<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SamBizz - Business &#38; Personal Website of Be Samyono [Inspiring the business &#38; entrepreneurship] &#187; Education &amp; Training</title>
	<atom:link href="http://www.be-samyono.com/category/education/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.be-samyono.com</link>
	<description>Business, entrepreneur, lifestyle, fiction, photography, bisnis, kewirausahaan, gaya hidup, cerita fiksi, photografi, bambang eko samiono</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2010 08:02:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Proyek Bisnis 1 (UAI-Genap 2010)</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/10/proyek-bisnis-1-uai-genap-2010/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/10/proyek-bisnis-1-uai-genap-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 15:20:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Proyek Bisnis 1 merupakan matakuliah yang diberikan pada semester 4 dengan beban 4 SKS pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaan UAI.  Bahasan dalam matakuliah ini menitik beratkan pada pembekalan bagi mahasiswa untuk bisa merencanakan start up bisnis, motivasi bisnis serta berbagai paparan mengenai praktek bisnis secara real.  Sementara itu hasil akhir yang ingin diperoleh adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="PB2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Bisnis.gif" alt="" width="300" height="306" /></p>

<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk merintis suatu usaha mulai dari proses perencanaan hingga realisasi bisnis.
2.  Mahasiswa mampu dan peka untuk merencanakan mimpi bisnisnya menjadi realitas melalui proses-proses yang terstruktur dan comprehensive.
3.  Mahasiswa mampu untuk melihat peluang baik secara internal maupun ekternal dirinya dalam berbisani
4.  Mahasiswa mampu untuk meneruskan bisnis hingga jenjang PB 2. [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Universitas Al Azhar Indonesia</span><br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (10032010-22.26)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Proyek Bisnis 1 merupakan matakuliah yang diberikan pada semester 4 dengan beban 4 SKS pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaan UAI.  Bahasan dalam matakuliah ini menitik beratkan pada pembekalan bagi mahasiswa untuk bisa merencanakan start up bisnis, motivasi bisnis serta berbagai paparan mengenai praktek bisnis secara real.  Sementara itu hasil akhir yang ingin diperoleh adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="PB2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Bisnis.gif" alt="" width="300" height="306" /></p>
<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk merintis suatu usaha mulai dari proses perencanaan hingga realisasi bisnis.<br />
2.  Mahasiswa mampu dan peka untuk merencanakan mimpi bisnisnya menjadi realitas melalui proses-proses yang terstruktur dan comprehensive.<br />
3.  Mahasiswa mampu untuk melihat peluang baik secara internal maupun ekternal dirinya dalam berbisani<br />
4.  Mahasiswa mampu untuk meneruskan bisnis hingga jenjang PB 2.<br />
<strong><br />
Referensi yang digunakan:</strong><br />
1.  Awakening the entrepreneur within – Michael  E Gerber<br />
2.  The Portable MBA in Entrepreneurship – William D. Bygrave<br />
3.  Jangan Takut memulai Bisnis – Richie Indrajaya<br />
<strong><br />
Materi Perkuliahan:</strong><br />
1.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCODYxZTA4ZTYtMjBlZi00YTIxLWE5ODAtOTI0MWQ2MTlkMGM3&amp;hl=en" target="_blank">Sillabi PB1</a><br />
2.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCOGQxZWFmNTMtNTBhNi00Y2JhLWIwYjQtMDkxODdmM2IxMjFl&amp;hl=en" target="_blank">Preface PB1 dan Perincian Proyek</a><br />
3.  Aspek Entrepreneur &amp; Dream<br />
4.  Memilih dan mengevaluasi Ide Bisnis<br />
5.  Membangun Visi &amp; Misi Bisnis<br />
6.  Perencanaan Bisnis<br />
7.  Membangun Pasar<br />
8.  Aspek Kompetensi &amp; Strategi Bersaing<br />
9.  Aspek Jaringan<br />
10  Peluang dan resiko Bisnis<br />
11  Aspek Modal dan sumber permodalan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Note:</strong> Mahasiswa bisa mendowload materi di atas dengan mengirimkan email kepada dosen pengampu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/10/proyek-bisnis-1-uai-genap-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Studi Kelayakan Bisnis (UAI-Genap 2010)</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/09/studi-kelayakan-bisnis-uai-genap-2010/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/09/studi-kelayakan-bisnis-uai-genap-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:52:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Study Kelayakan Bisnis merupakan matakuliah yang diberikan pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaaan UAI pada semester 6 dengan jumlah 4 SKS. Dalam mata kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan konten studi kelayakan bisnis baik secara teori maupun praktek penulisan pelaporannya.  Penitik beratan matakuliah ini diletakkan pada bagaimana mahasiswa bisa membuat perencanaan bisnis sekaligus melakukan analisa kelayakan atas perencanaan tersebut.  Hasil akhir yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="SKU" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/studi_kelayakan.jpg" alt="" width="300" height="214" /></p>

<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk membuat perencanaan usaha yang prospektif dan mempunyai daya saing
2.  Mahasiswa mampu untuk menyusun sendiri perencanaan bisnis yang sesuai tujuannya secara efektif, efisien dan menarik
3.  Mahasiswa mampu untuk mengevaluasi / menganalisis suatu proyek untuk mengetahui layak  tidaknya proyek tersebut untuk dieksekusi.
