<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SamBizz - Business &#38; Personal Website of Be Samyono [Inspiring the business &#38; entrepreneurship] &#187; Business Organization</title>
	<atom:link href="http://www.be-samyono.com/category/organization/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.be-samyono.com</link>
	<description>Business, entrepreneur, lifestyle, fiction, photography, bisnis, kewirausahaan, gaya hidup, cerita fiksi, photografi, bambang eko samiono</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Oct 2011 04:01:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Belajar Dari Si Start Up Business</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/04/21/belajar-dari-si-start-up/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/04/21/belajar-dari-si-start-up/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 06:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[KMM TDA Jaksel]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Heterogen. Begitulah gambaran TDA Jaksel saat ini.  Semenjak penataan keanggotaan dan pembentukan KMM baru dimulai awal Februari lalu, lebih dari 65% anggota dan simpatisan [fresh blood] berkegiatan online di milist FB TDA Jaksel.  Terbilang 6 KMM Running Business dan 2 KMM Start Up Business terbentuk dengan anggota 7-10 orang yang terkumpul berdasarkan peminatan dan lokasi yang dijaring melalui survey.  Perkerjaan rumah belumlah usai.  Tantangan terbesar untuk menjadikan KMM sebagai inti kegiatan dan menumbuhkan KMM agar saling bersinergi dengan kepentingan bisnis anggota menunggu di depan.  Disinilah tugas pengurus dan senior dipacu untuk menerapkan pola asuh dan member KMM barupun ditantang untuk tetap menjaga semangat dan komitmennya untuk berkegiatan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMM S1 TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/KMMS1.jpg" alt="" width="447" height="285" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok Mastermind S1, terbilang baru.  KMM Start up yang digawangi pak Aceng Komarudin pemilik <span style="color: #ff6600;">[event organizer]</span> ini aktif berkumpul bersama Anne Ivanna Safhan <span style="color: #ff6600;">[www.bagpose.com]</span>, Sri Marlina <span style="color: #ff6600;">[viltual consulting</span><span style="color: #ff6600;">]</span>,  Tati Wibowo, Pak Fendris Mazhar <span style="color: #ff6600;">[Pudding Yummy]</span>, Donny Rahman <span style="color: #ff6600;">[Artprint]</span>, serta Agung Wahjoedi<span style="color: #ff6600;"> [Suara Pro Audio]</span>. Jadwal yang sulit untuk berkumpul serta lokasi yang terpisah tak menyurutkan KMM S1 untuk selalu bersepakat menggelar pertemuan rutin seperti halnya Rabu 20 April 2011 malam lalu.  Bertempat di workshop Pak Donny di bilangan Tanah Kusir, Pak Donny meminta kesediaan saya untuk meng-guide kelompok ini utamanya dalam sosialisasi workbook.  Saya sendiri cukup antusias meski KMM ini cukup jauh dijangkau bila berkegiatan.  Saya selalu kagum dengan semangat mereka untuk berkembang dalam bisnisnya [........]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono [21042011-10.28]</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Heterogen. Begitulah gambaran TDA Jaksel saat ini.  Semenjak penataan keanggotaan dan pembentukan KMM baru dimulai awal Februari lalu, lebih dari 65% anggota dan simpatisan [fresh blood] berkegiatan online di milist FB TDA Jaksel.  Terbilang 6 KMM Running Business dan 2 KMM Start Up Business terbentuk dengan anggota 7-10 orang yang terkumpul berdasarkan peminatan dan lokasi yang dijaring melalui survey.  Perkerjaan rumah belumlah usai.  Tantangan terbesar untuk menjadikan KMM sebagai inti kegiatan dan menumbuhkan KMM agar saling bersinergi dengan kepentingan bisnis anggota menunggu di depan.  Disinilah tugas pengurus dan senior dipacu untuk menerapkan pola asuh dan member KMM barupun ditantang untuk tetap menjaga semangat dan komitmennya untuk berkegiatan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMM S1 TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/KMMS1.jpg" alt="" width="447" height="285" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok Mastermind S1, terbilang baru.  KMM Start up yang digawangi pak Aceng Komarudin pemilik <span style="color: #ff6600;">[event organizer]</span> ini aktif berkumpul bersama Anne Ivanna Safhan <span style="color: #ff6600;">[www.bagpose.com]</span>, Sri Marlina <span style="color: #ff6600;">[viltual consulting</span><span style="color: #ff6600;">]</span>,  Tati Wibowo, Pak Fendris Mazhar <span style="color: #ff6600;">[Pudding Yummy]</span>, Donny Rahman <span style="color: #ff6600;">[Artprint]</span>, serta Agung Wahjoedi<span style="color: #ff6600;"> [Suara Pro Audio]</span>. Jadwal yang sulit untuk berkumpul serta lokasi yang terpisah tak menyurutkan KMM S1 untuk selalu bersepakat menggelar pertemuan rutin seperti halnya Rabu 20 April 2011 malam lalu.  Bertempat di workshop Pak Donny di bilangan Tanah Kusir, Pak Donny meminta kesediaan saya untuk meng-guide kelompok ini utamanya dalam sosialisasi workbook.  Saya sendiri cukup antusias meski KMM ini cukup jauh dijangkau bila berkegiatan.  Saya selalu kagum dengan semangat mereka untuk berkembang dalam bisnisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bertempat di ruang kerja pak Donny, ber-8 kami ber KMM dalam suasana yang padat informasi dan sharing.  Bagi saya ini pertemuan pertama dan kedua dengan beberapa rekan KMM S1, namun suasana yang hadir seakan bagai kawan lama yang terbuka membicarakan progress bisnis masing-masing.  Tak ada hal special yang menjadi agenda malam ini kecuali harapan yang selalu saya tekankan ke setiap personal agar anggota KMM bisa mensinergikan antara bisnis dengan kegiatannya di komunitas TDA Jaksel.  Terlebih dalam Ber KMM.  Tak dipungkiri bahwa berKMM memerlukan effort terbesar untuk berkomitmen dan mengikuti kegiatannya untuk itu perlu perhargaan khusus jangan sampai kegiatan KMM tersiakan dan tanpa hasil.  Harus selalu ada kebutuhan dan semangat untuk mendapatkan hal lebih saat berKMM entah itu knowledge, market ataupun networking.  Waktu yang dicukupkan hingga pukul 20.30 tanpa terasa berakhir dengan “terpaksa” di pukul 21.30.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal menarik terjadi saat sharing session antar anggota KMM. Bisa jadi saya telah mengalami fase start up bisnis seperti yang baru rekan-rekan KMM S1 alami.  Masih melekat di ingatan saya saat itu saya sendiri, tanpa panduan dan tanpa teman.  Membangun bisnis sendiri sangatlah melelahkan. Andai waktu itu terdapat jalan untuk akses pada satu komunitas, pastilah amat sangat memberikan kontribusi, support dan meminimalkan adanya try and error dalam bisnis.  Sepatutnyalah kondisi kini bisa dikatakan bahwa jalan menuju dimensi kewirausahaan sangatlah mudah dan terbuka.  Tinggal bagaimana komitmen wirausaha-wirausaha baru untuk bersemangat dan survive.</p>
