August 2nd, 2007
(SWOT Analysis)
Ada yang menarik saat pelaksanaan Workshop Ngeblog Sambil Ngebizz yang digelar Blogfam tanggal 28 Juli lalu di Hotel Sofyan Tebet. Saat sesi motivasi banyak muncul kata “Momentum”. Satu kata penanda “saat yang tepat” untuk memulai langkah terjun ke dunia bisnis. Tidak saja Yulia dari TDA yang mencetuskan kata itu, tapi beberapa peserta yang sharing pun mentestimonikan bahwa banyak momentum yang mereka dapatkan karena satu kepahitan. Entah itu ditipu orang, karena krismon, karena bangkrut dan sebagainya. Karena kepahitan itulah timbul satu tekat untuk menjalankan bisnis sendiri. Benar dikata bahwa sebenarnya momentum itu adalah kita sendiri yang seharusnya menciptakan. Karena pada dasarnya banyak kejadian di sekitar kita yang berlangsung dan menunggu dijadikan momentum yang tepat. Namun kini timbul pertanyaan apakah momentum yang tepat itu adalah selalu peristiwa yang pahit?
Jawabannya tentu saja , TIDAK!. Bahkan bila anda jeli untuk melihat sekitar anda, idealnya anda bisa memulai suatu bisnis disaat anda masih mampu mendapatkan penghasilan dari sektor non bisnis. Dengan demikian anda bisa mengisi “waktu pendapatan jeda” dimana bisnis anda belum menghasilkan return dengan sumber pendapatan non bisnis yang anda tekuni sekarang. Begitu bisnis tersebut telah besar dan mulai menjanjikan anda bisa menekuni dan melepas pekerjaan non bisnis anda. Lalu apa yang harus dilakukan untuk memperoleh momentum itu?. Ciptakan kemauan dan komitmen untuk segera mencari peluang bisnis. Dan pada nyatanya banyak sekali peluang yang ada di sekitar kita. Kita hanya perlu untuk memilih dan memilahnya.[.......]
6 Comments; | Read on »
July 10th, 2007
“Mahal sekali?”
Ini bukan komentar pertama yang aku terima di email juga bukan yang ke dua di YM.
“Kok gak gratis saja, kalau gratis Ok-lah buat ikut!”
Kembali aku dapatkan komentar ini yang tentunya bukan yang ketiga.
Aku sama sekali tidak heran!
Tanggal 28 Juli 2007 Blogfam mengadakan “WORKSHOP NGEBLOG SAMBIL NGEBIZZ”. Satu workshop interaktif bagi blogger yang berminat untuk mengembangkan usaha baik sebagai bisnis sampingan ataupun satu pilihan karir dengan menggunakan media blog sebagai media bisnis. Workshop ini saya lontarkan saat Mbak Elsa salah satu Moderator Blogfam pulang menegok negrinya. Dan didukung temen-teman blogfam dilemparkanlah workshop ini. Tak ada niatan lain di balik workshop ini selain keinginan untuk memberikan kegiatan positif bagi anggota blogfam untuk bisa memanfaatkan blognya lebih maksimal dan lebih memberikan peluang. Akan disyukuri bila nyatanya pelatihan ini bisa dibutuhkan anggota sehingga menjadi agenda rutin Blogfam setara dengan agenda Jumpa Penulis Blogfam yang telah beberapa kali tergelar.[........]
6 Comments; | Read on »
May 22nd, 2007
Saya tidak suka durian jangankan rasanya, aromanya saja sudah membuat saya mabok. Tapi saya suka sekali dengan serabi tidak saja rasa dan tekstur kulitnya tapi saya juga suka membuatnya. Bahkan bisa dikatakan ahli. Saya putuskan untuk membuat usaha serabi rasa durian karena usaha ini sangat menyenangkan. Membuat serabi bagai hoby bagai saya sementara rasa durian menjadi pilihan saya, meski saya kurang menyukainya tapi itulah yang di minati oleh konsumen saya.
Saya kerap kali menginspirasikan konsep “serabi rasa durian” ini bagi rekan-rekan saya yang akan memulai bisnis. Kebingungan seringkali muncul untuk menentukan usaha apa yang tepat untuk dijalani. Ikut trendkah atau mengikuti kata hati.
BUATLAH SERABI
Bisa dibilang menjalankan usaha yang bersandar dari kesenangan, minat, keahlian atau hoby akan membuat usaha yang kita jalankan menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Tak ada rasa berat saat bersusah payah membangunnya dan tak ada kata lelah kala memikirkan perkembangannya. Karena kita tak lagi melihat usaha ini hanya sebagai pekerjaan. Namun sudah ada hidup dan hati kita yang ditaruh di sana, yang membuat semangat kita pantang untuk padam. Bagaimanapun dalam berwira usaha, diri kitalah yang akan menjadi kaki dan otak jalannya usaha. Kaki dan otak tak akan terbakar semangat dan hasratnya bila tak dijembatani dengan adanya hati disana. Tanpa adanya kesenangan yang melandasinya. [.......]
3 Comments; | Read on »