4.  Mahasiswa mampu untuk memanfaatkan studi kelayakan bisnis proyeknya untuk diterapkan dalam bisnis real [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Universitas Al Azhar Indonesia<br />
By Be Samyono (10032010-22.26)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Study Kelayakan Bisnis merupakan matakuliah yang diberikan pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaaan UAI pada semester 6 dengan jumlah 4 SKS. Dalam mata kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan konten studi kelayakan bisnis baik secara teori maupun praktek penulisan pelaporannya.  Penitik beratan matakuliah ini diletakkan pada bagaimana mahasiswa bisa membuat perencanaan bisnis sekaligus melakukan analisa kelayakan atas perencanaan tersebut.  Hasil akhir yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="SKU" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/studi_kelayakan.jpg" alt="" width="300" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk membuat perencanaan usaha yang prospektif dan mempunyai daya saing<br />
2.  Mahasiswa mampu untuk menyusun sendiri perencanaan bisnis yang sesuai tujuannya secara efektif, efisien dan menarik<br />
3.  Mahasiswa mampu untuk mengevaluasi / menganalisis suatu proyek untuk mengetahui layak  tidaknya proyek tersebut untuk dieksekusi.<br />
4.  Mahasiswa mampu untuk memanfaatkan studi kelayakan bisnis proyeknya untuk diterapkan dalam bisnis real.</p>
<p><strong>Referensi yang digunakan adalah:</strong><br />
1.  Husein Umar, &#8220;Studi Kelayakan Bisnis, Edisi 2, Jakarta : Gramedia&#8221;<br />
2.  Suad Husnan &amp; Suwarnono, “Studi Kelayakan Proyek”<br />
3.  Linda Pinson, &#8220;Anatomy of a Business Plan&#8221;</p>
<p><strong>Detail Perkuliahan:</strong><br />
1.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCMDkyOGQ3N2ItZjRjZS00MzEwLWIwMDUtYWJlMDU2ODY4ZDNl&amp;hl=en" target="_blank">Sillabi SKB</a><br />
2.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCMzUzMjJiODMtNjFjZC00MGMxLTk3YjgtYWYwODc3OGI0NjAy&amp;hl=en" target="_blank">Preface SKB &amp; Tugas</a><br />
3.  Bab 2    : Aspek Pasar<br />
4.  Bab 3    : Aspek Pemasaran<br />
5.  Bab 4    : Aspek Teknik &amp; Teknologi<br />
6.  Bab 5+6  : Aspek Manajemen &amp; SDM<br />
7.  Bab 7    : Aspek Financial<br />
8.  Bab 8    : Aspek Esospol<br />
9.  Bab 9    : Aspek Lingkungan Industri<br />
10  Bab 10-11: Aspek Yuridis &amp; Lingkungan<br />
11  Bab 12   : Aspek Antisipasi Resiko<br />
12  Bab 13   : Desain &amp; Pelaporan SKB</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Note:</strong> Mahasiswa bisa mendownload materi perkuliahan dengan mengirimkan email dan identitas kepada dosen pengampu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/09/studi-kelayakan-bisnis-uai-genap-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Pendidikan Menjadi Satu Kemewahan</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/02/03/ketika-pendidikan-menjadi-satu-kemewahan/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/02/03/ketika-pendidikan-menjadi-satu-kemewahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 18:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bukan kata yang mendramatisir bila kini saya katakan bahwa pendidikan menjadi satu barang mewah di negeri ini yang berusaha digapai oleh banyak orang tua murid.  Untuk bisa bersekolah bermutu, kepandaian saja tidaklah cukup dimiliki seorang siswa, perlu limpahan materi untuk bisa "ditukar" dengan ilmu yang dia inginkan.  Hingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi siswa tak pandai dan miskin.  Tersingkirkan?.  Pendidikan adalah hak anak negri untuk memperolehnya, dan bila negara mampu mendidik anak negeri dengan system pengajaran yang tepat dan terjangkau.  Tak terkira limpahan human capital yang kita punyai dan tak terkira kesejahteraan yang bakal kita nikmati.  Namun sayangnya itu masih mimpi, kenyataannya dunia pendidikan masih mendiskriminasikan mereka yang tak mampu baik secara finacial ataupun kepandaian.  komersialisasi pendidikan tidak saja melahirkan generasi yang timpang tapi juga pendegradasian moral yang akut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Baca" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/baca-di-atap.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Saya setuju dengan tulisan rekan Wahyu B. Hanggono, seorang pengamat pendidikan Indonesia yang tajam mengatakan "fakta bahwa pendidikan  di Indonesia masih terpaku pada birokrasi, legalisasi dan indoktrinasi program dan kurikulum.  anak-anak diarahkan menjadi produk yang sama, potensi dan jiwa anak sama sekali tidak dihargai. [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (02022010-23.53) </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bukan kata yang mendramatisir bila kini saya katakan bahwa pendidikan menjadi satu barang mewah di negeri ini yang berusaha digapai oleh banyak orang tua murid.  Untuk bisa bersekolah bermutu, kepandaian saja tidaklah cukup dimiliki seorang siswa, perlu limpahan materi untuk bisa &#8220;ditukar&#8221; dengan ilmu yang dia inginkan.  Hingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi siswa tak pandai dan miskin.  Tersingkirkan?.  Pendidikan adalah hak anak negri untuk memperolehnya, dan bila negara mampu mendidik anak negeri dengan system pengajaran yang tepat dan terjangkau.  Tak terkira limpahan human capital yang kita punyai dan tak terkira kesejahteraan yang bakal kita nikmati.  Namun sayangnya itu masih mimpi, kenyataannya dunia pendidikan masih mendiskriminasikan mereka yang tak mampu baik secara finacial ataupun kepandaian.  