<p style="text-align: justify;">Sangatlah salah bila diungkapkan bila kita banyak berbagi ilmu, akan kering sumber ilmu kita.  Ilmu bukanlah barang tambang.  Ilmu adalah benih. Semakin ditebar akan semakin berkembang. Semakin banyak dipetik buahnya akan smakin mature dan kokoh serta mengakar pohonnya.  Jangan pernah berfikir bahwa hanya semut yang bisa belajar dari gajar untuk bisa tumbuh besar.  Sebaliknya gajahpun bisa belajar dari semut akan arti kebersamaan dan kegotongroyongan.  Seperti malam ini. Banyak yang saya pelajari dari rekan-rekan KMM S1.  Pelajaran artinya saling support dan bekerjasama, memelihara semangat serta menumbuhkan ide-ide kreatif yang out of the box.   Seringkali saat kita besar kita terpaku pada rutinitas dan hal-hal terstruktur.  Adakalanya kita perlu menengok rekan muda lain untuk merefresh kejenuhan kita dengan ide-ide yang kreatif dan implementasi yang inovatif dari yang kecil, Sukses KMM S1!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/04/21/belajar-dari-si-start-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anggota TDA Jaksel-kah Saya?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/anggota-tda-jaksel-kah-saya/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/anggota-tda-jaksel-kah-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 10:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[<p style="margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 12pt; text-align: justify;"><span style="line-height: 19px;">Sempat seorang rekan menanyakan kepada saya mengenai status keanggotaan di TDA Jaksel. Pertanyaan mengenai siapakah sebenernya yang disebut anggota TDA jaksel tersebut dan apakah benefit yang didapat dari  keanggotaan TDA Jaksel?</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Gandengan.jpg" alt="" width="285" height="384" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum menjawab pertanyaan tersebut saya sedikit menggambarkan bahwa Komunitas TDA ini merupakan komunitas yang terbentuk dari chanel online.  Sama halnya dengan TDA Jaksel sendiri.  Maka bila menengok angka yang ada di milist online seperti di milist yahoo, anggota TDA jaksel tercatat 250 orang sementara di milist FB terdapat 105 orang.  Namun yang menjadi pertanyaan apakah ini adalah yang disebut dengan anggota TDA Jaksel? [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 12pt; text-align: justify;"><span style="line-height: 19px;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono [032011-17.10]</span></strong></span></p>
<p style="margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 12pt; text-align: justify;">
<p style="margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 12pt; text-align: justify;"><span style="line-height: 19px;">Sempat seorang rekan menanyakan kepada saya mengenai status keanggotaan di TDA Jaksel. Pertanyaan mengenai siapakah sebenernya yang disebut anggota TDA jaksel tersebut dan apakah benefit yang didapat dari  keanggotaan TDA Jaksel?</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Gandengan.jpg" alt="" width="285" height="384" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum menjawab pertanyaan tersebut saya sedikit menggambarkan bahwa Komunitas TDA ini merupakan komunitas yang terbentuk dari chanel online.  Sama halnya dengan TDA Jaksel sendiri.  Maka bila menengok angka yang ada di milist online seperti di milist yahoo, anggota TDA jaksel tercatat 250 orang sementara di milist FB terdapat 105 orang.  Namun yang menjadi pertanyaan apakah ini adalah yang disebut dengan anggota TDA Jaksel?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">BUKAN!</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak dapat dipungkiri bahwa Inti dari komunitas TDA adalah KMM.  Dari KMM inilah segala bentuk kegiatan bermula dan dikendalikan.  Bila demikian kondisinya bisa dipastikan bahwa <strong>ANGGOTA TDA JAKSEL bukanlah anggota yang tercatat di chanel komunikasi TDA Jaksel melainkan adalah  ANGGOTA KMM yang ada di TDA JAKSEL</strong>.  Artinya rekan-rekan yang tercatat AKTIF sebagai anggota KMM-lah yang berhak disebut sebagai anggota TDA jaksel.  Selebihnya akan disebut sebagai SIMPATISAN.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini suatu tantangan yang bagi pengurus saat ini karena beberapa KMM baru terbentuk dan jalan hingga bisa dikatakan bahwa keanggotaan TDA Jaksel belumlah fix.  Namun ini bukanlah satu alasan untuk tidak  terus mengkonsolidasi KMM hingga kondisi stabil bisa tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;">Hemat saya justru saat ini adalah tantangan rekan-rekan untuk aktif di KMM dan menentukan apakah KEANGGOTAAN KMM/TDA akan memberikan benefit bagi bisnis rekan rekan nantinya. Karena bagaimanapun Program kerja TDA Jaksel tidak di desain untuk sarana berkumpul belaka namun jauh dari itu diupayakan agar komunitas ini bisa sebagai boaster bagi bisnis anggotanya.  Sesuai program kerja <strong>3 bulan kedepan konsolidasi KMM akan dievaluasi.  Anggota aktif KMM secara otomatis akan terdaftar sebagai ANGGOTA TDA Jaksel sementara rekan-rekan yang vakum dalam kegiatan KMMnya akan dikeluarkan dari daftar KMM sebelumnya dan dimasukkan kedalam daftar SIMPATISAN</strong>.  Simpatisan yang ingin kembali aktif berKMM tidak bisa langsung ikut KMM yang sudah berjalan namun harus membentuk sendiri dari simpatisan atau anggota baru milist yang sama sama ingin berKMM.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">BENEFIT KEANGGOTAAN TDA JAKSEL [KMM]</span></strong></p>
<ul>
<li>Diskon harga untuk berbagai kegiatan TDA jaksel</li>
<li>Prioritas kesempatan untuk program kegiatan TDA jaksel yang bersifat terbatas</li>
<li>Kesempatan mendapatkan mentor bisnis dimasing-masing KMM</li>
<li>Kesempatan mendapatkan evaluasi bisnis di masing-masing KMM</li>
<li>Kesempatan terlibat di FGD yang terbentuk</li>
<li>Dan kesempatan lainnya yang sedang dirintis antara TDA Jaksel dengan pihak lain</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sudah tentu ini sesuatu yang menarik .  Pastikan anda sebagai <span style="color: #ff6600;">ANGGOTA TDA JAKSEL/KMM</span>.  Bukan <span style="color: #ff6600;">SIMPATISAN</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">salam:</p>
<p style="text-align: justify;">Partisipasi~Inisiatif  &amp; Keteladanan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/anggota-tda-jaksel-kah-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Budaya Dalam KMM R5</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/membangun-budaya-dalam-kmm-r5/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/membangun-budaya-dalam-kmm-r5/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 10:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terkesan sangat religious, begitulah yang terjadi pada pertemuan KMM R5 rabu  awal Februari 2011 bulan kemarin.  Wajar, Karena kami menggelarnya di Masjid Agung Al Azhar.  Bertiga bersama Pak Hendra dan Pak Khidir sengaja kami mengambil tempat disini.  Jadwal saya memaksa saya tidak bisa jauh dari kampus karena ada kegiatan business launching mahasiswa kewirausahaan yang saya bimbing.  Beruntung Pak khidir ada pertemuan dengan rekan bisnisnya di tempat yang sama dan pak Hendra cukup fleksible mengikuti jadwal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMM" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;">REVIEW &#38; TARGET:  Tak ada topic khusus yang kami bicarakan kali ini.  Kecuali bersama mereview bisnis 2010 dan mendengar masing-masing strategi untuk tahun ini.  Dan semua ini akhirnya bermuara pada business plan.  Luar biasa sekali mendengar paparan dan strategi  pak hendra yang sudah mulai berkembang bisnisnya dan kini sedang merencanakan invasi dan memfokuskan diri untuk menerapkan manajemen inventory.  Demikian juga dengan pak Khidir yang mencanangkan 5X result dari tahun sebelumnya dan bagaimana strategy bisnisnya sudah mulai di terapkan [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono [022011- 16.59]</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Terkesan sangat religious, begitulah yang terjadi pada pertemuan KMM R5 rabu  awal Februari 2011 bulan kemarin.  Wajar, Karena kami menggelarnya di Masjid Agung Al Azhar.  Bertiga bersama Pak Hendra dan Pak Khidir sengaja kami mengambil tempat disini.  Jadwal saya memaksa saya tidak bisa jauh dari kampus karena ada kegiatan business launching mahasiswa kewirausahaan yang saya bimbing.  