<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SamBizz - Business &#38; Personal Website of Be Samyono [Inspiring the business &#38; entrepreneurship] &#187; Business Organization</title>
	<atom:link href="http://www.be-samyono.com/category/organization/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.be-samyono.com</link>
	<description>Business, entrepreneur, lifestyle, fiction, photography, bisnis, kewirausahaan, gaya hidup, cerita fiksi, photografi, bambang eko samiono</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2010 08:02:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Smart Online Shop</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 08:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul.  Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI.  seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul.  Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien.  Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis.  Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja.  Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya.  Inilah luarbiasanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Online Shop" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/store-special.jpg" alt="" width="240" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online.  Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini.  Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun.  Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini.  Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas.  Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut: [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="color: #ff6600;">Edukasi TDA Jaksel  (21042010)</span><br />
By Be Samyono (23032010-13.22)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul.  Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI.  seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul.  Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien.  Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis.  Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja.  Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya.  Inilah luarbiasanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Online Shop" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/store-special.jpg" alt="" width="240" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online.  Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini.  Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun.  Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini.  Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas.  Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">PAKAILAH SMART DOMAIN</span></strong><br />
Domain menjadi satu indikator kesuksesan sebuah web, pemilihan domain yang tepat dan merujuk pada spesifikasi, fokus bisnis dan pilihan kata yang tepat akan membuat web menjadi lebih powerful.  Selama ini banyak pihak yang berusaha mempunyai domain berdasarkan kata yang paling umum yang orang cari di search engine hingga muncullah bajuanak.com, anekabatik.com, tokobantal.com dan sebagainya.  Bukan hal yang salah bila mempunyai domain seperti itu karena memang secara jangka pendek akan mendongkrak page rank suatu domain.  Namun untuk waktu jangka panjang alangkah baiknya bila domain merupakan brand kita.  Sehingga kita bisa  secara integrateed membangun brand dari berbagai aspek termasuk online shop tersebut.  Terlebih bila online shop kita tidak menyediakan satu produk yang homogen sehingga kita perlu menamakan dengan jenis produk homogen tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">SMART GIFT</span></strong><br />
Bisnis online bisa jadi merupakan bisnis tanpa emosi karena antara produsen dan konsumen bisa jadi tidak saling mengenal dan terpisah antara media internet.  Padahal tak bisa dipungkiri bahwa sentuhan emosi merupakan satu komponen untuk bisa mengikat loyalitas konsumen.  Pemberian smart gift akan menjembatani kebutuhan emosional tersebut.  Gift berupa gimmic seringkali merepotkan karena sebaran konsumen kita yang luas dan kendala dalam pengirimannya.  Namun pemberian berupa e-book berkala mengenai tips &amp; trick, artikel pendukung bisnis, e-card ataupun paket  special yang ditawarkan dihari khusus akan menjadi solusi yang smart untuk merekatkan loyalitas konsumen pada bisnis online kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>SMART NARATION</strong></span><br />
