<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SamBizz - Business &#38; Personal Website of Be Samyono [Inspiring the business &#38; entrepreneurship]</title>
	<atom:link href="http://www.be-samyono.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.be-samyono.com</link>
	<description>Business, entrepreneur, lifestyle, fiction, photography, bisnis, kewirausahaan, gaya hidup, cerita fiksi, photografi, bambang eko samiono</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2010 08:02:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Smart Online Shop</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 08:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul.  Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI.  seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul.  Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien.  Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis.  Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja.  Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya.  Inilah luarbiasanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Online Shop" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/store-special.jpg" alt="" width="240" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online.  Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini.  Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun.  Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini.  Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas.  Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut: [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="color: #ff6600;">Edukasi TDA Jaksel  (21042010)</span><br />
By Be Samyono (23032010-13.22)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul.  Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI.  seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul.  Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien.  Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis.  Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja.  Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya.  Inilah luarbiasanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Online Shop" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/store-special.jpg" alt="" width="240" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online.  Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini.  Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun.  Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini.  Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas.  Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">PAKAILAH SMART DOMAIN</span></strong><br />
Domain menjadi satu indikator kesuksesan sebuah web, pemilihan domain yang tepat dan merujuk pada spesifikasi, fokus bisnis dan pilihan kata yang tepat akan membuat web menjadi lebih powerful.  Selama ini banyak pihak yang berusaha mempunyai domain berdasarkan kata yang paling umum yang orang cari di search engine hingga muncullah bajuanak.com, anekabatik.com, tokobantal.com dan sebagainya.  Bukan hal yang salah bila mempunyai domain seperti itu karena memang secara jangka pendek akan mendongkrak page rank suatu domain.  Namun untuk waktu jangka panjang alangkah baiknya bila domain merupakan brand kita.  Sehingga kita bisa  secara integrateed membangun brand dari berbagai aspek termasuk online shop tersebut.  Terlebih bila online shop kita tidak menyediakan satu produk yang homogen sehingga kita perlu menamakan dengan jenis produk homogen tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">SMART GIFT</span></strong><br />
Bisnis online bisa jadi merupakan bisnis tanpa emosi karena antara produsen dan konsumen bisa jadi tidak saling mengenal dan terpisah antara media internet.  Padahal tak bisa dipungkiri bahwa sentuhan emosi merupakan satu komponen untuk bisa mengikat loyalitas konsumen.  Pemberian smart gift akan menjembatani kebutuhan emosional tersebut.  Gift berupa gimmic seringkali merepotkan karena sebaran konsumen kita yang luas dan kendala dalam pengirimannya.  Namun pemberian berupa e-book berkala mengenai tips &amp; trick, artikel pendukung bisnis, e-card ataupun paket  special yang ditawarkan dihari khusus akan menjadi solusi yang smart untuk merekatkan loyalitas konsumen pada bisnis online kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>SMART NARATION</strong></span><br />
Keterbatasan penawaran di toko online adalah konsumen hanya bisa memvisualisasikan gambar yang ditawarkan secara terbatas tanpa bisa merasakan ataupun menyentuhnya.  Pencantuman narasi yang menarik di produk yang kita tawarkan akan memberikan efek emosi yang menarik bagi konsumen.  Terlebih bila kita mampu memberi harga yang menarik terhadap produk yang kita tawarkan.  Banyak produk yang ditawarkan secara online terlewat begitu saja oleh pembeli karena keterbatasan informasi akan barang yang ditawarkan serta rujukan pihak ke 3 dalam menggunakan barang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun perlu disadari bahwa online shop merupakan salah satu tool untuk membantu penjualan.  Sehingga mengintegrasikan dengan layanan lain sangat mutlak diperlukan misalkan ketepatan pelayanan, kecepatan pengiriman, dukungan stock dan lain lain.  Keberadaan basik ilmu marketing perlu pula kita punyai sehingga kita bisa dengan mudah mengemas added value yang kita tawarkan pada kebutuhan konsumen yang memerlukannya secara tepat.  Disinilah peran <span style="color: #ff6600;">analisa STP</span> mutlak diperlukan.  Disamping kita bisa memilah ketepatan produk kita bila dipasarkan secara online.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Bisnis Pentingkah?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 16:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat "markas" TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal.  Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur.  Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu.  Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind.  Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita.  Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="BSC" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Balanced_Scorecard2.gif" alt="" width="341" height="281" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada bisnis yang jalan di tempat.  Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya.  Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita.  Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan.  Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari.  Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Edukasi TDA Jaksel  (28022010)</span><br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (25032010-09.02)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat &#8220;markas&#8221; TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal.  Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur.  Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu.  Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind.  Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita.  Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="BSC" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Balanced_Scorecard2.gif" alt="" width="341" height="281" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada bisnis yang jalan di tempat.  Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya.  Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita.  Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan.  Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari.  Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Balanced Scorecard </span>adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan  dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi. BSC pertama kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan Analog Devices pada tahun 1987. Dengan tidak berfokus hanya pada berfokus pada hasil finansial melainkan juga masalah manusia, BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem manajemen strategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja  sambil menyeimbangkan sasaran finansial dengan perspektif pelanggan, proses, dan karyawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan yang dilakukan pada Balanced Scorecard menghubungkan strategi yang ada dalam suatu organisasi, mulai dari visi, critical success factor dan pengukuran performansi keberhasilan. Pengukuran dalam Balanced Scorecard dibagi kedalam empat perspektif : Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective.</p>
<p style="text-align: justify;">Perspektif pelanggan menggunakan ukuran berapa “nilai” yang diberikan kepada pelanggan dilihat dari segi waktu, kualitas, performansi dan layanan, dan biaya. Contohnya ukuran kecepatan waktu mulai dari permintaan sampai dengan pengiriman sampai ditangan pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk kita, tingkat penjualan terhadap produk baru, dan atau banyaknya service call yang dilayani. Perspektif internal dapat mengevaluasi ekspektasi yang diharapkan pelanggan dapat terpenuhi melalui perbaikan proses di internal organisasi tersebut. Disini juga kita dapat mengukur tingkat keahlian dan produktifitas karyawan, kualitas yang dihasilkan oleh organisasi tersebut, dan atau sistem informasi yang baik yang berjalan dalam organisasi.  Perspektif inovasi dan pembelajaran dari suatu organisasi kita dapat mengukurnya melalui, peningkatan dan inovasi yang berkelanjutan terhadap produk-produk yang dimiliki. Kita harus garis bawahi bahwa produk disini tidak selamanya berupa barang, pelayanan dan hal-hal lain yang bersifat jasa pun adalah produk. Ukuran yang diberikan antara lain banyaknya produk-produk baru yang dihasilkan dan persentase keberhasilan penjualannya, tingkat penestrasi terhadap market baru, atau implementasi SCM (supply Chain Management).</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila target-target diatas dapat terpenuhi maka efeknya akan mengimbas pada perspektif finansial juga. Finansial disini termasuk mengukur pendapatan dan pengeluaran, lebih dalamnya lagi ROI (return on investment), tingkat penjualan, pertumbuhan market share, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu <span style="color: #ff6600;">Rencana Bisnis</span> adalah perangkat perencanaan bisnis yang mencakup keseluruhan aspek bisnis (marketing, produksi, organisasi, finansial dll) guna memberi arah dan mengkoordinasikan semua kegiatan di dalam bisnis untuk mencapai tujuannya (Star up business /memperoleh pinjaman/menarik investor).   Kondisi real terungkap banyak bisnis yang mengabaikan keberadaan workbook/bisnis plan.  Sebab utama karena budaya kita yang memang tidak pernah menjadikan business  plan menjadi acuan utamanya bagi start up bisnis/bisnis mula.  Penekanan pada liquitas cash flow semakin mengabaikan keberadaan business plan sebagai panduan terlebih keberadaan beberapa pemikiran bahwa perencanaan adalah sampah.  Pemikiran ini mengagungkan action dan <span style="color: #ff6600;">&#8220;power of KEPEPET&#8221; </span>sebagai landasan menjalankan bisnis.  Perencanaan justru dianggap sebagai sandungan untuk melakukan action dan menjalankan bisnis. Tidak jarang keberadaan dua pemikiran ini menjadi dua kubu perdebatan.  Satu dan lain pihak saling memberikan alasan dan pembenaran bahwa pola pikirnyalah yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam diskusi dengan rekan-rekan sebenarnya hal ini tidak perlu di perdebatkan.  Bila ditelaah masing masing pemikiran bisa dipergunakan dengan bijak.  Saat  start up business pemikiran <span style="color: #ff6600;">&#8220;no planning&#8221; </span>akan memberi katalisator yang positif untuk memompa kepercayaan diri kita guna mewujudkan bisnis.   Gilirannya dimasa pertumbuhan bisnis kita mau tak mau harus punya panduan guna memberi arahan kemana bisnis ini mesti dijalankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali edukasi kali ini memberikan masukan yang sangat berharga.  Satu kalimat yang patut diingat &#8220;Hasil yang baik tanpa perencanaan yang baik datang dari keberuntungan, bukan dari manajemen yang baik&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Horisontal ataukah Vertikal?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 10:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kehadiran Pak Taufan yang lama menghilang dari KMM 5 terobati hari ini, beliau datang hampir bersamaaan dengan saya yang datang kepagian. Pertemuan yang sedianya bertempat di pizza hut TIS Square Tebet ternyata harus dipindahkan ke Citrus Cafe begitu kami lengkap berlima hanya karena kami sama-sama tak terbiasa dengan lidah Italia. Pak Idham sebagai leader in charge hari ini membuka pertemuan dengan diskusi mengenai arah pengembangan suatu bisnis secara vertikal maupun horisontal.  Pak Hario, Pak hendra, Pak taufan dan sayapun segera saling bersahut untuk mendiskusikannya.</p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Diversifikasi" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/babi.jpg" alt="" width="257" height="207" /></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: justify;">Bisa ditebak kami dalam berbisnis lebih banyak melakukan strategi vertical saat pengembangan usaha diperlukan.  Strategi bisnis dari hulu ke hilir dirasa paling tepat bagi pengembangan bisnis mengingat resiko yang kecil karena bisnis bersandar pada core competensi mula yang sudah berjalan dan teruji.  Disamping itupun pemanfaatan sumber daya dan faktor faktor produksi yang telah ada bisa dimaksimalkan [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Pertemuan KMM 5 TDA Jaksel (10032010)<br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (17032010-22.25)</span></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran Pak Taufan yang lama menghilang dari KMM 5 terobati hari ini, beliau datang hampir bersamaaan dengan saya yang datang kepagian. Pertemuan yang sedianya bertempat di pizza hut TIS Square Tebet ternyata harus dipindahkan ke Citrus Cafe begitu kami lengkap berlima hanya karena kami sama-sama tak terbiasa dengan lidah Italia. Pak Idham sebagai leader in charge hari ini membuka pertemuan dengan diskusi mengenai arah pengembangan suatu bisnis secara vertikal maupun horisontal.  Pak Hario, Pak hendra, Pak taufan dan sayapun segera saling bersahut untuk mendiskusikannya.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Diversifikasi" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/babi.jpg" alt="" width="257" height="207" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Bisa ditebak kami dalam berbisnis lebih banyak melakukan strategi vertical saat pengembangan usaha diperlukan.  Strategi bisnis dari hulu ke hilir dirasa paling tepat bagi pengembangan bisnis mengingat resiko yang kecil karena bisnis bersandar pada core competensi mula yang sudah berjalan dan teruji.  Disamping itupun pemanfaatan sumber daya dan faktor faktor produksi yang telah ada bisa dimaksimalkan.  Taruh contoh usaha photocopy saya yang mulai merambah ke bisnis percetakan, ATK, training provider hingga photografi yang memanfaatkan dan memaksimalkan faktor-faktor produksi yang selama ini ada di bisnis photocopy.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Strategi Vertikal:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Meningkatkan koordinasi rantai persediaan.</li>
<li>Sediakan lebih banyak kesempatan untuk membedakan dengan cara mengendalikan peningkatan input.</li>
<li>Capture hulu atau hilir margin keuntungan.</li>
<li>Meningkatkan hambatan masuk ke pesaing potensial</li>
<li>Mendapatkan akses ke saluran distribusi hilir yang sebaliknya akan dapat diakses.</li>
<li>Memfasilitasi investasi dalam aset yang sangat khusus di mana pemain hulu hilir atau mungkin enggan untuk berinvestasi.</li>
<li>Mengakibatkan perluasan kompetensi inti.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Strategi perkembangan bisnis horisontal lebih menitik beratkan pada upaya diVersifikasi.  Utamanya untuk mengantisipasi resiko bila kita berbisnis di keranjang yang sama.  Perlu upaya keras dan kompetensi lebih dalam membuka bisnis diluar core competensi yang ada selama ini.  Pastinya resiko akan menjadi lebih besar demikian juga dengan modal yang diperlukan.  Bisa saja core competensi saya ada di bidang percetakan namun saya tak menutup kemungkinan untuk bisnis properti atau restoran.  Pun ketika saya berinvestasi pada saham atau reksadana.  Karena dengan mengetahui karakter masing-masing bisnis kita bisa memperkirakan sumber konstan yang bisa kita dapatkan guna mengantisipasi fluktuasi satu bidang bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat strategi horisontal:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Survival (mempertahankan hidup).</li>
<li>Mendorong pertumbuhan prospek.</li>
<li>Memperluas ke pasar yang baru.</li>
<li>Mempererat genggaman pada pasar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelemahan Strategi Diversifikasi:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li> Memang diversifikasi dapat meletakkan anda pada jalan yang cepat untuk pertumbuhan, namun sebaliknya bila gagal</li>
<li> Dengan memperluas rentang produk anda dan bahkan perputaran produk anda meningkat, maka biaya-biayanya juga meningkat dan hal ini dapat pula berakibat menurunkan profit anda.</li>
<li> Dengan memperluas ke pasar yang baru, maka bahaya yang muncul pada target pelanggan yang baru belum tentu anda ketahui. Untuk itu diperlukan suatu riset sebelum melakukan diversifikasi.</li>
<li> Untuk melakukan diversifikasi diperlukan orang yang benar-benar menguasai karakteristik bisnis tiap-tiap produk anda.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">catatan penting pertemuan ini adalah</span>:  kita tidak disarankan untuk mempertimbangkan diversifikasi hingga bisnis inti yang ada stabil dan menguntungkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proyek Bisnis 1 (UAI-Genap 2010)</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/10/proyek-bisnis-1-uai-genap-2010/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/10/proyek-bisnis-1-uai-genap-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 15:20:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Proyek Bisnis 1 merupakan matakuliah yang diberikan pada semester 4 dengan beban 4 SKS pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaan UAI.  Bahasan dalam matakuliah ini menitik beratkan pada pembekalan bagi mahasiswa untuk bisa merencanakan start up bisnis, motivasi bisnis serta berbagai paparan mengenai praktek bisnis secara real.  Sementara itu hasil akhir yang ingin diperoleh adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="PB2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Bisnis.gif" alt="" width="300" height="306" /></p>

<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk merintis suatu usaha mulai dari proses perencanaan hingga realisasi bisnis.
2.  Mahasiswa mampu dan peka untuk merencanakan mimpi bisnisnya menjadi realitas melalui proses-proses yang terstruktur dan comprehensive.
3.  Mahasiswa mampu untuk melihat peluang baik secara internal maupun ekternal dirinya dalam berbisani
4.  Mahasiswa mampu untuk meneruskan bisnis hingga jenjang PB 2. [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Universitas Al Azhar Indonesia</span><br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (10032010-22.26)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Proyek Bisnis 1 merupakan matakuliah yang diberikan pada semester 4 dengan beban 4 SKS pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaan UAI.  Bahasan dalam matakuliah ini menitik beratkan pada pembekalan bagi mahasiswa untuk bisa merencanakan start up bisnis, motivasi bisnis serta berbagai paparan mengenai praktek bisnis secara real.  Sementara itu hasil akhir yang ingin diperoleh adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="PB2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Bisnis.gif" alt="" width="300" height="306" /></p>
<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk merintis suatu usaha mulai dari proses perencanaan hingga realisasi bisnis.<br />
2.  Mahasiswa mampu dan peka untuk merencanakan mimpi bisnisnya menjadi realitas melalui proses-proses yang terstruktur dan comprehensive.<br />
3.  Mahasiswa mampu untuk melihat peluang baik secara internal maupun ekternal dirinya dalam berbisani<br />
4.  Mahasiswa mampu untuk meneruskan bisnis hingga jenjang PB 2.<br />
<strong><br />
Referensi yang digunakan:</strong><br />
1.  Awakening the entrepreneur within – Michael  E Gerber<br />
2.  The Portable MBA in Entrepreneurship – William D. Bygrave<br />
3.  Jangan Takut memulai Bisnis – Richie Indrajaya<br />
<strong><br />
Materi Perkuliahan:</strong><br />
1.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCODYxZTA4ZTYtMjBlZi00YTIxLWE5ODAtOTI0MWQ2MTlkMGM3&amp;hl=en" target="_blank">Sillabi PB1</a><br />
2.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCOGQxZWFmNTMtNTBhNi00Y2JhLWIwYjQtMDkxODdmM2IxMjFl&amp;hl=en" target="_blank">Preface PB1 dan Perincian Proyek</a><br />
3.  Aspek Entrepreneur &amp; Dream<br />
4.  Memilih dan mengevaluasi Ide Bisnis<br />
5.  Membangun Visi &amp; Misi Bisnis<br />
6.  Perencanaan Bisnis<br />
7.  Membangun Pasar<br />
8.  Aspek Kompetensi &amp; Strategi Bersaing<br />
9.  Aspek Jaringan<br />
10  Peluang dan resiko Bisnis<br />
11  Aspek Modal dan sumber permodalan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Note:</strong> Mahasiswa bisa mendowload materi di atas dengan mengirimkan email kepada dosen pengampu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/10/proyek-bisnis-1-uai-genap-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Studi Kelayakan Bisnis (UAI-Genap 2010)</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/09/studi-kelayakan-bisnis-uai-genap-2010/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/09/studi-kelayakan-bisnis-uai-genap-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:52:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Study Kelayakan Bisnis merupakan matakuliah yang diberikan pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaaan UAI pada semester 6 dengan jumlah 4 SKS. Dalam mata kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan konten studi kelayakan bisnis baik secara teori maupun praktek penulisan pelaporannya.  Penitik beratan matakuliah ini diletakkan pada bagaimana mahasiswa bisa membuat perencanaan bisnis sekaligus melakukan analisa kelayakan atas perencanaan tersebut.  Hasil akhir yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="SKU" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/studi_kelayakan.jpg" alt="" width="300" height="214" /></p>

<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk membuat perencanaan usaha yang prospektif dan mempunyai daya saing
2.  Mahasiswa mampu untuk menyusun sendiri perencanaan bisnis yang sesuai tujuannya secara efektif, efisien dan menarik
3.  Mahasiswa mampu untuk mengevaluasi / menganalisis suatu proyek untuk mengetahui layak  tidaknya proyek tersebut untuk dieksekusi.
