Buku Kompilasi Pemikiran SDM [1]

By Besamyono [07092020-12.23]

 Jelang ulang tahun kegeri ini ke 75, bersama 50 Doktor UNJ yang tergabung dalam IKADIM-UNJ (Ikatan Doktor Ilmu Manajemen -UNJ) saya berkesempatan untuk menyumbangkan buah pemikiran saya.  Buku ini berisi tentang gambaran mutakhir dari perkembangan teori dan praktik sumber daya manusia di Indonesia. Khususnya dalam pengembangan SDM. Mulai dari sektor pemerintahan, militer, dunia bisnis, dosen di perguruan tinggi hingga menjadi praktisi pada organisasi sosial kemasyarakatan. Topik aktual yang dikaji tentang teori dan praktek MSDM di berbagai instansi di Indonesia, isu pengembangan SDM di era revolusi Industri 4.0, serta bagaimana SDM bangsa memasuki dunia kerja baru pasca covid 19. Bunga rampai ini memang dimaksudkan sebagai solusi dari berbagai permasalahan bangsa yang berkembang saat ini.  Buku ini tersedia dalam bentuk cetak serta ebook (disini).  

Dari beberapa berita online serta youtube diperoleh informasi Ikatan Keluarga Ilmu Manajemen Doktor (IKADIM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan acara launching dan bedah buku yang dipusatkan di Lobby Nusantara IV DPR/MPR RI Ruang Delegasi lantai 2 Plaza Nusantara V, Jalan Jenderal Gatot Subroto Senayan Jakarta, Rabu (19/8/2020) siang.  Acara yang diinisiasi para alumni program Doktoral Universitas Negeri Jakarta tersebut, bertujuan memberikan sumbangsih pemikiran dalam mengembangkan sumber daya manusia Indonesia dalam bentuk karya tulis atau artikel yang sudah dikompilasi menjadi sebuah buku bunga rampai yang berjudul “Dari IKADIM UNJ untuk Indonesia”, yang berisi tulisan 50 Doktor Ilmu Manajemen UNJ.

Hadir dalam acara tersebut Dr. D.H Ismail sebagai ketua tim bedah buku Bunga Rampai, turut hadir juga sejumlah narasumber yakni Dr. Sri Puguh Budi Utami, M.Si sebagai pemateri dan juga ketua IKADIM UNJ menyampaikan materi dengan tema, peran alumni program Doktor ilmu manajemen dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat yang di gagas dalam buku bunga rampai, Laksdya TNI Ir. Achmad Djamaluddin, M.A.P menyampaikan materi dengan tema tantangan SDM dalam menghadapi persaingan global era industri 4.0 dan Societies 5.0 di bidang maritim, Dr. Jazilul Fawaid, M.A, memberikan materi tentang keberpihakan pada kepentingan umum dan kebersamaan dalam menghadapi pandemi COVID-19 sebagai wujud keikutsertaan dalam peran pemulihan ekonomi, dan Prof. Dr. Mahmuddin Yasin, MBA memaparkan materi dengan mengusung tema pentingnya membangun SDM bangsa melalui pendidikan dan peningkatan kualitas SDM menghadapi penurunan ekonomi global di bawah ancaman resesi.

Tidak itu saja, disini berkolaborasi dengan rekan rekan doktor UNJ sayapun belajar menjadi content editor sebagai garda depan penyaringan naskah. Kurang dari 3 bulan buku ini telah siap cetak dan edar. kerja yang sangat luar biasa dari rekan rekan IKADIM-UNJ.  Semoga buku ini bermanfaat.  Dan berikut tulisan saya yang akan saya muat dalam 2 tulisan di blog ini.


Penulis:

Bambang Eko Samiono merupakan Dosen manajemen dan kewirausahaan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Al Azhar Indonesia dan juga merupakan Direktur SDM pada instansi yang sama.  Aktif terlibat dalam penelitian dan pengabdian masyarakat serta pengembangan kewirausahaan komunitas-komunitas bisnis.  Selain itu dia juga memegang sertifikasi Registered  Financial Planning (RFP), Master Business Coaching, dan Certified Human Resource Planning (CHRP) dari Universitas Katolik Atmajaya.

MENATA KONSEP PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN PADA UNIVERSITAS ISLAM SWASTA

Bambang Eko Samiono

PENDAHULUAN

Tidak mengejutkan bila diperoleh laporan bahwa kewirausahaan bukanlah merupakan pekerjaan utama yang diinginkan oleh penduduk Indonesia.  Global Entrepreneur Monitor  (GEM) di tahun 2017/2018 hanya menempatkan Indonesia  di urutan ke 63 dari 137 negara yang di survey atas indikator entrepreneur sebagai pekerjaan yang diinginkan penduduknya.  Malah jika ditinjau dari kualitas wirausaha yang dimiliki, kompetensi wirausaha di Indonesia terlihat masih tertinggal jauh baik secara regional ataupun global.  Di skala regional Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat ke 7 dari 10 negara yang di survey dalam data Global Entrepreneur Index, tertinggal dari Brunei bahkan Vietnam.  Sementara secara global Indonesia menempati rangking ke 90 diantara 137 negara.  Rangking ini didasarkan atas 3 indikator besar yaitu 1) attitude (sikap) 2) abilities (kemampuan) serta 3) aspiration (aspirasi).  Dari skore yang ada terlihat bahwa wirausaha di Indonesia mempunyai keunggulan akan attitude-nya, dibandingkan dengan abilities dan aspiration-nya.

Tentunya dalam hal ini peran dan efektifitas pendidikan kewirausahaan dalam mendongkrak tumbuhnya intensi kewirausahaan patut dipertanyakan.  Mengingat kewirausahaan adalah salah satu program yang digencarkan pemerintah untuk mengatasi problem pengangguran dengan berfokus pada bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).  A snapshot of Indonesian entrepreneurship and micro, small, and medium sized enterprise development 2012 memotret bahwa sektor ini menyumbang populasi sebesar 99% dari total unit usaha yang ada serta mampu untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja hingga 97% dari keseluruhan total angkatan kerja yang ada.  Program ini perlu didukung untuk direalisasikan mengingat di Indonesia rasio jumlah wirausaha yang ada masihlah di bawah 1% dari jumlah penduduk.  Angka ini menunjukkan ketertinggalan Indonesia dibandingkan Malaysia yang mencapai 3% dan Singapore 7.2%.  Padahal menurut McClellad dipaparkan bahwa perekonomian suatu negara secara produktif bisa di gerakkan oleh paling sedikit 2% pengusaha dari total penduduk. Tentu ini menjadi keprihatinan dimana  Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia ternyata belum mampu menumbuhkan muslimpreneur. 

(bersambung)

 

 

Facebooktwitterredditpinterestmail

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


7 + seven =