Keterbatasan penawaran di toko online adalah konsumen hanya bisa memvisualisasikan gambar yang ditawarkan secara terbatas tanpa bisa merasakan ataupun menyentuhnya.  Pencantuman narasi yang menarik di produk yang kita tawarkan akan memberikan efek emosi yang menarik bagi konsumen.  Terlebih bila kita mampu memberi harga yang menarik terhadap produk yang kita tawarkan.  Banyak produk yang ditawarkan secara online terlewat begitu saja oleh pembeli karena keterbatasan informasi akan barang yang ditawarkan serta rujukan pihak ke 3 dalam menggunakan barang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun perlu disadari bahwa online shop merupakan salah satu tool untuk membantu penjualan.  Sehingga mengintegrasikan dengan layanan lain sangat mutlak diperlukan misalkan ketepatan pelayanan, kecepatan pengiriman, dukungan stock dan lain lain.  Keberadaan basik ilmu marketing perlu pula kita punyai sehingga kita bisa dengan mudah mengemas added value yang kita tawarkan pada kebutuhan konsumen yang memerlukannya secara tepat.  Disinilah peran <span style="color: #ff6600;">analisa STP</span> mutlak diperlukan.  Disamping kita bisa memilah ketepatan produk kita bila dipasarkan secara online.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Bisnis Pentingkah?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 16:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat "markas" TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal.  Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur.  Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu.  Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind.  Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita.  Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="BSC" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Balanced_Scorecard2.gif" alt="" width="341" height="281" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada bisnis yang jalan di tempat.  Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya.  Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita.  Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan.  Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari.  Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Edukasi TDA Jaksel  (28022010)</span><br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (25032010-09.02)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat &#8220;markas&#8221; TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal.  Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur.  Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu.  Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind.  Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita.  Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="BSC" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Balanced_Scorecard2.gif" alt="" width="341" height="281" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada bisnis yang jalan di tempat.  Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya.  Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita.  Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan.  Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari.  Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Balanced Scorecard </span>adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan  dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi. BSC pertama kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan Analog Devices pada tahun 1987. Dengan tidak berfokus hanya pada berfokus pada hasil finansial melainkan juga masalah manusia, BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem manajemen strategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja  sambil menyeimbangkan sasaran finansial dengan perspektif pelanggan, proses, dan karyawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan yang dilakukan pada Balanced Scorecard menghubungkan strategi yang ada dalam suatu organisasi, mulai dari visi, critical success factor dan pengukuran performansi keberhasilan. Pengukuran dalam Balanced Scorecard dibagi kedalam empat perspektif : Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective.</p>
<p style="text-align: justify;">Perspektif pelanggan menggunakan ukuran berapa “nilai” yang diberikan kepada pelanggan dilihat dari segi waktu, kualitas, performansi dan layanan, dan biaya. Contohnya ukuran kecepatan waktu mulai dari permintaan sampai dengan pengiriman sampai ditangan pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk kita, tingkat penjualan terhadap produk baru, dan atau banyaknya service call yang dilayani. Perspektif internal dapat mengevaluasi ekspektasi yang diharapkan pelanggan dapat terpenuhi melalui perbaikan proses di internal organisasi tersebut. Disini juga kita dapat mengukur tingkat keahlian dan produktifitas karyawan, kualitas yang dihasilkan oleh organisasi tersebut, dan atau sistem informasi yang baik yang berjalan dalam organisasi.  Perspektif inovasi dan pembelajaran dari suatu organisasi kita dapat mengukurnya melalui, peningkatan dan inovasi yang berkelanjutan terhadap produk-produk yang dimiliki. Kita harus garis bawahi bahwa produk disini tidak selamanya berupa barang, pelayanan dan hal-hal lain yang bersifat jasa pun adalah produk. Ukuran yang diberikan antara lain banyaknya produk-produk baru yang dihasilkan dan persentase keberhasilan penjualannya, tingkat penestrasi terhadap market baru, atau implementasi SCM (supply Chain Management).