<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SamBizz - Business &#38; Personal Website of Be Samyono [Inspiring the business &#38; entrepreneurship] &#187; Business Practice</title>
	<atom:link href="http://www.be-samyono.com/category/practice/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.be-samyono.com</link>
	<description>Business, entrepreneur, lifestyle, fiction, photography, bisnis, kewirausahaan, gaya hidup, cerita fiksi, photografi, bambang eko samiono</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Oct 2011 04:01:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kerlipbintang &#8211; Kilaunya Bisnis Webdesign</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/29/kerlipbintang-kilaunya-bisnis-webdesign/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/29/kerlipbintang-kilaunya-bisnis-webdesign/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 09:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[praktis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jangan meremehkan kekuatan mulut &#38; jaringan. Demikianlah yang tergambar dari bisnis Web Designer yang dijalankan Yana Mintaraga yang biasa dipanggil Yna.  Ibu yang sibuk dengan 3 putra-putrinya ini masih bersemangat untuk  menjalankan bisnis yang bisa dikendalikan dan dikerjakan dari rumah disela peran hariannya.  Dengan gaya pendekatan yang khas terhadap komunitasnya Yna cukup santun dan akrab mempromosikan jasanya melalui jejaring. Tengok kalimat yang familiar disampaikannya:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Yna" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Yana.jpg" alt="" width="360" height="319" /></p>
<p style="text-align: justify;">"Saya ngeblog sejak 2004 (blog pertama). Perkembangan blog atau weblog hingga sekarang ini demikian pesat. Ada yang tetap dan tentu saja banyak yang berubah. Blog tetap menjadi media personal untuk mengekspresikan diri, berbagi ilmu, bahkan ladang bisnis. Yang banyak berubah adalah fasilitas blog itu sendiri, seperti layanan penyedia blog gratisan dan segala perniknya yang semakin lengkap dan memanjakan para blogger. Karena media personal, tentu saja pemilik blog berusaha membuat blognya berbeda dengan lainnya. Sebagai bentuk identitas diri yang bisa diwujudkan dalam bentuk tampilan blog atau biasa disebut template. Tidak susah untuk mencari template yang diinginkan. Pilihannya bisa buat sendiri, nyomot free template dan bisa juga keluar kocek untuk membeli atau membayar jasa web designer. Pilihan terakhir di atas ada pada saya, Saya bisa membuatkan desain weblog untuk Blogspot (Blogger.com), Blogdrive atau Wordpress dengan tarif terjangkau. Silahkan sampaikan konsep template idaman anda, dan Insya Allah akan saya wujudkan".</p> [.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (29102009-10.00)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan meremehkan kekuatan mulut &amp; jaringan. Demikianlah yang tergambar dari bisnis Web Designer yang dijalankan Yana Mintaraga yang biasa dipanggil Yna.  Ibu yang sibuk dengan 3 putra-putrinya ini masih bersemangat untuk  menjalankan bisnis yang bisa dikendalikan dan dikerjakan dari rumah disela peran hariannya.  Dengan gaya pendekatan yang khas terhadap komunitasnya Yna cukup santun dan akrab mempromosikan jasanya melalui jejaring. Tengok kalimat yang familiar disampaikannya:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Yna" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Yana.jpg" alt="" width="360" height="319" /></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya ngeblog sejak 2004 (blog pertama). Perkembangan blog atau weblog hingga sekarang ini demikian pesat. Ada yang tetap dan tentu saja banyak yang berubah. Blog tetap menjadi media personal untuk mengekspresikan diri, berbagi ilmu, bahkan ladang bisnis. Yang banyak berubah adalah fasilitas blog itu sendiri, seperti layanan penyedia blog gratisan dan segala perniknya yang semakin lengkap dan memanjakan para blogger. Karena media personal, tentu saja pemilik blog berusaha membuat blognya berbeda dengan lainnya. Sebagai bentuk identitas diri yang bisa diwujudkan dalam bentuk tampilan blog atau biasa disebut template. Tidak susah untuk mencari template yang diinginkan. Pilihannya bisa buat sendiri, nyomot free template dan bisa juga keluar kocek untuk membeli atau membayar jasa web designer. Pilihan terakhir di atas ada pada saya, Saya bisa membuatkan desain weblog untuk Blogspot (Blogger.com), Blogdrive atau Wordpress dengan tarif terjangkau. Silahkan sampaikan konsep template idaman anda, dan Insya Allah akan saya wujudkan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulanya saya tidak mengenal Yna secara pribadi karena tak banyak saya bersentuhan dengan lingkup kerjanya meski kami sama-sama aktif di Komunitas Blogger Familly (BlogFam).  Sebagai blogger yang mulai Go Blog di awal 2005 pun saya telah dibantu oleh beberapa rekan saya dalam mendevelop web gratisan saya.  Hasilnya selama 2 tahun tak ada kata penting untuk menggunakan jasa web designer.  Pemikiran ini berubah saat saya berkeinginan mempunyai web pribadi berbayar yang bisa saya kelola sesuai keinginan saya.  Masalah timbul saat saya ingin mencari web designer yan tepat untuk pekerjaan ini.  Dari google mungkin akan saya dapat ratusan penawar jasa sejenis.  Namun apakah &#8220;kolaborasi&#8221; itu akan muncul mengingat yang saya inginkan bukan hanya orang yang bisa menuntaskan pekerjaan ini tapi juga bisa diajak diskusi, memberi masukan plus bisa mengajarkan saya beberapa hal kecil mengenai bidang yang saya anggap buta ini.  Persyaratan ini menjadi wajib bagi saya karena saya tidak ingin terlalu tergantung bila ada masalah kecil ataupun ada perubahan minor yang menyertai perkembangan web saya.  Pun saya ingin mendapatkan gambaran global mengenai hal teknisnya sehingga saya tahu rambu-rambu dan mekanisme yang berjalan di web saya.  Singkat kata saya tidak ingin mengatakan <span style="color: #ff6600;">&#8220;Saya tidak tahu apa-apa&#8221;.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Nama Yna disodorkan oleh seorang teman disertai promosi akan keprofesionalan Yna.  Saya pun tertarik.  Kendala keberadaan Yana di Banten dan saya di Jakarta  bukanlah masalah dalam bekerja dan berkomunikasi.  Saya yang detail dan sangat perfectionist plus banyak tanya bisa diimbangi dengan kesabaran dan kedetailan Yna.  Desain pertamapun diselesaikan dengan memuaskan bahkan saya disertai pula dengan CD tutorial dan beberapa sofware yang memungkinkan saya melakukan editing.  Meski cukup pusing dengan versi pertama Wordspress namun sepertinya tak ada kendala berarti.  Kerjasama saya dengan Ynapun masih bergulir sampai sekarang dengan beberapa proyek lainnya.  Secara pribadi saya sebut Yna sebagai <span style="color: #ff6600;">&#8220;Pembimbing Spiritual&#8221;</span> saya dalam hal utak atik web desain ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Piawai menghandle customer, itulah yang bisa saya katakan mengenai bagaimana bisnis rumahan ini sukses di jalankan oleh Yna.  Sabar dan jeli mendengarkan kemauan customer dan menyikapinya dengan rasionalitas teknis pekerjaan sangat mengedukasi customer.  Hingga customer bisa tahu sejauh mana keinginannya bisa terealisasi dalam desain yang diinginkan.  Fokus pada bisnispun menjadi kunci sukses lain.  Yna memilih untuk menekuni satu program dengan alasan sederhana.  Supaya Expert!.  Alasan ini sangat wajar karena perkembangan sofware cukup membanjir.  Perlu fokus untuk eksis di satu pilihan. Toh 1 sofware tak usai  perkembangan versi dan fiturnya.  Dan tanpa banyak beriklan keberadaan Yana di komunitas blogger cukup membuat kompetensinya ini bergaung dari mulut ke mulut di jaringan hingga membuat bintangnya semakin berkilau.  Sukses!.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Kontak Yna:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">mail &amp; facebook: bundana(at)gmail.com</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">hp: 081315036335</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">YM: bintang_yn</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/29/kerlipbintang-kilaunya-bisnis-webdesign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hubungan Industrial dalam Ridho</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/09/hubungan-industrial-dalam-ridho/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/09/hubungan-industrial-dalam-ridho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 07:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[praktis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ramadhan minggu kedua, bisa jadi merupakan waktu yang ditunggu para karyawan menjelang lebaran.  Apalagi kalau bukan mengacu pada pembagian THR.  Dibalik semangat menyambut hari Fitri tak dapat dipungkiri Lebaran merupakan perayaan extra yang dibarengi dengan pengeluaran yang extra pula.  Terlebih bila ditambah dengan kebutuhan akan mudik.  Pengeluaranpun akan bertambah extra dengan biaya transportasi mudik plus buah tangan, yang mau tak mau sudah menjadi satu kewajiban.  Untuk itulah THR sangat mutlak menjadi bagaian yang harus ada bagi mereka.  Sebaliknya bagi pengusaha, bisa jadi moment ini adalah moment pengeluaran ekstra.  Karena pengusaha diharuskan memberikan <span style="color: #ff6600;">'gaji ke 13</span><span style="color: #ff6600;">'</span> bagi karyawannya sesuai dengan peraturan menteri tenaga kerja.