komersialisasi pendidikan tidak saja melahirkan generasi yang timpang tapi juga pendegradasian moral yang akut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Baca" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/baca-di-atap.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Saya setuju dengan tulisan rekan Wahyu B. Hanggono, seorang pengamat pendidikan Indonesia yang tajam mengatakan &#8220;fakta bahwa pendidikan  di Indonesia masih terpaku pada birokrasi, legalisasi dan indoktrinasi program dan kurikulum.  anak-anak diarahkan menjadi produk yang sama, potensi dan jiwa anak sama sekali tidak dihargai.  Ibarat kata sistem pendidikan di indonesia hanya bertujuan untuk mengasah pisau tajam bukannya berusaha menjadikan bijih besimenjadi aneka perkakas yang berguna.&#8221;  Jelasnya pendidikan di Indonesia hanya bisa memproses bahan baku dengan kualitas tertentu menjadi suatu barang dan mereject bahan baku yang tidak sesuai standart menjadi rongsokan atau tepatnya &#8220;sampah masyarakat&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu yang menarik bila dikatakan bahwa hendaknya pendidikan dasar (SD-SMP) lebih ditekankan pada pendidikan ketauhidan, akhlak, pengembangan pribadi dan potensi anak.  Hingga pendidikan dasar ini bisa menjadi penggemblengan sikap dasar yang memang harus dimiliki seorang anak hingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya sesuai dengan potensi dan keunikannya.  untuk itu penilaian deskriptif/naratif amat mutlak diberikan daripada penilaian angka di dalam rapotnya.  Nantinya baru dalam pendidikan lanjutan penajaman skill bisa diarahkan secara tepat dan dinilai sesuai sdtandart keahliannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya teringat dengan satu perumpamaan.  Ibarat dalam sebuah hutan yang dihuni oleh berbagai macam hewan.  Mestinya pendidikan dasar di hutan diarahkan untuk mendidik sikap dasar binatang yang ada di hutan agar mampu beradaptasi sesuai dengan keunikannya.  Seperti bertahan hidup, beregenerasi dan sebagainya.  Bukannya di ajar untuk bisa menguasai keahlian yang sama karena pada dasarnya mereka punya potensi yang berbeda dan keunikan tersendiri.  Pada gilirannya potensi serta keunikan inilah yang akan menentukan mereka untuk bisa memasuki pendidikan lanjutannya.  Burung akan belajar terbang dan ikanpun akan belajar berenang.  Hingga jelas disini tak ada satu niatan untuk menyingkirkan si bodoh atau menjadikan semua pribadi sebagai produk yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya.  Hendaklah untuk saling memolong dan menutupi kekurangan bagi sesama.  Jangan biarkan carut marut pendidikan negri ini makin membarutkan luka yang semakin bernanah.  Karena kemiskinan dan kebodohan  di negri ini berawal dari keengganan si kaya untuk berbagi harta dan si pintar untuk berbagi ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">(Pic: Koran Tempo)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/02/03/ketika-pendidikan-menjadi-satu-kemewahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cipta Collection &#8211; Garmen</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/12/10/cipta-collection-garmen/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/12/10/cipta-collection-garmen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 03:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cipta Collection (CC) merupakan anak perusahaan Cipta Baru.  Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha ini melebarkan sayapnya di bidang garmen.  Usaha yang dimulai di awal pertengahan tahun 2008 ini diteruskan pada: Sumas Kurniawan sebagai generasi berikutnya.  Langkah ini cukup tepat dilakukan mengingat selama ini pengelolaan bisnis hanya dijalankan oleh orang kepercayaan tanpa satu pengawasan.  Dibangun dengan modal investasi 85 juta dan menempati pabrik milik sendiri seluas lebih dari 162 M2  usaha ini mulai menunjukkan kemajuan.  Beberapa merk besar mulai mempercayakan Cipta Collection untuk mengerjakan ordernya seperti Sophie martin dan Nevada. Keunggulan yang dimiliki usaha ini diantaranya adalah telah dimilikinya badan hukum hingga memudahkan untuk mendapatkan oder dan keberadaan pabrik milik sendiri. Namun demikian beberapa kendala masih dimiliki usaha ini diantaranya adalah ketergantungan usaha pada pasokan listrik PLN yang masih seringkali padam, sistem manajemen yang belum terimplementasi serta masih banyaknya skill yang harus ditingkatkan untuk menghindari cacat produksi.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cipta collection" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120300.jpg" alt="" width="270" height="360" /></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan Cipta Collection guna memposisikan usahanya sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk dan jasa dengan kualitas no.1 sesuai dengan kebutuhan pembeli cukup mempunyai potensi.  Selain sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok perkembangan fashionpun makin marak belakangan ini.  Tinggal bagaimana upaya perusahaan untuk bisa menggelontor pasar dengan merk baru atau bagaimana perusahaan mendapatkan order dari merk-merk yang sudah establish.  karena bila ditilik dari dukungan mesin, Cipta Collection cukup mumpuni untuk mengerjakan order besar.  Tercatat Cipta Collection mempunyai: 7 mesin jahit, 3 mesin obras, 2 mesin kam dan 2 mesin gosok.  Tenaga kerja yang diperkerjakan mencapai 10-an orang. [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (09122009-16.19)</strong></span><br />