4.  Mahasiswa mampu untuk memanfaatkan studi kelayakan bisnis proyeknya untuk diterapkan dalam bisnis real [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Universitas Al Azhar Indonesia<br />
By Be Samyono (10032010-22.26)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Study Kelayakan Bisnis merupakan matakuliah yang diberikan pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaaan UAI pada semester 6 dengan jumlah 4 SKS. Dalam mata kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan konten studi kelayakan bisnis baik secara teori maupun praktek penulisan pelaporannya.  Penitik beratan matakuliah ini diletakkan pada bagaimana mahasiswa bisa membuat perencanaan bisnis sekaligus melakukan analisa kelayakan atas perencanaan tersebut.  Hasil akhir yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="SKU" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/studi_kelayakan.jpg" alt="" width="300" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk membuat perencanaan usaha yang prospektif dan mempunyai daya saing<br />
2.  Mahasiswa mampu untuk menyusun sendiri perencanaan bisnis yang sesuai tujuannya secara efektif, efisien dan menarik<br />
3.  Mahasiswa mampu untuk mengevaluasi / menganalisis suatu proyek untuk mengetahui layak  tidaknya proyek tersebut untuk dieksekusi.<br />
4.  Mahasiswa mampu untuk memanfaatkan studi kelayakan bisnis proyeknya untuk diterapkan dalam bisnis real.</p>
<p><strong>Referensi yang digunakan adalah:</strong><br />
1.  Husein Umar, &#8220;Studi Kelayakan Bisnis, Edisi 2, Jakarta : Gramedia&#8221;<br />
2.  Suad Husnan &amp; Suwarnono, “Studi Kelayakan Proyek”<br />
3.  Linda Pinson, &#8220;Anatomy of a Business Plan&#8221;</p>
<p><strong>Detail Perkuliahan:</strong><br />
1.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCMDkyOGQ3N2ItZjRjZS00MzEwLWIwMDUtYWJlMDU2ODY4ZDNl&amp;hl=en" target="_blank">Sillabi SKB</a><br />
2.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCMzUzMjJiODMtNjFjZC00MGMxLTk3YjgtYWYwODc3OGI0NjAy&amp;hl=en" target="_blank">Preface SKB &amp; Tugas</a><br />
3.  Bab 2    : Aspek Pasar<br />
4.  Bab 3    : Aspek Pemasaran<br />
5.  Bab 4    : Aspek Teknik &amp; Teknologi<br />
6.  Bab 5+6  : Aspek Manajemen &amp; SDM<br />
7.  Bab 7    : Aspek Financial<br />
8.  Bab 8    : Aspek Esospol<br />
9.  Bab 9    : Aspek Lingkungan Industri<br />
10  Bab 10-11: Aspek Yuridis &amp; Lingkungan<br />
11  Bab 12   : Aspek Antisipasi Resiko<br />
12  Bab 13   : Desain &amp; Pelaporan SKB</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Note:</strong> Mahasiswa bisa mendownload materi perkuliahan dengan mengirimkan email dan identitas kepada dosen pengampu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/09/studi-kelayakan-bisnis-uai-genap-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Permasalahan Bisnis</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lima Rekan telah berkumpul disaat saya menjadi yang terakhir yang datang.  Menghindari 3in1 ternyata membawa saya harus melalui rute panjang untuk mencapai Pejaten Village tempat kami KMM 5 mengadakan pertemuan hari ini.  Times menjadi pilihan kami kali ini  dan sayalah yang menjadi Leader in Charge.  Saya lihat Pak Idham, Pak hendra, Pak Syamsul, Pak Haryo dan Pak Khidir telah nyaman berada di sofa panjang di tengah void mall ini.   Sepertinya kami salah memilih tempat karena tempat ini lumayan berada di tengah lobby dan sangat mencolok hampir menyerupai panggung talk show.  Namun itu bukan masalah yang besar karena lima menit kemudian kami telah seru membahas topik hari ini berupa MENGHADAPI PERMASALAHAN BISNIS tanpa terganggu suasana sekelilingnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="problem" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang mencengangkan ternyata permasalahan bisnis kali ini lebih banyak menyorot mengenai permasalahan yang ditimbulkan oleh partner bisnis.  Tidak saja dalam hal operasional namun juga masalah relationship dengan partner.  Dan pembicaraan mengerucut pada mengatasi permasalahan bila bermasalah dengan partner bisnis.  Yang mengejutkan hampir semua rekan KMM5 pernah menghadapi masalah dengan partner bisnisnya utamanya.  Mulai dari kasus ditipu, dikhianati bahkan perselisihan yang seringkali merugikan baik secara moral maupun material [........] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #ff6600;">Pertemuan KMM 5 TDA Jaksel (17022010)</span><br />
By Be Samyono (17032010-22.00)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lima Rekan telah berkumpul disaat saya menjadi yang terakhir yang datang.  Menghindari 3in1 ternyata membawa saya harus melalui rute panjang untuk mencapai Pejaten Village tempat kami KMM 5 mengadakan pertemuan hari ini.  Times menjadi pilihan kami kali ini  dan sayalah yang menjadi Leader in Charge.  Saya lihat Pak Idham, Pak hendra, Pak Syamsul, Pak Haryo dan Pak Khidir telah nyaman berada di sofa panjang di tengah void mall ini.   Sepertinya kami salah memilih tempat karena tempat ini lumayan berada di tengah lobby dan sangat mencolok hampir menyerupai panggung talk show.  Namun itu bukan masalah yang besar karena lima menit kemudian kami telah seru membahas topik hari ini berupa MENGHADAPI PERMASALAHAN BISNIS tanpa terganggu suasana sekelilingnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="problem" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang mencengangkan ternyata permasalahan bisnis kali ini lebih banyak menyorot mengenai permasalahan yang ditimbulkan oleh partner bisnis.  Tidak saja dalam hal operasional namun juga masalah relationship dengan partner.  Dan pembicaraan mengerucut pada mengatasi permasalahan bila bermasalah dengan partner bisnis.  Yang mengejutkan hampir semua rekan KMM5 pernah menghadapi masalah dengan partner bisnisnya utamanya.  Mulai dari kasus ditipu, dikhianati bahkan perselisihan yang seringkali merugikan baik secara moral maupun material.   Tak tanggung tanggung justru hal ini terjadi pada orang yang sangat dekat dan amat kita percaya.  Satu hal yang wajar bila pada akhirnya permasalahan ini membuat kita mengalami kejatuhan mental yang berpengaruh pada kinerja bisnis.  Teman-teman mengamini satu kesimpulan bersama bahwa apapun kejadiannya jangan sampai hal ini menjatuhkan mental berbisnis.  Anggaplah bahwa kerugian ini semua adalah satu sedekah.  Karena akan lebih positif bila kita segera mencari ganti akan kerugian ini daripada memfokuskan diri dengan merenungi kerugian yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tips yang bisa dijadikan acuan dalam berkolaborasi partner Bisnis dalam bernetworking adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Usahakan memperoleh partner yang mempunyai kesesuaian Visi dan Misi dengan bisnis Anda JANGAN sebaliknya.</li>
<li>Ikatlah kerjasama yang penting dengan memperhatikan aspek Hukum</li>
<li>Pikirkan peluang-peluang yang bisa dipetik dalam masa datang dalam kerjasama yang dilakukan sekarang</li>
<li>Bila terlibat dalam networking berpartisipasilah semaksimal mungkin JANGAN menunggu.</li>
<li>Kontrol dan evaluasi keterlibatan bisnis anda dalam networking agar tetap memperoleh manfaat</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Bila permasalahan dalam bisnis muncul maka problem solving ala ALBERT EINSTEIN berikut bisa diterapkan:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Rephrase the problem:</strong> Me-rephrase persoalan akan membuat pola berpikir menjadi lebih akurat dan berdayaguna.</li>
<li><strong>Expose and challenge assumptions: </strong>Menguji asumsi akan membuat pola berpikir menjadi lebih jernih dan terarah.</li>
<li><strong>Chunk up:</strong> Chunking up akan membuat persoalan menjadi jelas duduk perkaranya.</li>
<li><strong>Chunk down: </strong>Chunking down akan membuat persoalan menjadi lebih spesifik dan pada saat yang sama akan membuat diri kita bisa merasa lebih besar dari persoalan.</li>
<li><strong>Find multiple perspectives:</strong> Mengambil multi persepsi akan membuat persoalan menjadi lebih terfokus dan pada saat yang sama akan sangat membantu agar berbagai kemungkinan solusi tidak berdampak menciptakan persoalan baru atau memperberat suatu persoalan yang lain.</li>
<li><strong>Use effective language constructs:</strong> Aspek pilihan bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh terhadap bagaimana suatu persoalan akan ditindaklanjuti dan dikelola. Lebih jauh lagi, aspek bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh pada tinggi rendahnya tingkat stamina kita dalam menindaklanjuti dan mengelola persoalan.</li>
<li><strong>Make it engaging:</strong> Buatlah persoalan menjadi menarik, karena kita akan menghabiskan sejumlah energi dan waktu dalam menghadapi persoalan. Jika persoalan menarik, maka energi dan waktu yang digunakan akan tergantikan dengan efisien dan menguatkan.</li>
<li><strong>Reverse the problem:</strong> Salah satu trik untuk keluar dari persoalan dengan segera, adalah dengan menjungkirbalikkan persoalan. Jika kita ingin menang, cari tahu apa yang akan membuat kita kalah. Jika kita ingin besar, temukan apa yang membuat kita kecil. Jika kita ingin berhasil, selidiki apa yang akan membuat kita gagal.</li>
<li><strong>Kumpulkan fakta-fakta:</strong> Persoalan harus jelas dan detil. Jangan sampai, sesuatu yang bukan persoalan malah kita anggap persoalan, atau suatu persoalan muncul dengan kabur dan samar-samar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Di dalam kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;problem&#8221; </span>ada suku kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;pro&#8221;</span>. Dalam bahasa latin, &#8220;pro&#8221; berarti &#8220;positif&#8221;  atau <span style="color: #ff6600;">&#8220;berpihak&#8221;</span>. Jika kita punya masalah, maka ia sebenarnya positif dan berpihak kepada kita. Ingatlah lagi berbagai masalah dan persoalan yang berhasil kita selesaikan, pasti selalu berdampak positif  dan makin membesarkan kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Pendidikan Menjadi Satu Kemewahan</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/02/03/ketika-pendidikan-menjadi-satu-kemewahan/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/02/03/ketika-pendidikan-menjadi-satu-kemewahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 18:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bukan kata yang mendramatisir bila kini saya katakan bahwa pendidikan menjadi satu barang mewah di negeri ini yang berusaha digapai oleh banyak orang tua murid.  Untuk bisa bersekolah bermutu, kepandaian saja tidaklah cukup dimiliki seorang siswa, perlu limpahan materi untuk bisa "ditukar" dengan ilmu yang dia inginkan.  Hingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi siswa tak pandai dan miskin.  Tersingkirkan?.  Pendidikan adalah hak anak negri untuk memperolehnya, dan bila negara mampu mendidik anak negeri dengan system pengajaran yang tepat dan terjangkau.  Tak terkira limpahan human capital yang kita punyai dan tak terkira kesejahteraan yang bakal kita nikmati.  Namun sayangnya itu masih mimpi, kenyataannya dunia pendidikan masih mendiskriminasikan mereka yang tak mampu baik secara finacial ataupun kepandaian.  komersialisasi pendidikan tidak saja melahirkan generasi yang timpang tapi juga pendegradasian moral yang akut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Baca" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/baca-di-atap.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Saya setuju dengan tulisan rekan Wahyu B. Hanggono, seorang pengamat pendidikan Indonesia yang tajam mengatakan "fakta bahwa pendidikan  di Indonesia masih terpaku pada birokrasi, legalisasi dan indoktrinasi program dan kurikulum.  anak-anak diarahkan menjadi produk yang sama, potensi dan jiwa anak sama sekali tidak dihargai. [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (02022010-23.53) </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bukan kata yang mendramatisir bila kini saya katakan bahwa pendidikan menjadi satu barang mewah di negeri ini yang berusaha digapai oleh banyak orang tua murid.  Untuk bisa bersekolah bermutu, kepandaian saja tidaklah cukup dimiliki seorang siswa, perlu limpahan materi untuk bisa &#8220;ditukar&#8221; dengan ilmu yang dia inginkan.  Hingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi siswa tak pandai dan miskin.  Tersingkirkan?.  Pendidikan adalah hak anak negri untuk memperolehnya, dan bila negara mampu mendidik anak negeri dengan system pengajaran yang tepat dan terjangkau.  Tak terkira limpahan human capital yang kita punyai dan tak terkira kesejahteraan yang bakal kita nikmati.  Namun sayangnya itu masih mimpi, kenyataannya dunia pendidikan masih mendiskriminasikan mereka yang tak mampu baik secara finacial ataupun kepandaian.  komersialisasi pendidikan tidak saja melahirkan generasi yang timpang tapi juga pendegradasian moral yang akut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Baca" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/baca-di-atap.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Saya setuju dengan tulisan rekan Wahyu B. Hanggono, seorang pengamat pendidikan Indonesia yang tajam mengatakan &#8220;fakta bahwa pendidikan  di Indonesia masih terpaku pada birokrasi, legalisasi dan indoktrinasi program dan kurikulum.  anak-anak diarahkan menjadi produk yang sama, potensi dan jiwa anak sama sekali tidak dihargai.  Ibarat kata sistem pendidikan di indonesia hanya bertujuan untuk mengasah pisau tajam bukannya berusaha menjadikan bijih besimenjadi aneka perkakas yang berguna.&#8221;  Jelasnya pendidikan di Indonesia hanya bisa memproses bahan baku dengan kualitas tertentu menjadi suatu barang dan mereject bahan baku yang tidak sesuai standart menjadi rongsokan atau tepatnya &#8220;sampah masyarakat&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu yang menarik bila dikatakan bahwa hendaknya pendidikan dasar (SD-SMP) lebih ditekankan pada pendidikan ketauhidan, akhlak, pengembangan pribadi dan potensi anak.  Hingga pendidikan dasar ini bisa menjadi penggemblengan sikap dasar yang memang harus dimiliki seorang anak hingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya sesuai dengan potensi dan keunikannya.  untuk itu penilaian deskriptif/naratif amat mutlak diberikan daripada penilaian angka di dalam rapotnya.  Nantinya baru dalam pendidikan lanjutan penajaman skill bisa diarahkan secara tepat dan dinilai sesuai sdtandart keahliannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya teringat dengan satu perumpamaan.  Ibarat dalam sebuah hutan yang dihuni oleh berbagai macam hewan.  Mestinya pendidikan dasar di hutan diarahkan untuk mendidik sikap dasar binatang yang ada di hutan agar mampu beradaptasi sesuai dengan keunikannya.  Seperti bertahan hidup, beregenerasi dan sebagainya.  Bukannya di ajar untuk bisa menguasai keahlian yang sama karena pada dasarnya mereka punya potensi yang berbeda dan keunikan tersendiri.  Pada gilirannya potensi serta keunikan inilah yang akan menentukan mereka untuk bisa memasuki pendidikan lanjutannya.  Burung akan belajar terbang dan ikanpun akan belajar berenang.  Hingga jelas disini tak ada satu niatan untuk menyingkirkan si bodoh atau menjadikan semua pribadi sebagai produk yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya.  Hendaklah untuk saling memolong dan menutupi kekurangan bagi sesama.  Jangan biarkan carut marut pendidikan negri ini makin membarutkan luka yang semakin bernanah.  Karena kemiskinan dan kebodohan  di negri ini berawal dari keengganan si kaya untuk berbagi harta dan si pintar untuk berbagi ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">(Pic: Koran Tempo)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/02/03/ketika-pendidikan-menjadi-satu-kemewahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Membangun Kolaborasi</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 05:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis.  Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya.   Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logoTDAJaksel.gif" alt="" width="361" height="92" /></p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma.  Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan.  Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting.  Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk.  Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (23122009-10.10)<br />
<span style="color: #ff6600;">Catatan Refleksi Menyambut Proses Pemilihan Pengurus TDA Jaksel</span></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis.  Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya.   Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logoTDAJaksel.gif" alt="" width="361" height="92" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma.  Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan.  Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting.  Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk.  Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya pribadi melihat TDA Jaksel dalam masa transisi.  Satu transisi dari kelompok kecil Master Mind yang mulai membesar dan membutuhkan pengelolaan menjadi satu wadah yang lebih professional dan memberi value yang lebih bagi anggotanya dan bila mungkin bagi lingkup yang lebih luas.  Sangat disayangkan kefakuman beberapa kegiatan yang terjadi di bulan juli hingga nopember memberi tantangan baru bagi TDA Jaksel.  Tantangan untuk kembali merapatkan jajaran,  mulai berbenah secara intern dan membangunkan anggotanya untuk diajak berjalan seiring bersama.  Dalam kondisi seperti ini  titik berat pembenahan organisasi bukanlah dititik beratkan pada perubahan revolusioner dan ekspansive keluar melainkan melakukan <span style="color: #ff6600;">KONSOLIDASI</span> kedalam.</p>