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Genggam Uang" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/uang-genggam.jpg" alt="" width="292" height="195" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi ini juga menjadi ritual yang jamak di Mr Copy.  Sejak keberadaan Mr Copy sebagai usaha saya 11 tahun yang lalu suasana ini tidaklah pernah berubah. Kebutuhan karyawan sudah menjadi hal mutlak untuk pemenuhan THR ini.  Bahkan bukan itu saja, karena sebagian besar karyawan berasal dari Jawa dengan keluarga berada di Jawa maka mudikpun menjadi satu keharusan. Dan rentetannya akhirnya adalah bertambahnya jadwal libur karyawan menjadi 2 kali lipat dari waktu seminggu yang ditetapkan. </p> [.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (08102009-22.23)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ramadhan minggu kedua, bisa jadi merupakan waktu yang ditunggu para karyawan menjelang lebaran.  Apalagi kalau bukan mengacu pada pembagian THR.  Dibalik semangat menyambut hari Fitri tak dapat dipungkiri Lebaran merupakan perayaan extra yang dibarengi dengan pengeluaran yang extra pula.  Terlebih bila ditambah dengan kebutuhan akan mudik.  Pengeluaranpun akan bertambah extra dengan biaya transportasi mudik plus buah tangan, yang mau tak mau sudah menjadi satu kewajiban.  Untuk itulah THR sangat mutlak menjadi bagaian yang harus ada bagi mereka.  Sebaliknya bagi pengusaha, bisa jadi moment ini adalah moment pengeluaran ekstra.  Karena pengusaha diharuskan memberikan <span style="color: #ff6600;">&#8216;gaji ke 13</span><span style="color: #ff6600;">&#8216;</span> bagi karyawannya sesuai dengan peraturan menteri tenaga kerja.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Genggam Uang" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/uang-genggam.jpg" alt="" width="292" height="195" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi ini juga menjadi ritual yang jamak di Mr Copy.  Sejak keberadaan Mr Copy sebagai usaha saya 11 tahun yang lalu suasana ini tidaklah pernah berubah. Kebutuhan karyawan sudah menjadi hal mutlak untuk pemenuhan THR ini.  Bahkan bukan itu saja, karena sebagian besar karyawan berasal dari Jawa dengan keluarga berada di Jawa maka mudikpun menjadi satu keharusan. Dan rentetannya akhirnya adalah bertambahnya jadwal libur karyawan menjadi 2 kali lipat dari waktu seminggu yang ditetapkan.  Sebagai pengusahapun saya tak bisa berbuat banyak karena ini sudah menjadi satu budaya industri usaha saya.  Karena beberapa pekerjaan yang terkait seperti toko kertas, tukang sablon, tukang cetak, dan semua yang terkait sama mengalami hal serupa.  Dengan demikian pemakluman lah yang harus di penuhi.  Namun karena beberapa langganan kami adalah kantor-kantor yang tidak mengalami libur sepanjang itu maka saya memberlakukan lembur bagi karyawan yang tinggal di Jabodetabek, meski beberapa pekerjaan tetap tidak bisa dijalankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Manajemen Mr Copy sendiri telah memulai mempunyai ritual menjelang lebaran selain pembagian THR diantaranya adalah buka puasa bersama serta pembagian parcel.   Berbuka puasa bersama sudah menjadi kebutuhan bukan saja karena kebutuhan akan komunikasi dan kebersamaan namun juga bagian dari wujud silaturahmi antara karyawan dan manajemen. Untuk parcel manajemen lebih memfokuskan pada bahan kebutuhan pokok yang memang menjadi keinginan karyawan ditambah dengan baju atau sarung. Tak dipungkiri kondisi kadang tidak seperti yang diharapkan  terlebih adanya resesi global seperti tahun ini.  Beberapa outlet terkena imbasnya.  Dalam kondisi seperti ini manajemen tetap bersikukuh untuk memenuhi kewajiban dan ritual tahunannya ini  bagaimanapun caranya.  Alasan utama sederhana saja manajemen menganggap ini sudah menjadi <span style="color: #ff6600;">HAK KARYAWAN</span>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam situasi ini bisa menggambarkan bagaimana hubungan industrial antara buruh dan pengusaha terjadi. Hal ini seringkali menjadi topik diskusi yang menarik bersama teman-teman. Hingga ada yang menanyakan, &#8220;Kalau begini enakan tangan diatas atau dibawah yah?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Jawab saya sederhana saja.  &#8220;Dua-dua harusnya enak&#8221;.  Karena dalam hubungan industrial antara karyawan dan majikan faktor terpenting adalah bagaimana menyeimbangkan pemenuhan antara hak dan kewajiban kedua belah pihak.  Bila telah saling menunaikan kewajiban pastinya hak akan mengikuti dan dipenuhi.  Tinggal bagaimana keikhlasan dalam menunaikan kewajiban ini di ekspresikan.  Agar <span style="color: #ff6600;">KEWAJIBAN</span> menjadi pemenuhan tanggung jawab yang diemban dan <span style="color: #ff6600;">HAK</span> menjadi ridho bagi keduanya.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/09/hubungan-industrial-dalam-ridho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Comeback Sebagai Newbie &#8230; Saya &amp; Clijsters</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/09/09/comeback-sebagai-newbie/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/09/09/comeback-sebagai-newbie/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 07:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kim Clijsters, nama yang cukup sulit untuk dituliskan namun cukup familier untuk di ingat.  Terlebih bagi penggemar tennis.  Sebuah nama yang tengah menorehkan catatan fenomenal di ajang US Open  2009 ini.  Betapa tidak.  Setelah absen dari dunia tenis lebih dari 2 tahun (Mei 2007), Kim berhasil menjejak babak semifinal turnamen akbar ini meski harus merangkak dari babak kualifikasi dengan fasilitas <em>wildcard</em>.  Beberapa pihak memaklumi prestasi fenomenal ini, mengingat Kim merupakan pemegang 3 kali juara grandslam dan pemain nomer satu dunia tahun 2003 dan 2006, namun bagaimanapun bila ditengok selama ini tak ada pemain <em>wildcard</em> terlebih pemain yang telah break sekian lama untuk menjadi ibu, bisa melakukan apa yang Kim peroleh disini.  Jelas ini sungguh luar biasa! Setidaknya sayalah yang cukup mengagumi dan salut atas prestasi ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://smg.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/?action=view&#38;current=Clijsters.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Clijsters.jpg" border="0" alt="Kim" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Comeback</span>, selalu menjadi hal yang sulit bagi siapapun.  Termasuk juga bagi Kim.  Setidaknya guna membuktikan bahwa kembalinya kita bisa menorehkan prestasi lebih atau setidaknya menyamai prestasi sebelumnya.  Karena mau tidak mau inilah tolok ukur di mana orang bisa mengingat apa yang pernah kita capai. Sepertinya saya harus berkaca pada Kim merujuk kata comeback yang belakangan ini juga tengah saya lakukan. Meski dalam dunia dan kondisi yang berbeda namun jelas comeback ini mempunyai cerita yang sama-sama menarik.[........]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kim Clijsters, nama yang cukup sulit untuk dituliskan namun cukup familier untuk di ingat.  Terlebih bagi penggemar tennis.  Sebuah nama yang tengah menorehkan catatan fenomenal di ajang US Open  2009 ini.  Betapa tidak.  Setelah absen dari dunia tenis lebih dari 2 tahun (Mei 2007), Kim berhasil menjejak babak semifinal turnamen akbar ini meski harus merangkak dari babak kualifikasi dengan fasilitas <em>wildcard</em>.  Beberapa pihak memaklumi prestasi fenomenal ini, mengingat Kim merupakan pemegang 3 kali juara grandslam dan pemain nomer satu dunia tahun 2003 dan 2006, namun bagaimanapun bila ditengok selama ini tak ada pemain <em>wildcard</em> terlebih pemain yang telah break sekian lama untuk menjadi ibu, bisa melakukan apa yang Kim peroleh disini.  Jelas ini sungguh luar biasa! Setidaknya sayalah yang cukup mengagumi dan salut atas prestasi ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://smg.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/?action=view&amp;current=Clijsters.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Clijsters.jpg" border="0" alt="Kim" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Comeback</span>, selalu menjadi hal yang sulit bagi siapapun.  Termasuk juga bagi Kim.  Setidaknya guna membuktikan bahwa kembalinya kita bisa menorehkan prestasi lebih atau setidaknya menyamai prestasi sebelumnya.  Karena mau tidak mau inilah tolok ukur di mana orang bisa mengingat apa yang pernah kita capai. Sepertinya saya harus berkaca pada Kim merujuk kata comeback yang belakangan ini juga tengah saya lakukan. Meski dalam dunia dan kondisi yang berbeda namun jelas comeback ini mempunyai cerita yang sama-sama menarik.</p>