Beruntung Pak khidir ada pertemuan dengan rekan bisnisnya di tempat yang sama dan pak Hendra cukup fleksible mengikuti jadwal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMM" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;">REVIEW &amp; TARGET:  Tak ada topic khusus yang kami bicarakan kali ini.  Kecuali bersama mereview bisnis 2010 dan mendengar masing-masing strategi untuk tahun ini.  Dan semua ini akhirnya bermuara pada business plan.  Luar biasa sekali mendengar paparan dan strategi  pak hendra yang sudah mulai berkembang bisnisnya dan kini sedang merencanakan invasi dan memfokuskan diri untuk menerapkan manajemen inventory.  Demikian juga dengan pak Khidir yang mencanangkan 5X result dari tahun sebelumnya dan bagaimana strategy bisnisnya sudah mulai di terapkan.  Saya sendiri sudah memiliki blue print untuk melakukan ekspansi pengembangan cabang photocopy saya.  Inilah luar biasanya ber KMM.  Meski bisnis berbeda dan strategi namun sering kali strategi rekan bisa menginspirasi bisnis kita.  Seperti bagaimana Pak Khidir berpromosi sangat menginspirasi saya dan cukup smart untuk dimodifikasi dan diterapkan dalam bisnis saya.  Terima kasih Pak.</p>
<p style="text-align: justify;">AGREEMENT: Meski tidak di hadiri semua member KMM 5 namun satu kesepakatan kecil kami ambil untuk menumbuhkan budaya positif dalam ber KMM, diantaranya:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Sharing hal positif Positif / WIFLE di tiap awal pertemuan</li>
<li>Saling menjadi “marketer’ bagi usaha rekan se KMM.  Dengan mereferensikan bisnis, meneruskan promonya, atau meberi rujukan.</li>
<li>Mensupport untuk sharing knowledge dengan rajin menulis di milist dan menaggapi tulisan rekan lain</li>
<li>Berusaha memberikan ide-ide baru untuk member daya tarik dan menumbuhkan semangat ber KMM antar anggota</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Besar harapan nilai dan budaya positif yang dikembangkan dan bisa mengakar di tiap KMM menjadi benih bagi berseminya nilai positif budaya TDA Jaksel secara keseluruhan.  Dan lebih dari itu nilai positif ini bisa diadopsi dan menjadi inspirasi bagi implementasi bisnis masing-masing anggota.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibarat pepatah “memanamkan value akan efektif bila dimulai dari “KELUARGA” dan diri pribadi.  Kami KMM  5 telah memulainya. Bagaimana dengan KMM rekan-rekan?</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Sukses</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/membangun-budaya-dalam-kmm-r5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Pondasi TDA Jaksel Melalui KMM</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/03/01/350/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/03/01/350/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 11:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">KMM adalah Core Komunitas TDA! Pendapat ini tidak bisa dipungkiri. Karena sebagai wadah kegiatan, KMM-lah inti dari semua kegiatan di TDA termasuk juga di TDA Jaksel.  Menanggapi hal tersebut program kerja pengurus tahun ini menitik beratkan pada optimalisasi kegiatan KMM, mengembangkan pembentukan KMM baru serta kaderisasi.  Langkah pertama yang dilakukan cukup strategic yaitu mengumpulkan data keanggotaan melalui milist.  Hasilnya sangat menakjubkan.  Hampir 50% anggota baru terjaring.  Utamanya melalui TDA Forum yang akhir tahun lalu dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Restrukturisasi KMM" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG_8333.jpg" alt="" width="374" height="233" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tanggal 26 Februari kemarin Acara Restrukturisasi dan Pembentukan KMM TDA Jaksel di laksanakan.  Tak kurang dari 20 undangan hadir termasuk kehadiran Pak Hertanto perwakilan TDA Pusat yang membawahi Pengelolaan Mastermind.  Materi pembekalan KMM dilakukan mengingat banyaknya peserta baru.  Tidak saja membahas bagaimana suatu KMM bisa terlaksana namun juga strategi sukses untuk ikut dalam satu komunitas.  Diakhir acara KMM baru dibentuk [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Program Retrukturisasi &amp; Pembentukan KMM TDA Jaksel</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono (29022011.16.33)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">KMM adalah Core Komunitas TDA! Pendapat ini tidak bisa dipungkiri. Karena sebagai wadah kegiatan, KMM-lah inti dari semua kegiatan di TDA termasuk juga di TDA Jaksel.  Menanggapi hal tersebut program kerja pengurus tahun ini menitik beratkan pada optimalisasi kegiatan KMM, mengembangkan pembentukan KMM baru serta kaderisasi.  Langkah pertama yang dilakukan cukup strategic yaitu mengumpulkan data keanggotaan melalui milist.  Hasilnya sangat menakjubkan.  Hampir 50% anggota baru terjaring.  Utamanya melalui TDA Forum yang akhir tahun lalu dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Restrukturisasi KMM" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG_8333.jpg" alt="" width="374" height="233" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tanggal 26 Februari kemarin Acara Restrukturisasi dan Pembentukan KMM TDA Jaksel di laksanakan.  Tak kurang dari 20 undangan hadir termasuk kehadiran Pak Hertanto perwakilan TDA Pusat yang membawahi Pengelolaan Mastermind.  Materi pembekalan KMM dilakukan mengingat banyaknya peserta baru.  Tidak saja membahas bagaimana suatu KMM bisa terlaksana namun juga strategi sukses untuk ikut dalam satu komunitas.  Diakhir acara KMM baru dibentuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak mudah untuk membentuk KMM dari 65-an orang yang terdata.  Ketidak hadiran personal menjadi kendala tersendiri untuk mengelompokkan.  Belum lagi begitu beragamnya keinginan anggota dalam pembentukan KMM ini.  Jalan tengah diambil untuk efektifitas.  KMM akhirnya dibagi 2 kelompok besar: KMM business Running &amp; Business Start Up. Dari kelompok ini dipecah lagi menjadi kelompok kecil berdasarkan kedekatan lokasi dan beberapa KMM existing dipertahankan.  Berikut <a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B-hMbIwUC9WCNTI1YWMyYjEtNmY2MS00NDdjLTg4NGEtOGNlMzhmNDVkZWM1&amp;hl=en&amp;authkey=CMngsKkJ" target="_blank">KMM yang telah dibentuk</a>. Selesai?. Belum!</p>
<p style="text-align: justify;">Selama bulan Maret akan ada implementasi serta konsolidasi KMM yang baru direkturisasi dan dibentuk ini.  Ini yang bukan hal mudah.  Asumsi saya dari 8 KMM yang dibentuk dan separo berjalan bagus merupakan hal yang luar biasa.  Mengapa?  Tak dapat dipungkiri masih banyak member TDA Jaksel yang tidak mengerti akan manfaat KMM yang sebenarnya.  Tidak saja karena kurang informasi namun juga keberadaannya di KMM lama kadang tidak memberikan benefit.  Di sisi lain banyak anggota yang ikut komunitas dengan harapan akan banyak diberi.  Hingga menimbulkan sikap pasif tanpa inisiatif.  Ini satu kesalahan.  Dalam berkomunitas buah akan bisa kita ambil setelah kita menanamnya.  Terlalu meminta justru akan merugikan dan berakhir dengan kekecewaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereduksi kemungkinan akan tidak berjalannya KMM yang telah dibentuk, beberapa exit strategi telah di implementasikan.  Diantaranya adalah melakukan supervise dan pembinaan terhadap KMM yang baru terbentuk hingga waktu 3 bulan kedepan.  Disinilah ujian dan komitmen tiap member untuk ber-KMM diuji.  Seleksi alam ini diharapkan akan menyaring anggota-anggota yang serius untuk berKMM.  Dan strategi lainnya akan diadakan evaluasi menyeluruh per 6 bulan untuk melihat Kinerja KMM berikut performa usaha mereka selama mengikuti KMM.