<p style="text-align: justify;">*******</p>
<p style="text-align: justify;">Saya masih ingat pertengahan tahun lalu ketika saya kebingungan untuk mencari komunitas bisnis.  Ketika itu Nama Pak TJARLI melekat di benak saya.  Keberadaan pak Tjarli dalam menahkodai KMM Jaksel menggerakkan saya untuk menghubungi beliau.  Keinginan saya hingga sekarangpun untuk masuk organisasi tidak berubah yaitu INGIN BELAJAR.  Dan saya melihat figure pak Tjarli yang humble, low profile, sabar dan melayani menjadi panutan dan pembelajaran yang baik bagi saya secara pribadi.  Keyakinan inipun secara positif memberi gambaran menyeluruh terhadap TDA Jaksel.    Sebagai “new Kid On the Block” dan miskin pengalaman berorganisasi saya merasa diterima dan diberi kenyamanan dalam rumah baru ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Paralel dengan kondisi yang bersama kita hadapi sekarang.  Saya pikir figure dan kepemimpinan pak Tjarli masih merupakan asset dan kontribusi yang besar dalam melakukan konsolidasi dalam organisasi TDA Jaksel.  Sebagai Sosok yang tahu mengenai TDA Jaksel secara keseluruhan dan perpanjangan tangan ke TDA Pusat serta rangkulan terhadap  anggota yang ada.  Peran ini tidak kecil untuk kembali membangkitkan semangat menyebarkan EPOS dan mengembalikan lajunya kinerja organisasi.  Kekawatiran tidak adanya darah baru untuk membuat kinerja dan inovasi baru dalam berkegiatan hendaknya disingkirkan.  Karena kami-kami yang muda akan menjadi barisan yang solid untuk terealisasinya misi dan visi TDA Jaksel ke depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sederhananya <span style="color: #ff6600;">KOLABORASI</span> adalah kata yang tepat bagi kita yang bersama meletakkan harapan pada organisasi ini untuk kembali bangkit.  Kolaborasi antara Kepemimpinan Pak Tjarli yang menjadi payung dan penggerak langkah anggota dengan Kreativitas dan Inovasi rekan-rekan muda yang saya tidak saya ragukan lagi komitmen dan keahliannya.  Dukungan saya kepada Pak Tjarli Tidak semata karena saya secara pribadi ingin selalu belajar menjadi sosok yang beliau teladani.  LEBIH DARI ITU saya menginginkan yang terbaik bagi organisasi ini.  saya ingin agar harapan yang sama sama kita letakkan di organisasi ini bisa segera terwujudkan melalui kolaborasi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena saya pahami proses <span style="color: #ff6600;">PEMILIHAN PENGURUS</span> ini bukanlah sekedar proses menunjuk satu Nahkoda dimana nasib kita akan di berikan tapi ini adalah lebih pada proses memilih Partner kerja dimana kita mengikatkan komitmen untuk bersama mewujudkan harapan kita.  Semoga Proses ini member berkah bagi kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">SEMOGA</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cipta Collection &#8211; Garmen</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/12/10/cipta-collection-garmen/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/12/10/cipta-collection-garmen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 03:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cipta Collection (CC) merupakan anak perusahaan Cipta Baru.  Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha ini melebarkan sayapnya di bidang garmen.  Usaha yang dimulai di awal pertengahan tahun 2008 ini diteruskan pada: Sumas Kurniawan sebagai generasi berikutnya.  Langkah ini cukup tepat dilakukan mengingat selama ini pengelolaan bisnis hanya dijalankan oleh orang kepercayaan tanpa satu pengawasan.  Dibangun dengan modal investasi 85 juta dan menempati pabrik milik sendiri seluas lebih dari 162 M2  usaha ini mulai menunjukkan kemajuan.  Beberapa merk besar mulai mempercayakan Cipta Collection untuk mengerjakan ordernya seperti Sophie martin dan Nevada. Keunggulan yang dimiliki usaha ini diantaranya adalah telah dimilikinya badan hukum hingga memudahkan untuk mendapatkan oder dan keberadaan pabrik milik sendiri. Namun demikian beberapa kendala masih dimiliki usaha ini diantaranya adalah ketergantungan usaha pada pasokan listrik PLN yang masih seringkali padam, sistem manajemen yang belum terimplementasi serta masih banyaknya skill yang harus ditingkatkan untuk menghindari cacat produksi.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cipta collection" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120300.jpg" alt="" width="270" height="360" /></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan Cipta Collection guna memposisikan usahanya sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk dan jasa dengan kualitas no.1 sesuai dengan kebutuhan pembeli cukup mempunyai potensi.  Selain sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok perkembangan fashionpun makin marak belakangan ini.  Tinggal bagaimana upaya perusahaan untuk bisa menggelontor pasar dengan merk baru atau bagaimana perusahaan mendapatkan order dari merk-merk yang sudah establish.  karena bila ditilik dari dukungan mesin, Cipta Collection cukup mumpuni untuk mengerjakan order besar.  Tercatat Cipta Collection mempunyai: 7 mesin jahit, 3 mesin obras, 2 mesin kam dan 2 mesin gosok.  Tenaga kerja yang diperkerjakan mencapai 10-an orang. [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (09122009-16.19)</strong></span><br />
<span style="color: #ff6600;"><strong>Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</strong></span></p>
<p>Data Bisnis:</p>
<p>Owner		: Sumas Kurniawan<br />
Alamat		: Taman Kota Kembangan Jakarta Barat<br />
Email		: suka_mas_mas@yahoo.com</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Sumas" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Sumas.jpg" alt="" width="251" height="272" /></p>
<p style="text-align: justify;">Gambaran Bisnis:</p>
<p style="text-align: justify;">Cipta Collection (CC) merupakan anak perusahaan Cipta Baru.  Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha ini melebarkan sayapnya di bidang garmen.  Usaha yang dimulai di awal pertengahan tahun 2008 ini diteruskan pada: Sumas Kurniawan sebagai generasi berikutnya.  Langkah ini cukup tepat dilakukan mengingat selama ini pengelolaan bisnis hanya dijalankan oleh orang kepercayaan tanpa satu pengawasan.  Dibangun dengan modal investasi 85 juta dan menempati pabrik milik sendiri seluas lebih dari 162 M2  usaha ini mulai menunjukkan kemajuan.  Beberapa merk besar mulai mempercayakan Cipta Collection untuk mengerjakan ordernya seperti Sophie martin dan Nevada. Keunggulan yang dimiliki usaha ini diantaranya adalah telah dimilikinya badan hukum hingga memudahkan untuk mendapatkan oder dan keberadaan pabrik milik sendiri. Namun demikian beberapa kendala masih dimiliki usaha ini diantaranya adalah ketergantungan usaha pada pasokan listrik PLN yang masih seringkali padam, sistem manajemen yang belum terimplementasi serta masih banyaknya skill yang harus ditingkatkan untuk menghindari cacat produksi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cipta collection" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120300.jpg" alt="" width="270" height="360" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Keinginan Cipta Collection guna memposisikan usahanya sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk dan jasa dengan kualitas no.1 sesuai dengan kebutuhan pembeli cukup mempunyai potensi.  Selain sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok perkembangan fashionpun makin marak belakangan ini.  Tinggal bagaimana upaya perusahaan untuk bisa menggelontor pasar dengan merk baru atau bagaimana perusahaan mendapatkan order dari merk-merk yang sudah establish.  karena bila ditilik dari dukungan mesin, Cipta Collection cukup mumpuni untuk mengerjakan order besar.  Tercatat Cipta Collection mempunyai: 7 mesin jahit, 3 mesin obras, 2 mesin kam dan 2 mesin gosok.  Tenaga kerja yang diperkerjakan mencapai 10-an orang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dari diagnosa bisnis di kelas tersimpul beberapa hal:</p>
<p style="text-align: justify;">1.  Faktor tenaga kerja musiman disatu sisi memang akan menurunkan biaya tetap tapi bila order telah berkelanjutan maka hal ini perlu dipecahkan adanya tetaga kerja tetap untuk menjaga konsistensi dan mutu produksi</p>
<p style="text-align: justify;">2.  Sumas sebagai pelanjut bisanis harus segera mungkin mempelajari bisnis secara mendalam untuk bisa melakukan take over dan mengkontrol semua jalannya operasional bisnis. Karena terlihat operasional usaha terjadi conflict of interest.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Analisa:</span></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan usaha bisnis Cipta Collection masihlah sangat awal. Untuk mempercepat berjalannya usaha Cipta Collection harus lebih ekspansif untuk memperoleh order dari merk-merk fashion terkenal.  Kedepannya Cipta Collection harus berani untuk membuat merek tersendiri dan menggelontor pasar sesuai dengan segmen dan target marketnya agar memperoleh margin yang lebih besar lagi dan tidak hanya memperoleh margin dari ongkos kerja belaka.  Sukses Sumas dengan usahanya!</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/12/10/cipta-collection-garmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Promosi Beretika di Dunia Maya</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/11/12/promosi-beretika-di-dunia-maya/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/11/12/promosi-beretika-di-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 09:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tak disangkal keberadaan internet menjadi satu kemudahan bagi produsen untuk menjangkau konsumennya guna mengkomunikasikan produk.  Tinggalkan era berbudget  tinggi dan tidak langsung menjangkau target market dalam mengirimkan fax, brosur atau surat.  Karena Internet memungkinkan kita  menggunakan email yang tidak  saja memberi kemudahan dan biaya rendah yang diperoleh, namun juga bisalangsung menjangkau sasaran dan penghematan waktu.  Maraknya fenomena Facebook pun  menciptakan media tersendiri bagi produsen untuk menempatkan media promosi di jejaring sosial ini.  Mulai dari hal sederhana untuk memakai accout pribadi  menjadi account bisnis atau produk, menciptakan halaman groups produk hingga mengembangkan fanspage. pasar facebook indonesia yang menempati no 7 didunia  menciptakan populasi tersendiri bagi penetrasi produk.  siapa yang tak tergiur.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="www" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/www.jpg" alt="" width="283" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit menempatkan diri pada kursi yang berbeda dari kursi Produsen, sebagai konsumen sayapun merasakan manfaat berlebih dari adanya internet ini.  Produk-produk bisa saya cari, dapatkan dan bandingkan dengan cepat secara online.  Pencarian sayapun tak terbatasi oleh wilayah dan waktu lagi.  Bahkan menariknya saya pun bisa memperoleh info mengenai produk dari berbagai testimoni atau pendapat orang melalui forum sehingga demikian jelas bagaimana fitur produk  tersebut bisa memnuhi kebutuhan dan keinginan saya.  Taruh kata: dunia di genggaman saya! [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (12112009-15.20)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tak disangkal keberadaan internet menjadi satu kemudahan bagi produsen untuk menjangkau konsumennya guna mengkomunikasikan produk.  Tinggalkan era berbudget  tinggi dan tidak langsung menjangkau target market dalam mengirimkan fax, brosur atau surat.  Karena Internet memungkinkan kita  menggunakan email yang tidak  saja memberi kemudahan dan biaya rendah yang diperoleh, namun juga bisalangsung menjangkau sasaran dan penghematan waktu.  Maraknya fenomena Facebook pun  menciptakan media tersendiri bagi produsen untuk menempatkan media promosi di jejaring sosial ini.  Mulai dari hal sederhana untuk memakai accout pribadi  menjadi account bisnis atau produk, menciptakan halaman groups produk hingga mengembangkan fanspage. pasar facebook indonesia yang menempati no 7 didunia  menciptakan populasi tersendiri bagi penetrasi produk.  siapa yang tak tergiur.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="www" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/www.jpg" alt="" width="283" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit menempatkan diri pada kursi yang berbeda dari kursi Produsen, sebagai konsumen sayapun merasakan manfaat berlebih dari adanya internet ini.  Produk-produk bisa saya cari, dapatkan dan bandingkan dengan cepat secara online.  Pencarian sayapun tak terbatasi oleh wilayah dan waktu lagi.  Bahkan menariknya saya pun bisa memperoleh info mengenai produk dari berbagai testimoni atau pendapat orang melalui forum sehingga demikian jelas bagaimana fitur produk  tersebut bisa memnuhi kebutuhan dan keinginan saya.  Taruh kata: dunia di genggaman saya!</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi pernahkah anda mengalami kebanjiran informasi produk yang tidak anda perlukan?  Cepatnya saya memperoleh informasi ternyata dibarengi dengan cepatnya  email atau account yang saya tersebar di dunia maya.  Dan konsekwensipun harus saya terima seperti membanjirnya info produk yang tak saya perlukan yang bisa  dikategorikan sebagai spammer atau hal-hal yang tak menyamankan lainnya.  Tergambarlah beberapa contoh seperti account FB saya `yang di tag di salah satu  produk satu produsen.  Berhari-hari saya dibanjiri notifikasi akibat komen orang lain yang muncul pada photo produk tersebut. Hingga terpaksa saya me-remove  tag saya di photo produk tersebut. Membanjirnya email spam di email saya atau milist groups saya sudah hal yang biasa namun bila tiap email itu hingga 10-50  Mega? terpaksalah saya balas email tersebut dengan permintaan sopan untuk mencabut nama saya dari berpuluh daftar email yang mereka kirimkan. Hingga 5 kali  tidak ditanggapi.  Terakhir dengan terpaksa saya harus menelepon pengirim ersebut untuk dihentikan.  Karena selain Bandwith saya tersedot untuk hal yang   tidak saya butuhkan, trafik email sayapun menjadi terganggu. sebagai warga dunia maya saya sebagai konsumen tahu betul konsekwensi berada di dunia ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Hapus keinginan untuk benar-benar bebas dari spam atau email penawaran.  Karena itu tidak mungkin 1000%.  Hal yang bisa dilakukan hanyalah berkompromi dengan  hal ini.  Menilik hal pengalaman tersebut tentunya produsen harus mendengarkan teriakan konsumen mengenai wabah promosi di internet ini.   Membanjiri konsumen dengan  produk dan cara yang tak tepat justru akan membuat konsumen antipati terhadap produk tersebut bahkan mem-blacklist setiap iklan yang dikirimkan kepadanya.  Contoh sederhana, kita bisa lihat berapa persen promosi yang jatuh ke email kita akan kita tanggapi? Tak ada bukan?.  Promosi beretika hendaknya bisa  melandasi cara-cara produsen untuk berpromosi karena bagaimanapun tentunya keinginan untuk mendapatkan long term relationship amat sangat diharapkan.  Untuk   itu mungkin beberapa rule etika ini bisa menjadi panduan:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Milikilah <span style="color: #ff6600;">&#8220;lapak Sendiri&#8221;</span>.  Lapak online inilah tempat anda menggelar dagangan anda guna mengkomunikasikan apa yang anda miliki dan tawarkan. Di &#8216;lapak&#8217;  ini pula anda perlu memasang fasilitas untuk orang mendaftar dan mengijinkan dirinya anda kirimi email mengenai info-info produk anda. Fasilitas ini nantinya  yang akan bertindak sebagai &#8216;kurir&#8217; untuk setiap email yang anda ingin sampaikan ke daftar pelanggan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Tariklah target market anda ke lapak tersebut dengan cara:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">a. Berpromosi di situs-situs yang memang khusus diperuntukkan untuk pemasangan iklan.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">b. Berkirim artikel ke beberapa situs-situs penyedia artikel dengan menyertakan alamat &#8216;tempat bisnis&#8217; di dalam resource box.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">c. Bertukar link dengan beberapa lapak bisnis online.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">d. Menuliskan alamat &#8216;Lapak bisnis&#8217; anda di semua tempat atau ruangan yang memungkinkan.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">e. Mengirimkan alamat &#8216;Lapak bisnis&#8217; ke beberapa situs direktori.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">f. Aktif di forum-forum diskusi online. (jangan lupa dengan Signature, dan aturan-aturan forum).&#8217;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">g. dll.