image
image

Coaching? Perlukah Saya?

December 6th, 2012

Be Samyono [06122012-10.39]

Pernahkah anda merasakan bahwa sebenarnya sudah begitu banyak ilmu yang anda punya.  Bukan itu saja, tidak terbilang pelatihan yang anda ikuti,  acara diskusi, sharing bahkan mungkin kunjungan bisnis.  Namun di saat yang bersamaaan anda merasa seakan ada yang kurang sehingga anda tidak bisa mengimplementasikan semua yang anda punya dalam proses bisnis anda.  Entah dengan alasan ilmunya harus disesuaikan dengan bisnis anda dahulu, ilmu tidak sesuai dengan level bisnis anda ataupun begitu banyak ilmu sehingga anda kebingungan sendiri atau urusan klasik tidak adanya waktu.  Ibarat kata, anda mempunyai banyak senjata untuk menembak sasaran anda tapi anda tak tahu harus menggunakan senjata yang mana, bagaimana cara menggunakannya dan apa yang harus anda lakukan kemudian serta sederet pertanyaan lain.  Akhirnya yang terjadi adalah sesuatu yang mudah ditebak.  Anda berjalan kembali tanpa ilmu itu.

Itulah yang awalnya saya pikirkan saat menjadi Mentor di KMB TDA Jakarta Selatan.  Dalam try dan error guna mendapatkan system yang tepat untuk menjalankan program mentoring saya menemukan permasalahan mendasar.  Keragaman bisnis yang ada diantara anggota mentoring, keragaman level bisnis yang ada, juga kebutuhan yang berbeda akan program mentoring ini menjadikaan satu kesimpulan bahwa pendekatan yang heterogen perlu dilakukan.   Agar efektifitas program bisa berjalan dan tiap anggota bisa memperoleh manfaat maksimal untuk bisnisnya.  Beruntungnya ada satu kesamaan yang mereka punyai yaitu mereka sama-sama mempunyai senjata seperti gambaran diatas namun sama sama tidak tahu bagaimana menggunakannya.  Dan Coachinglah saya pikir akan menjadi cara yang tepat guna membantu anggota mentoring mendapatkan solusi terbaik bagi permasalahannya ini.  Metode Coaching inilah yang di beberapa pertemuan terakhir mulai saya terapkan di KMB yang saya bina.  Terlihat sejauh ini efektifitas dalam penyampaian program jelas menunjukkan peningkatan dan perubahan. Disamping itu challenge yang dirasakan oleh anggota secara psikologis akan membuat mereka terpacu untuk mengikuti program ini hingga usai.  Karena tantangan diletakkan di tangan mereka.

APA ITU COACHING & MANFAATNYA? 

Coaching sendiri adalah salah satu pendekatan yang dalam beberapa tahun belakangan ini telah membuktikan keberhasilannya dalam membantu mempercepat transformasi dan pencapaian Goal  baik individu, kelompok maupun organisasi.  Beberapa pemahaman mengenai Coaching mengatakan bahwa Coaching adalah suatu bentuk kemitraan dengan klien dalam proses pemikiran dan kreatifitas yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi mereka baik pribadi maupun profesional (International Coach Federation). Atau suatu kerjasama kolaboratif berdasarkan solution-focusedresults oriented dan systematic process di mana Coach memfasilitasi peningkatan kinerja, pengalaman, kemandirian dan pertumbuhan pribadi sang Coachee /Client (Association for Coaching).

Sederhananya Coaching ibarat pemandu atau pelatih bisnis yang akan membantu memaksimalkan potensi bisnis anda sehingga anda bisa dimampukan secara mandiri dengan mempunyai konsep pemikiran solutif di dalam bisnis.  Seperti halnya kutipan singkat yang pernah saya dengar: “ You  cannot  teach  a  man  anything.  You  can  only  help  him  discover  it  within  himself.  “ – Galileo Galilei –.  Benefitnya bagi coachee atau orang-orangyang mengikuti coaching adalah: Mereka akan bisa meningkatkan dan mencapai tujuan yang diinginkannya secara terfocus dibawah bimbingan orang yang ahli dalam memberikan inspirasi dan motivasi atas potensi yang anda punyai.

Dari hasil penelitian, menurut Chartered Institute of Personnel and Development – CIPD, dinyatakan bahwa :

  • 99% menyatakan Coaching dapat memberikan manfaat yang nyata bagi baik individu dan organisasi.
  • 96% menyatakan Coaching adalah cara yang efektif untuk mempromosikan belajar dalam organisasi
  • 93% menyatakan Coaching dan mentoring adalah mekanisme kunci untuk mentransfer pembelajaran dari program pelatihan kembali ke tempat kerja
  • 92% menyatakan ketika Coaching dikelola secara efektif dapat memiliki dampak positif pada bottom line

 Dari penelitian lain menyatakan bahwa :

  • 92% dari Coachee sangat puas dengan pengalaman Coaching mereka
  • 90% dari Coachee sepakat bahwa Coaching adalah investasi yang baik bagi pribadi dan sumber daya organisasi.
  • 86% dari Coachee sepakat bahwa individu dan organisasi mendapatkan manfaat secara signifikan dari Coaching.
  • Peningkatan Hubungan: 77%
  • Peningkatan Kerja Sama Temm: 67%
  • Peningkatan Kepuasan Kerja: 61%
  • Peningkatan Produktivitas: 53%
  • Peningkatan Kualitas: 48%

(sumber: http://www.nlpcoachindonesia.com)

SUDAH SIAPKAH SAYA DI COACHING? 