</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila target-target diatas dapat terpenuhi maka efeknya akan mengimbas pada perspektif finansial juga. Finansial disini termasuk mengukur pendapatan dan pengeluaran, lebih dalamnya lagi ROI (return on investment), tingkat penjualan, pertumbuhan market share, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu <span style="color: #ff6600;">Rencana Bisnis</span> adalah perangkat perencanaan bisnis yang mencakup keseluruhan aspek bisnis (marketing, produksi, organisasi, finansial dll) guna memberi arah dan mengkoordinasikan semua kegiatan di dalam bisnis untuk mencapai tujuannya (Star up business /memperoleh pinjaman/menarik investor).   Kondisi real terungkap banyak bisnis yang mengabaikan keberadaan workbook/bisnis plan.  Sebab utama karena budaya kita yang memang tidak pernah menjadikan business  plan menjadi acuan utamanya bagi start up bisnis/bisnis mula.  Penekanan pada liquitas cash flow semakin mengabaikan keberadaan business plan sebagai panduan terlebih keberadaan beberapa pemikiran bahwa perencanaan adalah sampah.  Pemikiran ini mengagungkan action dan <span style="color: #ff6600;">&#8220;power of KEPEPET&#8221; </span>sebagai landasan menjalankan bisnis.  Perencanaan justru dianggap sebagai sandungan untuk melakukan action dan menjalankan bisnis. Tidak jarang keberadaan dua pemikiran ini menjadi dua kubu perdebatan.  Satu dan lain pihak saling memberikan alasan dan pembenaran bahwa pola pikirnyalah yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam diskusi dengan rekan-rekan sebenarnya hal ini tidak perlu di perdebatkan.  Bila ditelaah masing masing pemikiran bisa dipergunakan dengan bijak.  Saat  start up business pemikiran <span style="color: #ff6600;">&#8220;no planning&#8221; </span>akan memberi katalisator yang positif untuk memompa kepercayaan diri kita guna mewujudkan bisnis.   Gilirannya dimasa pertumbuhan bisnis kita mau tak mau harus punya panduan guna memberi arahan kemana bisnis ini mesti dijalankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali edukasi kali ini memberikan masukan yang sangat berharga.  Satu kalimat yang patut diingat &#8220;Hasil yang baik tanpa perencanaan yang baik datang dari keberuntungan, bukan dari manajemen yang baik&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Horisontal ataukah Vertikal?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 10:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kehadiran Pak Taufan yang lama menghilang dari KMM 5 terobati hari ini, beliau datang hampir bersamaaan dengan saya yang datang kepagian. Pertemuan yang sedianya bertempat di pizza hut TIS Square Tebet ternyata harus dipindahkan ke Citrus Cafe begitu kami lengkap berlima hanya karena kami sama-sama tak terbiasa dengan lidah Italia. Pak Idham sebagai leader in charge hari ini membuka pertemuan dengan diskusi mengenai arah pengembangan suatu bisnis secara vertikal maupun horisontal.  Pak Hario, Pak hendra, Pak taufan dan sayapun segera saling bersahut untuk mendiskusikannya.</p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Diversifikasi" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/babi.jpg" alt="" width="257" height="207" /></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: justify;">Bisa ditebak kami dalam berbisnis lebih banyak melakukan strategi vertical saat pengembangan usaha diperlukan.  Strategi bisnis dari hulu ke hilir dirasa paling tepat bagi pengembangan bisnis mengingat resiko yang kecil karena bisnis bersandar pada core competensi mula yang sudah berjalan dan teruji.  Disamping itupun pemanfaatan sumber daya dan faktor faktor produksi yang telah ada bisa dimaksimalkan [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Pertemuan KMM 5 TDA Jaksel (10032010)<br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (17032010-22.25)</span></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran Pak Taufan yang lama menghilang dari KMM 5 terobati hari ini, beliau datang hampir bersamaaan dengan saya yang datang kepagian. Pertemuan yang sedianya bertempat di pizza hut TIS Square Tebet ternyata harus dipindahkan ke Citrus Cafe begitu kami lengkap berlima hanya karena kami sama-sama tak terbiasa dengan lidah Italia. Pak Idham sebagai leader in charge hari ini membuka pertemuan dengan diskusi mengenai arah pengembangan suatu bisnis secara vertikal maupun horisontal.  Pak Hario, Pak hendra, Pak taufan dan sayapun segera saling bersahut untuk mendiskusikannya.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Diversifikasi" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/babi.jpg" alt="" width="257" height="207" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Bisa ditebak kami dalam berbisnis lebih banyak melakukan strategi vertical saat pengembangan usaha diperlukan.  Strategi bisnis dari hulu ke hilir dirasa paling tepat bagi pengembangan bisnis mengingat resiko yang kecil karena bisnis bersandar pada core competensi mula yang sudah berjalan dan teruji.  Disamping itupun pemanfaatan sumber daya dan faktor faktor produksi yang telah ada bisa dimaksimalkan.  Taruh contoh usaha photocopy saya yang mulai merambah ke bisnis percetakan, ATK, training provider hingga photografi yang memanfaatkan dan memaksimalkan faktor-faktor produksi yang selama ini ada di bisnis photocopy.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Strategi Vertikal:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Meningkatkan koordinasi rantai persediaan.</li>