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Hindarkanlah untuk mengirimkan email promosi langsung ke target market tanpa seijin mereka, kecuali anda bisa memfasilitasi promosi anda dengan fasilitas  <span style="color: #ff6600;">UNSUBCRIBE</span> hingga konsumen bisa berhenti dari pengiriman bila mereka tak menghendakinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Prakteknya akan banyak pro dan kontra mengenai bagaimana menyikapi etika berpromosi  karena terkesan tidak pro aktif dibanding puluhan cara berpromosi online  lainnya.  Namun kembali kita harus berfikir logis untuk siapa promosi ini ditujukan.  Bila kepuasan akan kebutuhan konsumen menjadi prioritas dan loyalitas  serta hubungan jangka panjang yang ingin kita bangun, saya rasa kenyamanan konsumen dalam menerima iklan harus jadi prioritas utama.   dan beretika menjadi  hukum yang <span style="color: #ff6600;">WAJIB</span> adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/11/12/promosi-beretika-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Say No To Facebook?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/11/04/say-no-to-facebook/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/11/04/say-no-to-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 14:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fenomena jejaring social sedikit banyak bisa kita kata sebagai wabah.  Tak kurang banyak orang menanyakan kepemilikan facebook dalam pergaulan.  Seakan tak afdol bila belum mempunyai <span style="color: #ff6600;">'KTP'</span> di jaringan maya ini.  Semua orang terasa demam untuk berlomba menyosialisasikan dirinya.  Sebagai bentuk dari mikroblogging, facebook dirasa sangat instant dan tepat bagi budaya kita yang suka nimbrung bahkan 'bergosip', dan meluapkan keramahan.  Bentuk yang lebih cepat mendapat reaksi daripada  era blog yang dulu memang sempat mewabah.  Bandingkan dengan blog yang kita harus lebih dahulu melakukan blog walking untuk menyosialisasikan diri bahkan juga untuk memberi komentar.  Namun disini facebook tidak.  Jaringan kita akan segera terbentuk dengan cepat begitu kita terhubung dengan sesama member, secepat komentar pada status yang kita update.  Inilah istantnya.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Facebook" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/google_facebook1.png" alt="" width="210" height="286" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan beberapa fungsi milist, mini blog, foto &#38; video sharing bahkan agenda telah lengkap menghuni fitur Facebook.  Bagaimana kita tidak tergiur dan tergila gila.  Bahkan semua handphone terbaru belakangan ini tidak menonjolkan kata "akses Internet" untuk menunjukkan fitur internet yang dibenamkan dalam produknya.   Tapi justru kata<span style="color: #ff6600;"> "Bisa Facebook-an!"</span> lebih mempunya daya jual.[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (28102009-11.00) </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena jejaring social sedikit banyak bisa kita kata sebagai wabah.  Tak kurang banyak orang menanyakan kepemilikan facebook dalam pergaulan.  Seakan tak afdol bila belum mempunyai <span style="color: #ff6600;">&#8216;KTP&#8217;</span> di jaringan maya ini.  Semua orang terasa demam untuk berlomba menyosialisasikan dirinya.  Sebagai bentuk dari mikroblogging, facebook dirasa sangat instant dan tepat bagi budaya kita yang suka nimbrung bahkan &#8216;bergosip&#8217;, dan meluapkan keramahan.  Bentuk yang lebih cepat mendapat reaksi daripada  era blog yang dulu memang sempat mewabah.  Bandingkan dengan blog yang kita harus lebih dahulu melakukan blog walking untuk menyosialisasikan diri bahkan juga untuk memberi komentar.  Namun disini facebook tidak.  Jaringan kita akan segera terbentuk dengan cepat begitu kita terhubung dengan sesama member, secepat komentar pada status yang kita update.  Inilah istantnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Facebook" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/google_facebook1.png" alt="" width="210" height="286" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan beberapa fungsi milist, mini blog, foto &amp; video sharing bahkan agenda telah lengkap menghuni fitur Facebook.  Bagaimana kita tidak tergiur dan tergila gila.  Bahkan semua handphone terbaru belakangan ini tidak menonjolkan kata &#8220;akses Internet&#8221; untuk menunjukkan fitur internet yang dibenamkan dalam produknya.   Tapi justru kata<span style="color: #ff6600;"> &#8220;Bisa Facebook-an!&#8221;</span> lebih mempunya daya jual.</p>
<p style="text-align: justify;">Belakangan banyak saya dengar rekan-rekan saya ribut-ribut dengan muara masalah pada facebook. Dari masalah kehilangan produktifitas, jauh dari keluarga, boros, kecanduan sampai perselingkuhan.  Ada yang menjauhi facebook sebagai pemecahan masalahnya bahkan ada yang dengan extrem berucap <strong><span style="color: #ff6600;">&#8220;SAY NO TO FACEBOOK&#8221;</span></strong>.  Perlukah?</p>
<p style="text-align: justify;">acebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e [email] suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini. Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e [email] apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis. Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi,[4] dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur facebook sebagai salah satu sarana jejaring di satu sisi memberi kita begitu banyak manfaat positif.  Ketemu teman lama, menambah jaringan baru, mendapatkan group diskusi dan sebagainya bahkan menjadi tenar dan narsist.  Namun tak urung sisi lainpun muncul sebagai keresahan.  Facebbook seakan menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh, membuat kita terpeleset dengan tabiat suka membuat status dan komentar &#8220;sampah&#8221; yang tak produktif serta berstatus &#8220;vulgar&#8221; yang mestinya masuk dalam kategori private. Bahkan seringkali kita berdoa pada facebook  daripada menjaga komunikasi kita sendiri pada yang diatas. Apapun itu sah-sah saja bagaimanapun facebook bisa dikata sebagai jejaring social yang mau tak mau semua orang bebas mengekspesikan diri didalamnya.  Sebagian menjadikannya hal serius untuk bisnis , membangun diri  dan sebagian sebagai permainan sekedar melepas penat sesaat.  Dan pada akhirnya kita melihat facebook sama halnya sebagai pisau bermata dua.  Tinggal kita sebagai user untuk bisa mengambil kontrol akan fungsinya.  Akankah kita tetap berpegang pada “men<span style="color: #ff6600;">JAUH</span>kan yang <span style="color: #ff6600;">DEKAT</span> dan men<span style="color: #ff6600;">DEKAT</span>kan yang <span style="color: #ff6600;">JAUH</span>” atau kita ingin “ makin men<span style="color: #ff6600;">DEKAT</span>kan yang <span style="color: #ff6600;">DEKAT</span> juga men<span style="color: #ff6600;">DEKAT</span>kan yang <span style="color: #ff6600;">JAUH</span>”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita jeli sebenarnya banyak fitur facebook yang bisa digunakan untuk keperluan bisnis.  Ambil contoh groups dan fanspage yang dikelola dengan baik tentunya akan memompa kinerja usaha kita.  Belum lagi semakin terkaitnya beberapa situs seperti blog, twitter , plurk, dll yang bisa saling berhubungan akan memudahkan kita mengelolanya.  Saya sendiri membuat beberapa groups untuk mengelola komunikasi saya dengan mahasiswa saya ataupun komunitas alumni dan tenis saya yang jelas terasa manfaatnya.   Status yang tak membangun dan komentar yang tak konstruktifpun saya pikir sudah saatnya untuk tidak lagi dilakukan agar lebih bisa mengambil  sisi produktifitas waktu yang saya curahkan untuk bermain facebook.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang mungkin saatnya bagi kita untuk <span style="color: #ff6600;">BIJAK</span> memanfaatkan jejaring social ini sesuai dengan kebutuhan dan fungsi kita. Karena segala sesuatu yang bisa dimanfaatkan secara positif tentunya akan lebih indah resultnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/11/04/say-no-to-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerlipbintang &#8211; Kilaunya Bisnis Webdesign</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/29/kerlipbintang-kilaunya-bisnis-webdesign/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/29/kerlipbintang-kilaunya-bisnis-webdesign/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 09:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[praktis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jangan meremehkan kekuatan mulut &#38; jaringan. Demikianlah yang tergambar dari bisnis Web Designer yang dijalankan Yana Mintaraga yang biasa dipanggil Yna.  Ibu yang sibuk dengan 3 putra-putrinya ini masih bersemangat untuk  menjalankan bisnis yang bisa dikendalikan dan dikerjakan dari rumah disela peran hariannya.  Dengan gaya pendekatan yang khas terhadap komunitasnya Yna cukup santun dan akrab mempromosikan jasanya melalui jejaring. Tengok kalimat yang familiar disampaikannya:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Yna" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Yana.jpg" alt="" width="360" height="319" /></p>
<p style="text-align: justify;">"Saya ngeblog sejak 2004 (blog pertama). Perkembangan blog atau weblog hingga sekarang ini demikian pesat. Ada yang tetap dan tentu saja banyak yang berubah. Blog tetap menjadi media personal untuk mengekspresikan diri, berbagi ilmu, bahkan ladang bisnis. Yang banyak berubah adalah fasilitas blog itu sendiri, seperti layanan penyedia blog gratisan dan segala perniknya yang semakin lengkap dan memanjakan para blogger. Karena media personal, tentu saja pemilik blog berusaha membuat blognya berbeda dengan lainnya. Sebagai bentuk identitas diri yang bisa diwujudkan dalam bentuk tampilan blog atau biasa disebut template. Tidak susah untuk mencari template yang diinginkan. Pilihannya bisa buat sendiri, nyomot free template dan bisa juga keluar kocek untuk membeli atau membayar jasa web designer. Pilihan terakhir di atas ada pada saya, Saya bisa membuatkan desain weblog untuk Blogspot (Blogger.com), Blogdrive atau Wordpress dengan tarif terjangkau. Silahkan sampaikan konsep template idaman anda, dan Insya Allah akan saya wujudkan".</p> [.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (29102009-10.00)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan meremehkan kekuatan mulut &amp; jaringan. Demikianlah yang tergambar dari bisnis Web Designer yang dijalankan Yana Mintaraga yang biasa dipanggil Yna.  Ibu yang sibuk dengan 3 putra-putrinya ini masih bersemangat untuk  menjalankan bisnis yang bisa dikendalikan dan dikerjakan dari rumah disela peran hariannya.  Dengan gaya pendekatan yang khas terhadap komunitasnya Yna cukup santun dan akrab mempromosikan jasanya melalui jejaring. Tengok kalimat yang familiar disampaikannya:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Yna" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Yana.jpg" alt="" width="360" height="319" /></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya ngeblog sejak 2004 (blog pertama). Perkembangan blog atau weblog hingga sekarang ini demikian pesat. Ada yang tetap dan tentu saja banyak yang berubah. Blog tetap menjadi media personal untuk mengekspresikan diri, berbagi ilmu, bahkan ladang bisnis. Yang banyak berubah adalah fasilitas blog itu sendiri, seperti layanan penyedia blog gratisan dan segala perniknya yang semakin lengkap dan memanjakan para blogger. Karena media personal, tentu saja pemilik blog berusaha membuat blognya berbeda dengan lainnya. Sebagai bentuk identitas diri yang bisa diwujudkan dalam bentuk tampilan blog atau biasa disebut template. Tidak susah untuk mencari template yang diinginkan. Pilihannya bisa buat sendiri, nyomot free template dan bisa juga keluar kocek untuk membeli atau membayar jasa web designer. Pilihan terakhir di atas ada pada saya, Saya bisa membuatkan desain weblog untuk Blogspot (Blogger.com), Blogdrive atau Wordpress dengan tarif terjangkau. Silahkan sampaikan konsep template idaman anda, dan Insya Allah akan saya wujudkan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulanya saya tidak mengenal Yna secara pribadi karena tak banyak saya bersentuhan dengan lingkup kerjanya meski kami sama-sama aktif di Komunitas Blogger Familly (BlogFam).  Sebagai blogger yang mulai Go Blog di awal 2005 pun saya telah dibantu oleh beberapa rekan saya dalam mendevelop web gratisan saya.  Hasilnya selama 2 tahun tak ada kata penting untuk menggunakan jasa web designer.  Pemikiran ini berubah saat saya berkeinginan mempunyai web pribadi berbayar yang bisa saya kelola sesuai keinginan saya.  Masalah timbul saat saya ingin mencari web designer yan tepat untuk pekerjaan ini.  Dari google mungkin akan saya dapat ratusan penawar jasa sejenis.  Namun apakah &#8220;kolaborasi&#8221; itu akan muncul mengingat yang saya inginkan bukan hanya orang yang bisa menuntaskan pekerjaan ini tapi juga bisa diajak diskusi, memberi masukan plus bisa mengajarkan saya beberapa hal kecil mengenai bidang yang saya anggap buta ini.  Persyaratan ini menjadi wajib bagi saya karena saya tidak ingin terlalu tergantung bila ada masalah kecil ataupun ada perubahan minor yang menyertai perkembangan web saya.  Pun saya ingin mendapatkan gambaran global mengenai hal teknisnya sehingga saya tahu rambu-rambu dan mekanisme yang berjalan di web saya.  Singkat kata saya tidak ingin mengatakan <span style="color: #ff6600;">&#8220;Saya tidak tahu apa-apa&#8221;.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Nama Yna disodorkan oleh seorang teman disertai promosi akan keprofesionalan Yna.  Saya pun tertarik.  Kendala keberadaan Yana di Banten dan saya di Jakarta  bukanlah masalah dalam bekerja dan berkomunikasi.  Saya yang detail dan sangat perfectionist plus banyak tanya bisa diimbangi dengan kesabaran dan kedetailan Yna.  Desain pertamapun diselesaikan dengan memuaskan bahkan saya disertai pula dengan CD tutorial dan beberapa sofware yang memungkinkan saya melakukan editing.  Meski cukup pusing dengan versi pertama Wordspress namun sepertinya tak ada kendala berarti.  Kerjasama saya dengan Ynapun masih bergulir sampai sekarang dengan beberapa proyek lainnya.  Secara pribadi saya sebut Yna sebagai <span style="color: #ff6600;">&#8220;Pembimbing Spiritual&#8221;</span> saya dalam hal utak atik web desain ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Piawai menghandle customer, itulah yang bisa saya katakan mengenai bagaimana bisnis rumahan ini sukses di jalankan oleh Yna.  Sabar dan jeli mendengarkan kemauan customer dan menyikapinya dengan rasionalitas teknis pekerjaan sangat mengedukasi customer.  Hingga customer bisa tahu sejauh mana keinginannya bisa terealisasi dalam desain yang diinginkan.  Fokus pada bisnispun menjadi kunci sukses lain.  Yna memilih untuk menekuni satu program dengan alasan sederhana.  Supaya Expert!.  Alasan ini sangat wajar karena perkembangan sofware cukup membanjir.  Perlu fokus untuk eksis di satu pilihan. Toh 1 sofware tak usai  perkembangan versi dan fiturnya.  Dan tanpa banyak beriklan keberadaan Yana di komunitas blogger cukup membuat kompetensinya ini bergaung dari mulut ke mulut di jaringan hingga membuat bintangnya semakin berkilau.  Sukses!.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Kontak Yna:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">mail &amp; facebook: bundana(at)gmail.com</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">hp: 081315036335</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">YM: bintang_yn</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/29/kerlipbintang-kilaunya-bisnis-webdesign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Click Net &#8211; Game Online</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/24/click-net-game-online/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/24/click-net-game-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 15:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bisnis yang dibangun sebagai usaha kolaborasi 2 mahasiswa UAI (Anngo &#38; Ncus) ini merupakan usaha rintisan awal mereka dengan Dan berkisar 40 Jutaan.  Click net yang menempati ruko sewa ini memiliki 5 PC pada mulanya.  Selang berjalan 1 bulan ternyata mereka mampu untuk menambah 1 PC lagi sesuai dengan kapasitas tempat yang direncanakan semula.  Dengan menggantungkan akses pada jaringan Speedy, usaha ini dipossikan sebagai game online berkoneksi cepat.  Akses speedy diambil dengan pertimbangan sedikitnya PC yang bisa di usahakan di awal hingga tidak memungkinkan membuat jaringan warnet seperti biasa yang memakan banyak biaya.  Meskipun paket speedy yang ada bisa di share untuk 10 PC namun keterbatasan tempat dan dana membuat mereka memutuskan untuk 6 PC terlebih dahulu.  Keunikan bisnis ini adalah digunakannya "sistem lesehan" sebagai layout interior bagi para konsumen sehingga memungkinkan konsumen lebih nyaman dan relax untuk bermain game.  Hal menarik lain dari usaha ini adalah Click Net menyediakan berbagai jenis-jenis game, memelihara tempat hingga nyaman dan selalu bersih serta mengadakan fasilitas penunjang seperti Earphone.Selain menyediakan penjualan minuman, ClickNet juga menjual berbagai jenis voucher game yang bekerja sama dengan perusahaan INDOMOG.
