December 25th, 2007
TEKNIK
a. Teknik Memotret
Pada dasarnya teknik memotret adalah teknik menggabungkan atau memadukan unsur pencahayaan, unsur kecepatan rana dan bukaan diafragma pada kamera.v Pada kamera semi professional maupun professional unsur kecepatan rana dan bukaan diagfragma bisa diatur menurut kebutuhan kita. Namun bila kita hanya mempunyai kamera pocket kita bisa mengaturnya lewat menu instantnya seperti menu panorama (untuk memotret pemandangan), menu portrait (untuk memotret objek/profil), menu night (untuk memotret malam), menu makro (untuk memotret obyek sangat dekat, menu kecepatan tinggi (untuk memotret obyek bergerak) dan menu-menu instant lain yang tersedia. Aturlah menu-menu yang ada dengan kebutuhan dan cobalah bereksperimen diluar menu full otomatis untuk mendapatkan hasil yang beda.
b. Pencahayaan
Saat memotret di luar ruang cahaya matahari adalah sumber cahaya yang luar biasa besar pengaruhnya. Sehingga kita harus pandai mengatur dan memanfaatkan jatuhnya cahaya pada obyek yang kita potret. Beberapa tips yang bisa diterapkan saat memotret siang hari:[.......]
6 Comments; | Read on »
November 27th, 2007
Beberapa hari lalu saya menjumpai seorang rekan di sebuah tempat bersantai di salah satu mall. Tak hanya cendera mata tapi juga cerita menarik saya peroleh saat itu, buah dari perjalanan rekan saya keliling Singapore, Malaysia dan Thailand untuk beberapa hari. Cerita-cerita serunya mengalir mengingatkan saya untuk menagih buah tangan yang selalu saya minta pada setiap teman saya yang berlibur ke suatu tempat. Apalagi kalau bukan photo-photo! Seketika muka rekan saya berubah kecewa dan jengkel. “Kacau!” Ucapnya singkat.
Semua setuju banyak hal yang bisa kita kenang dan ceritakan melalui penuturan sebuah photo. Wajar bila moment-moment tertentu akan berkurang maknanya tanpa kehadirannya. Terlebih saat berada pada moment tamasya ke suatu tempat yang jauh ataupun mungkin tak bisa kita kunjungi kembali untuk kedua kali. Sunguh menjengkelkan di situasi seperti ini bila kamera kita tidak bisa mengabadikan moment hanya karena hal kecil seperti memori card sudah penuh atau batterynya low batt misalnya. Untuk itulah jauh hari sebelumnya ada baiknya mempersiapkan peralatan dokumentasi kita, utamanya kamera dan segala perlengkapannya sebelum pergi. Dan supaya lebih menarik lagi ada baiknya kita belajar dasar-dasar teknik memotret hingga photo yang dihasilkan tidak saja mempunyai nilai historis namun juga makna artistik.[........]
1 Comment » | Read on »
November 5th, 2007
“Bukan Pesta Biasa” yang semula ada dibenak saya pupus perlahan saat acara pesta blogger mulai berlangsung. Gaung kemegahan yang tercermin dari tempat digelarnya acara hingga dukungan sponsor yang tidak main-main tak lebih dari sekedar pemanfaatan kondisi market tanpa bisa memberi arti dan benifit lebih. Demikian juga keriuhan dan dukungan para blogger di beberapa kota tak lebih dari hasrat yang gagal untuk ditindak lanjuti oleh penggagas. PB2007 menemui antiklimaksnya saat acara berlangsung. Tema besar “suara baru Indonesia” belumlah berupa suara bulat yang menyuarakan satu nada namun masih berupa suara rabaan yang belum jelas akan berpijak pada titi nada yang mana.
