Covid-19 VS Tanggung Jawab Sosial

Saat kami terkena Covid saudara bilang “sudah gak perlu dipikirkan dari mana tertularnya dan saling menyalahkan. Yang penting Fokus sembuh!”
 
Bisa jadi kata kata ini sebagai penghiburan semata agar kami tidak patah arang menghadapi Virus ini, terlebih saling menyalahkan mengingat penularan ini muncul dari klaster keluarga. Sayapun tidak menggugatnya.
 
Namun mungkin kita bisa berfikir tidak egois bahwa penyakit ini bukanlah panu, kadas atau kurap yang tingkat resiko penularannya rendah. Ada masa dimana kami bertemu dengan orang lain dalam lingkup kerjaan kami setelah terkontaminasi, dimana kami belum tahu bahwa kami telah terinfeksi. Disinilah yang namanya tanggung jawab sosial harusnya dipikirkan juga. Tidak sekedar egois berusaha sembuh sendiri. Terlebih tidak peduli bahwa sakit kita bisa berdampak bagi orang lain.
 
Contoh kecil dari sisi istri saya dimana 2 hari sebelumnya WFO dan bertemu dengan beberapa orang termasuk meeting dengan klien. Terhitung 30 orang yang ditemui termasuk yang sedang mempunyai anak kecil. Tak terbilang maaf yang harus disampaikan dan penjelasaan kepada mereka satu satu termasuk bagaimana mereka terpaksa harus Test Covid juga yang tertntunya harus berbiaya. Hal sederhana ini merupakan gambaran bahwa penyakit ini adalah pandemi, dan merupakan satu tanggung jawab bersama untuk TIDAK saja peduli terhadap DIRI SENDIRI. tapi juga ORANG LAIN, termasuk sesama anggota Keluarga sekalipun. karena dampaknya sangat luas. Bersyukur dalam kasus ini orang yang bersinggungan dengan istri saya tidak berdampak. bila sebaliknya apakah dalam hati kita tidak merasakan satu penyesalan? Terlebih belum tentu semua orang kuat imunnya dan tidak punya komorbit. Mungkin bila kita masu sedikit mencerna sungguh luas dampak akan keegoisan ini.
 
Beruntung selama 2 minggu saya tidak kekantor karena WFH. namun entah siapa yang saya temui selama beberapa hari ini di Indomaret, litf atau lobby apartemen kadang masih menyisakan kekawatiran. Terlebih apa yang telah saya sentuh dan dekati, mengingat efeknya bisa jadi domino.
 
Satu reminder sederhana mengenai hal ini. Bila ternyata badan kita tidak fit apapun itu bertanggungjawablah untuk segera memeriksakan diri ke dokter. dan bila tidak fit lebih baik kita menahan diri untuk tidak keluar rumah menghindari kontak dengan orang lain. Jagalah dan sayangi diri kita sendiri dan lebih lagi JAGA pula orang lain. karena disitulah letak kemanusiaan dan empati kita di uji.
 
Proteksi masker sangatlah penting dan vital, jangan dilepas di tempat umum.  Kalaupun telah sehat ingat antibody bisa menurun setelah 3 bulan dan tidak ada jaminan untuk tidak terpapar lagi.  jadi jelas rantai Covid ini sangatlah panjang.  Perlu KESADARAN, dan EMPATI untuk memutus rantainya.
 
Saya yakin dengan memikul tanggungjawab sosial ini bersama pandemi ini bisa segera kita tuntaskan. Amin

 

Facebooktwitterredditpinterestmail

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− one = 2