<li>Sediakan lebih banyak kesempatan untuk membedakan dengan cara mengendalikan peningkatan input.</li>
<li>Capture hulu atau hilir margin keuntungan.</li>
<li>Meningkatkan hambatan masuk ke pesaing potensial</li>
<li>Mendapatkan akses ke saluran distribusi hilir yang sebaliknya akan dapat diakses.</li>
<li>Memfasilitasi investasi dalam aset yang sangat khusus di mana pemain hulu hilir atau mungkin enggan untuk berinvestasi.</li>
<li>Mengakibatkan perluasan kompetensi inti.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Strategi perkembangan bisnis horisontal lebih menitik beratkan pada upaya diVersifikasi.  Utamanya untuk mengantisipasi resiko bila kita berbisnis di keranjang yang sama.  Perlu upaya keras dan kompetensi lebih dalam membuka bisnis diluar core competensi yang ada selama ini.  Pastinya resiko akan menjadi lebih besar demikian juga dengan modal yang diperlukan.  Bisa saja core competensi saya ada di bidang percetakan namun saya tak menutup kemungkinan untuk bisnis properti atau restoran.  Pun ketika saya berinvestasi pada saham atau reksadana.  Karena dengan mengetahui karakter masing-masing bisnis kita bisa memperkirakan sumber konstan yang bisa kita dapatkan guna mengantisipasi fluktuasi satu bidang bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat strategi horisontal:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Survival (mempertahankan hidup).</li>
<li>Mendorong pertumbuhan prospek.</li>
<li>Memperluas ke pasar yang baru.</li>
<li>Mempererat genggaman pada pasar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelemahan Strategi Diversifikasi:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li> Memang diversifikasi dapat meletakkan anda pada jalan yang cepat untuk pertumbuhan, namun sebaliknya bila gagal</li>
<li> Dengan memperluas rentang produk anda dan bahkan perputaran produk anda meningkat, maka biaya-biayanya juga meningkat dan hal ini dapat pula berakibat menurunkan profit anda.</li>
<li> Dengan memperluas ke pasar yang baru, maka bahaya yang muncul pada target pelanggan yang baru belum tentu anda ketahui. Untuk itu diperlukan suatu riset sebelum melakukan diversifikasi.</li>
<li> Untuk melakukan diversifikasi diperlukan orang yang benar-benar menguasai karakteristik bisnis tiap-tiap produk anda.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">catatan penting pertemuan ini adalah</span>:  kita tidak disarankan untuk mempertimbangkan diversifikasi hingga bisnis inti yang ada stabil dan menguntungkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Permasalahan Bisnis</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lima Rekan telah berkumpul disaat saya menjadi yang terakhir yang datang.  Menghindari 3in1 ternyata membawa saya harus melalui rute panjang untuk mencapai Pejaten Village tempat kami KMM 5 mengadakan pertemuan hari ini.  Times menjadi pilihan kami kali ini  dan sayalah yang menjadi Leader in Charge.  Saya lihat Pak Idham, Pak hendra, Pak Syamsul, Pak Haryo dan Pak Khidir telah nyaman berada di sofa panjang di tengah void mall ini.   Sepertinya kami salah memilih tempat karena tempat ini lumayan berada di tengah lobby dan sangat mencolok hampir menyerupai panggung talk show.  Namun itu bukan masalah yang besar karena lima menit kemudian kami telah seru membahas topik hari ini berupa MENGHADAPI PERMASALAHAN BISNIS tanpa terganggu suasana sekelilingnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="problem" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang mencengangkan ternyata permasalahan bisnis kali ini lebih banyak menyorot mengenai permasalahan yang ditimbulkan oleh partner bisnis.  Tidak saja dalam hal operasional namun juga masalah relationship dengan partner.  Dan pembicaraan mengerucut pada mengatasi permasalahan bila bermasalah dengan partner bisnis.  Yang mengejutkan hampir semua rekan KMM5 pernah menghadapi masalah dengan partner bisnisnya utamanya.  Mulai dari kasus ditipu, dikhianati bahkan perselisihan yang seringkali merugikan baik secara moral maupun material [........] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #ff6600;">Pertemuan KMM 5 TDA Jaksel (17022010)</span><br />