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Banner" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120330.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dari analisa strategi yang mereka lakukan melalui SWOT terlihat bahwa bisnis mereka mempunyai kondisi : Daya saing tinggi, pertumbuhan pasar lemah dan disamping itu memiliki banyak kekuatan selain ancamannya juga.  Untuk itu mereka menekankan strategi [.......] </br>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (23102009-19.00)</span><br />
<span style="color: #ff6600;">Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</span></strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><br />
Data Bisnis:</span><br />
Owner       : Bambang Tri Anggoro &amp; Kuswati<br />
Alamat     : Kebayoran Lama (Samping Carefore Expres Pasar Kebayoran lama)<br />
Email        : ango_190587@yahoo.com &amp; ncus.1611@yahoo.com</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="cus-anggo" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Cusanggo.jpg" alt="" width="313" height="248" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Gambaran Bisnis:</span><br />
Bisnis yang dibangun sebagai usaha kolaborasi 2 mahasiswa UAI (Anngo &amp; Ncus) ini merupakan usaha rintisan awal mereka dengan Dan berkisar 40 Jutaan.  Click net yang menempati ruko sewa ini memiliki 5 PC pada mulanya.  Selang berjalan 1 bulan ternyata mereka mampu untuk menambah 1 PC lagi sesuai dengan kapasitas tempat yang direncanakan semula.  Dengan menggantungkan akses pada jaringan Speedy, usaha ini dipossikan sebagai game online berkoneksi cepat.  Akses speedy diambil dengan pertimbangan sedikitnya PC yang bisa di usahakan di awal hingga tidak memungkinkan membuat jaringan warnet seperti biasa yang memakan banyak biaya.  Meskipun paket speedy yang ada bisa di share untuk 10 PC namun keterbatasan tempat dan dana membuat mereka memutuskan untuk 6 PC terlebih dahulu.  Keunikan bisnis ini adalah digunakannya &#8220;sistem lesehan&#8221; sebagai layout interior bagi para konsumen sehingga memungkinkan konsumen lebih nyaman dan relax untuk bermain game.  Hal menarik lain dari usaha ini adalah Click Net menyediakan berbagai jenis-jenis game, memelihara tempat hingga nyaman dan selalu bersih serta mengadakan fasilitas penunjang seperti Earphone.Selain menyediakan penjualan minuman, ClickNet juga menjual berbagai jenis voucher game yang bekerja sama dengan perusahaan INDOMOG.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari analisa strategi yang mereka lakukan melalui SWOT terlihat bahwa bisnis mereka mempunyai kondisi : Daya saing tinggi, pertumbuhan pasar lemah dan disamping itu memiliki banyak kekuatan selain ancamannya juga.  Untuk itu mereka menekankan strategi:</p>
<ul>
<li> Meningkatkan promosi, seperti memasang papan nama ditempat usaha, menyebar selebaran-selebaran.</li>
<li> Membangun relasi dengan pelanggan, seperti membuat komunitas games ClickNet  ataupun bisa dengan membuat group di facebook.</li>
<li> Meningkatkan Pelayanan serta menjaga kualitas.</li>
<li> Menyediakan produk-produk sampingan seperti menjual minuman dan voucher game dan voucher pulsa untuk menarik konsumen.</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Banner" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120330.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dari diskusi mengenai proses start up Click Net di kelas Proyek Bisnis 2, tergambar adanya beberapa kendala seperti: Promosi apa yang harus dilakukan oleh ClickNet untuk menarik konsumen ditengah ketatnya kompetisi dan Karena modal yang tidak besar ClickNet hanya mempunyai 6 Pc untuk Client dan 1 Pc untuk server sebagai awal bisnisnya. Oleh karena itu pemilik melihat bahwa adanya kemungkinan mengantrinya konsumen untuk berinternet karena PP client penuh. Bagaimana antisipasi dan strategi yang harus dilakukan oleh pemilik agar konsumen tidak pergi dan tetap mau menunggu?.  Dalam Diskusi kelas terambilah beberapa solusi diantaranya:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">1. Promosi yang harus dilakukan antara lain adalah :</span></p>
<ul>
<li> menyebarkan selebaran ke sekolahan yang berada disekitar tempat usaha ataupun menyebarkannya kepada masyarakat sekitar tempat usaha.</li>
<li> Menempel selebaran tersebut ditembok-tembok yang mudah terlihat.</li>
<li> Memasang papan nama ataupun baner yang lebih terlihat dari jalan yang lebih besar.</li>
<li> Membuat event seperti pertandingan antar gamers secara berkala guna membentuk satu komunitas.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">2. Strategi agar konsumen tidak pergi karena panjangnya antrian antara lain adalah :</span></p>
<ul>
<li> Membuat paket-paket akses yang pada dasarnya akan memudahkan kontrol sampai kapan waktu penggunaan sehingga bisa diperoleh info untuk calon konsumen yang baru datang.</li>
<li> Disediakannya Tv agar konsumen yang mengantri dapat nonton Tv terlebih dahulu sambil menunggu konsumen yang lain selesai.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Analisa:</span><br />
Saya pribadi angkat jempol untuk keberanian 2 mahasiswa ini untuk berkolaborasi dan membangun usaha yang memang sesuai dengan keahlian serta minat mereka, dan dengan memperhatikan kebutuhan pasar tentunya.  Terbukti selama 3 bulan running semua proyeksi keuangan yang ditargetkan terlampaui semua.  Tantangan kedepan adalah bagaimana mengembangkan usaha ditengah lokasi yang bukan nomor 1 selain tantangan dari kompetitor yang tidak sedikit.  Secara internal tantangan justru muncul dari dalam mereka berdua untuk bisa menjalankan manajemen serta kepemimpinan yang bisa memisahkan antara kepentingan pribadi dan bisnis.  Kabar baik mengenai disewakannya tempat disamping Ruko yang dipakai sekarang patut dipertimbangkan mengingat usaha ini meskipun mempunyai persaingan yang cukup tinggi namun dengan bidikan pasar yang tepat saya yakin akan tetap sustainable.  Salam sukses.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/24/click-net-game-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Aspal Yang Merajalela</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/22/si-aspal-yang-merajalela/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/22/si-aspal-yang-merajalela/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 09:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Strategic]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di satu kondisi Kadang muncul adanya keterbatasan untuk memesan barang dan mengirimkannya dengan cepat dari supplier langganan membuat Mr Copy secepatnya memenuhi dengan mengambil barang dari reseller yang berada di Benhil.  Toner salah satunya.  Berhubung Printer HP lama kami tak memiliki fasilitas indikator ketersediaan toner dalam printer mau tak mau seringkali kami gambling untuk menebak kapan habisnya.  Harga toner asli yang terpatok dalam dolar mau tak mau harus jadi pertimbangan tersendiri saat haru melakukan pergantian.  Sengaja kami menolak tawaran untuk menggunakan toner bekas/refill mengingat hasil yang diperoleh amatlah dibawah qualitas yang kami harapkan, selain kerugian lain yaitu berupa borosnya material dan waktu akibat cetak ulang karena hasil printing yang tidak bisa seragam.  Kami tak mau resiko ini justru berakibat pada loyalitas pelanggan kami.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Uban" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/trust.jpg" alt="" width="185" height="210" /></p>
<p style="text-align: justify;">Awal Ramadhan kemarin dalam kondisi urgent kami secara terpaksa kembali membeli toner pada reseller di daerah Benhill.  Harga $65 yang dipatok memang jauh lebih tinggi dari supplier kami namun dalam kondisi urgent segala pemakluman menjadi suatu yang shah.  Saat mencoba menge-print dua  hari setelahnya saya menemukan kejanggalan.  Kualitas tak seperti yang saya harapkan.  Sayapun segera melakukan crossceck pada graphic designer saya yang memberi jawaban yang sama tak memuaskannya atas hasil printing. [........] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (22102009-00.11) </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di satu kondisi Kadang muncul adanya keterbatasan untuk memesan barang dan mengirimkannya dengan cepat dari supplier langganan membuat Mr Copy secepatnya memenuhi dengan mengambil barang dari reseller yang berada di Benhil.  Toner salah satunya.  Berhubung Printer HP lama kami tak memiliki fasilitas indikator ketersediaan toner dalam printer mau tak mau seringkali kami gambling untuk menebak kapan habisnya.  Harga toner asli yang terpatok dalam dolar mau tak mau harus jadi pertimbangan tersendiri saat haru melakukan pergantian.  Sengaja kami menolak tawaran untuk menggunakan toner bekas/refill mengingat hasil yang diperoleh amatlah dibawah qualitas yang kami harapkan, selain kerugian lain yaitu berupa borosnya material dan waktu akibat cetak ulang karena hasil printing yang tidak bisa seragam.  Kami tak mau resiko ini justru berakibat pada loyalitas pelanggan kami.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Uban" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/trust.jpg" alt="" width="185" height="210" /></p>
<p style="text-align: justify;">Awal Ramadhan kemarin dalam kondisi urgent kami secara terpaksa kembali membeli toner pada reseller di daerah Benhill.  Harga $65 yang dipatok memang jauh lebih tinggi dari supplier kami namun dalam kondisi urgent segala pemakluman menjadi suatu yang shah.  Saat mencoba menge-print dua  hari setelahnya saya menemukan kejanggalan.  Kualitas tak seperti yang saya harapkan.  Sayapun segera melakukan crossceck pada graphic designer saya yang memberi jawaban yang sama tak memuaskannya atas hasil printing.  Keyakinan akan tinta yang tak asli terbukti dari hasil printing blok hitam yang saya coba.  Beberapa bercak nampak karena kondisi drum yang telah cacat.  Saat saya minta karyawan saya memulangkan dan meminta ganti, kekecewaan yang justrusaya dapatkan.  Permintaan kami ditolak karena antara kardus dan toner mempunyai nomor seri yang berbeda.  Satu kepastian yang menunjukan ketidak aslian toner HP ini. Keheranan merebak karena bagaimanapun justru ketidak aslian berasal dari mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkatnya sayalah yang harus turun tangan sendiri mengembalikan toner kepada reseller tersebut dengan itiket baik dan keinginan mendapatkan solusi.  Dengan berbagai dalih dan alasan diterimalah komplain saya plus janji untuk mengganti toner tersebut dalam 2-3 hari kedepan.  Kelegaan saya tak berumur panjang karena ternyata penggantinyapun sama bekasnya dari yang pertama.  Saya kembali menukarkan dan diganti hingga 3x dan memakan waktu hampir sebulan.  Dengan terpaksa akhirnya saya hanya memberi opsi pada reseller tersebut untuk memberikan toner yang asli atau mengembalikan uang kami.  Hasil akhir yang kami peroleh adalah kami mendapatkan toner aslinya namun dengan dus yang diminta.  Konyol, namun kami tak ingin ribut!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Pembelajaran Bagi Produsen:</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Belajar dari peristiwa ini saya menarik garis merah.  Sebagai posisi produsen sangatlah penting untuk bisa menjaga kepercayaan dari konsumen.  Prakteknya konsumen akan melakukan apapun bila kepercayaan dan kebutuhannya terpenuhi.  Namun jangan ditanya, sebaliknya konsumen akan tak segan untuk menceritakan ketidak percayaannya ke semua orang yang tentunya akan merugikan diri produsen sendiri.  Sederhananya saat pertama komplain saya diterima dan diberikan solusinya kepercayaan saya masih tetaplah 100% terhadap reseller tersebut, namun begitu ada pengingkaran pertama kepercayaan itu langsung menjadi (minus) 100%.  ini sungguh membahayakan. Hal inipun terjadi juga saat Kami membeli suku cadang pintu kaca kami yang rusak.  Dengan yakin kami akan membeli suku cadang tersebut di sebuah toko di bilangan Mall Kenari Jaya.  Namun saat bersamaan pemilik menawarkan untuk membeli bekas suku cadang kami untuk di reparasi kembali.  Serta merta saya meninggalkan toko tersebut dengan pemikiran ketidak percayaan bahwa barang yang akan kami beli tersebut asli.  Siapa bisa menjamin satu toko akan menjual barang asli bila dia juga bermain untuk menjual barang-barang second dan rekondisi.  Kepercayaan terhadap produsen sendiri sebenarnya dapat dibangun melalui 3 komponen:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #ff6600;">1. Candor</span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Jujur, terus terang, Apabila Anda tidak tahu, jangan pura2 tahu, Tidak mengurangi, tidak melebih-lebihkan</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #ff6600;">2. Competence</span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Tahu bagaimana produk &amp; jasanya memenuhi kebutuhan pelanggan dan merupakan solusi.  Penjual harus tahu persis bagaimana produk &amp; jasanya bekerja.  Pelanggan perlu perasaan aman (resiko rendah) dengan penjual. Karena mereka tidak tahu banyak tentang produk, kemampuan menyelesaikan masalahnya merupakan hal penting. Dalam kenyataan, kompetensi penjual adalah produknya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #ff6600;">3. Concern</span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Perhatian kepada kebutuhan pelanggan, bukan kepada Anda atau produk atau target Anda, Pahami masalah/kendala pelanggan dan mengapa hal itu penting baginya dan hargai masalah/kendala pelanggan.  Pelanggan ingin penjual juga merasakan dan peduli terhadap masalah pelanggan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bisnis yang berkenaan dengan service Candor amat sangat memegang peranan penting, sebaliknya dalam bisnis yeng melibatkan produk competence-lah yang lebih berperan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Pembelajaran Bagi Konsumen:</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Teliti sebelum membeli memang berulang harus disarankan pada pembeli agar haknya bisa terlindungi.  Pemeriksaan terhadap tanggal kedaluarsa, keaslian barang, pencocokan nomor seri mutlak harus dilakukan.  Barang bukti pembelianpun jangan dianggap remeh untuk tidak disimpan.  Dan guna menyikapi banyaknya barang palsu yang berdalih sebagai barang KW1, KW2 ataupun barang asli itu sendiri. Kita harus bijak untuk tak segan merusak kemasan botol, tabung dan sebagainya bila telah tak terpakai atau kosong isinya.  Dalih ingin mendapatkan nilai ekonomis dari penjualan bekas kemasan tersebut yang tak seberapa namun belakangan malah merugikan kita dan menjadi pupuk bagi suburnya praktek pemalsuan.  Botol shampo, sabun, parfum, air mineral dan sebagainya tak kecuali catritte tinta atau toner hendaknya kita lubangi atau rusak dahulu sebelum dibuang.  Bila dalam kondisi lubang atau rusak saya yakin saudara pemulung dan pengusaha pengelola limbah masih bisa mengumpulkan dan menjual kembali limbah yang ada.  Karena proses pencacahan tidak memperhatikan kondisi utuh benda tersebut. Namun dengan merusak dan memberinya lubang akan menghentikan pihak pemalsu untuk menggunakan botol atau packaging secara sembarangan atau melakukan perekayasaan terhadap packaging tersebut.  Hingga merugikan kita sendiri sebagai Konsumen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/22/si-aspal-yang-merajalela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Element &#8211; Visual Media Solution</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/15/element-visual-media-solution/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/15/element-visual-media-solution/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 08:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Sebagai production house. Demikian Dinya Hari Gumilang (Igum) mencoba memposisikan usaha barunya yang khusus bergerak di bidang jasa produksi media visual khususnya video profile dan dokumentasi event ini. Usaha yang bermula dari hoby dan sebelumnya pernah dilakukan bersama temen-temannya di lingkup kampus ini pada akhirnya ingin dijalankan sendiri. Dan Element-lah yang akhirnya dipilih sebagai pengidentitas usaha baru ini. Dengan mengambil segmen lingkungan bisnis Igum berharap bisnis ini mempunyai positioning yang tepat sesuai dengan target yang diinginkannya. Element melebarkan jasanya pada penanganan Video Profile Perusahaan, Dokumentasi video event, dll yang hasil akhirnya berupa VCD atau DVD. Selain itu jasa yang ditawarkan pun terdiversifikasi seperti Fotografi, pembuatan multimedia berupa flash, desain grafis, dan jasa yang lainnya yang berhubungan dengan multimedia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Element1" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Layanancompress.jpg" alt="" width="302" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Dari rencana modal awal sekitar 93 juta, Igum mengalokasikan kecukupan modalnya sebesar 38 juta untuk biaya investasi dan operasional tahun pertama. Biaya ini sebaian besar diperuntukkan sebagai investasi pada peralatan video shooting, promosi serta pelatihan kru. Langkah ini bukan tanpa alasan. Karena setelah melakukan analisa SWOT terlihat bahwa arah kebijakan Element harus menjalankan Strategi konservatif. [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; "><strong><span style="color: #ff0000;"> </span></strong></p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">By Be Samyono (15102009-13.30)</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Data Bisnis:</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Owner<span style="white-space: pre;"> </span>: Dinya Hari Gumilang</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Alamat<span style="white-space: pre;"> </span>: Villa Bintaro Indah Blok B 12 No. 10, Ciputat</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Email<span style="white-space: pre;"> </span>: igum_whoaa@yahoo.com</div>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<div><strong><span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (15102009-13.30)</span></strong></div>
<div><span style="color: #ff6600;"><strong>Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</strong></span></div>
<div><span style="color: #ff6600;"><strong><br />
</strong></span></div>
<div><span style="color: #ff6600;">Data Bisnis:</span></div>
<div>Owner<span style="white-space: pre;"> </span>: Dinya Hari Gumilang</div>
<div>Alamat<span style="white-space: pre;"> </span>: Villa Bintaro Indah Blok B 12 No. 10, Ciputat</div>
<div>Email<span style="white-space: pre;"> </span>: igum_whoaa@yahoo.com</div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Igum" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Igum.jpg" alt="" width="198" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Gambaran Bisnis:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><span style="color: #000000;">Sebagai production house. Demikian Dinya Hari Gumilang (Igum) mencoba memposisikan usaha barunya yang khusus bergerak di bidang jasa produksi media visual khususnya video profile dan dokumentasi event ini. Usaha yang bermula dari hoby dan sebelumnya pernah dilakukan bersama temen-temannya di lingkup kampus ini pada akhirnya ingin dijalankan sendiri. Dan Element-lah yang akhirnya dipilih sebagai pengidentitas usaha baru ini. Dengan mengambil segmen lingkungan bisnis Igum berharap bisnis ini mempunyai positioning yang tepat sesuai dengan target yang diinginkannya. Element melebarkan jasanya pada penanganan Video Profile Perusahaan, Dokumentasi video event, dll yang hasil akhirnya berupa VCD atau DVD. Selain itu jasa yang ditawarkan pun terdiversifikasi seperti Fotografi, pembuatan multimedia berupa flash, desain grafis, dan jasa yang lainnya yang berhubungan dengan multimedia.</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Element1" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Layanancompress.jpg" alt="" width="302" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Dari rencana modal awal sekitar 93 juta, Igum mengalokasikan kecukupan modalnya sebesar 38 juta untuk biaya investasi dan operasional tahun pertama. Biaya ini sebaian besar diperuntukkan sebagai investasi pada peralatan video shooting, promosi serta pelatihan kru. Langkah ini bukan tanpa alasan. Karena setelah melakukan analisa SWOT terlihat bahwa arah kebijakan Element harus menjalankan Strategi konservatif. Menurut Fred R. David posisi perusahaan yang berada pada Kuadran Konservatif mengimplikasikan untuk tetap berada dekat dengan kompetensi dasar perusahaan dan tidak mengambil risiko yang berlebihan. Implementasi kebijakan strategi konservatif biasanya meliputi penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan lain-lain. Dari teori yang ada maka Element akan mencoba menerapkan beberapa kebijakan yang sesuai dengan kondisi sesungguhnya dalam usaha ini. Implementasi pada Element Production meliputi:</p>
<ul>
<li>Fokus pada kegiatan pemasaran agar orang yang aware tentang jalannya usaha ini semakin bertambah yang diantaranya dilakukan dengan cara membagikan brosur atau company profile Element Production berupa CD kepada target dan menawarkannya, menginformasikan kepada para kerabat, memasang iklan di koran, dan lain-lain.</li>
<li>Mengadakan pelatihan kepada kru Element dari berbagai divisi agar video yang dihasilkan semakin baik kualitasnya. Selain itu juga dapat dilakukan dengan mencari referensi yang berguna bagi para kru.</li>
<li>Memperbaiki sistem kerja maupun manajemen yang ada di dalam usaha ini agar kebijakan-kebijakan yang ada selama ini dapat berubah dan memberikan efektifitas dan efisiensi, sehingga sumberdaya yang ada di dalamnya juga ikut berkembang.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; ">Sebagai bisnis baru Igum berupaya menerapkan beberapa strategi untuk menghadapi para kompetitor yang telah ada dengan tujuan menjadikan Element sebagai market leader yang kuat. Dalam mencapai tujuan tersebut Element menerapkan beberapa strategi diantaranya:</p>
<ul>
<li>Memperkuat Brand Image Element, dengan gencar melakukan promosi</li>