<p style="text-align: justify;">Comeback saya merujuk pada aktifitas Blog saya.  Hampir setahun saya menelantarkannya bahkan tak lagi menengoknya.  Tidak saja tangan saya sudah kaku untuk menuliskan beragam pemikiran tapi otak sayapun sudah cukup beku untuk merangkai apa yang ingin saya tuliskan.  kata-kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;nanti saja&#8221; </span>menjadi kata tunda yang tak ter <span style="color: #ff6600;">&#8220;date-line&#8221;.</span> Mungkin kesamaan saya dengan Kim ada disini, sama-sama menghadapi masalah internal dengan diri sendiri untuk mengembalikan performa pada tingkatan mula sebelum semua ini ditinggalkan.  Dan saya yakin, seperti yang Kim lakukan.  Bila saya kembali mengasah kemampuan saya yakin performa menulis saya akan kembali tajam.  Ini hal yang layak dan lumrah.  hal yang bisa saya kendalikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesulitan justru akan terhadapi saat saya berhadapan dengan Faktor ekternal yang salah satu diantaranya adalah <span style="color: #ff6600;">Networking</span>.  Kekuatan blogging ada di blogwalking, karena dengan blogwalkinglah network bisa dirajut.   Shout, komen menjadi roh bagi keakraban dan pertemanan.  Apa jadinya bila aktifitas itupun sudah tak saya jamah.  Dapat di tebak blog sayapun kembali sepi.  Ditambah dengan banyaknya rekan-rekan dinetwork saya yang tidak aktif, makin membuat daftar panjang tenggelamnya awareness terhadap blog saya.  Dan parahnya ini salah satu faktor yang tidak bisa saya kendalikan. Beruntung Kim mempunyai faktor ekternal yang sangat mendukung comebacknya hingga tidak mengalami keparahan seperti yang saya alami.  Dimana dalam kondisi ini saya kembali menjadi Newbie.  kembali mengais pertemanan dan mencari komunitas tempat bisa bersama membuahkan ekspresi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila di reka-reka menggunakan SWOT analysis mestinya  terlihat hambatan eksternal saya lebih besar daripada Internal. Namun bila dilihat lebih detail faktor eksternal yang saya  punyai bukanlah murni sebuah hambatan namun lebih tepat disebut opportunity yang belum saya kelola.  Masih ada harapan untuk bisa kembali eksis dan menyematkan dengan bangga kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;blogger&#8221;</span> di dada saya.  Pun sebenarnya bila nantinya blog saya tidak ada network sebenarnya bukanlah kegagalan yang saya peroleh.  Karena dari awal bukanlah menjadi <span style="color: #ff6600;">&#8220;famous&#8217; </span>yang ingin saya capai dalam dunia blog melainkan membelajarkan diri untuk bisa bersikap konsisten utamanya dalam hal menulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh jelas, apapun tolok ukur yang dipatok orang ternyata tolok ukur yang di kita tetapkan sendiri mempunyai daya motivasi lebih dari sekedar ekspektasi yang orang awam harapkan.  Jadi rasanya tak perlu takut menjadi Newbie, takutlah bila tujuan pribadi saya yang justru tak bisa saya penuhi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/09/09/comeback-sebagai-newbie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali GO BLOG</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/09/03/kembali-go-blog/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/09/03/kembali-go-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 05:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hampir setahun kata blog tak banyak memberikan arti lagi dibenak saya.  Bukannya saya mengingkari bagaimana benefit blog saya peroleh selama ini.  Kembali   kesibukan kuliah yang jadi pangkal persoalannya.  Rasanya saya tak ingin berlama-lama dalam hibernasi terlebih terbengkelai karena alasan klasik. saya ingin   kembali <span style="color: #ff9900;">GO BLOG</span>.  Sepertinya kembali adalah kata yang mudah, namun tidak demikian kenyataannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://smg.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/?action=view&#38;current=thumb-sam.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/thumb-sam.jpg" border="0" alt="Cover" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Trend ngeblog telah turun drastis, banyak rekan-rekan yang beralih ke Facebook atau microblogging lainnya macam twitter atau purlk untuk sosialisai.  Sudah   pasti ini akan meniadakan jaringan pertemanan yang dulunya dengan mudah terhubung oleh shout atau comment dalam blog.  Sedikit sekali rekan-rekan yang saya   kenal yang masih tetap menulis, namun kondisi ini tak menyurutkan niat. Saya yakin ada generasi lain diluar yang dulunya eksis, yang masih tetap terus   ngeblog dan bisa kembali merajut jaringan. Dan bila menyadari apa tujuan saya go blog, yang tak lain untuk memindahkan isi kepalaku dalam media yang bernama   jurnal. Maka  saya rasa tak ada ruginya saya kembali menjadi newbie.  Memulai segala sesuatunya dari awal.[........]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">By Be Samyono </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hampir setahun kata blog tak banyak memberikan arti lagi dibenak saya.  Bukannya saya mengingkari bagaimana benefit blog saya peroleh selama ini.  Kembali   kesibukan kuliah yang jadi pangkal persoalannya.  Rasanya saya tak ingin berlama-lama dalam hibernasi terlebih terbengkelai karena alasan klasik. saya ingin   kembali <span style="color: #ff9900;">GO BLOG</span>.  Sepertinya kembali adalah kata yang mudah, namun tidak demikian kenyataannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://smg.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/?action=view&amp;current=thumb-sam.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/thumb-sam.jpg" border="0" alt="Cover" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Trend ngeblog telah turun drastis, banyak rekan-rekan yang beralih ke Facebook atau microblogging lainnya macam twitter atau purlk untuk sosialisai.  Sudah   pasti ini akan meniadakan jaringan pertemanan yang dulunya dengan mudah terhubung oleh shout atau comment dalam blog.  Sedikit sekali rekan-rekan yang saya   kenal yang masih tetap menulis, namun kondisi ini tak menyurutkan niat. Saya yakin ada generasi lain diluar yang dulunya eksis, yang masih tetap terus   ngeblog dan bisa kembali merajut jaringan. Dan bila menyadari apa tujuan saya go blog, yang tak lain untuk memindahkan isi kepalaku dalam media yang bernama   jurnal. Maka  saya rasa tak ada ruginya saya kembali menjadi newbie.  Memulai segala sesuatunya dari awal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebulan lalu kembali saya libatkan Yna rekan web designer handal saya untuk mengutak atik blog yang ingin saya sederhanakan.  Bukan perubahan mayor, saya   hanya ingin begitu domain <span style="color: #ff6600;">www.be-samyono.com</span> dibuka langsung tertuju pada tulisan saya di Sambizz.  Selama ini pembaca harus digiring terlebih dahulu pada   web cover yang akan menuntun pembaca pada pilihan masuk ke Sambizz, Samroads, Samwords atau samlens.  Satu konsep dimana dulunya saya ingin ke 4 blog yang   terintegrasi berada pada level yang sama.  Namun ternyata konsep ini tidak efektif.  Alasannya.  Orang enggan untuk mengexplore sebuah web baru, selain itu adanya kelemahan karena domain www.be-samyono.com hanya berupa cover hingga pake ranknya terpuruk.  Kini saya harus memilih Sambizz menjadi main blog saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan hilangnya page cover. Maka Sambizz yang terakses melalui <span style="color: #ff6600;">www.be-samyono.com</span> menjadi home bagi ketiga blog lainnya.  Konsekwensi ini membawa saya pada tuntutan untuk bisa mengisi sambizz dengan rutin dan berbobot. Mengingat selain sambizz telah menjadi main blog, juga karena postingan sambizz khusus untuk topik yang tidak ringan.  Selebihnya secara layout sama sekali tidak ada perubahan.  Karena kembali saya ingin memfokuskan pada konten.   tak ada keinginan lebih dari perubahan dan kembalinya niat saya untuk go blog kecuali hanya untuk bersikap konsisten terhadap apa yang telah saya punyai dan jalani selama ini.  Apalagi kalau bukan <span style="color: #ff6600;">BLOG</span> ini!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/09/03/kembali-go-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyorot Laskar PB2008</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2008/11/24/menyorot-laskar-pb2008/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2008/11/24/menyorot-laskar-pb2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 10:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span><strong>Pesta offline</strong> telah usai, namun keriuhan pesta di dunia maya justru baru dimulai.  Begitulah pestanya para blogger. Pesta offline hanya sekedar kumpul dan berbagi kenarcist-an dan bersedikit membangun harapan.   Selebihnya pesta online lebih menggiurkan meski tanpa doorprise.  Adrealine pun saling berkejar untuk menjadi yang pertama untuk mengisi blog, multiply, facebook, friendster, flicker dan bermacam media lain untuk saling berbagi cerita, photo, video, berkomentar sekaligus mengomentari dan juga memampangkan jati diri.  Dan bisa ditebak official website PB2008 akan kebanjiran link yang semua mengacu pada PB2008.  Entah apakah ada niat panitia untuk memasukkan hajatan ini dalam catatan <strong>MURI</strong> atau tidak. Disinilah pesta sesungguhnya dimulai.   Kemeriahan yang dimulai dengan start yang sama. Dari sebuah <strong>PESTA!</strong></p>