<span style="color: #ff6600;"><strong>Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</strong></span></p>
<p>Data Bisnis:</p>
<p>Owner		: Sumas Kurniawan<br />
Alamat		: Taman Kota Kembangan Jakarta Barat<br />
Email		: suka_mas_mas@yahoo.com</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Sumas" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Sumas.jpg" alt="" width="251" height="272" /></p>
<p style="text-align: justify;">Gambaran Bisnis:</p>
<p style="text-align: justify;">Cipta Collection (CC) merupakan anak perusahaan Cipta Baru.  Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha ini melebarkan sayapnya di bidang garmen.  Usaha yang dimulai di awal pertengahan tahun 2008 ini diteruskan pada: Sumas Kurniawan sebagai generasi berikutnya.  Langkah ini cukup tepat dilakukan mengingat selama ini pengelolaan bisnis hanya dijalankan oleh orang kepercayaan tanpa satu pengawasan.  Dibangun dengan modal investasi 85 juta dan menempati pabrik milik sendiri seluas lebih dari 162 M2  usaha ini mulai menunjukkan kemajuan.  Beberapa merk besar mulai mempercayakan Cipta Collection untuk mengerjakan ordernya seperti Sophie martin dan Nevada. Keunggulan yang dimiliki usaha ini diantaranya adalah telah dimilikinya badan hukum hingga memudahkan untuk mendapatkan oder dan keberadaan pabrik milik sendiri. Namun demikian beberapa kendala masih dimiliki usaha ini diantaranya adalah ketergantungan usaha pada pasokan listrik PLN yang masih seringkali padam, sistem manajemen yang belum terimplementasi serta masih banyaknya skill yang harus ditingkatkan untuk menghindari cacat produksi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cipta collection" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120300.jpg" alt="" width="270" height="360" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Keinginan Cipta Collection guna memposisikan usahanya sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk dan jasa dengan kualitas no.1 sesuai dengan kebutuhan pembeli cukup mempunyai potensi.  Selain sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok perkembangan fashionpun makin marak belakangan ini.  Tinggal bagaimana upaya perusahaan untuk bisa menggelontor pasar dengan merk baru atau bagaimana perusahaan mendapatkan order dari merk-merk yang sudah establish.  karena bila ditilik dari dukungan mesin, Cipta Collection cukup mumpuni untuk mengerjakan order besar.  Tercatat Cipta Collection mempunyai: 7 mesin jahit, 3 mesin obras, 2 mesin kam dan 2 mesin gosok.  Tenaga kerja yang diperkerjakan mencapai 10-an orang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dari diagnosa bisnis di kelas tersimpul beberapa hal:</p>
<p style="text-align: justify;">1.  Faktor tenaga kerja musiman disatu sisi memang akan menurunkan biaya tetap tapi bila order telah berkelanjutan maka hal ini perlu dipecahkan adanya tetaga kerja tetap untuk menjaga konsistensi dan mutu produksi</p>
<p style="text-align: justify;">2.  Sumas sebagai pelanjut bisanis harus segera mungkin mempelajari bisnis secara mendalam untuk bisa melakukan take over dan mengkontrol semua jalannya operasional bisnis. Karena terlihat operasional usaha terjadi conflict of interest.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Analisa:</span></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan usaha bisnis Cipta Collection masihlah sangat awal. Untuk mempercepat berjalannya usaha Cipta Collection harus lebih ekspansif untuk memperoleh order dari merk-merk fashion terkenal.  Kedepannya Cipta Collection harus berani untuk membuat merek tersendiri dan menggelontor pasar sesuai dengan segmen dan target marketnya agar memperoleh margin yang lebih besar lagi dan tidak hanya memperoleh margin dari ongkos kerja belaka.  Sukses Sumas dengan usahanya!</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/12/10/cipta-collection-garmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Click Net &#8211; Game Online</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/24/click-net-game-online/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/24/click-net-game-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 15:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bisnis yang dibangun sebagai usaha kolaborasi 2 mahasiswa UAI (Anngo &#38; Ncus) ini merupakan usaha rintisan awal mereka dengan Dan berkisar 40 Jutaan.  Click net yang menempati ruko sewa ini memiliki 5 PC pada mulanya.  Selang berjalan 1 bulan ternyata mereka mampu untuk menambah 1 PC lagi sesuai dengan kapasitas tempat yang direncanakan semula.  Dengan menggantungkan akses pada jaringan Speedy, usaha ini dipossikan sebagai game online berkoneksi cepat.  Akses speedy diambil dengan pertimbangan sedikitnya PC yang bisa di usahakan di awal hingga tidak memungkinkan membuat jaringan warnet seperti biasa yang memakan banyak biaya.  Meskipun paket speedy yang ada bisa di share untuk 10 PC namun keterbatasan tempat dan dana membuat mereka memutuskan untuk 6 PC terlebih dahulu.  Keunikan bisnis ini adalah digunakannya "sistem lesehan" sebagai layout interior bagi para konsumen sehingga memungkinkan konsumen lebih nyaman dan relax untuk bermain game.  Hal menarik lain dari usaha ini adalah Click Net menyediakan berbagai jenis-jenis game, memelihara tempat hingga nyaman dan selalu bersih serta mengadakan fasilitas penunjang seperti Earphone.Selain menyediakan penjualan minuman, ClickNet juga menjual berbagai jenis voucher game yang bekerja sama dengan perusahaan INDOMOG.