Dari paparan diatas jelas besar manfaat adanya coaching dalam hidup ataupun bisnis kita.  Bahkan saya pribadi mengatakan PERLU dalam hidup kita mempunyai Coach untuk bisa melihat blank spot dalam hidup/bisnis yang bisa jadi tak bisa kita lihat sendiri.  Namun pertanyaan besar muncul.  Apakah kita cukup capable dan siap untuk mengikuti coaching?

Di TDA Jakarta Selatan saya mengimplementasikan FREE BUSINESS COACHING setiap minggu sekali.  Tiap minggu 2 orang rekan TDA Jaksel mengikuti program ini dengam mendaftar dan mendapat kesempatan 2x untuk memperoleh sesi coaching bersama saya.  Terdaftar kurang lebih 50 orang telah mengikuti program ini sejak pertama kali saya tawarkan.  Saya melihat hal sederhana bahwa banyak rekan-rekan yang sebenarnya telah cukup ilmu namun kembali mereka tidak tahu bagaimana menggunakannya.  Disinilah peran saya membantu rekan rekan memandu bisnis mereka secara tailor made/disesuaikan dengan permasalahan bisnis mereka.

Dalam catatan saya pada waktu assessment awal akhirnya coach bisa mendeteksi apakah si calon coachee siap untuk di coaching atau tidak.  Bila mereka telah siap maka sesi coaching akan berlanjut. Namun bila belum maka tergantung permasalahan. Bisa jadi akan berlanjut dengan training, mentoring atau  mungkin konseling.  Lalu bagaimana anda tahu keputusan coach akan hal ini? Mudah, salah satu indikatornya  selama anda merasa bahwa amunisi serta senjata anda telah lebih dari cukup itulah artinya anda siap di coaching.  Dan hamper 70% rekan-rekan di Jaksel telah siap untuk di Coaching.

Sejalan dengan pergerakan dunia usaha yang semakin cepat dan semakin kompetitif, untuk memiliki Pelatih Bisnis (Business Coach) bukan lagi menjadi sebuah Kemewahan, melainkan menjadi sebuah Kebutuhan. Lebih dari pada itu, akan sangat sulit untuk mendapatkan jawaban yang benar-benar jujur dan objektif dari diri Anda sendiri. Seorang Pelatih Bisnis akan membantu Anda untuk membuat tujuan jangka pendek dan jangka panjang berikut dengan strateginya serta meningkatkan usaha Anda di area yang mungkin tidak terpikirkan oleh Anda.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestmail

Filed under: Education & Training

Leave a Reply

(required)

(required)



five + 3 =

« - »

About Me



About Mine

    RSS SamRoads [Life Style]

    • MHI Tennis 11th Anniversary: Bukan Komunitas Biasa
      Lewat sudah 1 dekade perjalanan komunitas MHI tennis. Satu komunitas yang mempunyai visi menghimpun semua pecinta tennis dalam satu sessi latihan tennis bersama yang bermoto akrab, sehat dan fun.  Perjalanan panjang ini telah bermuara pada perbaikan system organisasi baik itu pengelolaan keuangan, administrasi data hingga pendaftaran. Meskipun beberapa hal ini telah mapan untuk dikelola namun […]
    • Pelajaran Pasca Tergelincirnya Batik Air ID 6380
      Pepatah yang mengatakan “belajarlah dari kesalahan” bisa jadi adalah pepatah yang salah! Bila kita mencerna kenyataannya kenapa kita tak belajar tentang hal benar?.  Karena seringnya kita belajar dari kesalahan kita malah ahli dalam berbuat salah. Kembali mengulang kesalahan dan kembali kita memberikan statement “kita belajar dari kesalahan”.  Memang pembelajaran adalah satu proses sepanjang hidup kita.  […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba-laba. Permadani hijau bergambar kubah
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah sekian lama, akhirnya kau berbagi tentang

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category




Recently Writing

My Twitter



Translate



Recent Comments

  1. annas: Minggu ini rombongan intrade 2013 dari TDA juga sudah merapat di KL. semoga teman-teman mendapat inspirasi dan...
  2. Bhayu MH: Assalamu’alaikum Pak Sam, Mohon izin mengungkapkan kekaguman dalam artikel:...
  3. pegy: Kalo sy ingin jd tamu bisa??? Tq
  4. beni: yaa., bener banget tuh boss… :D
  5. acep: setuju mas,, lanjutkan
  6. acep: nice info mas,,
  7. acep: thank mas ats infonya
  8. acep: thank atas tips nya mas,,. salam kenal
  9. acep: nice grop mas,, semoga sukses
  10. acep: thank infonya kang
  11. acep: ibu Mooryawati memang tokoh yang patut jadi teladan,,
  12. acep: semoga sukses anggota KMM 5,eksis terus,,dan tidak kalah dengan grup yang lain
  13. acep: meski saya bukan anggota dari keduanya, tapi enak juga nya mas kalo misalnya kita menjadi anggota TDA
  14. acep: thank mas atas infonya nice articel,,

Socialite


I am:

Be Samyono 'Sam'

Create Your Badge
  1. Pagerank:
    2/10
  2. Technorati Rank: -1
  3. Alexa Rank: 1,530,355
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestmail

Visitor:

  • 1 currently online
  • 403362 total visitors