<p style="text-align: justify;">Saya sendiri tak lebih dari sebutir penggembira yang mencari kesibukan di sebauh pesta ternyata mau tak mau adrealine blogger saya terpacu mempestakan hajatan yang telah usai tersebut di dunia maya.  Terlepas dari apapun hasil dari pesta blogger tersebut namun saya meyakini ada keringat yang tak bisa dinilai dengan hanya dari kata berhasil atau sebaliknya. keringat itu berlabelkan kata <strong>PROSES.</strong> Dibenak saya bisa membayangkan bahwa tidak mudah untuk menyelenggarakan acara akbar dan sosial dengan 1000 undangan dan dukungan pihak pemerintah maupun swasta meski ini bukanlah kesempatan pertama. Pasti ada pengorbanan dari pihak pelaksana meskipun itu suatu hal yang jamak namun patut rasa terima kasih diapreasikan pada mereka.  Saya pribadi melihat banyak laskar berperan dan dikerahkan untuk suksesnya hajatan akbar ini. Laskar yang membuat tangan dan jari jempol saya menari-nari mengapresiasi peran mereka. [.....]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (24112008.14.59)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span><strong>Pesta offline</strong> telah usai, namun keriuhan pesta di dunia maya justru baru dimulai.  Begitulah pestanya para blogger. Pesta offline hanya sekedar kumpul dan berbagi kenarcist-an dan bersedikit membangun harapan.   Selebihnya pesta online lebih menggiurkan meski tanpa doorprise.  Adrealine pun saling berkejar untuk menjadi yang pertama untuk mengisi blog, multiply, facebook, friendster, flicker dan bermacam media lain untuk saling berbagi cerita, photo, video, berkomentar sekaligus mengomentari dan juga memampangkan jati diri.  Dan bisa ditebak official website PB2008 akan kebanjiran link yang semua mengacu pada PB2008.  Entah apakah ada niat panitia untuk memasukkan hajatan ini dalam catatan <strong>MURI</strong> atau tidak. Disinilah pesta sesungguhnya dimulai.   Kemeriahan yang dimulai dengan start yang sama. Dari sebuah <strong>PESTA!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri tak lebih dari sebutir penggembira yang mencari kesibukan di sebauh pesta ternyata mau tak mau adrealine blogger saya terpacu mempestakan hajatan yang telah usai tersebut di dunia maya.  Terlepas dari apapun hasil dari pesta blogger tersebut namun saya meyakini ada keringat yang tak bisa dinilai dengan hanya dari kata berhasil atau sebaliknya. keringat itu berlabelkan kata <strong>PROSES.</strong> Dibenak saya bisa membayangkan bahwa tidak mudah untuk menyelenggarakan acara akbar dan sosial dengan 1000 undangan dan dukungan pihak pemerintah maupun swasta meski ini bukanlah kesempatan pertama. Pasti ada pengorbanan dari pihak pelaksana meskipun itu suatu hal yang jamak namun patut rasa terima kasih diapreasikan pada mereka.  Saya pribadi melihat banyak laskar berperan dan dikerahkan untuk suksesnya hajatan akbar ini. Laskar yang membuat tangan dan jari jempol saya menari-nari mengapresiasi peran mereka.<br />
<span style="color: #ff6600;"><strong><br />
LASKAR NARSIST</strong></span><br />
Meminjam komentar bung Abi Hasantoso dari http://jakartasiana.blogspot.com yang terkaget karena baru kali ini melihat satu panitia ditampilkan di podium sampai durasi lebih dari 10 menit.  Rasanya saya tak salah bila menyematkan label LASKAR NARSICT pada mereka.  Dan rasanya tak salah juga bila mereka disebut demikian karena komposisi kepanitiaan tahun lalu dan tahun ini taklah berubah banyak dan masih menjunjung pepatah &#8220;gue lagi-gue lagi&#8221;.  Dosa? saya pikir tidak.  Bukan karena berhasil mengukuhkan kenarsist-an hingga menjadi teladan bagi para blogger namun saya sangat mengapresiasi pembenahan yang dilakukan pada PB2008.  Adanya award yang diberikan pada komunitas blogger dan beasiswa blogger patut diacungi jempol.   Namun bagi saya yang hanya butir penggembira pembenahan yang nyata lebih saya lihat di menu makan siang dan break yang lebih manusiawi dari kualitas dan ketersediannya dibanding tahun lalu, sponsor yang lebih membumi, doorprise yang menggiurkan juga tidak terusir tepat jam lima karena keterbatasan sewa ruang.  Saya letakkan 2 jempol untuk laskar narsist kali ini.  Tak hendak saya balik satu jempol saya  karena saya yakin mereka baru bisa tidur nyenyak begitu acara ini usai.  Biarlah ketenangan sesaat menjadi milik mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>LASKAR NGAMPAR</strong></span><br />
1000 orang bukanlah jumlah yang sedikit.   1000 bukanlah bilangan yang terkumpul di satu ruang tapi 1000 kekuatan suara dan polah yang disatukan dalam satu ritme.   Sayang sekali ritme yang dihasilkan hanya mendengungkan nada sumbang.  Tidak membangun kesemangatan ataupun kebersamaan.   Selain kebanggaan sebagai sebuah komunitas partial.   Di dua PB saya hadir dan sayang sekali untuk kali inipun suara bulat kebersamaan masih jauh untuk didengar menjadi melodi yang indah.   Namun saya salut para laskar yang rela NGAMPAR ini adalah orang-orang baru, yang bisa dikatakan bahwa regenerasi blogger sedemikian pesatnya.   Saya jadi tergelitik mempertanyakan generasi lama kemana ya? ganti media ekspresi atau terbang seusai musim trend usai?</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>LASKAR ASING</strong></span><br />
&#8220;Meminjam Panca Indra Orang&#8221;   begitu saya mengartikan diundangnya Mark Tafoya (USA), Anthony Bianco (Aus), Jeff Ooi (Malaysia), Mike Aquino (Filipina), dan Mr. Brown (Singapura). Kelima laskar asing ini diajak berkeliling ke Bali dan Jogja untuk lebih mengenal sebagian Indonesia sebelum kemudian hadir pada puncak PB 08 di Jakarta Sabtu lalu. Keyakinan saya mengatakan bahwa kelimanya tidak diundang hanya karena tema kali ini adalah Blogging for Society namun karena kesadaran akan kekuatan sebuah blog untuk berbicara.   Dan kekuatan ini disadari sekali oleh Departemen terkait yang menjadi sponsor untuk menyuarakan potensi Indonesia utamanya dalam hal pariwisata.   Panca indra mereka dipinjam untuk bisa merasakan pengalaman luar biasa selama berkunjung dengan harapan tangannya akan menuturkan hal ini dalam blog mereka begitu mereka kembali.   Idealnya akan ada feedback positif dari para pembaca blog mereka.   Satu acungan jempol saya acungkan sembari meletakkan satu telapak tangan saya didada. Saya prihatin.   Prihatin karena mestinya kita tidak perlu menyewa panca indera mereka bila kita sendiri mampu untuk bersuara.   Jumlah blogger yang tak hadir tentunya jauh lebih besar daripada yang duduk diruangan itu tentunya menjadi kekuatan besar untuk bersuara dan meneriakkan potensi wisata kita.   namun kembali sayang.   Tak banyak blogger kita yang konsisten secara spesifik menyuarakan topik aktual dan strategis apalagi dalam bahasa Inggris.   Disitulah kelemahan mendasar kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>LASKAR UNTUNG</strong></span><br />
Laskar untung saya sebutkan pada Komunitas Cahandong Jogja.   Inspirasinya dalam berbagi pada sesama dilihat Oxfam sebagai nilai tambah hingga mereka berhak menerima cek 10 juta serta paket PC.  Luar biasa dan patut diacungin jempol.   Tinggal kini satu tantangan bagi mereka akankan keberuntungan ini bisa menjadi pijakan guna mengkosistenkan diri pada kegiatan-kegiatan positif mereka atau akan stuck pada program &#8220;Jablay&#8221; (Jogja Blogger day) semata.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>LASKAR SEKSI</strong></span><br />
Bisa jadi Maylafayza akan menjadi icon Blogger Indonesia.   Tidak saja konsistensi dia dalam ngeblog namun juga andil dia di 2 PB ini.   Tahun lalu kehadirannya di podium menampilkan jatidirinya sebagai seorang blogger yang berbeda dengan penampilannya kali ini yang mengetengahkan sisi lain dari kebisaannya: Violist!.   Hal yang tak dapat dibedakan adalah penampilan May yang sedemikian leluasa dengan keseksiannya.   Keleluasaan yang menjadi PB2007 riuh karena close up camera tepat pada keseksiannya yang memenuhi layar perak Blitz Cineplex dan kali ini hentak gesekan dawai biolanya yang memaksa para blogger melupakan ke-mupeng-annya akan doorprise! Saya sendiri tak bisa mengacungkan 2 buah jempol untuk kehadiran Laskar seksi ini karena jemari saya sibuk mengabadikan moment dengan kamera saya yang sejauh ini saya amini bahwa <strong>&#8220;Wanita selalu tampak seksi bila memainkan alat musik!&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seksi, narsist, asing dan ngampar hanyalah warna pengotakkan.   Ketika semuanya membaur menjadi satu tercipta sinergi dan keindahan sebuah pelangi.   semoga tahun depan kembali muncul laskar yang lebih berani yang lebih menyuarakan<strong> &#8220;SUARA BLOGGER SECARA SATU DAN INDAH&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Photo ada <a href="http://besamyono.multiply.com/photos/album/8/Menyorot_Para_Laskar_PB2008_" target="_blank"><strong>DI SINI </strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2008/11/24/menyorot-laskar-pb2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trik &amp; Tips Memotret Di Perjalanan #2</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2007/12/25/trik-tips-memotret-di-perjalanan-part-ii/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2007/12/25/trik-tips-memotret-di-perjalanan-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 16:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong>TEKNIK </strong></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>a. Teknik Memotret</strong></span>
Pada dasarnya teknik memotret adalah teknik menggabungkan atau memadukan unsur pencahayaan, unsur kecepatan rana dan bukaan diafragma pada kamera.v  Pada kamera semi professional maupun professional unsur kecepatan rana dan bukaan diagfragma bisa diatur menurut kebutuhan kita.  Namun bila kita hanya mempunyai kamera pocket kita bisa mengaturnya lewat   menu instantnya seperti menu panorama (untuk memotret pemandangan), menu portrait (untuk memotret objek/profil), menu night (untuk memotret malam), menu makro (untuk memotret obyek sangat dekat, menu kecepatan tinggi (untuk memotret obyek bergerak) dan menu-menu instant lain yang tersedia.   Aturlah menu-menu yang ada dengan kebutuhan dan cobalah bereksperimen diluar menu full otomatis untuk mendapatkan hasil yang beda.