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Banner" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120330.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dari analisa strategi yang mereka lakukan melalui SWOT terlihat bahwa bisnis mereka mempunyai kondisi : Daya saing tinggi, pertumbuhan pasar lemah dan disamping itu memiliki banyak kekuatan selain ancamannya juga.  Untuk itu mereka menekankan strategi [.......] </br>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (23102009-19.00)</span><br />
<span style="color: #ff6600;">Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</span></strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><br />
Data Bisnis:</span><br />
Owner       : Bambang Tri Anggoro &amp; Kuswati<br />
Alamat     : Kebayoran Lama (Samping Carefore Expres Pasar Kebayoran lama)<br />
Email        : ango_190587@yahoo.com &amp; ncus.1611@yahoo.com</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="cus-anggo" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Cusanggo.jpg" alt="" width="313" height="248" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Gambaran Bisnis:</span><br />
Bisnis yang dibangun sebagai usaha kolaborasi 2 mahasiswa UAI (Anngo &amp; Ncus) ini merupakan usaha rintisan awal mereka dengan Dan berkisar 40 Jutaan.  Click net yang menempati ruko sewa ini memiliki 5 PC pada mulanya.  Selang berjalan 1 bulan ternyata mereka mampu untuk menambah 1 PC lagi sesuai dengan kapasitas tempat yang direncanakan semula.  Dengan menggantungkan akses pada jaringan Speedy, usaha ini dipossikan sebagai game online berkoneksi cepat.  Akses speedy diambil dengan pertimbangan sedikitnya PC yang bisa di usahakan di awal hingga tidak memungkinkan membuat jaringan warnet seperti biasa yang memakan banyak biaya.  Meskipun paket speedy yang ada bisa di share untuk 10 PC namun keterbatasan tempat dan dana membuat mereka memutuskan untuk 6 PC terlebih dahulu.  Keunikan bisnis ini adalah digunakannya &#8220;sistem lesehan&#8221; sebagai layout interior bagi para konsumen sehingga memungkinkan konsumen lebih nyaman dan relax untuk bermain game.  Hal menarik lain dari usaha ini adalah Click Net menyediakan berbagai jenis-jenis game, memelihara tempat hingga nyaman dan selalu bersih serta mengadakan fasilitas penunjang seperti Earphone.Selain menyediakan penjualan minuman, ClickNet juga menjual berbagai jenis voucher game yang bekerja sama dengan perusahaan INDOMOG.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari analisa strategi yang mereka lakukan melalui SWOT terlihat bahwa bisnis mereka mempunyai kondisi : Daya saing tinggi, pertumbuhan pasar lemah dan disamping itu memiliki banyak kekuatan selain ancamannya juga.  Untuk itu mereka menekankan strategi:</p>
<ul>
<li> Meningkatkan promosi, seperti memasang papan nama ditempat usaha, menyebar selebaran-selebaran.</li>
<li> Membangun relasi dengan pelanggan, seperti membuat komunitas games ClickNet  ataupun bisa dengan membuat group di facebook.</li>
<li> Meningkatkan Pelayanan serta menjaga kualitas.</li>
<li> Menyediakan produk-produk sampingan seperti menjual minuman dan voucher game dan voucher pulsa untuk menarik konsumen.</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Banner" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120330.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dari diskusi mengenai proses start up Click Net di kelas Proyek Bisnis 2, tergambar adanya beberapa kendala seperti: Promosi apa yang harus dilakukan oleh ClickNet untuk menarik konsumen ditengah ketatnya kompetisi dan Karena modal yang tidak besar ClickNet hanya mempunyai 6 Pc untuk Client dan 1 Pc untuk server sebagai awal bisnisnya. Oleh karena itu pemilik melihat bahwa adanya kemungkinan mengantrinya konsumen untuk berinternet karena PP client penuh. Bagaimana antisipasi dan strategi yang harus dilakukan oleh pemilik agar konsumen tidak pergi dan tetap mau menunggu?.  Dalam Diskusi kelas terambilah beberapa solusi diantaranya:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">1. Promosi yang harus dilakukan antara lain adalah :</span></p>
<ul>
<li> menyebarkan selebaran ke sekolahan yang berada disekitar tempat usaha ataupun menyebarkannya kepada masyarakat sekitar tempat usaha.</li>
<li> Menempel selebaran tersebut ditembok-tembok yang mudah terlihat.</li>
<li> Memasang papan nama ataupun baner yang lebih terlihat dari jalan yang lebih besar.</li>
<li> Membuat event seperti pertandingan antar gamers secara berkala guna membentuk satu komunitas.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">2. Strategi agar konsumen tidak pergi karena panjangnya antrian antara lain adalah :</span></p>
<ul>
<li> Membuat paket-paket akses yang pada dasarnya akan memudahkan kontrol sampai kapan waktu penggunaan sehingga bisa diperoleh info untuk calon konsumen yang baru datang.</li>
<li> Disediakannya Tv agar konsumen yang mengantri dapat nonton Tv terlebih dahulu sambil menunggu konsumen yang lain selesai.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Analisa:</span><br />
