November 12th, 2009
Tak disangkal keberadaan internet menjadi satu kemudahan bagi produsen untuk menjangkau konsumennya guna mengkomunikasikan produk. Tinggalkan era berbudget tinggi dan tidak langsung menjangkau target market dalam mengirimkan fax, brosur atau surat. Karena Internet memungkinkan kita menggunakan email yang tidak saja memberi kemudahan dan biaya rendah yang diperoleh, namun juga bisalangsung menjangkau sasaran dan penghematan waktu. Maraknya fenomena Facebook pun menciptakan media tersendiri bagi produsen untuk menempatkan media promosi di jejaring sosial ini. Mulai dari hal sederhana untuk memakai accout pribadi menjadi account bisnis atau produk, menciptakan halaman groups produk hingga mengembangkan fanspage. pasar facebook indonesia yang menempati no 7 didunia menciptakan populasi tersendiri bagi penetrasi produk. siapa yang tak tergiur.

Sedikit menempatkan diri pada kursi yang berbeda dari kursi Produsen, sebagai konsumen sayapun merasakan manfaat berlebih dari adanya internet ini. Produk-produk bisa saya cari, dapatkan dan bandingkan dengan cepat secara online. Pencarian sayapun tak terbatasi oleh wilayah dan waktu lagi. Bahkan menariknya saya pun bisa memperoleh info mengenai produk dari berbagai testimoni atau pendapat orang melalui forum sehingga demikian jelas bagaimana fitur produk tersebut bisa memnuhi kebutuhan dan keinginan saya. Taruh kata: dunia di genggaman saya! [.......]
7 Comments; | Read on »
November 4th, 2009
Fenomena jejaring social sedikit banyak bisa kita kata sebagai wabah. Tak kurang banyak orang menanyakan kepemilikan facebook dalam pergaulan. Seakan tak afdol bila belum mempunyai ‘KTP’ di jaringan maya ini. Semua orang terasa demam untuk berlomba menyosialisasikan dirinya. Sebagai bentuk dari mikroblogging, facebook dirasa sangat instant dan tepat bagi budaya kita yang suka nimbrung bahkan ‘bergosip’, dan meluapkan keramahan. Bentuk yang lebih cepat mendapat reaksi daripada era blog yang dulu memang sempat mewabah. Bandingkan dengan blog yang kita harus lebih dahulu melakukan blog walking untuk menyosialisasikan diri bahkan juga untuk memberi komentar. Namun disini facebook tidak. Jaringan kita akan segera terbentuk dengan cepat begitu kita terhubung dengan sesama member, secepat komentar pada status yang kita update. Inilah istantnya.

Bahkan beberapa fungsi milist, mini blog, foto & video sharing bahkan agenda telah lengkap menghuni fitur Facebook. Bagaimana kita tidak tergiur dan tergila gila. Bahkan semua handphone terbaru belakangan ini tidak menonjolkan kata “akses Internet” untuk menunjukkan fitur internet yang dibenamkan dalam produknya. Tapi justru kata “Bisa Facebook-an!” lebih mempunya daya jual.[.......]
4 Comments; | Read on »
August 30th, 2008
Dalam buku berjudul : Ketika Mereka Dijual “ Perdagangan Perempuan dan Anak di 15 Propinsi di Indonesia, terbitan International Catholic Migration Commision (ICMC) Indonesia dan American Center for International Labor Solidarity (ACILS) dipaparkan berbagai hal hingga timbulnya perdagangan manusia. cukup menarik untuk disimak karena berbagai faktor turut andil hingga praktek seperti ini masih marak terjadi di dunia modern dimana masa perbudakan telah lama dihapuskan. Saya sendiri menyimpulkan Beberapa sebab perdagangan manusia masih terjadi di Indonesia karena:
a.Faktor berkurangnya kesejahteraan masyarakat dan makin menurunnya kemampuan ekonomi:
Menyebabkan satu motivasi untuk keluar dari keadaan dan dorongan untuk memperbaiki nasib di tempat lain. Dan kondisi ini menjadi target utama modus perdagangan manusia.
b.Faktor pendidikan yang masih rendah:
Memberikan kontribusi ketidak trampilan dan ketidak pengetahuan seseorang sehingga membuat mereka tidak bisa berbuat banyak saat mengalami ketidak adilan atau sebagai korban. [.......]
No Comments » | Read on »
August 30th, 2008
Gemba kaizen adalah satu upaya pendekatan dengan akal sehat dan biaya yang rendah untuk mengelola tempat kerja. Dengan komponen utama total quality management, total productive maintenance, management just in time, gugus kendali mutu dan lainnya.
Beberapa prinsip kaizen yang bisa diterapkan adalah:
a. Pelaksanaan 3 aturan dasar Kaizen:
i. Penataan/5R (Ringkas, rapi, Resik, Rawat & Rajin) guna mengembangkan kedisiplinan karyawan.
ii. Penghapusan Pemborosan bagi kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah.
iii. Standarisasiguna merumuskan cara baku terbaik dalam melaksanakan tugas.
b.Menerapkan konsep utama kaizen:
i. Menerapkan fungsi perbaikan dan pemelihraan dalam menajemen
ii. Menekankan pola piker berorientasi proses yang harus disempurnakan untuk meningkatkan hasil
iii. Menerapkan siklus PDCA pada perbaikan dan SDCA pada pemeliharaan
iv. Mengedepankan kualitas sebagai prioritas tertinggi
v. Mengumpulkan data sebagai dasar pemecahan masalah
vi. Menerapkan proses berikutnya pada konsumen internal maupun eksternal. [.......]
3 Comments; | Read on »
August 30th, 2008
The Celestial Management/manajemen langit merupakan satu manajemen yang ditulis oleh anak negri, mendasarkan pemikiran pada penggalian nilai-nilai spiritual sebagai ruh dalam menjalankan bisnis. Dimana perbedaan hakiki dengan manajemen lama adalah adanya pergeseran motivasi duniawi menjadi motivasi ukhrawi. Disini ilmu manajemen tidak lagi diartikan sebagai “getting things done through the people” tetapi “getting God-wil done by people”. Hingga dampak akhir yang diharapkan dengan penerapan manajemen ini adalah perubahan radikal baik dalam proses maupun tujuan akhir bisnis yang menuju God Corporate Governance.
Implementasi Visi manajemen langit di jabarkan dalam 3W (Worship, Wealth & Warfare) dengan pemaparan sebagai berikut:
Kategori I ( A Place of Worship – ZIKR):
- Zero Base : Bebas prasangka
- Iman : Berlandaskan keimanan kepada Tuhan
- Konsisten : Fokus pada satu tujuan
- Result Oriented : Berorientasi hasil tanpa mengesampingkan proses [.......]
No Comments » | Read on »