Dua event organizer yang digandeng PB2007 rupanya terlalu asyik dengan tampilan acara hingga lupa pada detail pelaksanaan acara. Saya salah satu yang awam dengan Blitz Megaplex Grand Indonesia dibuat bingung untuk menemukan dimana acara berlangsung. Tak ada satu rambupun yang menunjukkan kemana saya harus melangkah untuk sampai pada lantai 8 bangunan superblog ini. Ujung-ujungnya saya tersesat dan sampai di Blitz dari pintu belakang. Minimnya rambu dan petunjuk inipun berlanjut hingga saya dibingungkan akan jadwal acara yang akan berlangsung ataupun ruang-ruang mana yang akan digunakan untuk special discusion. Kembali ujung-ujungnya saya harus bertanya kesana kemari kepada panitia yang mungkin telah capek mendapatkan pertanyaan berulang. Saat makan dan sholat pun antrian panjang berlangsung lama. satu sebab adalah panitia tak memperkirakan antara jumlah peserta yang datang dan jumlah meja saji makanan berikut jumlah makanannya. Pun dengan ruang sholat yang hanya bisa menampung 9 orang. Akibatnya acara kembali terbengkelaida n molor. Hingga banyak acara penting terpaksa dipadatkan dengan buru buru untuk mengejar waktu. Mengingat pukul 3 sewa tempat telah usai, AC telah dimatikan dan studio akan digunakan untuk acara lain.[.......]
No Comments » | Read on »
October 22nd, 2007
Sebelum lebaran lalu seorang rekan moderator di Blogfam mengirimkan berita melalui sms untuk menawari saya untuk mengikuti Pesta Blogger 2007 bersama 6 orang lainnya. Kali ini saya hanya melihat jadwal yang disodorkan dan langsung setuju untuk ikut. Pikiran saya sederhana saja, saya harus ikut karena “INI BUKAN SEMBARANG PESTA”. Dan benar saja setelah ditindak lanjuti melalui email terlihat bahwa pesta ini digulirkan oleh Bapak Blogger Indonesia: Enda Nasution beserta team. Dan tak tanggung tanggung berita terakhir tersebar bahwa panitia memindahkan event ke BLizt Grand Indonesia karena jumlah undangan membengkak 2 kali lipat menjadi 500 orang plus dukungan dari berbagai sponsor yang cukup besar. Ini event Nasional, event yang mempersatukan benang merah 130.000 blogger di indonesia. Untuk detail informasi bisa di akses di (sini).
Tak hanya komunitas Blogfam yang mendapat undangan gratis beberapa komunitas lainpun mendapat kesempatan serupa (Blogger Makasar & Blogger Muslim). Bahkan bagi blogger umum yang berminat bisa mendapatkan undangan gratis dengan mengunjungi website Pesta Blogger tentunya dengan kesempatan yang terbatas. Sejauh ini saya sendiri belum tahu detail acara pesta akbar bagi para blogger pertama ini namun aura dan gema pesta ini sudah didengar hampir semua blogger termasuk blogger di milist Tangan Di Atas tempat saya ikut menimba ilmu.[........]
1 Comment » | Read on »
June 20th, 2007
Belajarlah dari pepsodent meski telah menguasai market namun tetap tak lelah mengguyur benak konsumen dengan keberadaan dan inovasinya melalui iklan. Juga belajarlah dari Mie sedap yang merasa dirinya sebagai new comer hingga tak berputus asa untuk menggebrak pasar dengan beragam komunikasi agar dirinya dikenal dan diterima masyarakat. Hasilnya pepsodent masih terus dipandang sebagai merek yang establish dan mie sedap mampu merong-rong pangsa pasar indofood dari 90%-nan menjadi angka 75%-an.
Itulah yang sekarang dikerjakan oleh MR. Copy. Usaha photo copy & percetakan dengan pangsa pasar menengah atas dan kalangan bisnis karena letaknya yang berada di komplek perkantoran ini, mulai menggeliat dari rutinitas yang sudah dijalani mulai tahun 1998. Kampanye Program Cal & Coppy diluncurkan bulan Juli 2007 ini. Beberapa media komunikasi digunakan antara lain, brosur, email dan website. hingga jangan kaget bila menemui promonya:[.......]
3 Comments; | Read on »