Saya pribadi angkat jempol untuk keberanian 2 mahasiswa ini untuk berkolaborasi dan membangun usaha yang memang sesuai dengan keahlian serta minat mereka, dan dengan memperhatikan kebutuhan pasar tentunya.  Terbukti selama 3 bulan running semua proyeksi keuangan yang ditargetkan terlampaui semua.  Tantangan kedepan adalah bagaimana mengembangkan usaha ditengah lokasi yang bukan nomor 1 selain tantangan dari kompetitor yang tidak sedikit.  Secara internal tantangan justru muncul dari dalam mereka berdua untuk bisa menjalankan manajemen serta kepemimpinan yang bisa memisahkan antara kepentingan pribadi dan bisnis.  Kabar baik mengenai disewakannya tempat disamping Ruko yang dipakai sekarang patut dipertimbangkan mengingat usaha ini meskipun mempunyai persaingan yang cukup tinggi namun dengan bidikan pasar yang tepat saya yakin akan tetap sustainable.  Salam sukses.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/24/click-net-game-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Element &#8211; Visual Media Solution</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/15/element-visual-media-solution/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/15/element-visual-media-solution/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 08:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Sebagai production house. Demikian Dinya Hari Gumilang (Igum) mencoba memposisikan usaha barunya yang khusus bergerak di bidang jasa produksi media visual khususnya video profile dan dokumentasi event ini. Usaha yang bermula dari hoby dan sebelumnya pernah dilakukan bersama temen-temannya di lingkup kampus ini pada akhirnya ingin dijalankan sendiri. Dan Element-lah yang akhirnya dipilih sebagai pengidentitas usaha baru ini. Dengan mengambil segmen lingkungan bisnis Igum berharap bisnis ini mempunyai positioning yang tepat sesuai dengan target yang diinginkannya. Element melebarkan jasanya pada penanganan Video Profile Perusahaan, Dokumentasi video event, dll yang hasil akhirnya berupa VCD atau DVD. Selain itu jasa yang ditawarkan pun terdiversifikasi seperti Fotografi, pembuatan multimedia berupa flash, desain grafis, dan jasa yang lainnya yang berhubungan dengan multimedia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Element1" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Layanancompress.jpg" alt="" width="302" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Dari rencana modal awal sekitar 93 juta, Igum mengalokasikan kecukupan modalnya sebesar 38 juta untuk biaya investasi dan operasional tahun pertama. Biaya ini sebaian besar diperuntukkan sebagai investasi pada peralatan video shooting, promosi serta pelatihan kru. Langkah ini bukan tanpa alasan. Karena setelah melakukan analisa SWOT terlihat bahwa arah kebijakan Element harus menjalankan Strategi konservatif. [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; "><strong><span style="color: #ff0000;"> </span></strong></p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">By Be Samyono (15102009-13.30)</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Data Bisnis:</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Owner<span style="white-space: pre;"> </span>: Dinya Hari Gumilang</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Alamat<span style="white-space: pre;"> </span>: Villa Bintaro Indah Blok B 12 No. 10, Ciputat</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Email<span style="white-space: pre;"> </span>: igum_whoaa@yahoo.com</div>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<div><strong><span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (15102009-13.30)</span></strong></div>
<div><span style="color: #ff6600;"><strong>Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</strong></span></div>
<div><span style="color: #ff6600;"><strong><br />
</strong></span></div>
<div><span style="color: #ff6600;">Data Bisnis:</span></div>
<div>Owner<span style="white-space: pre;"> </span>: Dinya Hari Gumilang</div>
<div>Alamat<span style="white-space: pre;"> </span>: Villa Bintaro Indah Blok B 12 No. 10, Ciputat</div>
<div>Email<span style="white-space: pre;"> </span>: igum_whoaa@yahoo.com</div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Igum" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Igum.jpg" alt="" width="198" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Gambaran Bisnis:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><span style="color: #000000;">Sebagai production house. Demikian Dinya Hari Gumilang (Igum) mencoba memposisikan usaha barunya yang khusus bergerak di bidang jasa produksi media visual khususnya video profile dan dokumentasi event ini. Usaha yang bermula dari hoby dan sebelumnya pernah dilakukan bersama temen-temannya di lingkup kampus ini pada akhirnya ingin dijalankan sendiri. Dan Element-lah yang akhirnya dipilih sebagai pengidentitas usaha baru ini. Dengan mengambil segmen lingkungan bisnis Igum berharap bisnis ini mempunyai positioning yang tepat sesuai dengan target yang diinginkannya. Element melebarkan jasanya pada penanganan Video Profile Perusahaan, Dokumentasi video event, dll yang hasil akhirnya berupa VCD atau DVD. Selain itu jasa yang ditawarkan pun terdiversifikasi seperti Fotografi, pembuatan multimedia berupa flash, desain grafis, dan jasa yang lainnya yang berhubungan dengan multimedia.