<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>b. Pencahayaan</strong></span>
Saat memotret di luar ruang cahaya matahari adalah sumber cahaya yang luar biasa besar pengaruhnya.   Sehingga kita harus pandai mengatur dan memanfaatkan jatuhnya cahaya pada obyek yang kita potret. Beberapa tips yang bisa diterapkan saat memotret siang hari:[.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (25122007.21.45)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong>TEKNIK </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>a. Teknik Memotret</strong></span><br />
Pada dasarnya teknik memotret adalah teknik menggabungkan atau memadukan unsur pencahayaan, unsur kecepatan rana dan bukaan diafragma pada kamera.v  Pada kamera semi professional maupun professional unsur kecepatan rana dan bukaan diagfragma bisa diatur menurut kebutuhan kita.  Namun bila kita hanya mempunyai kamera pocket kita bisa mengaturnya lewat   menu instantnya seperti menu panorama (untuk memotret pemandangan), menu portrait (untuk memotret objek/profil), menu night (untuk memotret malam), menu makro (untuk memotret obyek sangat dekat, menu kecepatan tinggi (untuk memotret obyek bergerak) dan menu-menu instant lain yang tersedia.   Aturlah menu-menu yang ada dengan kebutuhan dan cobalah bereksperimen diluar menu full otomatis untuk mendapatkan hasil yang beda.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>b. Pencahayaan</strong></span><br />
Saat memotret di luar ruang cahaya matahari adalah sumber cahaya yang luar biasa besar pengaruhnya.   Sehingga kita harus pandai mengatur dan memanfaatkan jatuhnya cahaya pada obyek yang kita potret. Beberapa tips yang bisa diterapkan saat memotret siang hari:<br />
- Gunakan elemen yang bersifat memantulkan cahaya seperti pakaian yang cerah, tembok putih, mobil yang berkilau untuk menghilangkan kekontrasan bayangan pada obyek.<br />
- Cahaya matahari yang penuh akan bagus untuk memotret pemandangan secara detail namun untuk memotret profil akan menimbulkan bayangan yang kuat pada dagu atau hidung yang sangat mengganggu.   Untuk itu perlu dibantu dengan adanya lampu kilat fill in.   Atau cobalah untuk menunda pemotretan barang sebentar hingga cahaya sedikit tertutup awan dan memberi efek lembut dan tersebar.<br />
- Manfaatkan waktu terbaik dalam pemotretan yang jatuh antara pukul 06.00-10.00 atau pukul 14.00-17.00.<br />
- Gunakan siluet jatuhnya bayangan pada bagian tertentu dari obyek untuk mendapatkan efek yang berdimensi dan artistik.<br />
- Efek cahaya dari depan akan membentuk photo yang merata dan datar, efek dari samping akan memberikan efek kedalaman dan dramatis sementara efek dari belakang akan membentuk siluet yang dramatis.<br />
- Cahaya matahari di waktu pagi akan memberikan efek kuning, matahari terbenam akan membiaskan warna coklat dan warna bening akan didapat saat matahari tepat menunjukkan pukul 12 siang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>c. Komposisi</strong></span><br />
Komposisi adalah bagaimana menempatkan obyek photo pada bidang pemotretan sehingga menghasilkan point of view.   Obyek secara keseluruhan akan disatukan melalui point of view tersebut.   Wajar bila komposisi akan menentukan artistic tidaknya sebuah photo.   Komposisi banyak berkenaan dengan rasa sehingga selalulah mencoba mengasah kepekaan untuk mendapatkan komposisi yang maksimal.   Disamping itu cobalah untuk mensiasati dengan mengatur sudut pemotretan yang tepat dan unik.   Beberapa unsur komposisi diantaranya:<br />
- Pola:   Pola/pengulangan merupakan unsur yang indah untuk dilihat.   Jajaran pilar, deretan lampu jalan, anak sekolah berbaris, deretan pot bunga dan lainnya merupakan obyek yang menarik untuk diabadikan.   Hasil terbaik bila komposisi pola dan obyek selaras atau malah kontras.   Bukan saling bertabrakan.<br />
- Garis:   obyek yang membentuk garis bisa di ekspose seperti pagar, jalan, pohon, horizon dan lainnya.   Garis bisa berupa garis diagonal, vertical, horizontal bahkan lengkung.   Letakkanlah elemen garis ini di sepertiga bisang pemotretan.<br />
- Warna:  Warna akan memperkaya dan menghidupkan photo.   Padu padankan warna yang senada atau kontras dalam jepretan anda untuk menghasilkan hasil yang maksimal.Â  Pelajarilah karakter warna untuk memberi makna pada komposisi yang anda buat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>KESIAPAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan seringkali obyek dan ekspresi yang bagus datang begitu tiba-tiba dan cepat sekali hilangnya.   Kita tidak bisa kembali mengulang ataupun mendapatkan moment itu saat kita tidak siap.   Untuk itu beberapa tips berikut bisa jadi acuan:<br />
- Persiapkan semua perlengkapan memotret dalam keadaan  siaga  selama perjalanan ke tempat-tempat menarik sehingga anda bisa mengcover semua moment menarik di tempat tersebut.<br />
- Jangan sayang untuk menjepret obyek selama perjalanan beberapa kali untuk mendapatkan hasil maksimal.   Carilah sudut-sudut pemotretan yang tak biasa untuk mendapatkan hasil yang beda.<br />
- Gunakanlah bantuan tripot mini dan timer agar gambar anda bisa masuk ke dalam photo tanpa perlu bersusah payah meminta bantuan orang lain yang belum tentu mampu memotret sebaik anda.<br />
- Tak ada photo yang terbuang. Jadi cobalah memaksimalkan photo-photo reject hasil perjalanan anda dengan photoshop siapa tahu akan mendapatkan kembali photo-photo unik.<br />
- Jangan lupa menyimpan hasil jepretan anda pada folder-folder yang tersusun rapi supaya memudahkan anda untuk memilih dan memilah bila akan mendevelopnya nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan perencanaan dan persiapan matang dalam hal dokumentasi untuk perjalanan tamasya anda, saya yakin tak akan ada kata   kacau seperti ungkapan rekan saya diatas.   Sayapun akan bersenang hati menitipkan pesan oleh-oleh photo bila anda pulang nanti.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Salam jepret!</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2007/12/25/trik-tips-memotret-di-perjalanan-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trik &amp; Tips Memotret Di Perjalanan #1</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2007/11/27/trik-tips-memotret-di-perjalanan-part-i/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2007/11/27/trik-tips-memotret-di-perjalanan-part-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 02:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa hari lalu saya menjumpai seorang rekan di sebuah tempat bersantai di salah satu mall.   Tak hanya cendera mata tapi juga cerita menarik saya peroleh saat itu, buah dari perjalanan rekan saya keliling Singapore, Malaysia dan Thailand untuk beberapa hari. Cerita-cerita serunya mengalir mengingatkan saya untuk menagih buah tangan yang selalu saya minta pada setiap teman saya yang berlibur ke suatu tempat.  Apalagi kalau bukan photo-photo!  Seketika muka rekan saya berubah kecewa dan jengkel.  <strong>"Kacau!"</strong> Ucapnya singkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua setuju banyak hal yang bisa kita kenang dan ceritakan melalui penuturan sebuah photo. Wajar bila moment-moment tertentu akan berkurang maknanya tanpa kehadirannya.   Terlebih saat berada pada moment tamasya ke suatu tempat yang jauh ataupun mungkin tak bisa kita kunjungi kembali untuk kedua kali.  Sunguh menjengkelkan di situasi seperti ini bila kamera kita tidak bisa mengabadikan moment hanya karena hal kecil seperti memori card sudah penuh atau batterynya low batt misalnya.   Untuk itulah jauh hari sebelumnya ada baiknya mempersiapkan peralatan dokumentasi kita, utamanya kamera dan segala perlengkapannya sebelum pergi.  Dan supaya lebih menarik lagi ada baiknya kita belajar dasar-dasar teknik memotret hingga photo yang dihasilkan tidak saja mempunyai nilai historis namun juga makna artistik.[........]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (27112007.10.10)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari lalu saya menjumpai seorang rekan di sebuah tempat bersantai di salah satu mall.   Tak hanya cendera mata tapi juga cerita menarik saya peroleh saat itu, buah dari perjalanan rekan saya keliling Singapore, Malaysia dan Thailand untuk beberapa hari. Cerita-cerita serunya mengalir mengingatkan saya untuk menagih buah tangan yang selalu saya minta pada setiap teman saya yang berlibur ke suatu tempat.  Apalagi kalau bukan photo-photo!  Seketika muka rekan saya berubah kecewa dan jengkel.  <strong>&#8220;Kacau!&#8221;</strong> Ucapnya singkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua setuju banyak hal yang bisa kita kenang dan ceritakan melalui penuturan sebuah photo. Wajar bila moment-moment tertentu akan berkurang maknanya tanpa kehadirannya.   Terlebih saat berada pada moment tamasya ke suatu tempat yang jauh ataupun mungkin tak bisa kita kunjungi kembali untuk kedua kali.  Sunguh menjengkelkan di situasi seperti ini bila kamera kita tidak bisa mengabadikan moment hanya karena hal kecil seperti memori card sudah penuh atau batterynya low batt misalnya.   Untuk itulah jauh hari sebelumnya ada baiknya mempersiapkan peralatan dokumentasi kita, utamanya kamera dan segala perlengkapannya sebelum pergi.  Dan supaya lebih menarik lagi ada baiknya kita belajar dasar-dasar teknik memotret hingga photo yang dihasilkan tidak saja mempunyai nilai historis namun juga makna artistik.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut beberapa panduan memotret saat tamasya yang bisa dijadikan catatan kecil saat moment itu tiba.Semua setuju banyak hal yang bisa kita kenang dan ceritakan melalui penuturan sebuah photo. Wajar bila moment-moment tertentu akan berkurang maknanya tanpa kehadirannya.   Terlebih saat berada pada moment tamasya ke suatu tempat yang jauh ataupun mungkin tak bisa kita kunjungi kembali untuk kedua kali.  Sunguh menjengkelkan di situasi seperti ini bila kamera kita tidak bisa mengabadikan moment hanya karena hal kecil seperti memori card sudah penuh atau batterynya low batt misalnya.   Untuk itulah jauh hari sebelumnya ada baiknya mempersiapkan peralatan dokumentasi kita, utamanya kamera dan segala perlengkapannya sebelum pergi.   Dan supaya lebih menarik lagi ada baiknya kita belajar dasar-dasar teknik memotret hingga photo yang dihasilkan tidak saja mempunyai nilai historis namun juga makna artistik.   Berikut beberapa panduan memotret saat tamasya yang bisa dijadikan catatan kecil saat moment itu tiba.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PERALATAN</strong></p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li><strong><span style="color: #ff6600;">Kamera</span><br />