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejauh ini Pengurus telah memberikan flatform dan system yang memudahkan member untuk mencapai tujuannya: mensinergikan kegiatan berkomunitas dengan kinerja bisnisnya.  Dan bisa dikatakan bola panas kini berada di kaki member TDA Jaksel.  Satu tantangan untuk mengambil kesempatan ini dengan disertai kontribusi tak henti dan komitmen yang kuat.   Mampukah ini dilakukan, mengingat benefit yang akan bergulir didepan.  Atau sebaliknya mengabaikan tantangan tersebut dan tetap bersikap pasif.  Sikap yang sudah bisa ditebak hasilnya akhir cerita dalam berorganisasi: KEFAKUMAN.   Kebijakan kita memilih akan menentukan perjalanan kita kedepan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Keteladanan~Inisiatif ~Partisipasi</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/03/01/350/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah Sinergi Di Awal tahun 2011</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/02/11/langkah-sinergi-di-awal-tahun-2011/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/02/11/langkah-sinergi-di-awal-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 09:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono (29012011.23.10)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kabar sukses mulia terbetik dari Konggres TDA Jaksel 2011.  Tidak saja kabar kesuksesan menggelar acara sharing knowledge yang menghadirkan bapak Fauzi Rahmanto. Melainkan juga kesuksesan mengkerucutkan hasil sarasehan pengurus TDA Jaksel dan menutupnya dengan mengukuhkan kepengurusan untuk periode 2011.  Pondok Citra Saung Lesehan yang terletak di Jatiasih ternyata tidak menjadi penghalang bagi 24 rekan untuk hadir meski bisa dibilang bukan jarak yang dekat.  Dan ini semua menjadi semakin marak karena kehadiran anggota-anggota baru yang memberi warna dan nafas dinamika baru dalam komunitas.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logo.jpg" alt="" width="204" height="90" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saya pribadi menyampaikan kebanggaan atas effort untuk pelaksanaan acara ini dan salut atas kebersamaan yang selalu menjadi karakter TDA Jaksel.  Ucapan terima kasih saya sampaikan atas amanah dan kepercayaan rekan-rekan yang mengembankan pucuk langkah ini di tangan saya beserta keseluruhan team (Pak Idham : Divisi KMM, Pak Ridwan: Divisi Bisnis, Pak Hendra + Pak Yudanto: Administrator) dan pengurus tetap Bu Siska &#38; Bu Salma di Keuangan dan kesekretariatan.  Satu penghargaan yang besar bagi Pak Tjarli dan rekan rekan pengurus sebelumnya yang telah meletakkan pondasi yang kukuh bagi rumah yang menjadi tempat beraktifitas ini.  Saatnya bagi kita untuk bersama mengeratkan langkah guna menjadikan rumah yang telah ada ini bermakna lebih, baik fungsi maupun  manfaatnya. Utamanya bagi katalisator bisnis anggota didalamnya [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono (29012011.23.10)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kabar sukses mulia terbetik dari Konggres TDA Jaksel 2011.  Tidak saja kabar kesuksesan menggelar acara sharing knowledge yang menghadirkan bapak Fauzi Rahmanto. Melainkan juga kesuksesan mengkerucutkan hasil sarasehan pengurus TDA Jaksel dan menutupnya dengan mengukuhkan kepengurusan untuk periode 2011.  Pondok Citra Saung Lesehan yang terletak di Jatiasih ternyata tidak menjadi penghalang bagi 24 rekan untuk hadir meski bisa dibilang bukan jarak yang dekat.  Dan ini semua menjadi semakin marak karena kehadiran anggota-anggota baru yang memberi warna dan nafas dinamika baru dalam komunitas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logo.jpg" alt="" width="204" height="90" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saya pribadi menyampaikan kebanggaan atas effort untuk pelaksanaan acara ini dan salut atas kebersamaan yang selalu menjadi karakter TDA Jaksel.  Ucapan terima kasih saya sampaikan atas amanah dan kepercayaan rekan-rekan yang mengembankan pucuk langkah ini di tangan saya beserta keseluruhan team (Pak Idham : Divisi KMM, Pak Ridwan: Divisi Bisnis, Pak Hendra + Pak Yudanto: Administrator) dan pengurus tetap Bu Siska &amp; Bu Salma di Keuangan dan kesekretariatan.  Satu penghargaan yang besar bagi Pak Tjarli dan rekan rekan pengurus sebelumnya yang telah meletakkan pondasi yang kukuh bagi rumah yang menjadi tempat beraktifitas ini.  Saatnya bagi kita untuk bersama mengeratkan langkah guna menjadikan rumah yang telah ada ini bermakna lebih, baik fungsi maupun  manfaatnya. Utamanya bagi katalisator bisnis anggota didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengutip pencerahan dari Pak Fauzi mengenai Trend Bisnis 2011 yang salah satu diantaranya adalah menguatnya dukungan dan perkembangan komunitas.  Jelas memberi peringatan dini bagi kita untuk menyadari bahwa dalam berbisnis kita tidaklagi bisa sendiri.  Komunitas memegang peran penting bagi tumbuhnya bisnis secara cepat dan tepat.  Satu hal yang penting untuk mempertanyakan sekarang bagaimana peran kita dalam komunitas yang kita ikuti.  Apakah kita telah cukup memberikan kontribusi? Dan sebaliknya apakah komunitas telah memberi banyak peran bagi perkembangan bisnis kita?.  Hal menarik berkembang dalam TDA Jaksel belakangan ini.  Dibalik sepinya aktifitas ternyata masih banyak harapan yang ingin diwujudkan oleh anggotanya melalui komunitas ini.  Dan berangkat dari sana kami pengurus baru atau yang lebih tepat kami positioningkan sebagai team moderator berupaya memberikan pendekatan lebih real dalam mewujudkan aspirasi rekan-rekan anggota komunitas.  Hasil akhir yang ingin kami dapat adalah menyelaraskan kebutuhan anggota yang dituangkan dalam satu sistem hingga memberikan sinergi yang optimal antara menjalankan bisnis dan berkegiatan di dalam komunitas secara paralel.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah program kerja 2011 yang memberikan daya tarik baru berkomunitas di TDA jaksel serta benefit mutualisme yang akan bisa menjawab pertanyaan kita mengenai keterlibatan kita dalam berorganisasi. <a title="Program Kerja TDA jaksel 2011" href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B-hMbIwUC9WCZWFhZTdlODctMTM4ZS00MjhlLWJjZTMtYjBiMjBmM2RkMmQ1&amp;hl=en" target="_blank">(selengkapnya)</a></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Program kerja disusun sebagai strategi untuk memberdayakan dan mengoptimalkan aktifitas kita di TDA Jaksel.  Didesain dengan seramping dan se-efisien mungkin agar bisa di realisasikan secara optimal.</li>
<li>Kesempatan yg luas bagi anggota untuk bisa dan terlibat dalam sharing knowledge, mengembangkan pasar serta membangun jejaring.</li>
<li>MM sebagai core komunitas akan menjadi prioritas untuk dikokohkan melalui restrukturisasi, mentoring dan regenerasi</li>
<li>Pendekatan bisnis dan sharing profit terhadap kegiatan internal dan eksternal diterapkan dengan menggalang keterlibatan anggota secara aktif</li>
<li>Membentuk budaya baru berkomunitas dengan mengimplementasikan nilai Keteladanan, dan mendorong partisipasi dan inspirasi anggota sebagai kunci pelaksanaan kegiatan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk merealisasikan program kerja yang telah di tetapkan. Team moderator akan mengupayakan untuk membuat detail petunjuk pelaksanaan ataupun aturan serta detil kegiatan.  Langkah ini diharapkan akan selesai dalam 21 hari kedepan.  yang meliputi:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #ff6600;"><strong>Divisi MM: </strong></span>
<ol>
<li>Membuat data base anggota</li>
<li>Menstrukturisasi KMM</li>
<li>Merumuskan program mentoring &amp; regenerasi KMM</li>
</ol>
</li>
<li><span style="color: #ff6600;"><strong>Divisi Bisnis: </strong></span>
<ol>