</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Element1" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Layanancompress.jpg" alt="" width="302" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Dari rencana modal awal sekitar 93 juta, Igum mengalokasikan kecukupan modalnya sebesar 38 juta untuk biaya investasi dan operasional tahun pertama. Biaya ini sebaian besar diperuntukkan sebagai investasi pada peralatan video shooting, promosi serta pelatihan kru. Langkah ini bukan tanpa alasan. Karena setelah melakukan analisa SWOT terlihat bahwa arah kebijakan Element harus menjalankan Strategi konservatif. Menurut Fred R. David posisi perusahaan yang berada pada Kuadran Konservatif mengimplikasikan untuk tetap berada dekat dengan kompetensi dasar perusahaan dan tidak mengambil risiko yang berlebihan. Implementasi kebijakan strategi konservatif biasanya meliputi penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan lain-lain. Dari teori yang ada maka Element akan mencoba menerapkan beberapa kebijakan yang sesuai dengan kondisi sesungguhnya dalam usaha ini. Implementasi pada Element Production meliputi:</p>
<ul>
<li>Fokus pada kegiatan pemasaran agar orang yang aware tentang jalannya usaha ini semakin bertambah yang diantaranya dilakukan dengan cara membagikan brosur atau company profile Element Production berupa CD kepada target dan menawarkannya, menginformasikan kepada para kerabat, memasang iklan di koran, dan lain-lain.</li>
<li>Mengadakan pelatihan kepada kru Element dari berbagai divisi agar video yang dihasilkan semakin baik kualitasnya. Selain itu juga dapat dilakukan dengan mencari referensi yang berguna bagi para kru.</li>
<li>Memperbaiki sistem kerja maupun manajemen yang ada di dalam usaha ini agar kebijakan-kebijakan yang ada selama ini dapat berubah dan memberikan efektifitas dan efisiensi, sehingga sumberdaya yang ada di dalamnya juga ikut berkembang.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; ">Sebagai bisnis baru Igum berupaya menerapkan beberapa strategi untuk menghadapi para kompetitor yang telah ada dengan tujuan menjadikan Element sebagai market leader yang kuat. Dalam mencapai tujuan tersebut Element menerapkan beberapa strategi diantaranya:</p>
<ul>
<li>Memperkuat Brand Image Element, dengan gencar melakukan promosi</li>
<li>Memberikan harga yang kompetitif sebelum menjadi market leader</li>
<li>Menciptakan video yang kualitasnya sulit disamakan oleh kompetitor karena kreatifitasnya tinggi dan menggunakan teknologi terbaru</li>
<li>Mampu menyelesaikan beberapa order dalam waktu yang bersamaan dan tepat waktu</li>
<li>Memiliki variasi jasa yang banyak</li>
<li>Melihat kelemahan competitor dan membuat strategi untuk mengatasinya</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Element2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Clientcompress.jpg" alt="" width="302" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Analisa:</span></p>
<p style="text-align: justify; ">Element sebagai bisnis baru cukup bisa menjanjikan terlebih bila ditunjang dengan positioning yang tepat serta dukungan sumberdaya yang ada. Sebagai bisnis baru yang cukup fokus Element memperoleh tantangan untuk bisa melakukan penetrasi terhadap pasar dimana element merupakan pemain baru. Gelontoran promosi serta awareness bagi segmen market yang telah dibidik merupakan keharusan. Untuk itu perlu dikembangkan cara-cara promosi yang tepat dengan menggunakan visual multimedia sebagai kekuatan utama akan menjadi terobosan tersendiri. Secara internalpun element harus segera berbenah diri menyiapkan &#8220;kru&#8217; yang tepat yang bertindak selaku pemegang operasional yang sangat vital kebutuhan akan skillnya dilapangan. menyikapi kurangnya modal langkah yang diambil elemnt sangat tepat yaitu menerapkan skala prioritas yang dibantu dengan analisa melalui SWOT.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Sukses untuk Igum, <span style="color: #000000;">moga langkah awal ini menjadi pijakan yang mantap kedepannya.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; ">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/15/element-visual-media-solution/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PB2 UAI Business Launching #1 &#8211; 2009</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/08/23/212/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/08/23/212/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 06:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2006, data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan di Indonesia terdapat 48,9 juta usaha kecil dan menengah (UKM), menyerap 80% tenaga kerja serta menyumbang 62% dari PDB (di luar migas). Data tersebut sekilas memberikan gambaran betapa besarnya aktivitas kewirausahaan di Indonesia dan dampaknya bagi kemajuan ekonomi bangsa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-242" title="images" src="http://www.be-samyono.com/bizz/wp-content/gallery/2009/08/images.jpg" alt="images" width="59" height="96" /></p>