</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Berbagai macam pilihan kamera bisa kita bawa dan gunakan. Mulai dari kamera pocket, amatir ataupun professional baik yang digital maupun analog.  Bahkan kamera handphonepun memungkinkan kita bawa. Pastikan kinerja kamera tersebut masih bagus untuk digunakan.   Selain itu atas pertimbangan hasil yang akan didapat dan kemungkinan banyaknya bawaan yang akan anda bawa, pastikan membawa kamera yang tepat.  Kamera pocket tentunya akan praktis untuk di selipkan diantara bawaan daripada kamera professional namun bila dipertimbangkan kualitas menghadapi medan kamera professional akan menjadi pilihan.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li><strong><span style="color: #ff6600;">Battery</span><br />
</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Meskipun kecil namun battery bukanlah hal yang sepele.   Namun demikian tak sedikit orang yang lupa untuk memperhatikannya.  Sebagian kamera mempunyai battery lithium yang sesuai dengan tipe kameranya dan sebagian lagi memakai battery tipe AA.   <span lang="NO-BOK">Pastikan anda mengecek ketersediaan power di battery kamera untuk mencukupi kebutuhan anda nantinya.  Estimasi berapa banyak jepretan yang bisa diambil oleh battery dalam keadaan penuh sehingga anda bisa perkirakan perlu tidaknya membawa battery cadangan.   Seringkali orang lupa bahwa tempat yang disinggahi kadang tidak ada   yang menjual battery yang setipe, tidak ada tempat untuk men-charge battery atau malah lupa sama sekali bahwa men-charge battery itu mememerlukan waktu yang lama hingga akan banyak membuang waktu.<br />
</span></p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="color: #ff6600;">Memory Card</span><br />
</strong></span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Bila anda menggunakan kamera digital estimasi berapa banyak kebutuhan anda dalam memotret selama perjalanan dengan setting image quality dan besaran dimensi yang anda inginkan. Â  Sehingga anda akan tahu berapa besar memory card yang anda butuhkan.  Ini untuk menghemat waktu anda untuk mencari tempat guna mentransfer memory card anda ke CD karena penuh dan juga menghemat bawaan anda seperti laptop atau memory storage.</p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li><strong><span style="color: #ff6600;">Tas Kamera</span><br />
</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Ada baiknya anda memakai tas kamera khusus untuk kamera agar aman.   Gunakan tas yang sesuai dengan besaran kamera dan peralatan lain yang anda bawa hingga tidak membebani dan menyusahkan anda selama perjalanan.   <span lang="NO-BOK">Tas kamera ada bermacam bentuk diantaranya selempang, sling dan ransel.  Tas selempang akan efektif bila bawaan anda kecil dan tak berat.  Tas sling lebih fleksibel untuk dibawa dan mudah untuk menaruh dan mengambil kamera saat akan digunakan.  Sementara tas ransel akan berguna saat membawa beban berat karena beban akan dibagi merata dipundak, namun karena membawanya dipunggung harus extra hati-hati karena control pengawasan kita akan berkurang.  Cobalah untuk berfikir membawa bawaan kita satu tas hingga praktis tak mengganggu aktifitas selama perjalanan.<br />
</span><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"> </span></span><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"></span></span></span><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"></span></span></span><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"><span lang="NO-BOK"></span></span></span></span></span></span></span></p>
<ol style="text-align: justify;" type="a">
<li><strong><span style="color: #ff6600;">Peralatan pelengkap</span><br />
</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span lang="ES">Peralatan pelengkap tidak hanya terbatas pada lensa tambahan, memory storage, external flash, tripot saja. Namun juga peralatan penunjang yang tidak boleh anda lupakan untuk dibawa seperti kabel charger untuk battery, tissue pembersih lensa, silica gel, kuas pembersih, card reader, buku manual kamera atau peralatan lain yang anda rasa penting untuk diikut sertakan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><span lang="ES"><span lang="ES"><span lang="ES"><span lang="ES"><strong>(BERSAMBUNG)</strong></span></span></span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2007/11/27/trik-tips-memotret-di-perjalanan-part-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Tercecer Dari PB2007</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2007/11/05/yang-tercecer-dari-pb2007/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2007/11/05/yang-tercecer-dari-pb2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 17:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">"Bukan Pesta Biasa"</span> yang semula ada dibenak saya pupus perlahan saat acara pesta blogger mulai berlangsung.  Gaung kemegahan yang tercermin dari tempat digelarnya acara hingga dukungan sponsor yang tidak main-main tak lebih dari sekedar pemanfaatan kondisi market tanpa bisa memberi arti dan benifit lebih.  Demikian juga keriuhan dan dukungan para blogger di beberapa kota tak lebih dari hasrat yang gagal untuk ditindak lanjuti oleh penggagas.  PB2007 menemui antiklimaksnya saat acara berlangsung.  Tema besar "suara baru Indonesia" belumlah berupa suara bulat yang menyuarakan satu nada namun masih berupa suara rabaan yang belum jelas akan berpijak pada titi nada yang mana.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua event organizer yang digandeng PB2007 rupanya terlalu asyik dengan tampilan acara hingga lupa pada detail pelaksanaan acara.  Saya salah satu yang awam dengan Blitz Megaplex Grand Indonesia dibuat bingung untuk menemukan dimana acara berlangsung.  Tak ada satu rambupun yang menunjukkan kemana saya harus melangkah untuk sampai pada lantai 8 bangunan superblog ini.  Ujung-ujungnya saya tersesat dan sampai di Blitz dari pintu belakang.  Minimnya rambu dan petunjuk inipun berlanjut hingga saya dibingungkan akan jadwal acara yang akan berlangsung ataupun ruang-ruang mana yang akan digunakan untuk special discusion.  Kembali ujung-ujungnya saya harus bertanya kesana kemari kepada panitia yang mungkin telah capek mendapatkan pertanyaan berulang.  Saat makan dan sholat pun antrian panjang berlangsung lama.  satu sebab adalah panitia tak memperkirakan antara jumlah peserta yang datang dan jumlah meja saji makanan berikut jumlah makanannya.  Pun dengan ruang sholat yang hanya bisa menampung 9 orang.  Akibatnya acara kembali terbengkelaida n molor.  Hingga banyak acara penting terpaksa dipadatkan dengan buru buru untuk mengejar waktu.  Mengingat pukul 3 sewa tempat telah usai, AC telah dimatikan dan studio akan digunakan untuk acara lain.[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (04112007.21.42)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">&#8220;Bukan Pesta Biasa&#8221;</span> yang semula ada dibenak saya pupus perlahan saat acara pesta blogger mulai berlangsung.  Gaung kemegahan yang tercermin dari tempat digelarnya acara hingga dukungan sponsor yang tidak main-main tak lebih dari sekedar pemanfaatan kondisi market tanpa bisa memberi arti dan benifit lebih.  Demikian juga keriuhan dan dukungan para blogger di beberapa kota tak lebih dari hasrat yang gagal untuk ditindak lanjuti oleh penggagas.  PB2007 menemui antiklimaksnya saat acara berlangsung.  Tema besar &#8220;suara baru Indonesia&#8221; belumlah berupa suara bulat yang menyuarakan satu nada namun masih berupa suara rabaan yang belum jelas akan berpijak pada titi nada yang mana.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua event organizer yang digandeng PB2007 rupanya terlalu asyik dengan tampilan acara hingga lupa pada detail pelaksanaan acara.  Saya salah satu yang awam dengan Blitz Megaplex Grand Indonesia dibuat bingung untuk menemukan dimana acara berlangsung.  Tak ada satu rambupun yang menunjukkan kemana saya harus melangkah untuk sampai pada lantai 8 bangunan superblog ini.  