakan ketika Coaching dikelola secara efektif dapat memiliki dampak positif pada bottom line

 Dari penelitian lain menyatakan bahwa :

  • 92% dari Coachee sangat puas dengan pengalaman Coaching mereka
  • 90% dari Coachee sepakat bahwa Coaching adalah investasi yang baik bagi pribadi dan sumber daya organisasi.
  • 86% dari Coachee sepakat bahwa individu dan organisasi mendapatkan manfaat secara signifikan dari Coaching.
  • Peningkatan Hubungan: 77%
  • Peningkatan Kerja Sama Temm: 67%
  • Peningkatan Kepuasan Kerja: 61%
  • Peningkatan Produktivitas: 53%
  • Peningkatan Kualitas: 48%

(sumber: http://www.nlpcoachindonesia.com)

SUDAH SIAPKAH SAYA DI COACHING? 

Dari paparan diatas jelas besar manfaat adanya coaching dalam hidup ataupun bisnis kita.  Bahkan saya pribadi mengatakan PERLU dalam hidup kita mempunyai Coach untuk bisa melihat blank spot dalam hidup/bisnis yang bisa jadi tak bisa kita lihat sendiri.  Namun pertanyaan besar muncul.  Apakah kita cukup capable dan siap untuk mengikuti coaching?

Di TDA Jakarta Selatan saya mengimplementasikan FREE BUSINESS COACHING setiap minggu sekali.  Tiap minggu 2 orang rekan TDA Jaksel mengikuti program ini dengam mendaftar dan mendapat kesempatan 2x untuk memperoleh sesi coaching bersama saya.  Terdaftar kurang lebih 50 orang telah mengikuti program ini sejak pertama kali saya tawarkan.  Saya melihat hal sederhana bahwa banyak rekan-rekan yang sebenarnya telah cukup ilmu namun kembali mereka tidak tahu bagaimana menggunakannya.  Disinilah peran saya membantu rekan rekan memandu bisnis mereka secara tailor made/disesuaikan dengan permasalahan bisnis mereka.

Dalam catatan saya pada waktu assessment awal akhirnya coach bisa mendeteksi apakah si calon coachee siap untuk di coaching atau tidak.  Bila mereka telah siap maka sesi coaching akan berlanjut. Namun bila belum maka tergantung permasalahan. Bisa jadi akan berlanjut dengan training, mentoring atau  mungkin konseling.  Lalu bagaimana anda tahu keputusan coach akan hal ini? Mudah, salah satu indikatornya  selama anda merasa bahwa amunisi serta senjata anda telah lebih dari cukup itulah artinya anda siap di coaching.  Dan hamper 70% rekan-rekan di Jaksel telah siap untuk di Coaching.

Sejalan dengan pergerakan dunia usaha yang semakin cepat dan semakin kompetitif, untuk memiliki Pelatih Bisnis (Business Coach) bukan lagi menjadi sebuah Kemewahan, melainkan menjadi sebuah Kebutuhan. Lebih dari pada itu, akan sangat sulit untuk mendapatkan jawaban yang benar-benar jujur dan objektif dari diri Anda sendiri. Seorang Pelatih Bisnis akan membantu Anda untuk membuat tujuan jangka pendek dan jangka panjang berikut dengan strateginya serta meningkatkan usaha Anda di area yang mungkin tidak terpikirkan oleh Anda.

Continue Reading