<p style="text-align: justify;">Terlebih lagi ditambahkan dengan data hasil penelitian dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) yang menunjukkan bahwa pada tahun yang sama, di Indonesia terdapat 19,3 % penduduk berusia 18-64 tahun yang terlibat dalam pengembangkan bisnis baru. Ini merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah Philipina (20,4%) dan di atas China (16,2) serta Singapura (4,9%). Pakar kewirausahaan, David McClelland mengatakan bahwa jika 2% saja penduduk sebuah negara terlibat aktif dalam kewirausahaan, maka dapat dipastikan bahwa negara tersebut akan sejahtera. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Profesor Edward Lazear dari Stanford University yang mengatakan bahwa wirausahawan adalah pelaku paling penting dari kegiatan ekonomi modern saat ini.</p>[.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (23082009-13.19)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2006, data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan di Indonesia terdapat 48,9 juta usaha kecil dan menengah (UKM), menyerap 80% tenaga kerja serta menyumbang 62% dari PDB (di luar migas). Data tersebut sekilas memberikan gambaran betapa besarnya aktivitas kewirausahaan di Indonesia dan dampaknya bagi kemajuan ekonomi bangsa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-242" title="images" src="http://www.be-samyono.com/bizz/wp-content/gallery/2009/08/images.jpg" alt="images" width="59" height="96" /></p>
<p style="text-align: justify;">Terlebih lagi ditambahkan dengan data hasil penelitian dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) yang menunjukkan bahwa pada tahun yang sama, di Indonesia terdapat 19,3 % penduduk berusia 18-64 tahun yang terlibat dalam pengembangkan bisnis baru. Ini merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah Philipina (20,4%) dan di atas China (16,2) serta Singapura (4,9%). Pakar kewirausahaan, David McClelland mengatakan bahwa jika 2% saja penduduk sebuah negara terlibat aktif dalam kewirausahaan, maka dapat dipastikan bahwa negara tersebut akan sejahtera. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Profesor Edward Lazear dari Stanford University yang mengatakan bahwa wirausahawan adalah pelaku paling penting dari kegiatan ekonomi modern saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Universitas Al azhar Indonesia dalam usianya yang masih baru ternyata mampu memberikan peran bagi  berkembangan kewirausahaan di Indonesia.   Hal ini dibuktikan dengan dibukanya Konsentrasi Kewirausahaan pada jurusan Ekonomi manajemen.  Bukan itu saja, dengan semangat <strong><span style="color: #ff6600;">“Entreprising University” </span></strong>Universitas Al Azhar Indonesia juga meletakkan semangat kewirausahaan ini dalam salah satu butir misinya selain pada penerapan tujuh elemen dasarnya.  Pada hakekatnya Universitas Al  Azhar Indonesia sangat mendukung dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami berbagai aspek kewirausahaan sebagai dasar dan bekal membangun naluri kewirausahaan.  Konsentrasi Kewirausahaan sendiri dirancang agar dapat mencetak lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri mulai dari merencanakan sebuah usaha, merealisasikan rencana usaha yang dibuat, mengelola usaha sampai menjadi wirausaha yang sukses. Salah satu mata kuliah unggulan untuk melakukan implementasi dan praktek bisnis adalah Proyek Bisnis.  Proyek bisnis terdiri dari dua mata kuliah.  Berbeda dengan Proyek bisnis 1 yang penekanannya pada start up business.  Proyek Bisnis 2 lebih diarahkan pada pengembangan bisnis berikut penerapan strateginya. Pada Semester genap tahun ajaran ini Proyek Bisnis 2 merupakan matakuliah baru bagi angkatan konsentrasi kewirausahaan yang pertama.  Tercatat 7 mahasiswa aktif mengikuti perkuliahan dan telah dilahirkan 6 usaha mandiri yang meliputi usaha video shooting, warnet, garmen, butik, cuci mobil serta cafe.  Selama 1 semester mereka ditempa dengan matakuliah yang mempunyai proporsi 70% praktek dan 30% teori melalui:</p>
<p style="text-align: justify;">•  <strong>Diagnosa bisnis	:</strong> materi perkuliahan untuk mendiagnosa dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi dalam usaha yang dijalankan</p>
<p style="text-align: justify;">•<strong> Manajemen Strategi	:</strong> materi perkuliahan untuk melakukan scanning terhadap bisnis dan bisnis plan melalui analisaSWOT sehingga diperoleh strategi yangtepat untuk diimplementasikan</p>
<p style="text-align: justify;">• <strong> Keuangan Bisnis	:</strong> materi perkuliahan mengenai strategi investasi dan pengelolaan keunagn usaha</p>
<p style="text-align: justify;">•  <strong>Kunjungan bisnis	:</strong> Kunjungan terhadap bisnis yang dijalankan oleh mahasiswa</p>
<p style="text-align: justify;">•  <strong>Action Plan		: </strong> Perumusan komitment dalan bentuk action plan sebagai guiding setelah lulus matakuliah proyek bisnis</p>
<p style="text-align: justify;">Puncaknya tanggal 29 Juli 2009 bertempat di ruang theater UAI, 7 mahasiswa angkatan pertama konsentrasi kewirausahaan ini menggelar Business Lauching #1.  Acara yang menampilkan soft lauching bisnis yang mereka bangun dikemas dalam bentuk pemutaran film profile bisnis. Acara ini dihadiri segenap keluarga fakultas ekonomi UAI berikut Dekan Fakultas Ekonomi Prof. Sayuti Hasibuan.  Juga gelaran pameran kewirausahaan di lobby UAI selama sepekan.  Besar harapan gelaran acara ini mampu memberikan informasi serta aspirasi akan keberadaan konsentrasi kewirausahaan bagi segenap sivitas academika UAI.  <span style="color: #ff6600;">Selamat!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/08/23/212/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