By Be Samyono (17032010-22.00)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lima Rekan telah berkumpul disaat saya menjadi yang terakhir yang datang.  Menghindari 3in1 ternyata membawa saya harus melalui rute panjang untuk mencapai Pejaten Village tempat kami KMM 5 mengadakan pertemuan hari ini.  Times menjadi pilihan kami kali ini  dan sayalah yang menjadi Leader in Charge.  Saya lihat Pak Idham, Pak hendra, Pak Syamsul, Pak Haryo dan Pak Khidir telah nyaman berada di sofa panjang di tengah void mall ini.   Sepertinya kami salah memilih tempat karena tempat ini lumayan berada di tengah lobby dan sangat mencolok hampir menyerupai panggung talk show.  Namun itu bukan masalah yang besar karena lima menit kemudian kami telah seru membahas topik hari ini berupa MENGHADAPI PERMASALAHAN BISNIS tanpa terganggu suasana sekelilingnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="problem" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang mencengangkan ternyata permasalahan bisnis kali ini lebih banyak menyorot mengenai permasalahan yang ditimbulkan oleh partner bisnis.  Tidak saja dalam hal operasional namun juga masalah relationship dengan partner.  Dan pembicaraan mengerucut pada mengatasi permasalahan bila bermasalah dengan partner bisnis.  Yang mengejutkan hampir semua rekan KMM5 pernah menghadapi masalah dengan partner bisnisnya utamanya.  Mulai dari kasus ditipu, dikhianati bahkan perselisihan yang seringkali merugikan baik secara moral maupun material.   Tak tanggung tanggung justru hal ini terjadi pada orang yang sangat dekat dan amat kita percaya.  Satu hal yang wajar bila pada akhirnya permasalahan ini membuat kita mengalami kejatuhan mental yang berpengaruh pada kinerja bisnis.  Teman-teman mengamini satu kesimpulan bersama bahwa apapun kejadiannya jangan sampai hal ini menjatuhkan mental berbisnis.  Anggaplah bahwa kerugian ini semua adalah satu sedekah.  Karena akan lebih positif bila kita segera mencari ganti akan kerugian ini daripada memfokuskan diri dengan merenungi kerugian yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tips yang bisa dijadikan acuan dalam berkolaborasi partner Bisnis dalam bernetworking adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Usahakan memperoleh partner yang mempunyai kesesuaian Visi dan Misi dengan bisnis Anda JANGAN sebaliknya.</li>
<li>Ikatlah kerjasama yang penting dengan memperhatikan aspek Hukum</li>
<li>Pikirkan peluang-peluang yang bisa dipetik dalam masa datang dalam kerjasama yang dilakukan sekarang</li>
<li>Bila terlibat dalam networking berpartisipasilah semaksimal mungkin JANGAN menunggu.</li>
<li>Kontrol dan evaluasi keterlibatan bisnis anda dalam networking agar tetap memperoleh manfaat</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Bila permasalahan dalam bisnis muncul maka problem solving ala ALBERT EINSTEIN berikut bisa diterapkan:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Rephrase the problem:</strong> Me-rephrase persoalan akan membuat pola berpikir menjadi lebih akurat dan berdayaguna.</li>
<li><strong>Expose and challenge assumptions: </strong>Menguji asumsi akan membuat pola berpikir menjadi lebih jernih dan terarah.</li>
<li><strong>Chunk up:</strong> Chunking up akan membuat persoalan menjadi jelas duduk perkaranya.</li>
<li><strong>Chunk down: </strong>Chunking down akan membuat persoalan menjadi lebih spesifik dan pada saat yang sama akan membuat diri kita bisa merasa lebih besar dari persoalan.</li>
<li><strong>Find multiple perspectives:</strong> Mengambil multi persepsi akan membuat persoalan menjadi lebih terfokus dan pada saat yang sama akan sangat membantu agar berbagai kemungkinan solusi tidak berdampak menciptakan persoalan baru atau memperberat suatu persoalan yang lain.</li>
<li><strong>Use effective language constructs:</strong> Aspek pilihan bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh terhadap bagaimana suatu persoalan akan ditindaklanjuti dan dikelola. Lebih jauh lagi, aspek bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh pada tinggi rendahnya tingkat stamina kita dalam menindaklanjuti dan mengelola persoalan.</li>
<li><strong>Make it engaging:</strong> Buatlah persoalan menjadi menarik, karena kita akan menghabiskan sejumlah energi dan waktu dalam menghadapi persoalan. Jika persoalan menarik, maka energi dan waktu yang digunakan akan tergantikan dengan efisien dan menguatkan.</li>
<li><strong>Reverse the problem:</strong> Salah satu trik untuk keluar dari persoalan dengan segera, adalah dengan menjungkirbalikkan persoalan. Jika kita ingin menang, cari tahu apa yang akan membuat kita kalah. Jika kita ingin besar, temukan apa yang membuat kita kecil. Jika kita ingin berhasil, selidiki apa yang akan membuat kita gagal.</li>