<li>Merumuskan panduan kerjasama internal maupun internal</li>
<li>Merumuskan pola profit sharing</li>
</ol>
</li>
<li><span style="color: #ff6600;"><strong>Administrator: </strong></span>
<ol>
<li>Merumuskan panduan komunikasi &amp; sharing content online antar anggota</li>
<li>Memfokuskan chanel online yang dipakai dan pengelolaannya</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Besar harapan agar langkah awal ini menjadi lompatan ynag berkesinambungan tidak saja karena team moderator telah meletakkan daya tarik dalam kerangka kerjanya tapi rekan anggota juga mempunyai keinginan yang kuat untuk memajukan bisnisnya melalui aktifitas dalam komunitas.  Hingga aspirasi dan partisipasi akan menjadi elemen kunci keberhasilan didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">TDA Jaksel telah melangkah dan menawarkan peluang serta benefit. Mari realisasikan kemajuan bisnis kita dengan aktif terlibat didalamnya.  Kebersamaan akan menjadi penguat dan perbedaan akan menjadi peluang dalam komunitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Sukses</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Keteladanan~Partisipasi~Inisiatif</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/02/11/langkah-sinergi-di-awal-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smart Online Shop</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 08:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul.  Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI.  seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul.  Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien.  Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis.  Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja.  Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya.  Inilah luarbiasanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Online Shop" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/store-special.jpg" alt="" width="240" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online.  Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini.  Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun.  Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini.  Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas.  Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut: [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="color: #ff6600;">Edukasi TDA Jaksel  (21042010)</span><br />
By Be Samyono (23032010-13.22)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul.  Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI.  seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul.  Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien.  Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis.  Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja.  Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya.  Inilah luarbiasanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Online Shop" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/store-special.jpg" alt="" width="240" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online.  Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini.  Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun.  Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini.  Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas.  Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">PAKAILAH SMART DOMAIN</span></strong><br />
Domain menjadi satu indikator kesuksesan sebuah web, pemilihan domain yang tepat dan merujuk pada spesifikasi, fokus bisnis dan pilihan kata yang tepat akan membuat web menjadi lebih powerful.  Selama ini banyak pihak yang berusaha mempunyai domain berdasarkan kata yang paling umum yang orang cari di search engine hingga muncullah bajuanak.com, anekabatik.com, tokobantal.com dan sebagainya.  Bukan hal yang salah bila mempunyai domain seperti itu karena memang secara jangka pendek akan mendongkrak page rank suatu domain.  Namun untuk waktu jangka panjang alangkah baiknya bila domain merupakan brand kita.  Sehingga kita bisa  secara integrateed membangun brand dari berbagai aspek termasuk online shop tersebut.  Terlebih bila online shop kita tidak menyediakan satu produk yang homogen sehingga kita perlu menamakan dengan jenis produk homogen tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">SMART GIFT</span></strong><br />
Bisnis online bisa jadi merupakan bisnis tanpa emosi karena antara produsen dan konsumen bisa jadi tidak saling mengenal dan terpisah antara media internet.  Padahal tak bisa dipungkiri bahwa sentuhan emosi merupakan satu komponen untuk bisa mengikat loyalitas konsumen.  Pemberian smart gift akan menjembatani kebutuhan emosional tersebut.  Gift berupa gimmic seringkali merepotkan karena sebaran konsumen kita yang luas dan kendala dalam pengirimannya.  Namun pemberian berupa e-book berkala mengenai tips &amp; trick, artikel pendukung bisnis, e-card ataupun paket  special yang ditawarkan dihari khusus akan menjadi solusi yang smart untuk merekatkan loyalitas konsumen pada bisnis online kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>SMART NARATION</strong></span><br />
Keterbatasan penawaran di toko online adalah konsumen hanya bisa memvisualisasikan gambar yang ditawarkan secara terbatas tanpa bisa merasakan ataupun menyentuhnya.  Pencantuman narasi yang menarik di produk yang kita tawarkan akan memberikan efek emosi yang menarik bagi konsumen.  Terlebih bila kita mampu memberi harga yang menarik terhadap produk yang kita tawarkan.  Banyak produk yang ditawarkan secara online terlewat begitu saja oleh pembeli karena keterbatasan informasi akan barang yang ditawarkan serta rujukan pihak ke 3 dalam menggunakan barang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun perlu disadari bahwa online shop merupakan salah satu tool untuk membantu penjualan.  Sehingga mengintegrasikan dengan layanan lain sangat mutlak diperlukan misalkan ketepatan pelayanan, kecepatan pengiriman, dukungan stock dan lain lain.  Keberadaan basik ilmu marketing perlu pula kita punyai sehingga kita bisa dengan mudah mengemas added value yang kita tawarkan pada kebutuhan konsumen yang memerlukannya secara tepat.  Disinilah peran <span style="color: #ff6600;">analisa STP</span> mutlak diperlukan.  Disamping kita bisa memilah ketepatan produk kita bila dipasarkan secara online.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Bisnis Pentingkah?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 16:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat "markas" TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal.  Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur.  Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu.  Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind.  Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita.  Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="BSC" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Balanced_Scorecard2.gif" alt="" width="341" height="281" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada bisnis yang jalan di tempat.  Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya.  Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita.  Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan.  Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari.  Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Edukasi TDA Jaksel  (28022010)</span><br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (25032010-09.02)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat &#8220;markas&#8221; TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal.  Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur.  Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu.  Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind.  Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita.  Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="BSC" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Balanced_Scorecard2.gif" alt="" width="341" height="281" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada bisnis yang jalan di tempat.  Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya.  Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita.  Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan.  Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari.  Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Balanced Scorecard </span>adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan  dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi. BSC pertama kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan Analog Devices pada tahun 1987. Dengan tidak berfokus hanya pada berfokus pada hasil finansial melainkan juga masalah manusia, BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem manajemen strategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja  sambil menyeimbangkan sasaran finansial dengan perspektif pelanggan, proses, dan karyawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan yang dilakukan pada Balanced Scorecard menghubungkan strategi yang ada dalam suatu organisasi, mulai dari visi, critical success factor dan pengukuran performansi keberhasilan. Pengukuran dalam Balanced Scorecard dibagi kedalam empat perspektif : Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective.</p>
<p style="text-align: justify;">Perspektif pelanggan menggunakan ukuran berapa “nilai” yang diberikan kepada pelanggan dilihat dari segi waktu, kualitas, performansi dan layanan, dan biaya. Contohnya ukuran kecepatan waktu mulai dari permintaan sampai dengan pengiriman sampai ditangan pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk kita, tingkat penjualan terhadap produk baru, dan atau banyaknya service call yang dilayani. Perspektif internal dapat mengevaluasi ekspektasi yang diharapkan pelanggan dapat terpenuhi melalui perbaikan proses di internal organisasi tersebut. Disini juga kita dapat mengukur tingkat keahlian dan produktifitas karyawan, kualitas yang dihasilkan oleh organisasi tersebut, dan atau sistem informasi yang baik yang berjalan dalam organisasi.  Perspektif inovasi dan pembelajaran dari suatu organisasi kita dapat mengukurnya melalui, peningkatan dan inovasi yang berkelanjutan terhadap produk-produk yang dimiliki. Kita harus garis bawahi bahwa produk disini tidak selamanya berupa barang, pelayanan dan hal-hal lain yang bersifat jasa pun adalah produk. Ukuran yang diberikan antara lain banyaknya produk-produk baru yang dihasilkan dan persentase keberhasilan penjualannya, tingkat penestrasi terhadap market baru, atau implementasi SCM (supply Chain Management).</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila target-target diatas dapat terpenuhi maka efeknya akan mengimbas pada perspektif finansial juga. Finansial disini termasuk mengukur pendapatan dan pengeluaran, lebih dalamnya lagi ROI (return on investment), tingkat penjualan, pertumbuhan market share, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu <span style="color: #ff6600;">Rencana Bisnis</span> adalah perangkat perencanaan bisnis yang mencakup keseluruhan aspek bisnis (marketing, produksi, organisasi, finansial dll) guna memberi arah dan mengkoordinasikan semua kegiatan di dalam bisnis untuk mencapai tujuannya (Star up business /memperoleh pinjaman/menarik investor).   Kondisi real terungkap banyak bisnis yang mengabaikan keberadaan workbook/bisnis plan.  Sebab utama karena budaya kita yang memang tidak pernah menjadikan business  plan menjadi acuan utamanya bagi start up bisnis/bisnis mula.  Penekanan pada liquitas cash flow semakin mengabaikan keberadaan business plan sebagai panduan terlebih keberadaan beberapa pemikiran bahwa perencanaan adalah sampah.  Pemikiran ini mengagungkan action dan <span style="color: #ff6600;">&#8220;power of KEPEPET&#8221; </span>sebagai landasan menjalankan bisnis.  Perencanaan justru dianggap sebagai sandungan untuk melakukan action dan menjalankan bisnis. Tidak jarang keberadaan dua pemikiran ini menjadi dua kubu perdebatan.  Satu dan lain pihak saling memberikan alasan dan pembenaran bahwa pola pikirnyalah yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam diskusi dengan rekan-rekan sebenarnya hal ini tidak perlu di perdebatkan.  Bila ditelaah masing masing pemikiran bisa dipergunakan dengan bijak.  Saat  start up business pemikiran <span style="color: #ff6600;">&#8220;no planning&#8221; </span>akan memberi katalisator yang positif untuk memompa kepercayaan diri kita guna mewujudkan bisnis.   Gilirannya dimasa pertumbuhan bisnis kita mau tak mau harus punya panduan guna memberi arahan kemana bisnis ini mesti dijalankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali edukasi kali ini memberikan masukan yang sangat berharga.  Satu kalimat yang patut diingat &#8220;Hasil yang baik tanpa perencanaan yang baik datang dari keberuntungan, bukan dari manajemen yang baik&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Horisontal ataukah Vertikal?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 10:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kehadiran Pak Taufan yang lama menghilang dari KMM 5 terobati hari ini, beliau datang hampir bersamaaan dengan saya yang datang kepagian. Pertemuan yang sedianya bertempat di pizza hut TIS Square Tebet ternyata harus dipindahkan ke Citrus Cafe begitu kami lengkap berlima hanya karena kami sama-sama tak terbiasa dengan lidah Italia. Pak Idham sebagai leader in charge hari ini membuka pertemuan dengan diskusi mengenai arah pengembangan suatu bisnis secara vertikal maupun horisontal.  Pak Hario, Pak hendra, Pak taufan dan sayapun segera saling bersahut untuk mendiskusikannya.</p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Diversifikasi" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/babi.jpg" alt="" width="257" height="207" /></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: justify;">Bisa ditebak kami dalam berbisnis lebih banyak melakukan strategi vertical saat pengembangan usaha diperlukan.  Strategi bisnis dari hulu ke hilir dirasa paling tepat bagi pengembangan bisnis mengingat resiko yang kecil karena bisnis bersandar pada core competensi mula yang sudah berjalan dan teruji.  Disamping itupun pemanfaatan sumber daya dan faktor faktor produksi yang telah ada bisa dimaksimalkan [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Pertemuan KMM 5 TDA Jaksel (10032010)<br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (17032010-22.25)</span></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran Pak Taufan yang lama menghilang dari KMM 5 terobati hari ini, beliau datang hampir bersamaaan dengan saya yang datang kepagian. Pertemuan yang sedianya bertempat di pizza hut TIS Square Tebet ternyata harus dipindahkan ke Citrus Cafe begitu kami lengkap berlima hanya karena kami sama-sama tak terbiasa dengan lidah Italia. Pak Idham sebagai leader in charge hari ini membuka pertemuan dengan diskusi mengenai arah pengembangan suatu bisnis secara vertikal maupun horisontal.  Pak Hario, Pak hendra, Pak taufan dan sayapun segera saling bersahut untuk mendiskusikannya.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Diversifikasi" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/babi.jpg" alt="" width="257" height="207" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Bisa ditebak kami dalam berbisnis lebih banyak melakukan strategi vertical saat pengembangan usaha diperlukan.  Strategi bisnis dari hulu ke hilir dirasa paling tepat bagi pengembangan bisnis mengingat resiko yang kecil karena bisnis bersandar pada core competensi mula yang sudah berjalan dan teruji.  Disamping itupun pemanfaatan sumber daya dan faktor faktor produksi yang telah ada bisa dimaksimalkan.  Taruh contoh usaha photocopy saya yang mulai merambah ke bisnis percetakan, ATK, training provider hingga photografi yang memanfaatkan dan memaksimalkan faktor-faktor produksi yang selama ini ada di bisnis photocopy.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Strategi Vertikal:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Meningkatkan koordinasi rantai persediaan.</li>