<li>Memberikan harga yang kompetitif sebelum menjadi market leader</li>
<li>Menciptakan video yang kualitasnya sulit disamakan oleh kompetitor karena kreatifitasnya tinggi dan menggunakan teknologi terbaru</li>
<li>Mampu menyelesaikan beberapa order dalam waktu yang bersamaan dan tepat waktu</li>
<li>Memiliki variasi jasa yang banyak</li>
<li>Melihat kelemahan competitor dan membuat strategi untuk mengatasinya</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Element2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Clientcompress.jpg" alt="" width="302" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Analisa:</span></p>
<p style="text-align: justify; ">Element sebagai bisnis baru cukup bisa menjanjikan terlebih bila ditunjang dengan positioning yang tepat serta dukungan sumberdaya yang ada. Sebagai bisnis baru yang cukup fokus Element memperoleh tantangan untuk bisa melakukan penetrasi terhadap pasar dimana element merupakan pemain baru. Gelontoran promosi serta awareness bagi segmen market yang telah dibidik merupakan keharusan. Untuk itu perlu dikembangkan cara-cara promosi yang tepat dengan menggunakan visual multimedia sebagai kekuatan utama akan menjadi terobosan tersendiri. Secara internalpun element harus segera berbenah diri menyiapkan &#8220;kru&#8217; yang tepat yang bertindak selaku pemegang operasional yang sangat vital kebutuhan akan skillnya dilapangan. menyikapi kurangnya modal langkah yang diambil elemnt sangat tepat yaitu menerapkan skala prioritas yang dibantu dengan analisa melalui SWOT.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Sukses untuk Igum, <span style="color: #000000;">moga langkah awal ini menjadi pijakan yang mantap kedepannya.</span></span></p>
<p style="text-align: justify; ">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/15/element-visual-media-solution/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hubungan Industrial dalam Ridho</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/09/hubungan-industrial-dalam-ridho/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/09/hubungan-industrial-dalam-ridho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 07:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[praktis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ramadhan minggu kedua, bisa jadi merupakan waktu yang ditunggu para karyawan menjelang lebaran.  Apalagi kalau bukan mengacu pada pembagian THR.  Dibalik semangat menyambut hari Fitri tak dapat dipungkiri Lebaran merupakan perayaan extra yang dibarengi dengan pengeluaran yang extra pula.  Terlebih bila ditambah dengan kebutuhan akan mudik.  Pengeluaranpun akan bertambah extra dengan biaya transportasi mudik plus buah tangan, yang mau tak mau sudah menjadi satu kewajiban.  Untuk itulah THR sangat mutlak menjadi bagaian yang harus ada bagi mereka.  Sebaliknya bagi pengusaha, bisa jadi moment ini adalah moment pengeluaran ekstra.  Karena pengusaha diharuskan memberikan <span style="color: #ff6600;">'gaji ke 13</span><span style="color: #ff6600;">'</span> bagi karyawannya sesuai dengan peraturan menteri tenaga kerja.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Genggam Uang" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/uang-genggam.jpg" alt="" width="292" height="195" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi ini juga menjadi ritual yang jamak di Mr Copy.  Sejak keberadaan Mr Copy sebagai usaha saya 11 tahun yang lalu suasana ini tidaklah pernah berubah. Kebutuhan karyawan sudah menjadi hal mutlak untuk pemenuhan THR ini.  Bahkan bukan itu saja, karena sebagian besar karyawan berasal dari Jawa dengan keluarga berada di Jawa maka mudikpun menjadi satu keharusan. Dan rentetannya akhirnya adalah bertambahnya jadwal libur karyawan menjadi 2 kali lipat dari waktu seminggu yang ditetapkan. </p> [.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (08102009-22.23)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ramadhan minggu kedua, bisa jadi merupakan waktu yang ditunggu para karyawan menjelang lebaran.  Apalagi kalau bukan mengacu pada pembagian THR.  Dibalik semangat menyambut hari Fitri tak dapat dipungkiri Lebaran merupakan perayaan extra yang dibarengi dengan pengeluaran yang extra pula.  Terlebih bila ditambah dengan kebutuhan akan mudik.  Pengeluaranpun akan bertambah extra dengan biaya transportasi mudik plus buah tangan, yang mau tak mau sudah menjadi satu kewajiban.  Untuk itulah THR sangat mutlak menjadi bagaian yang harus ada bagi mereka.  Sebaliknya bagi pengusaha, bisa jadi moment ini adalah moment pengeluaran ekstra.  Karena pengusaha diharuskan memberikan <span style="color: #ff6600;">&#8216;gaji ke 13</span><span style="color: #ff6600;">&#8216;</span> bagi karyawannya sesuai dengan peraturan menteri tenaga kerja.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Genggam Uang" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/uang-genggam.jpg" alt="" width="292" height="195" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi ini juga menjadi ritual yang jamak di Mr Copy.  Sejak keberadaan Mr Copy sebagai usaha saya 11 tahun yang lalu suasana ini tidaklah pernah berubah. Kebutuhan karyawan sudah menjadi hal mutlak untuk pemenuhan THR ini.  Bahkan bukan itu saja, karena sebagian besar karyawan berasal dari Jawa dengan keluarga berada di Jawa maka mudikpun menjadi satu keharusan. Dan rentetannya akhirnya adalah bertambahnya jadwal libur karyawan menjadi 2 kali lipat dari waktu seminggu yang ditetapkan.  Sebagai pengusahapun saya tak bisa berbuat banyak karena ini sudah menjadi satu budaya industri usaha saya.  Karena beberapa pekerjaan yang terkait seperti toko kertas, tukang sablon, tukang cetak, dan semua yang terkait sama mengalami hal serupa.  Dengan demikian pemakluman lah yang harus di penuhi.  Namun karena beberapa langganan kami adalah kantor-kantor yang tidak mengalami libur sepanjang itu maka saya memberlakukan lembur bagi karyawan yang tinggal di Jabodetabek, meski beberapa pekerjaan tetap tidak bisa dijalankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Manajemen Mr Copy sendiri telah memulai mempunyai ritual menjelang lebaran selain pembagian THR diantaranya adalah buka puasa bersama serta pembagian parcel.   Berbuka puasa bersama sudah menjadi kebutuhan bukan saja karena kebutuhan akan komunikasi dan kebersamaan namun juga bagian dari wujud silaturahmi antara karyawan dan manajemen. Untuk parcel manajemen lebih memfokuskan pada bahan kebutuhan pokok yang memang menjadi keinginan karyawan ditambah dengan baju atau sarung. Tak dipungkiri kondisi kadang tidak seperti yang diharapkan  terlebih adanya resesi global seperti tahun ini.  Beberapa outlet terkena imbasnya.  Dalam kondisi seperti ini manajemen tetap bersikukuh untuk memenuhi kewajiban dan ritual tahunannya ini  bagaimanapun caranya.  Alasan utama sederhana saja manajemen menganggap ini sudah menjadi <span style="color: #ff6600;">HAK KARYAWAN</span>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam situasi ini bisa menggambarkan bagaimana hubungan industrial antara buruh dan pengusaha terjadi. Hal ini seringkali menjadi topik diskusi yang menarik bersama teman-teman. Hingga ada yang menanyakan, &#8220;Kalau begini enakan tangan diatas atau dibawah yah?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Jawab saya sederhana saja.  &#8220;Dua-dua harusnya enak&#8221;.  Karena dalam hubungan industrial antara karyawan dan majikan faktor terpenting adalah bagaimana menyeimbangkan pemenuhan antara hak dan kewajiban kedua belah pihak.  Bila telah saling menunaikan kewajiban pastinya hak akan mengikuti dan dipenuhi.  Tinggal bagaimana keikhlasan dalam menunaikan kewajiban ini di ekspresikan.  Agar <span style="color: #ff6600;">KEWAJIBAN</span> menjadi pemenuhan tanggung jawab yang diemban dan <span style="color: #ff6600;">HAK</span> menjadi ridho bagi keduanya.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/09/hubungan-industrial-dalam-ridho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Comeback Sebagai Newbie &#8230; Saya &amp; Clijsters</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/09/09/comeback-sebagai-newbie/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/09/09/comeback-sebagai-newbie/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 07:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kim Clijsters, nama yang cukup sulit untuk dituliskan namun cukup familier untuk di ingat.  Terlebih bagi penggemar tennis.  Sebuah nama yang tengah menorehkan catatan fenomenal di ajang US Open  2009 ini.  Betapa tidak.  Setelah absen dari dunia tenis lebih dari 2 tahun (Mei 2007), Kim berhasil menjejak babak semifinal turnamen akbar ini meski harus merangkak dari babak kualifikasi dengan fasilitas <em>wildcard</em>.  Beberapa pihak memaklumi prestasi fenomenal ini, mengingat Kim merupakan pemegang 3 kali juara grandslam dan pemain nomer satu dunia tahun 2003 dan 2006, namun bagaimanapun bila ditengok selama ini tak ada pemain <em>wildcard</em> terlebih pemain yang telah break sekian lama untuk menjadi ibu, bisa melakukan apa yang Kim peroleh disini.  Jelas ini sungguh luar biasa! Setidaknya sayalah yang cukup mengagumi dan salut atas prestasi ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://smg.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/?action=view&#38;current=Clijsters.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Clijsters.jpg" border="0" alt="Kim" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Comeback</span>, selalu menjadi hal yang sulit bagi siapapun.  Termasuk juga bagi Kim.  Setidaknya guna membuktikan bahwa kembalinya kita bisa menorehkan prestasi lebih atau setidaknya menyamai prestasi sebelumnya.  Karena mau tidak mau inilah tolok ukur di mana orang bisa mengingat apa yang pernah kita capai. Sepertinya saya harus berkaca pada Kim merujuk kata comeback yang belakangan ini juga tengah saya lakukan. Meski dalam dunia dan kondisi yang berbeda namun jelas comeback ini mempunyai cerita yang sama-sama menarik.[........]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kim Clijsters, nama yang cukup sulit untuk dituliskan namun cukup familier untuk di ingat.  Terlebih bagi penggemar tennis.  Sebuah nama yang tengah menorehkan catatan fenomenal di ajang US Open  2009 ini.  Betapa tidak.  Setelah absen dari dunia tenis lebih dari 2 tahun (Mei 2007), Kim berhasil menjejak babak semifinal turnamen akbar ini meski harus merangkak dari babak kualifikasi dengan fasilitas <em>wildcard</em>.  Beberapa pihak memaklumi prestasi fenomenal ini, mengingat Kim merupakan pemegang 3 kali juara grandslam dan pemain nomer satu dunia tahun 2003 dan 2006, namun bagaimanapun bila ditengok selama ini tak ada pemain <em>wildcard</em> terlebih pemain yang telah break sekian lama untuk menjadi ibu, bisa melakukan apa yang Kim peroleh disini.  Jelas ini sungguh luar biasa! Setidaknya sayalah yang cukup mengagumi dan salut atas prestasi ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://smg.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/?action=view&amp;current=Clijsters.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Clijsters.jpg" border="0" alt="Kim" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Comeback</span>, selalu menjadi hal yang sulit bagi siapapun.  Termasuk juga bagi Kim.  Setidaknya guna membuktikan bahwa kembalinya kita bisa menorehkan prestasi lebih atau setidaknya menyamai prestasi sebelumnya.  Karena mau tidak mau inilah tolok ukur di mana orang bisa mengingat apa yang pernah kita capai. Sepertinya saya harus berkaca pada Kim merujuk kata comeback yang belakangan ini juga tengah saya lakukan. Meski dalam dunia dan kondisi yang berbeda namun jelas comeback ini mempunyai cerita yang sama-sama menarik.</p>
<p style="text-align: justify;">Comeback saya merujuk pada aktifitas Blog saya.  Hampir setahun saya menelantarkannya bahkan tak lagi menengoknya.  Tidak saja tangan saya sudah kaku untuk menuliskan beragam pemikiran tapi otak sayapun sudah cukup beku untuk merangkai apa yang ingin saya tuliskan.  kata-kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;nanti saja&#8221; </span>menjadi kata tunda yang tak ter <span style="color: #ff6600;">&#8220;date-line&#8221;.</span> Mungkin kesamaan saya dengan Kim ada disini, sama-sama menghadapi masalah internal dengan diri sendiri untuk mengembalikan performa pada tingkatan mula sebelum semua ini ditinggalkan.  Dan saya yakin, seperti yang Kim lakukan.  Bila saya kembali mengasah kemampuan saya yakin performa menulis saya akan kembali tajam.  Ini hal yang layak dan lumrah.  hal yang bisa saya kendalikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesulitan justru akan terhadapi saat saya berhadapan dengan Faktor ekternal yang salah satu diantaranya adalah <span style="color: #ff6600;">Networking</span>.  Kekuatan blogging ada di blogwalking, karena dengan blogwalkinglah network bisa dirajut.   Shout, komen menjadi roh bagi keakraban dan pertemanan.  Apa jadinya bila aktifitas itupun sudah tak saya jamah.  Dapat di tebak blog sayapun kembali sepi.  Ditambah dengan banyaknya rekan-rekan dinetwork saya yang tidak aktif, makin membuat daftar panjang tenggelamnya awareness terhadap blog saya.  Dan parahnya ini salah satu faktor yang tidak bisa saya kendalikan. Beruntung Kim mempunyai faktor ekternal yang sangat mendukung comebacknya hingga tidak mengalami keparahan seperti yang saya alami.  Dimana dalam kondisi ini saya kembali menjadi Newbie.  kembali mengais pertemanan dan mencari komunitas tempat bisa bersama membuahkan ekspresi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila di reka-reka menggunakan SWOT analysis mestinya  terlihat hambatan eksternal saya lebih besar daripada Internal. Namun bila dilihat lebih detail faktor eksternal yang saya  punyai bukanlah murni sebuah hambatan namun lebih tepat disebut opportunity yang belum saya kelola.  Masih ada harapan untuk bisa kembali eksis dan menyematkan dengan bangga kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;blogger&#8221;</span> di dada saya.  Pun sebenarnya bila nantinya blog saya tidak ada network sebenarnya bukanlah kegagalan yang saya peroleh.  Karena dari awal bukanlah menjadi <span style="color: #ff6600;">&#8220;famous&#8217; </span>yang ingin saya capai dalam dunia blog melainkan membelajarkan diri untuk bisa bersikap konsisten utamanya dalam hal menulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh jelas, apapun tolok ukur yang dipatok orang ternyata tolok ukur yang di kita tetapkan sendiri mempunyai daya motivasi lebih dari sekedar ekspektasi yang orang awam harapkan.  Jadi rasanya tak perlu takut menjadi Newbie, takutlah bila tujuan pribadi saya yang justru tak bisa saya penuhi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/09/09/comeback-sebagai-newbie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali GO BLOG</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/09/03/kembali-go-blog/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/09/03/kembali-go-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 05:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hampir setahun kata blog tak banyak memberikan arti lagi dibenak saya.  Bukannya saya mengingkari bagaimana benefit blog saya peroleh selama ini.  Kembali   kesibukan kuliah yang jadi pangkal persoalannya.  Rasanya saya tak ingin berlama-lama dalam hibernasi terlebih terbengkelai karena alasan klasik. saya ingin   kembali <span style="color: #ff9900;">GO BLOG</span>.  Sepertinya kembali adalah kata yang mudah, namun tidak demikian kenyataannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://smg.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/?action=view&#38;current=thumb-sam.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/thumb-sam.jpg" border="0" alt="Cover" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Trend ngeblog telah turun drastis, banyak rekan-rekan yang beralih ke Facebook atau microblogging lainnya macam twitter atau purlk untuk sosialisai.  Sudah   pasti ini akan meniadakan jaringan pertemanan yang dulunya dengan mudah terhubung oleh shout atau comment dalam blog.  Sedikit sekali rekan-rekan yang saya   kenal yang masih tetap menulis, namun kondisi ini tak menyurutkan niat. Saya yakin ada generasi lain diluar yang dulunya eksis, yang masih tetap terus   ngeblog dan bisa kembali merajut jaringan. Dan bila menyadari apa tujuan saya go blog, yang tak lain untuk memindahkan isi kepalaku dalam media yang bernama   jurnal. Maka  saya rasa tak ada ruginya saya kembali menjadi newbie.  Memulai segala sesuatunya dari awal.[........]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">By Be Samyono </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hampir setahun kata blog tak banyak memberikan arti lagi dibenak saya.  Bukannya saya mengingkari bagaimana benefit blog saya peroleh selama ini.  Kembali   kesibukan kuliah yang jadi pangkal persoalannya.  Rasanya saya tak ingin berlama-lama dalam hibernasi terlebih terbengkelai karena alasan klasik. saya ingin   kembali <span style="color: #ff9900;">GO BLOG</span>.  Sepertinya kembali adalah kata yang mudah, namun tidak demikian kenyataannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://smg.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/?action=view&amp;current=thumb-sam.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/thumb-sam.jpg" border="0" alt="Cover" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Trend ngeblog telah turun drastis, banyak rekan-rekan yang beralih ke Facebook atau microblogging lainnya macam twitter atau purlk untuk sosialisai.  Sudah   pasti ini akan meniadakan jaringan pertemanan yang dulunya dengan mudah terhubung oleh shout atau comment dalam blog.  Sedikit sekali rekan-rekan yang saya   kenal yang masih tetap menulis, namun kondisi ini tak menyurutkan niat. Saya yakin ada generasi lain diluar yang dulunya eksis, yang masih tetap terus   ngeblog dan bisa kembali merajut jaringan. Dan bila menyadari apa tujuan saya go blog, yang tak lain untuk memindahkan isi kepalaku dalam media yang bernama   jurnal. Maka  saya rasa tak ada ruginya saya kembali menjadi newbie.  Memulai segala sesuatunya dari awal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebulan lalu kembali saya libatkan Yna rekan web designer handal saya untuk mengutak atik blog yang ingin saya sederhanakan.  Bukan perubahan mayor, saya   hanya ingin begitu domain <span style="color: #ff6600;">www.be-samyono.com</span> dibuka langsung tertuju pada tulisan saya di Sambizz.  Selama ini pembaca harus digiring terlebih dahulu pada   web cover yang akan menuntun pembaca pada pilihan masuk ke Sambizz, Samroads, Samwords atau samlens.  Satu konsep dimana dulunya saya ingin ke 4 blog yang   terintegrasi berada pada level yang sama.  Namun ternyata konsep ini tidak efektif.  Alasannya.  Orang enggan untuk mengexplore sebuah web baru, selain itu adanya kelemahan karena domain www.be-samyono.com hanya berupa cover hingga pake ranknya terpuruk.  Kini saya harus memilih Sambizz menjadi main blog saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan hilangnya page cover. Maka Sambizz yang terakses melalui <span style="color: #ff6600;">www.be-samyono.com</span> menjadi home bagi ketiga blog lainnya.  Konsekwensi ini membawa saya pada tuntutan untuk bisa mengisi sambizz dengan rutin dan berbobot. Mengingat selain sambizz telah menjadi main blog, juga karena postingan sambizz khusus untuk topik yang tidak ringan.  Selebihnya secara layout sama sekali tidak ada perubahan.  Karena kembali saya ingin memfokuskan pada konten.   tak ada keinginan lebih dari perubahan dan kembalinya niat saya untuk go blog kecuali hanya untuk bersikap konsisten terhadap apa yang telah saya punyai dan jalani selama ini.  Apalagi kalau bukan <span style="color: #ff6600;">BLOG</span> ini!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/09/03/kembali-go-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PB2 UAI Business Launching #1 &#8211; 2009</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/08/23/212/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/08/23/212/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 06:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2006, data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan di Indonesia terdapat 48,9 juta usaha kecil dan menengah (UKM), menyerap 80% tenaga kerja serta menyumbang 62% dari PDB (di luar migas). Data tersebut sekilas memberikan gambaran betapa besarnya aktivitas kewirausahaan di Indonesia dan dampaknya bagi kemajuan ekonomi bangsa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-242" title="images" src="http://www.be-samyono.com/bizz/wp-content/gallery/2009/08/images.jpg" alt="images" width="59" height="96" /></p>
<p style="text-align: justify;">Terlebih lagi ditambahkan dengan data hasil penelitian dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) yang menunjukkan bahwa pada tahun yang sama, di Indonesia terdapat 19,3 % penduduk berusia 18-64 tahun yang terlibat dalam pengembangkan bisnis baru. Ini merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah Philipina (20,4%) dan di atas China (16,2) serta Singapura (4,9%). Pakar kewirausahaan, David McClelland mengatakan bahwa jika 2% saja penduduk sebuah negara terlibat aktif dalam kewirausahaan, maka dapat dipastikan bahwa negara tersebut akan sejahtera. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Profesor Edward Lazear dari Stanford University yang mengatakan bahwa wirausahawan adalah pelaku paling penting dari kegiatan ekonomi modern saat ini.</p>[.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (23082009-13.19)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2006, data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan di Indonesia terdapat 48,9 juta usaha kecil dan menengah (UKM), menyerap 80% tenaga kerja serta menyumbang 62% dari PDB (di luar migas). Data tersebut sekilas memberikan gambaran betapa besarnya aktivitas kewirausahaan di Indonesia dan dampaknya bagi kemajuan ekonomi bangsa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-242" title="images" src="http://www.be-samyono.com/bizz/wp-content/gallery/2009/08/images.jpg" alt="images" width="59" height="96" /></p>