Ujung-ujungnya saya tersesat dan sampai di Blitz dari pintu belakang.  Minimnya rambu dan petunjuk inipun berlanjut hingga saya dibingungkan akan jadwal acara yang akan berlangsung ataupun ruang-ruang mana yang akan digunakan untuk special discusion.  Kembali ujung-ujungnya saya harus bertanya kesana kemari kepada panitia yang mungkin telah capek mendapatkan pertanyaan berulang.  Saat makan dan sholat pun antrian panjang berlangsung lama.  satu sebab adalah panitia tak memperkirakan antara jumlah peserta yang datang dan jumlah meja saji makanan berikut jumlah makanannya.  Pun dengan ruang sholat yang hanya bisa menampung 9 orang.  Akibatnya acara kembali terbengkelaida n molor.  Hingga banyak acara penting terpaksa dipadatkan dengan buru buru untuk mengejar waktu.  Mengingat pukul 3 sewa tempat telah usai, AC telah dimatikan dan studio akan digunakan untuk acara lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sangat disayangkan saat acara berlangsung luapan dan antusiasisme blogger tak bisa dibangkitkan oleh pendukung acara.  Termasuk oleh Bapak Menteri yang terhormat dimana konten sambutannya sangat jauh menyentuh dunia blogger.  Padahal tak sedikit blogger yang datang dari luar kota untuk merasakan getaran dan aura pesta yang telah berkumandang sebelumnya.  Hingga akhirnya banyak para blogger lebih memilih untuk menikmati keasyikannya sendiri dengan membuat acara  mengejar-ngejar seleb blog untuk diajak photo bersama atau sekedar melakukan blogwalking secara kopi darat yang memang sudah menjadi darah daging blogger.</p>
<p style="text-align: justify;">Selebihnya pesta blogger ini tak jauh dari acara hajatan kopdaran semata.  Satu ajang bagi para bloger untuk bisa saling bertatap muka! menunjukkan jati dirinya dibalik tulisan blog yang dipunyainya.  Tanpa mengecilkan keringat dan upaya panitia serta seluruh pendukung untuk mewujudkan mimpi mengumpulkan para blogger dalam satu acara positif.  Rasanya banyak hal tercecer yang harus dibenahi bila ingin kembali mengadakan pesta serupa tahun depan.  Setidaknya penggagas acara ini tahu KEMANA dunia blog Indonesia ini akan dibawaan diarahkan kedepannya.  Hingga mampu disebut <span style="color: #ff6600;">&#8220;Bukan Pesta Biasa!&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;">Selebihnya terima kasih pada Panitia dan Penggagas PB2007<br />
Sampai berjumpa tahun depan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2007/11/05/yang-tercecer-dari-pb2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2007</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2007/10/22/20/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2007/10/22/20/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 03:05:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebelum lebaran lalu seorang rekan moderator di Blogfam mengirimkan berita melalui sms untuk menawari saya untuk mengikuti Pesta Blogger 2007 bersama 6 orang lainnya. Kali ini saya hanya melihat jadwal yang disodorkan dan langsung setuju untuk ikut.   Pikiran saya sederhana saja, saya harus ikut karena<span style="color: #ff6600;"><strong> "INI BUKAN SEMBARANG PESTA"</strong></span>.   Dan benar saja setelah ditindak lanjuti melalui email terlihat bahwa pesta ini digulirkan oleh Bapak Blogger Indonesia: Enda Nasution beserta team.   Dan tak tanggung tanggung berita terakhir tersebar bahwa panitia memindahkan event ke BLizt Grand Indonesia karena jumlah undangan membengkak 2 kali lipat menjadi 500 orang plus dukungan dari berbagai sponsor yang cukup besar.   Ini event Nasional, event yang mempersatukan benang merah 130.000 blogger di indonesia.   Untuk detail informasi bisa di akses di (<a href="http://www.be-samyono.com/bizz/www.pestablogger.com">sini</a>).</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya komunitas Blogfam yang mendapat undangan gratis beberapa komunitas lainpun mendapat kesempatan serupa (Blogger Makasar &#38; Blogger Muslim).   Bahkan bagi blogger umum yang berminat bisa mendapatkan undangan gratis dengan mengunjungi website Pesta Blogger tentunya dengan kesempatan yang terbatas.   Sejauh ini saya sendiri belum tahu detail acara pesta akbar bagi para blogger pertama ini namun aura dan gema pesta ini sudah didengar hampir semua blogger termasuk blogger di milist Tangan Di Atas tempat saya ikut menimba ilmu.[........] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>By Sam (21102007.21.06)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum lebaran lalu seorang rekan moderator di Blogfam mengirimkan berita melalui sms untuk menawari saya untuk mengikuti Pesta Blogger 2007 bersama 6 orang lainnya. Kali ini saya hanya melihat jadwal yang disodorkan dan langsung setuju untuk ikut.   Pikiran saya sederhana saja, saya harus ikut karena<span style="color: #ff6600;"><strong> &#8220;INI BUKAN SEMBARANG PESTA&#8221;</strong></span>.   Dan benar saja setelah ditindak lanjuti melalui email terlihat bahwa pesta ini digulirkan oleh Bapak Blogger Indonesia: Enda Nasution beserta team.   Dan tak tanggung tanggung berita terakhir tersebar bahwa panitia memindahkan event ke BLizt Grand Indonesia karena jumlah undangan membengkak 2 kali lipat menjadi 500 orang plus dukungan dari berbagai sponsor yang cukup besar.   Ini event Nasional, event yang mempersatukan benang merah 130.000 blogger di indonesia.   Untuk detail informasi bisa di akses di (<a href="http://www.be-samyono.com/bizz/www.pestablogger.com">sini</a>).</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya komunitas Blogfam yang mendapat undangan gratis beberapa komunitas lainpun mendapat kesempatan serupa (Blogger Makasar &amp; Blogger Muslim).   Bahkan bagi blogger umum yang berminat bisa mendapatkan undangan gratis dengan mengunjungi website Pesta Blogger tentunya dengan kesempatan yang terbatas.   Sejauh ini saya sendiri belum tahu detail acara pesta akbar bagi para blogger pertama ini namun aura dan gema pesta ini sudah didengar hampir semua blogger termasuk blogger di milist Tangan Di Atas tempat saya ikut menimba ilmu.</p>
<p>Berikut petikan Undangan Pesta Blogger 2007:</p>
<p align="center"><strong><span style="color: #ff6600;">Salam blogger!</span></strong></p>
<p align="center">Dengan email ini, saya Enda Nasution, atas nama seluruh Komite Pesta Blogger 2007, bermaksud mengundang Anda untuk menghadiri acara pertemuan para blogger berskala nasional pertama di Indonesia:</p>
<p align="center"><span style="color: #ff6600;">Pesta Blogger 2007: &#8220;Suara Baru Indonesia&#8221;.</span></p>
<p>Sebagai salah seorang blogger yang cukup dikenal di kalangan komunitas blogger Indonesia, adalah suatu kehormatan bagi kami apabila Anda berkenan untuk hadir dalam acara yang sedianya akan diselenggarakan pada:</p>
<p><strong>Hari/Tanggal : Sabtu/27 Oktober 2007<br />
Tempat   : Blitz Megaplex, Grand Indonesia lt. 8, Jl. MH Thamrin no.1   Jakarta Pusat<br />
Pukul   : 10:30-15:00</strong></p>
<p align="center">Semoga melalui acara ini, kita dapat menjalin silaturahmi yang lebih erat antar para bloggers Indonesia; sehingga pada akhirnya juga dapat berdampak terhadap terciptanya iklim nge-blog yang lebih positif di Indonesia.</p>
<p>Untuk melakukan konfirmasi kehadiran (RSVP), silakan mengetik CONFIRMED pada subjek email paling lambat tanggal 22 Oktober 2007*, lebih cepat lebih baik.   Karena keterbatasan tempat, bila pada tanggal diatas Anda belum melakukan konfirmasi maka tanda masuk Anda akan kami berikan pada pendaftar berikutnya.</p>
<p align="center">Juga tidak lupa selamat Idul Fitri 1428H bagi Anda yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin dari kami panitia Pesta Blogger 2007.</p>
<p>Kami tunggu Anda di Pesta Blogger 2007!</p>
<p align="center">Terima kasih.</p>
<p align="center"><span style="color: #ff6600;"><strong>ENDA NASUTION<br />
Chairman Pesta Blogger 2007<br />
Ph. 0813 9487 1625</strong></span></p>
<p align="center">*) Undangan gratis ini berlaku hanya untuk 1 (satu) orang, anda dapat membawa pasangan, keluarga atau teman dengan memberikan donasi sebesar Rp 100 ribu per orang.</p>
<p>Jangan lupa untuk mengecek pestablogger.com secara berkala agar Anda dapat terus mendapatkan informasi dan perkembangan terbaru perihal Pesta Blogger 2007.</p>
<p align="center">