<li>Sediakan lebih banyak kesempatan untuk membedakan dengan cara mengendalikan peningkatan input.</li>
<li>Capture hulu atau hilir margin keuntungan.</li>
<li>Meningkatkan hambatan masuk ke pesaing potensial</li>
<li>Mendapatkan akses ke saluran distribusi hilir yang sebaliknya akan dapat diakses.</li>
<li>Memfasilitasi investasi dalam aset yang sangat khusus di mana pemain hulu hilir atau mungkin enggan untuk berinvestasi.</li>
<li>Mengakibatkan perluasan kompetensi inti.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Strategi perkembangan bisnis horisontal lebih menitik beratkan pada upaya diVersifikasi.  Utamanya untuk mengantisipasi resiko bila kita berbisnis di keranjang yang sama.  Perlu upaya keras dan kompetensi lebih dalam membuka bisnis diluar core competensi yang ada selama ini.  Pastinya resiko akan menjadi lebih besar demikian juga dengan modal yang diperlukan.  Bisa saja core competensi saya ada di bidang percetakan namun saya tak menutup kemungkinan untuk bisnis properti atau restoran.  Pun ketika saya berinvestasi pada saham atau reksadana.  Karena dengan mengetahui karakter masing-masing bisnis kita bisa memperkirakan sumber konstan yang bisa kita dapatkan guna mengantisipasi fluktuasi satu bidang bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat strategi horisontal:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Survival (mempertahankan hidup).</li>
<li>Mendorong pertumbuhan prospek.</li>
<li>Memperluas ke pasar yang baru.</li>
<li>Mempererat genggaman pada pasar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelemahan Strategi Diversifikasi:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li> Memang diversifikasi dapat meletakkan anda pada jalan yang cepat untuk pertumbuhan, namun sebaliknya bila gagal</li>
<li> Dengan memperluas rentang produk anda dan bahkan perputaran produk anda meningkat, maka biaya-biayanya juga meningkat dan hal ini dapat pula berakibat menurunkan profit anda.</li>
<li> Dengan memperluas ke pasar yang baru, maka bahaya yang muncul pada target pelanggan yang baru belum tentu anda ketahui. Untuk itu diperlukan suatu riset sebelum melakukan diversifikasi.</li>
<li> Untuk melakukan diversifikasi diperlukan orang yang benar-benar menguasai karakteristik bisnis tiap-tiap produk anda.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">catatan penting pertemuan ini adalah</span>:  kita tidak disarankan untuk mempertimbangkan diversifikasi hingga bisnis inti yang ada stabil dan menguntungkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Permasalahan Bisnis</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lima Rekan telah berkumpul disaat saya menjadi yang terakhir yang datang.  Menghindari 3in1 ternyata membawa saya harus melalui rute panjang untuk mencapai Pejaten Village tempat kami KMM 5 mengadakan pertemuan hari ini.  Times menjadi pilihan kami kali ini  dan sayalah yang menjadi Leader in Charge.  Saya lihat Pak Idham, Pak hendra, Pak Syamsul, Pak Haryo dan Pak Khidir telah nyaman berada di sofa panjang di tengah void mall ini.   Sepertinya kami salah memilih tempat karena tempat ini lumayan berada di tengah lobby dan sangat mencolok hampir menyerupai panggung talk show.  Namun itu bukan masalah yang besar karena lima menit kemudian kami telah seru membahas topik hari ini berupa MENGHADAPI PERMASALAHAN BISNIS tanpa terganggu suasana sekelilingnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="problem" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang mencengangkan ternyata permasalahan bisnis kali ini lebih banyak menyorot mengenai permasalahan yang ditimbulkan oleh partner bisnis.  Tidak saja dalam hal operasional namun juga masalah relationship dengan partner.  Dan pembicaraan mengerucut pada mengatasi permasalahan bila bermasalah dengan partner bisnis.  Yang mengejutkan hampir semua rekan KMM5 pernah menghadapi masalah dengan partner bisnisnya utamanya.  Mulai dari kasus ditipu, dikhianati bahkan perselisihan yang seringkali merugikan baik secara moral maupun material [........] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #ff6600;">Pertemuan KMM 5 TDA Jaksel (17022010)</span><br />
By Be Samyono (17032010-22.00)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lima Rekan telah berkumpul disaat saya menjadi yang terakhir yang datang.  Menghindari 3in1 ternyata membawa saya harus melalui rute panjang untuk mencapai Pejaten Village tempat kami KMM 5 mengadakan pertemuan hari ini.  Times menjadi pilihan kami kali ini  dan sayalah yang menjadi Leader in Charge.  Saya lihat Pak Idham, Pak hendra, Pak Syamsul, Pak Haryo dan Pak Khidir telah nyaman berada di sofa panjang di tengah void mall ini.   Sepertinya kami salah memilih tempat karena tempat ini lumayan berada di tengah lobby dan sangat mencolok hampir menyerupai panggung talk show.  Namun itu bukan masalah yang besar karena lima menit kemudian kami telah seru membahas topik hari ini berupa MENGHADAPI PERMASALAHAN BISNIS tanpa terganggu suasana sekelilingnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="problem" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang mencengangkan ternyata permasalahan bisnis kali ini lebih banyak menyorot mengenai permasalahan yang ditimbulkan oleh partner bisnis.  Tidak saja dalam hal operasional namun juga masalah relationship dengan partner.  Dan pembicaraan mengerucut pada mengatasi permasalahan bila bermasalah dengan partner bisnis.  Yang mengejutkan hampir semua rekan KMM5 pernah menghadapi masalah dengan partner bisnisnya utamanya.  Mulai dari kasus ditipu, dikhianati bahkan perselisihan yang seringkali merugikan baik secara moral maupun material.   Tak tanggung tanggung justru hal ini terjadi pada orang yang sangat dekat dan amat kita percaya.  Satu hal yang wajar bila pada akhirnya permasalahan ini membuat kita mengalami kejatuhan mental yang berpengaruh pada kinerja bisnis.  Teman-teman mengamini satu kesimpulan bersama bahwa apapun kejadiannya jangan sampai hal ini menjatuhkan mental berbisnis.  Anggaplah bahwa kerugian ini semua adalah satu sedekah.  Karena akan lebih positif bila kita segera mencari ganti akan kerugian ini daripada memfokuskan diri dengan merenungi kerugian yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tips yang bisa dijadikan acuan dalam berkolaborasi partner Bisnis dalam bernetworking adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Usahakan memperoleh partner yang mempunyai kesesuaian Visi dan Misi dengan bisnis Anda JANGAN sebaliknya.</li>
<li>Ikatlah kerjasama yang penting dengan memperhatikan aspek Hukum</li>
<li>Pikirkan peluang-peluang yang bisa dipetik dalam masa datang dalam kerjasama yang dilakukan sekarang</li>
<li>Bila terlibat dalam networking berpartisipasilah semaksimal mungkin JANGAN menunggu.</li>