<li><strong>Kumpulkan fakta-fakta:</strong> Persoalan harus jelas dan detil. Jangan sampai, sesuatu yang bukan persoalan malah kita anggap persoalan, atau suatu persoalan muncul dengan kabur dan samar-samar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Di dalam kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;problem&#8221; </span>ada suku kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;pro&#8221;</span>. Dalam bahasa latin, &#8220;pro&#8221; berarti &#8220;positif&#8221;  atau <span style="color: #ff6600;">&#8220;berpihak&#8221;</span>. Jika kita punya masalah, maka ia sebenarnya positif dan berpihak kepada kita. Ingatlah lagi berbagai masalah dan persoalan yang berhasil kita selesaikan, pasti selalu berdampak positif  dan makin membesarkan kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Membangun Kolaborasi</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 05:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis.  Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya.   Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logoTDAJaksel.gif" alt="" width="361" height="92" /></p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma.  Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan.  Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting.  Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk.  Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (23122009-10.10)<br />
<span style="color: #ff6600;">Catatan Refleksi Menyambut Proses Pemilihan Pengurus TDA Jaksel</span></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis.  Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya.   Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logoTDAJaksel.gif" alt="" width="361" height="92" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma.  Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan.  Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting.  Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk.  Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya pribadi melihat TDA Jaksel dalam masa transisi.  Satu transisi dari kelompok kecil Master Mind yang mulai membesar dan membutuhkan pengelolaan menjadi satu wadah yang lebih professional dan memberi value yang lebih bagi anggotanya dan bila mungkin bagi lingkup yang lebih luas.  Sangat disayangkan kefakuman beberapa kegiatan yang terjadi di bulan juli hingga nopember memberi tantangan baru bagi TDA Jaksel.  Tantangan untuk kembali merapatkan jajaran,  mulai berbenah secara intern dan membangunkan anggotanya untuk diajak berjalan seiring bersama.  Dalam kondisi seperti ini  titik berat pembenahan organisasi bukanlah dititik beratkan pada perubahan revolusioner dan ekspansive keluar melainkan melakukan <span style="color: #ff6600;">KONSOLIDASI</span> kedalam.</p>
<p style="text-align: justify;">*******</p>
<p style="text-align: justify;">Saya masih ingat pertengahan tahun lalu ketika saya kebingungan untuk mencari komunitas bisnis.  Ketika itu Nama Pak TJARLI melekat di benak saya.  Keberadaan pak Tjarli dalam menahkodai KMM Jaksel menggerakkan saya untuk menghubungi beliau.  Keinginan saya hingga sekarangpun untuk masuk organisasi tidak berubah yaitu INGIN BELAJAR.  Dan saya melihat figure pak Tjarli yang humble, low profile, sabar dan melayani menjadi panutan dan pembelajaran yang baik bagi saya secara pribadi.  Keyakinan inipun secara positif memberi gambaran menyeluruh terhadap TDA Jaksel.    Sebagai “new Kid On the Block” dan miskin pengalaman berorganisasi saya merasa diterima dan diberi kenyamanan dalam rumah baru ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Paralel dengan kondisi yang bersama kita hadapi sekarang.  Saya pikir figure dan kepemimpinan pak Tjarli masih merupakan asset dan kontribusi yang besar dalam melakukan konsolidasi dalam organisasi TDA Jaksel.  Sebagai Sosok yang tahu mengenai TDA Jaksel secara keseluruhan dan perpanjangan tangan ke TDA Pusat serta rangkulan terhadap  anggota yang ada.  Peran ini tidak kecil untuk kembali membangkitkan semangat menyebarkan EPOS dan mengembalikan lajunya kinerja organisasi.  Kekawatiran tidak adanya darah baru untuk membuat kinerja dan inovasi baru dalam berkegiatan hendaknya disingkirkan.  Karena kami-kami yang muda akan menjadi barisan yang solid untuk terealisasinya misi dan visi TDA Jaksel ke depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sederhananya <span style="color: #ff6600;">KOLABORASI</span> adalah kata yang tepat bagi kita yang bersama meletakkan harapan pada organisasi ini untuk kembali bangkit.  Kolaborasi antara Kepemimpinan Pak Tjarli yang menjadi payung dan penggerak langkah anggota dengan Kreativitas dan Inovasi rekan-rekan muda yang saya tidak saya ragukan lagi komitmen dan keahliannya.  Dukungan saya kepada Pak Tjarli Tidak semata karena saya secara pribadi ingin selalu belajar menjadi sosok yang beliau teladani.  LEBIH DARI ITU saya menginginkan yang terbaik bagi organisasi ini.  saya ingin agar harapan yang sama sama kita letakkan di organisasi ini bisa segera terwujudkan melalui kolaborasi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena saya pahami proses <span style="color: #ff6600;">PEMILIHAN PENGURUS</span> ini bukanlah sekedar proses menunjuk satu Nahkoda dimana nasib kita akan di berikan tapi ini adalah lebih pada proses memilih Partner kerja dimana kita mengikatkan komitmen untuk bersama mewujudkan harapan kita.  Semoga Proses ini member berkah bagi kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">SEMOGA</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