<p><strong>Sampai Ketemu dan sapalah saya disana <img src='http://www.be-samyono.com/bizz/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2007/10/22/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampanye Call &amp; Copy!</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2007/06/20/kampanye-call-copy/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2007/06/20/kampanye-call-copy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2007 09:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Belajarlah dari pepsodent meski telah menguasai market namun tetap tak lelah mengguyur benak konsumen dengan keberadaan dan inovasinya melalui iklan.   Juga belajarlah dari Mie sedap yang merasa dirinya sebagai new comer hingga tak berputus asa untuk menggebrak pasar dengan beragam komunikasi agar dirinya dikenal dan diterima masyarakat.   Hasilnya pepsodent masih terus dipandang sebagai merek yang establish dan mie sedap mampu merong-rong pangsa pasar indofood dari 90%-nan menjadi angka 75%-an.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang sekarang dikerjakan oleh MR. Copy.   Usaha photo copy &#38; percetakan dengan pangsa pasar menengah atas dan kalangan bisnis karena letaknya yang berada di komplek perkantoran ini, mulai menggeliat dari rutinitas yang sudah dijalani mulai tahun 1998.Â  Kampanye Program Cal &#38; Coppy diluncurkan bulan Juli 2007 ini.   Beberapa media komunikasi digunakan antara lain, brosur, email dan website.   hingga jangan kaget bila menemui promonya:[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (20062007.15.01)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Belajarlah dari pepsodent meski telah menguasai market namun tetap tak lelah mengguyur benak konsumen dengan keberadaan dan inovasinya melalui iklan.   Juga belajarlah dari Mie sedap yang merasa dirinya sebagai new comer hingga tak berputus asa untuk menggebrak pasar dengan beragam komunikasi agar dirinya dikenal dan diterima masyarakat.   Hasilnya pepsodent masih terus dipandang sebagai merek yang establish dan mie sedap mampu merong-rong pangsa pasar indofood dari 90%-nan menjadi angka 75%-an.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang sekarang dikerjakan oleh MR. Copy.   Usaha photo copy &amp; percetakan dengan pangsa pasar menengah atas dan kalangan bisnis karena letaknya yang berada di komplek perkantoran ini, mulai menggeliat dari rutinitas yang sudah dijalani mulai tahun 1998.Â  Kampanye Program Cal &amp; Coppy diluncurkan bulan Juli 2007 ini.   Beberapa media komunikasi digunakan antara lain, brosur, email dan website.   hingga jangan kaget bila menemui promonya:</p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong><img id="image12" class="aligncenter" src="http://www.be-samyono.com/bizz/wp-content/uploads/2007/06/call-copy.thumbnail.jpg" alt="Call &amp; Copy" width="128" height="87" /></strong></p>
<p align="center"><span style="color: #ff6600;"><strong>Mr. Copy*</strong></span></p>
<p align="center">memberikan kemudahan bagi anda untuk penanganan dokumen-dokumen Anda.<br />
Melalui promo <strong>&#8220;CALL &amp; COPY&#8221;,</strong><br />
kami akan segera MENGAMBIL dan MENGANTARKAN kembali dokumen Anda<br />
begitu Anda menghubungi Hotline kami.</p>
<p align="center">Kini kemudahan layanan Mr. Copy ada dalam ujung jari Anda.</p>
<p align="center"><span style="color: #ff6600;"><strong>HOTLINE:</strong></span></p>
<p align="center">* (Area layanan segitiga emas Jakarta)<br />
<strong>MR. Copy WTC : (62-21) 521 1661<br />
</strong>PIC Slamet/Zaenal</p>
<p align="center"><strong>MR. Copy BRI : (62-21) 98 521 512, 98 521 512</strong><br />
PIC Iwan/Anto</p>
<p align="center">*Syarat &amp; Kondisi: (minimal pembelian Rp. 100.000)</p>
<p style="text-align: justify;">Tak ingin timpang dengan sekedar mengkomunikasikan satu kampanye di media.   Mr. Copy juga membenahi dirinya dengan service skill bagi crewnya plus serentak menyeragamkan pelayanan sekaligus atribut masing-masing outlet. Meningkatkan kinerja dan pelayanan bagi konsumennya.   Hingga diharapkan kampanye ini tak hanya sekedar berteriak semata tapi juga membuat satu langkah baru yang tepat hingga gaung satu kampanye bisa lebih bergaung dan menggema. Tujuan akhirnya tak lain kembali agar pembelajaran yang diajarkan pepsodent dan mie sedap bisa membuahkan hasil yang sama meski tak perlu memakai cara-cara yang sama!</p>
<p align="left">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2007/06/20/kampanye-call-copy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telephone Manner</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2007/05/25/telephone-manner/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2007/05/25/telephone-manner/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 May 2007 10:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">"Selamat pagi Mr Copy, Bisa dibantu?"
"Dengan Siapa?"
"Oh ya lupa!" Suara di seberang telepon tertawa malu dan kembali mengulang "Selamat Pagi dengan Iwan bisa dibantu?"
"Loh Mr. Copynya mana?"
"Selamat Pagi Mr Copy dengan Iwan bisa dibantu?"
"Nah gitu, bagus!" Kamipun tertawa ringan untuk satu kesalahan ini. Satu hal yang sepele untuk mengucapkan greeting lewat telpon, tapi tak sepele yang dikira bila lebih dari 8 tahun berbisnis kata itu belum pernah terlontarkan.
<p style="text-align: justify;">Tahun ini banyak hal yang dicoba untuk dikembangkan dan di benahi di Mr. Copy salah satunya mengenai telphone manner. Tujuan utamanya jelas berupaya memberikan satu pelayanan yang standart di beberapa outlet yang telah tersebar. Dan telephone manner adalah langkah awalnya. Meski dalam rapat bulanan program ini telah disepakati untuk diterapkan namun tak ada progress berarti dalam perjalannannya. Masih saja beberapa karyawan bahkan saya sendiri terlupa dan belibet untuk mengucap kalimat <span style="color: #ff0000;"><strong>"selamat .......... Mr. Copy dengan .......... bisa dibantu!"</strong></span> seringnya hanya kata <span style="color: #ff0000;"><strong>"halo......Mr. Copy selamat .........."</strong></span> atau malahan beberapa improvisasi pribadi yang tak jelas, termasuk kalimat <strong><span style="color: #ff0000;">"Yack sapa ini!"</span> </strong>wah! [........]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (25052006.16.39)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selamat pagi Mr Copy, Bisa dibantu?&#8221;<br />
&#8220;Dengan Siapa?&#8221;<br />
&#8220;Oh ya lupa!&#8221; Suara di seberang telepon tertawa malu dan kembali mengulang &#8220;Selamat Pagi dengan Iwan bisa dibantu?&#8221;<br />
&#8220;Loh Mr. Copynya mana?&#8221;<br />
&#8220;Selamat Pagi Mr Copy dengan Iwan bisa dibantu?&#8221;<br />
&#8220;Nah gitu, bagus!&#8221; Kamipun tertawa ringan untuk satu kesalahan ini. Satu hal yang sepele untuk mengucapkan greeting lewat telpon, tapi tak sepele yang dikira bila lebih dari 8 tahun berbisnis kata itu belum pernah terlontarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun ini banyak hal yang dicoba untuk dikembangkan dan di benahi di Mr. Copy salah satunya mengenai telphone manner. Tujuan utamanya jelas berupaya memberikan satu pelayanan yang standart di beberapa outlet yang telah tersebar. Dan telephone manner adalah langkah awalnya. Meski dalam rapat bulanan program ini telah disepakati untuk diterapkan namun tak ada progress berarti dalam perjalannannya. Masih saja beberapa karyawan bahkan saya sendiri terlupa dan belibet untuk mengucap kalimat <span style="color: #ff0000;"><strong>&#8220;selamat &#8230;&#8230;&#8230;. Mr. Copy dengan &#8230;&#8230;&#8230;. bisa dibantu!&#8221;</strong></span> seringnya hanya kata <span style="color: #ff0000;"><strong>&#8220;halo&#8230;&#8230;Mr. Copy selamat &#8230;&#8230;&#8230;.&#8221;</strong></span> atau malahan beberapa improvisasi pribadi yang tak jelas, termasuk kalimat <strong><span style="color: #ff0000;">&#8220;Yack sapa ini!&#8221;</span> </strong>wah!</p>
<p style="text-align: justify;">
<div style="text-align: center;"><img title="foto" src="http://www.be-samyono.com/bizz/wp-content/uploads/2007/05/49315.jpg" alt="foto" /></div>
<div style="text-align: center;"></div>
<p style="text-align: justify;">Tak ingin program ini sia-sia dan makin tak jelas progressnya.<span lang="SV">Langkah sederhana di tempuh. Kalimat standart ditulis besar di secarik kertas dan dilaminating lalu ditempelkan di setiap telpon yang ada hingga dengan mudah penerima telpon membacanya tanpa harus mengingat. Dan greeting ini berlaku bagi siapapun termasuk kami selaku owner sekalipun. Hingga tak hanya kami yang berhak mengontrol dan menegur bila terjadi ketidaklengkapan atau kesalahan. Namun setiap karyawanpun diharuskan untuk saling dan bisa mengontrol bila berkomunikasi secara internal dan diharuskan mengulang dan mengulang bila masih ada kesalahan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="SV"><span lang="SV"><span lang="SV">Dan tak luput kejadian lucu timbul karena antar cabang berusaha mengetes cabang yang lain dalam menerima telpon. Dan tak tanggung-tanggung dalam mengontrolnya. Bagiku sendiri ini bukan saat yang tepat untuk meminta exuse untuk tidak menggunakan format yang sama dalam menerima telpon. Bagaimanapun pepatah mengatakan <span style="color: #ff0000;">&#8220;ikan busuk berasal dari kepala&#8221;</span> Satu hal yang lucu bila aku hanya bisa memberikan satu order tanpa mampu memberikan teladannya. </span><span lang="SV">Dalam waktu singkat langkah ini terlihat hasilnya. Kecanggungan dan belibet hilang begitu saja dan secara otomatis kalimat greeting itu terlontar dengan tepat. Beberapa konsumen pun memberikan respon beragam yang sebagian besar positif atas perubahan ini.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span lang="SV"><span lang="SV">Satu kunci penting untuk penerapan satu program adalah selain kontrol dan evaluasi atas program itu yang tak kalah pentingnya adalah karyawan tahu dan mengerti maksud dan tujuan dari setiap perubahan yang mereka kerjakan. Selain mereka bisa memberikan feedback yang bermanfaat pada akhirnya, merekapun harus kita sadari adalah mitra kita. Bukan sekedar boneka yang hanya disuruh tanpa mengerti makna dibaliknya.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2007/05/25/telephone-manner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