<p style="text-align: justify;">Terlebih lagi ditambahkan dengan data hasil penelitian dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) yang menunjukkan bahwa pada tahun yang sama, di Indonesia terdapat 19,3 % penduduk berusia 18-64 tahun yang terlibat dalam pengembangkan bisnis baru. Ini merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah Philipina (20,4%) dan di atas China (16,2) serta Singapura (4,9%). Pakar kewirausahaan, David McClelland mengatakan bahwa jika 2% saja penduduk sebuah negara terlibat aktif dalam kewirausahaan, maka dapat dipastikan bahwa negara tersebut akan sejahtera. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Profesor Edward Lazear dari Stanford University yang mengatakan bahwa wirausahawan adalah pelaku paling penting dari kegiatan ekonomi modern saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Universitas Al azhar Indonesia dalam usianya yang masih baru ternyata mampu memberikan peran bagi  berkembangan kewirausahaan di Indonesia.   Hal ini dibuktikan dengan dibukanya Konsentrasi Kewirausahaan pada jurusan Ekonomi manajemen.  Bukan itu saja, dengan semangat <strong><span style="color: #ff6600;">“Entreprising University” </span></strong>Universitas Al Azhar Indonesia juga meletakkan semangat kewirausahaan ini dalam salah satu butir misinya selain pada penerapan tujuh elemen dasarnya.  Pada hakekatnya Universitas Al  Azhar Indonesia sangat mendukung dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami berbagai aspek kewirausahaan sebagai dasar dan bekal membangun naluri kewirausahaan.  Konsentrasi Kewirausahaan sendiri dirancang agar dapat mencetak lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri mulai dari merencanakan sebuah usaha, merealisasikan rencana usaha yang dibuat, mengelola usaha sampai menjadi wirausaha yang sukses. Salah satu mata kuliah unggulan untuk melakukan implementasi dan praktek bisnis adalah Proyek Bisnis.  Proyek bisnis terdiri dari dua mata kuliah.  Berbeda dengan Proyek bisnis 1 yang penekanannya pada start up business.  Proyek Bisnis 2 lebih diarahkan pada pengembangan bisnis berikut penerapan strateginya. Pada Semester genap tahun ajaran ini Proyek Bisnis 2 merupakan matakuliah baru bagi angkatan konsentrasi kewirausahaan yang pertama.  Tercatat 7 mahasiswa aktif mengikuti perkuliahan dan telah dilahirkan 6 usaha mandiri yang meliputi usaha video shooting, warnet, garmen, butik, cuci mobil serta cafe.  Selama 1 semester mereka ditempa dengan matakuliah yang mempunyai proporsi 70% praktek dan 30% teori melalui:</p>
<p style="text-align: justify;">•  <strong>Diagnosa bisnis	:</strong> materi perkuliahan untuk mendiagnosa dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi dalam usaha yang dijalankan</p>
<p style="text-align: justify;">•<strong> Manajemen Strategi	:</strong> materi perkuliahan untuk melakukan scanning terhadap bisnis dan bisnis plan melalui analisaSWOT sehingga diperoleh strategi yangtepat untuk diimplementasikan</p>
<p style="text-align: justify;">• <strong> Keuangan Bisnis	:</strong> materi perkuliahan mengenai strategi investasi dan pengelolaan keunagn usaha</p>
<p style="text-align: justify;">•  <strong>Kunjungan bisnis	:</strong> Kunjungan terhadap bisnis yang dijalankan oleh mahasiswa</p>
<p style="text-align: justify;">•  <strong>Action Plan		: </strong> Perumusan komitment dalan bentuk action plan sebagai guiding setelah lulus matakuliah proyek bisnis</p>
<p style="text-align: justify;">Puncaknya tanggal 29 Juli 2009 bertempat di ruang theater UAI, 7 mahasiswa angkatan pertama konsentrasi kewirausahaan ini menggelar Business Lauching #1.  Acara yang menampilkan soft lauching bisnis yang mereka bangun dikemas dalam bentuk pemutaran film profile bisnis. Acara ini dihadiri segenap keluarga fakultas ekonomi UAI berikut Dekan Fakultas Ekonomi Prof. Sayuti Hasibuan.  Juga gelaran pameran kewirausahaan di lobby UAI selama sepekan.  Besar harapan gelaran acara ini mampu memberikan informasi serta aspirasi akan keberadaan konsentrasi kewirausahaan bagi segenap sivitas academika UAI.  <span style="color: #ff6600;">Selamat!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/08/23/212/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flash Flash Flash #2 Sambooks</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/08/21/flash-flash-flash-2-sambooks/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/08/21/flash-flash-flash-2-sambooks/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 10:08:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Publication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kembali bersama </strong>43 rekan dari Blogfam kami menerbitkan buku hajatan <strong>"Flash Flash Flash ~ Kumpulan Cerita Sekilas".</strong> Dipayungi Penerbit Gradien Jogja buku ini mengangka<span style="color: #ff0000;"> </span>t berbagai tema dengan batasan kata 126-216 kata tiap ceritanya! Unik. Nantikan Terbitnya Desember ini. Berikut 2 ceritaku yang termuat dengan mengangkat tema <strong>"perempuan" </strong>dan berikut 2 cerita saya yang termuat<strong>:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong><span style="color: #ff0000;"><strong><img class="size-full wp-image-181 aligncenter" title="FlashFlashFlash" src="http://www.be-samyono.com/bizz/wp-content/gallery/2009/08/FlashFlashFlash.gif" alt="FlashFlashFlash" width="159" height="263" /></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Bedebah...!</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bedebah...!</p>
<p style="text-align: justify;">Umpatku berulang. Bukan mauku bila Oom Besar lebih sayang dan memanjakanku daripada anak-anak murtadnya atau kacung-kacung penjilatnya. Bukan pula inginku bila aku lebih bisa berpeluk mesra dan tidur bersama dalam belai kehangatan meski Oom Besar mulai tua dan makin terkapar tak berdaya.[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (21092009-18.08)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kembali bersama </strong>43 rekan dari Blogfam kami menerbitkan buku hajatan <strong>&#8220;Flash Flash Flash ~ Kumpulan Cerita Sekilas&#8221;.</strong> Dipayungi Penerbit Gradien Jogja buku ini mengangka<span style="color: #ff0000;"> </span>t berbagai tema dengan batasan kata 126-216 kata tiap ceritanya! Unik. Nantikan Terbitnya Desember ini. Berikut 2 ceritaku yang termuat dengan mengangkat tema <strong>&#8220;perempuan&#8221; </strong>dan berikut 2 cerita saya yang termuat<strong>:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong><span style="color: #ff0000;"><strong><img class="size-full wp-image-181 aligncenter" title="FlashFlashFlash" src="http://www.be-samyono.com/bizz/wp-content/gallery/2009/08/FlashFlashFlash.gif" alt="FlashFlashFlash" width="159" height="263" /></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Bedebah&#8230;!</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bedebah&#8230;!</p>
<p style="text-align: justify;">Umpatku berulang. Bukan mauku bila Oom Besar lebih sayang dan memanjakanku daripada anak-anak murtadnya atau kacung-kacung penjilatnya. Bukan pula inginku bila aku lebih bisa berpeluk mesra dan tidur bersama dalam belai kehangatan meski Oom Besar mulai tua dan makin terkapar tak berdaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bedebah&#8230;! Makiku tak henti.</p>
<p style="text-align: justify;">Berhentilah untuk memanggilku pelacur jalanan, perempuan murahan atau si mata duitan. Karena aku tak menjual diriku dan juga tidak menggadaikan kehormatanku. Aku hanya membagi gemulai dan kemanjaan untuk sesuap makanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bedebah&#8230;!</p>
<p style="text-align: justify;">Kutukku menyeletuk. Teganya kalian membekapku saat lelapku dan mengikatku saat Oom besar sekarat. Nyata sudah, bulat niat kalian untuk menuntaskan dendam. Menyingkirkanku dari kemewahan. Lalu kini sudah 1 jam perjalanan kalian membawaku pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bedebah enyahlah!&#8221; Umpat kalian penuh kesumat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Meooong&#8230;!&#8221; Lolongku penuh kesakitan menahan kerasnya benturan saat tubuhku dilemparkan. Terkaparku penuh memar.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>(num of words: 138)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Hati Kardus Bunga Ranjang</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Aku bertanya apakah hatiku terbuat dari seonggok kardus. Lembab dan hanyut begitu hujan membasah. Kering dan terbakar saat api memercik. Kardus yang membungkus ketidakdayaku.Nasibku dipahat dengan kasar. Belumlah mekar kelopakku saat ku dipetik paksa dari rantingku. Diambil dari daun yang menaungiku untuk dijadikan penghias ranjang malam. Hiasan yang tidak di hargai dengan belaian namun ditebar untuk hasrat sesaat guna membuang hajat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dar, cinta itu apa?&#8221; Tanyaku seketika.</p>
<p style="text-align: justify;">Darmi sepertinya tuli. Matanya masih menatap kaca memulaskan bedak tebal disela kerut halusnya. Badannya bergoyang mengikuti rentak dangdut yang riang memanggil pelanggan. Sesaat Darmi menggeleng, meletakkan gincu merahnya menghampiriku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dengar, tak ada istilah cinta bagi lonte macam kita. Cinta bagi kita adalah uang dan bagi mereka adalah kepuasan. Kita jualan. Orang jualan tak tahu apa itu cinta. Ngerti!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mengangguk tanpa paham. Malam kemarin, malam ini juga nanti aku tetaplah bunga ranjang. Yang di taruh di kamar kamar sempit seadanya di salah satu dari sekian puluhan rumah remang di daerah bejat ini. Aromaku semerbak menggoda lelaki untuk datang. Mereka bukanlah kumbang tapi sekumpulan lalat. Mereka tidak menyerbukkan sariku tapi mematuknya lalu menyelipkan lembar rupiah di kutang-kutangku. Mungkin benar mereka tak tahu apa itu cinta. Mereka hanya membeli. Mengambil lebih dari apa yang semestinya tak ku beri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali kusadari hatiku hanyalah seonggok kardus yang tak mampu membungkus KEHORMATANKU sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>(Num of words: 216)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/08/21/flash-flash-flash-2-sambooks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyorot Laskar PB2008</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2008/11/24/menyorot-laskar-pb2008/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2008/11/24/menyorot-laskar-pb2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 10:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span><strong>Pesta offline</strong> telah usai, namun keriuhan pesta di dunia maya justru baru dimulai.  Begitulah pestanya para blogger. Pesta offline hanya sekedar kumpul dan berbagi kenarcist-an dan bersedikit membangun harapan.   Selebihnya pesta online lebih menggiurkan meski tanpa doorprise.  Adrealine pun saling berkejar untuk menjadi yang pertama untuk mengisi blog, multiply, facebook, friendster, flicker dan bermacam media lain untuk saling berbagi cerita, photo, video, berkomentar sekaligus mengomentari dan juga memampangkan jati diri.  Dan bisa ditebak official website PB2008 akan kebanjiran link yang semua mengacu pada PB2008.  Entah apakah ada niat panitia untuk memasukkan hajatan ini dalam catatan <strong>MURI</strong> atau tidak. Disinilah pesta sesungguhnya dimulai.   Kemeriahan yang dimulai dengan start yang sama. Dari sebuah <strong>PESTA!</strong></p>

<p style="text-align: justify;">Saya sendiri tak lebih dari sebutir penggembira yang mencari kesibukan di sebauh pesta ternyata mau tak mau adrealine blogger saya terpacu mempestakan hajatan yang telah usai tersebut di dunia maya.  Terlepas dari apapun hasil dari pesta blogger tersebut namun saya meyakini ada keringat yang tak bisa dinilai dengan hanya dari kata berhasil atau sebaliknya. keringat itu berlabelkan kata <strong>PROSES.</strong> Dibenak saya bisa membayangkan bahwa tidak mudah untuk menyelenggarakan acara akbar dan sosial dengan 1000 undangan dan dukungan pihak pemerintah maupun swasta meski ini bukanlah kesempatan pertama. Pasti ada pengorbanan dari pihak pelaksana meskipun itu suatu hal yang jamak namun patut rasa terima kasih diapreasikan pada mereka.  Saya pribadi melihat banyak laskar berperan dan dikerahkan untuk suksesnya hajatan akbar ini. Laskar yang membuat tangan dan jari jempol saya menari-nari mengapresiasi peran mereka. [.....]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (24112008.14.59)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span><strong>Pesta offline</strong> telah usai, namun keriuhan pesta di dunia maya justru baru dimulai.  Begitulah pestanya para blogger. Pesta offline hanya sekedar kumpul dan berbagi kenarcist-an dan bersedikit membangun harapan.   Selebihnya pesta online lebih menggiurkan meski tanpa doorprise.  Adrealine pun saling berkejar untuk menjadi yang pertama untuk mengisi blog, multiply, facebook, friendster, flicker dan bermacam media lain untuk saling berbagi cerita, photo, video, berkomentar sekaligus mengomentari dan juga memampangkan jati diri.  Dan bisa ditebak official website PB2008 akan kebanjiran link yang semua mengacu pada PB2008.  Entah apakah ada niat panitia untuk memasukkan hajatan ini dalam catatan <strong>MURI</strong> atau tidak. Disinilah pesta sesungguhnya dimulai.   Kemeriahan yang dimulai dengan start yang sama. Dari sebuah <strong>PESTA!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri tak lebih dari sebutir penggembira yang mencari kesibukan di sebauh pesta ternyata mau tak mau adrealine blogger saya terpacu mempestakan hajatan yang telah usai tersebut di dunia maya.  Terlepas dari apapun hasil dari pesta blogger tersebut namun saya meyakini ada keringat yang tak bisa dinilai dengan hanya dari kata berhasil atau sebaliknya. keringat itu berlabelkan kata <strong>PROSES.</strong> Dibenak saya bisa membayangkan bahwa tidak mudah untuk menyelenggarakan acara akbar dan sosial dengan 1000 undangan dan dukungan pihak pemerintah maupun swasta meski ini bukanlah kesempatan pertama. Pasti ada pengorbanan dari pihak pelaksana meskipun itu suatu hal yang jamak namun patut rasa terima kasih diapreasikan pada mereka.  Saya pribadi melihat banyak laskar berperan dan dikerahkan untuk suksesnya hajatan akbar ini. Laskar yang membuat tangan dan jari jempol saya menari-nari mengapresiasi peran mereka.<br />
<span style="color: #ff6600;"><strong><br />
LASKAR NARSIST</strong></span><br />
Meminjam komentar bung Abi Hasantoso dari http://jakartasiana.blogspot.com yang terkaget karena baru kali ini melihat satu panitia ditampilkan di podium sampai durasi lebih dari 10 menit.  Rasanya saya tak salah bila menyematkan label LASKAR NARSICT pada mereka.  Dan rasanya tak salah juga bila mereka disebut demikian karena komposisi kepanitiaan tahun lalu dan tahun ini taklah berubah banyak dan masih menjunjung pepatah &#8220;gue lagi-gue lagi&#8221;.  Dosa? saya pikir tidak.  Bukan karena berhasil mengukuhkan kenarsist-an hingga menjadi teladan bagi para blogger namun saya sangat mengapresiasi pembenahan yang dilakukan pada PB2008.  Adanya award yang diberikan pada komunitas blogger dan beasiswa blogger patut diacungi jempol.   Namun bagi saya yang hanya butir penggembira pembenahan yang nyata lebih saya lihat di menu makan siang dan break yang lebih manusiawi dari kualitas dan ketersediannya dibanding tahun lalu, sponsor yang lebih membumi, doorprise yang menggiurkan juga tidak terusir tepat jam lima karena keterbatasan sewa ruang.  Saya letakkan 2 jempol untuk laskar narsist kali ini.  Tak hendak saya balik satu jempol saya  karena saya yakin mereka baru bisa tidur nyenyak begitu acara ini usai.  Biarlah ketenangan sesaat menjadi milik mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>LASKAR NGAMPAR</strong></span><br />
1000 orang bukanlah jumlah yang sedikit.   1000 bukanlah bilangan yang terkumpul di satu ruang tapi 1000 kekuatan suara dan polah yang disatukan dalam satu ritme.   Sayang sekali ritme yang dihasilkan hanya mendengungkan nada sumbang.  Tidak membangun kesemangatan ataupun kebersamaan.   Selain kebanggaan sebagai sebuah komunitas partial.   Di dua PB saya hadir dan sayang sekali untuk kali inipun suara bulat kebersamaan masih jauh untuk didengar menjadi melodi yang indah.   Namun saya salut para laskar yang rela NGAMPAR ini adalah orang-orang baru, yang bisa dikatakan bahwa regenerasi blogger sedemikian pesatnya.   Saya jadi tergelitik mempertanyakan generasi lama kemana ya? ganti media ekspresi atau terbang seusai musim trend usai?</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>LASKAR ASING</strong></span><br />
&#8220;Meminjam Panca Indra Orang&#8221;   begitu saya mengartikan diundangnya Mark Tafoya (USA), Anthony Bianco (Aus), Jeff Ooi (Malaysia), Mike Aquino (Filipina), dan Mr. Brown (Singapura). Kelima laskar asing ini diajak berkeliling ke Bali dan Jogja untuk lebih mengenal sebagian Indonesia sebelum kemudian hadir pada puncak PB 08 di Jakarta Sabtu lalu. Keyakinan saya mengatakan bahwa kelimanya tidak diundang hanya karena tema kali ini adalah Blogging for Society namun karena kesadaran akan kekuatan sebuah blog untuk berbicara.   Dan kekuatan ini disadari sekali oleh Departemen terkait yang menjadi sponsor untuk menyuarakan potensi Indonesia utamanya dalam hal pariwisata.   Panca indra mereka dipinjam untuk bisa merasakan pengalaman luar biasa selama berkunjung dengan harapan tangannya akan menuturkan hal ini dalam blog mereka begitu mereka kembali.   Idealnya akan ada feedback positif dari para pembaca blog mereka.   Satu acungan jempol saya acungkan sembari meletakkan satu telapak tangan saya didada. Saya prihatin.   Prihatin karena mestinya kita tidak perlu menyewa panca indera mereka bila kita sendiri mampu untuk bersuara.   Jumlah blogger yang tak hadir tentunya jauh lebih besar daripada yang duduk diruangan itu tentunya menjadi kekuatan besar untuk bersuara dan meneriakkan potensi wisata kita.   namun kembali sayang.   Tak banyak blogger kita yang konsisten secara spesifik menyuarakan topik aktual dan strategis apalagi dalam bahasa Inggris.   Disitulah kelemahan mendasar kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>LASKAR UNTUNG</strong></span><br />
Laskar untung saya sebutkan pada Komunitas Cahandong Jogja.   Inspirasinya dalam berbagi pada sesama dilihat Oxfam sebagai nilai tambah hingga mereka berhak menerima cek 10 juta serta paket PC.  Luar biasa dan patut diacungin jempol.   Tinggal kini satu tantangan bagi mereka akankan keberuntungan ini bisa menjadi pijakan guna mengkosistenkan diri pada kegiatan-kegiatan positif mereka atau akan stuck pada program &#8220;Jablay&#8221; (Jogja Blogger day) semata.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>LASKAR SEKSI</strong></span><br />
Bisa jadi Maylafayza akan menjadi icon Blogger Indonesia.   Tidak saja konsistensi dia dalam ngeblog namun juga andil dia di 2 PB ini.   Tahun lalu kehadirannya di podium menampilkan jatidirinya sebagai seorang blogger yang berbeda dengan penampilannya kali ini yang mengetengahkan sisi lain dari kebisaannya: Violist!.   Hal yang tak dapat dibedakan adalah penampilan May yang sedemikian leluasa dengan keseksiannya.   Keleluasaan yang menjadi PB2007 riuh karena close up camera tepat pada keseksiannya yang memenuhi layar perak Blitz Cineplex dan kali ini hentak gesekan dawai biolanya yang memaksa para blogger melupakan ke-mupeng-annya akan doorprise! Saya sendiri tak bisa mengacungkan 2 buah jempol untuk kehadiran Laskar seksi ini karena jemari saya sibuk mengabadikan moment dengan kamera saya yang sejauh ini saya amini bahwa <strong>&#8220;Wanita selalu tampak seksi bila memainkan alat musik!&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seksi, narsist, asing dan ngampar hanyalah warna pengotakkan.   Ketika semuanya membaur menjadi satu tercipta sinergi dan keindahan sebuah pelangi.   semoga tahun depan kembali muncul laskar yang lebih berani yang lebih menyuarakan<strong> &#8220;SUARA BLOGGER SECARA SATU DAN INDAH&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Photo ada <a href="http://besamyono.multiply.com/photos/album/8/Menyorot_Para_Laskar_PB2008_" target="_blank"><strong>DI SINI </strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2008/11/24/menyorot-laskar-pb2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perdagangan Manusia, Mengapa?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2008/08/30/perdagangan-manusia-mengapa/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2008/08/30/perdagangan-manusia-mengapa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 17:45:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Philosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span>Dalam buku berjudul : Ketika Mereka Dijual “ Perdagangan Perempuan dan Anak di 15 Propinsi di Indonesia, terbitan <strong><em>International Catholic Migration Commision (ICMC)</em></strong> Indonesia dan <em><strong>American Center for International Labor Solidarity (ACILS)</strong></em> dipaparkan berbagai hal hingga timbulnya perdagangan manusia. cukup menarik untuk disimak karena berbagai faktor turut andil hingga praktek seperti ini masih marak terjadi di dunia modern dimana masa perbudakan telah lama dihapuskan. Saya sendiri menyimpulkan Beberapa sebab perdagangan manusia masih terjadi di Indonesia karena:</p>

<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>a.Faktor berkurangnya kesejahteraan masyarakat dan makin menurunnya kemampuan ekonomi:</strong></span>
Menyebabkan satu motivasi untuk keluar dari keadaan dan dorongan untuk memperbaiki nasib di tempat lain.Â  Dan kondisi ini menjadi target utama modus perdagangan manusia.