<li>Kontrol dan evaluasi keterlibatan bisnis anda dalam networking agar tetap memperoleh manfaat</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Bila permasalahan dalam bisnis muncul maka problem solving ala ALBERT EINSTEIN berikut bisa diterapkan:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Rephrase the problem:</strong> Me-rephrase persoalan akan membuat pola berpikir menjadi lebih akurat dan berdayaguna.</li>
<li><strong>Expose and challenge assumptions: </strong>Menguji asumsi akan membuat pola berpikir menjadi lebih jernih dan terarah.</li>
<li><strong>Chunk up:</strong> Chunking up akan membuat persoalan menjadi jelas duduk perkaranya.</li>
<li><strong>Chunk down: </strong>Chunking down akan membuat persoalan menjadi lebih spesifik dan pada saat yang sama akan membuat diri kita bisa merasa lebih besar dari persoalan.</li>
<li><strong>Find multiple perspectives:</strong> Mengambil multi persepsi akan membuat persoalan menjadi lebih terfokus dan pada saat yang sama akan sangat membantu agar berbagai kemungkinan solusi tidak berdampak menciptakan persoalan baru atau memperberat suatu persoalan yang lain.</li>
<li><strong>Use effective language constructs:</strong> Aspek pilihan bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh terhadap bagaimana suatu persoalan akan ditindaklanjuti dan dikelola. Lebih jauh lagi, aspek bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh pada tinggi rendahnya tingkat stamina kita dalam menindaklanjuti dan mengelola persoalan.</li>
<li><strong>Make it engaging:</strong> Buatlah persoalan menjadi menarik, karena kita akan menghabiskan sejumlah energi dan waktu dalam menghadapi persoalan. Jika persoalan menarik, maka energi dan waktu yang digunakan akan tergantikan dengan efisien dan menguatkan.</li>
<li><strong>Reverse the problem:</strong> Salah satu trik untuk keluar dari persoalan dengan segera, adalah dengan menjungkirbalikkan persoalan. Jika kita ingin menang, cari tahu apa yang akan membuat kita kalah. Jika kita ingin besar, temukan apa yang membuat kita kecil. Jika kita ingin berhasil, selidiki apa yang akan membuat kita gagal.</li>
<li><strong>Kumpulkan fakta-fakta:</strong> Persoalan harus jelas dan detil. Jangan sampai, sesuatu yang bukan persoalan malah kita anggap persoalan, atau suatu persoalan muncul dengan kabur dan samar-samar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Di dalam kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;problem&#8221; </span>ada suku kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;pro&#8221;</span>. Dalam bahasa latin, &#8220;pro&#8221; berarti &#8220;positif&#8221;  atau <span style="color: #ff6600;">&#8220;berpihak&#8221;</span>. Jika kita punya masalah, maka ia sebenarnya positif dan berpihak kepada kita. Ingatlah lagi berbagai masalah dan persoalan yang berhasil kita selesaikan, pasti selalu berdampak positif  dan makin membesarkan kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Membangun Kolaborasi</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 05:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis.  Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya.   Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logoTDAJaksel.gif" alt="" width="361" height="92" /></p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma.  Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan.  Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting.  Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk.  Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (23122009-10.10)<br />
<span style="color: #ff6600;">Catatan Refleksi Menyambut Proses Pemilihan Pengurus TDA Jaksel</span></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis.  Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya.   Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logoTDAJaksel.gif" alt="" width="361" height="92" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma.  Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan.  Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting.  Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk.  Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya pribadi melihat TDA Jaksel dalam masa transisi.  Satu transisi dari kelompok kecil Master Mind yang mulai membesar dan membutuhkan pengelolaan menjadi satu wadah yang lebih professional dan memberi value yang lebih bagi anggotanya dan bila mungkin bagi lingkup yang lebih luas.  Sangat disayangkan kefakuman beberapa kegiatan yang terjadi di bulan juli hingga nopember memberi tantangan baru bagi TDA Jaksel.  Tantangan untuk kembali merapatkan jajaran,  mulai berbenah secara intern dan membangunkan anggotanya untuk diajak berjalan seiring bersama.  Dalam kondisi seperti ini  titik berat pembenahan organisasi bukanlah dititik beratkan pada perubahan revolusioner dan ekspansive keluar melainkan melakukan <span style="color: #ff6600;">KONSOLIDASI</span> kedalam.</p>
<p style="text-align: justify;">*******</p>
<p style="text-align: justify;">Saya masih ingat pertengahan tahun lalu ketika saya kebingungan untuk mencari komunitas bisnis.  Ketika itu Nama Pak TJARLI melekat di benak saya.  Keberadaan pak Tjarli dalam menahkodai KMM Jaksel menggerakkan saya untuk menghubungi beliau.  Keinginan saya hingga sekarangpun untuk masuk organisasi tidak berubah yaitu INGIN BELAJAR.  Dan saya melihat figure pak Tjarli yang humble, low profile, sabar dan melayani menjadi panutan dan pembelajaran yang baik bagi saya secara pribadi.  Keyakinan inipun secara positif memberi gambaran menyeluruh terhadap TDA Jaksel.    Sebagai “new Kid On the Block” dan miskin pengalaman berorganisasi saya merasa diterima dan diberi kenyamanan dalam rumah baru ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Paralel dengan kondisi yang bersama kita hadapi sekarang.  Saya pikir figure dan kepemimpinan pak Tjarli masih merupakan asset dan kontribusi yang besar dalam melakukan konsolidasi dalam organisasi TDA Jaksel.  Sebagai Sosok yang tahu mengenai TDA Jaksel secara keseluruhan dan perpanjangan tangan ke TDA Pusat serta rangkulan terhadap  anggota yang ada.  Peran ini tidak kecil untuk kembali membangkitkan semangat menyebarkan EPOS dan mengembalikan lajunya kinerja organisasi.  Kekawatiran tidak adanya darah baru untuk membuat kinerja dan inovasi baru dalam berkegiatan hendaknya disingkirkan.  Karena kami-kami yang muda akan menjadi barisan yang solid untuk terealisasinya misi dan visi TDA Jaksel ke depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sederhananya <span style="color: #ff6600;">KOLABORASI</span> adalah kata yang tepat bagi kita yang bersama meletakkan harapan pada organisasi ini untuk kembali bangkit.  Kolaborasi antara Kepemimpinan Pak Tjarli yang menjadi payung dan penggerak langkah anggota dengan Kreativitas dan Inovasi rekan-rekan muda yang saya tidak saya ragukan lagi komitmen dan keahliannya.  Dukungan saya kepada Pak Tjarli Tidak semata karena saya secara pribadi ingin selalu belajar menjadi sosok yang beliau teladani.  LEBIH DARI ITU saya menginginkan yang terbaik bagi organisasi ini.  saya ingin agar harapan yang sama sama kita letakkan di organisasi ini bisa segera terwujudkan melalui kolaborasi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena saya pahami proses <span style="color: #ff6600;">PEMILIHAN PENGURUS</span> ini bukanlah sekedar proses menunjuk satu Nahkoda dimana nasib kita akan di berikan tapi ini adalah lebih pada proses memilih Partner kerja dimana kita mengikatkan komitmen untuk bersama mewujudkan harapan kita.  Semoga Proses ini member berkah bagi kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">SEMOGA</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