<span style="color: #ff6600;"><strong>
b.Faktor pendidikan yang masih rendah:</strong></span>
Memberikan kontribusi ketidak trampilan dan ketidak pengetahuan seseorang sehingga membuat mereka tidak bisa berbuat banyak saat mengalami ketidak adilan atau sebagai korban. [.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (30082008.00.45)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span>Dalam buku berjudul : Ketika Mereka Dijual “ Perdagangan Perempuan dan Anak di 15 Propinsi di Indonesia, terbitan <strong><em>International Catholic Migration Commision (ICMC)</em></strong> Indonesia dan <em><strong>American Center for International Labor Solidarity (ACILS)</strong></em> dipaparkan berbagai hal hingga timbulnya perdagangan manusia. cukup menarik untuk disimak karena berbagai faktor turut andil hingga praktek seperti ini masih marak terjadi di dunia modern dimana masa perbudakan telah lama dihapuskan. Saya sendiri menyimpulkan Beberapa sebab perdagangan manusia masih terjadi di Indonesia karena:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>a.Faktor berkurangnya kesejahteraan masyarakat dan makin menurunnya kemampuan ekonomi:</strong></span><br />
Menyebabkan satu motivasi untuk keluar dari keadaan dan dorongan untuk memperbaiki nasib di tempat lain.Â  Dan kondisi ini menjadi target utama modus perdagangan manusia.<br />
<span style="color: #ff6600;"><strong><br />
b.Faktor pendidikan yang masih rendah:</strong></span><br />
Memberikan kontribusi ketidak trampilan dan ketidak pengetahuan seseorang sehingga membuat mereka tidak bisa berbuat banyak saat mengalami ketidak adilan atau sebagai korban.<br />
<strong><br />
<span style="color: #ff6600;">c.Faktor Penegakan hukum yang lemah:</span></strong><br />
Memberikan andil ketidakjeraan oknum pelaku untuk terus mempraktekkan modus operandinya disamping di sisi lain tidak memberikan keterpihakan pada korban. Hingga korban memilih diam dan tidak mengangkat persoalan. Perbuatan perdagangan orang hanya dipahami dalam konteks pelacuran sesuai pasal 297 KUH Pidana dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kasus ini menjadi sangat jelas, ketika Indonesia mengikuti definisi kejahatan perdagangan orang berdasarkan definisi yang ditetapkan PBB (Protokol Palermo) yang mengatur tentang definisi, proses, cara dan tujuan yang diasumsikan bagian dari kejahatan perdagangan orang. Bahkan, acuan inilah yang kemudian baru dipergunakan DPR dalam menyusun Rancangan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Indonesia. Jelas merupakan langkah hukum dari pemerintah yang terlambat, karena undang-undang sebagai payung hukum aparatur, terbentuk setelah peristiwa pidana sekian lama telah terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>d.Undang-undang yang tidak tersosialisasi:</strong></span><br />
Undang-undang di lingkup internasional maupun nasional telah banyak yang mengatur mengenai perdagangan manusia, prostitusi, perkawinan antar bangsa juga ketenagakerjaan. Namun dengan ketidaktahuan dan kesadaran akan undang-undang ini membuat modus perdagangan manusia leluasa bergerak.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>e.Ketidaktersediaan Data akurat:</strong></span><br />
Data mengenai korban perdagangan manusia, area penyebaran kegiatan-kegiatan yang berpotensi sebagai tempat perdagangan manusia, dan jumlah imigran masih sangat minim sehingga sulit untuk memantau secara signifikan apalagi melakukan satu pengawasan melekat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>f.Keimigrasian yang longgar:</strong></span><br />
Imigrasi sebagai gerbang keluar masuknya penduduk disatu perbatasan sangat longgar dan lemah dalam mengawasi lalulintas manusia sehingga dengan mudah perdagangan manusia berlangsung tanpa pencegahan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>g.Peran PJTKI yang belum maksimal:</strong></span><br />
PJTKI sebagai lembaga yang mengatur penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negri sangat tidak meksimal kinerjanya dan disinyalir justru membuahkan praktek-praktek yang menyuburkan modus ini terutama hubungannya dengan yayasan penyalur tenaga kerja.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><br />
</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2008/08/30/perdagangan-manusia-mengapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penerapan KAIZEN</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2008/08/30/penerapan-kaizen/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2008/08/30/penerapan-kaizen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 17:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Philosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span><strong>Gemba kaizen</strong> adalah satu upaya pendekatan dengan akal sehat  dan biaya yang rendah untuk mengelola tempat kerja.   Dengan komponen utama total quality management, total productive maintenance, management just in time, gugus kendali mutu dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa prinsip kaizen yang bisa diterapkan adalah:</p>

<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>a. Pelaksanaan 3 aturan dasar Kaizen:</strong></span>
i.  Penataan/5R (Ringkas, rapi, Resik, Rawat &#38; Rajin) guna mengembangkan kedisiplinan karyawan.
ii.  Penghapusan Pemborosan bagi kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah.
iii. Standarisasiguna merumuskan cara baku terbaik dalam melaksanakan tugas.

<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>b.Menerapkan konsep utama kaizen:</strong></span>
i. Menerapkan fungsi perbaikan dan pemelihraan dalam menajemen
ii. Menekankan pola piker berorientasi proses yang harus disempurnakan untuk meningkatkan hasil
iii. Menerapkan siklus PDCA pada perbaikan dan SDCA pada pemeliharaan
iv. Mengedepankan kualitas sebagai prioritas tertinggi
v. Mengumpulkan data sebagai dasar pemecahan masalah
vi. Menerapkan proses berikutnya pada konsumen internal maupun eksternal. [.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (30082008.00.45)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span><strong>Gemba kaizen</strong> adalah satu upaya pendekatan dengan akal sehat  dan biaya yang rendah untuk mengelola tempat kerja.   Dengan komponen utama total quality management, total productive maintenance, management just in time, gugus kendali mutu dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa prinsip kaizen yang bisa diterapkan adalah:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>a. Pelaksanaan 3 aturan dasar Kaizen:</strong></span><br />
i.  Penataan/5R (Ringkas, rapi, Resik, Rawat &amp; Rajin) guna mengembangkan kedisiplinan karyawan.<br />
ii.  Penghapusan Pemborosan bagi kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah.<br />
iii. Standarisasiguna merumuskan cara baku terbaik dalam melaksanakan tugas.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>b.Menerapkan konsep utama kaizen:</strong></span><br />
i. Menerapkan fungsi perbaikan dan pemelihraan dalam menajemen<br />
ii. Menekankan pola piker berorientasi proses yang harus disempurnakan untuk meningkatkan hasil<br />
iii. Menerapkan siklus PDCA pada perbaikan dan SDCA pada pemeliharaan<br />
iv. Mengedepankan kualitas sebagai prioritas tertinggi<br />
v. Mengumpulkan data sebagai dasar pemecahan masalah<br />
vi. Menerapkan proses berikutnya pada konsumen internal maupun eksternal</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>c.Menerapkan Sistem utama kaizen:</strong></span><br />
i. Total quality control, proses pengendalian kinerja untuk mencapai kualitas<br />
ii. Just in time, menghapus segala jenis kegiatan tak bernilai tambah dan mencapai system produksi yang ramping dan luwes dalam menampung fluktuasi dari permintaan dan pesanan konsumen<br />
iii. Total Productive maintenance, memfokuskan pada peningkatan kualitas peralatan<br />
iv. Penjabaran kegiatan perusahaan, untuk memberikan arahan dan sasaran yang focus kepada seluruh level serta memberikan control.<br />
v. Sistem saran, untuk meningkatkan moral serta memperbesar manfaat positif dari partisipatif karyawan.<br />
vi. Kegiatan kelompok kecil, yaitu gugus tugas untuk melakukan tugas secara kelompok spesifik</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><br />
</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2008/08/30/penerapan-kaizen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati &#8220;Celestial Management&#8221;</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2008/08/30/hati-celestial-manajemen/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2008/08/30/hati-celestial-manajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 17:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Philosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>The Celestial Management</strong>/manajemen langit merupakan satu manajemen yang ditulis oleh anak negri, mendasarkan pemikiran pada penggalian nilai-nilai spiritual sebagai ruh dalam menjalankan bisnis. Dimana perbedaan hakiki dengan manajemen lama adalah adanya pergeseran motivasi duniawi menjadi motivasi ukhrawi. Disini ilmu manajemen tidak lagi diartikan sebagai  <strong>"getting things done through the people" </strong>tetapi <strong>"getting God-wil done by people"</strong>.  Hingga dampak akhir yang diharapkan dengan penerapan manajemen ini adalah perubahan radikal baik dalam proses maupun tujuan akhir bisnis yang menuju God Corporate Governance.</p>
<p style="text-align: justify;">Implementasi Visi manajemen langit di jabarkan dalam <strong>3W (Worship, Wealth &#38; Warfare</strong>) dengan pemaparan sebagai berikut:</p>

<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Kategori I ( A Place of Worship - ZIKR):</strong></span>
- Zero Base :  Bebas prasangka
- Iman : Berlandaskan keimanan kepada Tuhan
- Konsisten : Fokus pada satu tujuan
- Result Oriented : Berorientasi hasil tanpa mengesampingkan proses [.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (18042008.22.45)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>The Celestial Management</strong>/manajemen langit merupakan satu manajemen yang ditulis oleh anak negri, mendasarkan pemikiran pada penggalian nilai-nilai spiritual sebagai ruh dalam menjalankan bisnis. Dimana perbedaan hakiki dengan manajemen lama adalah adanya pergeseran motivasi duniawi menjadi motivasi ukhrawi. Disini ilmu manajemen tidak lagi diartikan sebagai  <strong>&#8220;getting things done through the people&#8221; </strong>tetapi <strong>&#8220;getting God-wil done by people&#8221;</strong>.  Hingga dampak akhir yang diharapkan dengan penerapan manajemen ini adalah perubahan radikal baik dalam proses maupun tujuan akhir bisnis yang menuju God Corporate Governance.</p>
<p style="text-align: justify;">Implementasi Visi manajemen langit di jabarkan dalam <strong>3W (Worship, Wealth &amp; Warfare</strong>) dengan pemaparan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Kategori I ( A Place of Worship &#8211; ZIKR):</strong></span><br />
- Zero Base :  Bebas prasangka<br />
- Iman : Berlandaskan keimanan kepada Tuhan<br />
- Konsisten : Fokus pada satu tujuan<br />
- Result Oriented : Berorientasi hasil tanpa mengesampingkan proses</p>
<p style="text-align: justify;">Konsep ZIKR beserta atributnya ini diharapkan bisa membawa seseorang menjadi pribadi yang berpotensi unggul mengingat konsep ini tepat diterapkan untuk lingkungan individu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Kategori II ( A Place of Wealth &#8211; PIKR):</span></strong><br />
- Power : Pendelegasian tugas<br />
- Information ; Penyampaian informasi<br />
- Knowledge : Pengetahuan dan ketrampilan<br />
- Rewards : Imbal balik</p>
<p style="text-align: justify;">Konsep PIKR terterap pada lingkungan kerja team untuk meobilisasi team agar memperoleh keunggulan dan daya saing yang kuat</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Kategori III ( A Place of Warfare -  MIKR):</strong></span><br />
- Militan : Sikap rela berkorban dalam perjuangan<br />
- Inrelek : Mampu mendayagunakan akal<br />
- Kompetitif :  memiliki keunggulan<br />
- Regeneratif : Tahan lama dan bisa diwariskan</p>
<p style="text-align: justify;">Konsep MIKR merupakan konsep untuk bersaing dengan competitor sehingga dengan menerapkannya akan tercipta satu organisai yang kuat, unggul dan bertahan lama.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><br />
</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2008/08/30/hati-celestial-manajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ortu Kenapa Sih #1 Sambooks</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2008/06/14/book/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2008/06/14/book/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 03:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Publication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/bizz/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>"Buku Hajatan" </strong>begitu aku lebih girang menyebut buku "Ortu Kenapa sih" ini yang digawangi oleh 12 penulis termasuk diriku yang menyelinap masuk. Tulisan pertamaku ini hadir melalui kolaborasi Blogfam dan Penerbit Cinta yang mengusung tema semacam Chicken Soup for teen world. Tak berlebihan bila ucap syukur dan terima kasih tertutur pada rekan terkait yang gigih berpeluh merealisasikan buku yang sarat akan tip dan trik urusan remaja ini. Besar keinginan langkah kecil ini jadi pijakan untuk loncatan bermakna. Kini tinggal menunggu waktu waktu terbitnya semata.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.be-samyono.com/img/cover-oks.jpg" alt="sambooks" /></p>

<p style="text-align: justify;"><strong>Pesan Sponsor:</strong>
Indra Bruggman - Bintang Sinetron "Banyak cara jadi remaja yang lebih oke. Salah satunya lewat buku yang ringan namun sarat makna ini" [.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Buku Hajatan&#8221; </strong>begitu aku lebih girang menyebut buku &#8220;Ortu Kenapa sih&#8221; ini yang digawangi oleh 12 penulis termasuk diriku yang menyelinap masuk. Tulisan pertamaku ini hadir melalui kolaborasi Blogfam dan Penerbit Cinta yang mengusung tema semacam Chicken Soup for teen world. Tak berlebihan bila ucap syukur dan terima kasih tertutur pada rekan terkait yang gigih berpeluh merealisasikan buku yang sarat akan tip dan trik urusan remaja ini. Besar keinginan langkah kecil ini jadi pijakan untuk loncatan bermakna. Kini tinggal menunggu waktu waktu terbitnya semata.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.be-samyono.com/img/cover-oks.jpg" alt="sambooks" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pesan Sponsor:</strong><br />
Indra Bruggman &#8211; Bintang Sinetron &#8220;Banyak cara jadi remaja yang lebih oke. Salah satunya lewat buku yang ringan namun sarat makna ini&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Elly Risman S.Psi &#8211; Psikolog anak dan remaja. Direktur yayasan kita dan buah hati </strong>&#8220;Buku ini bisa jadi panduan agar orangtua dapat menghindari terjadinya bongkahan keras di hati remaja. Sehingga iklim psikologis rumah jadi lebih nyaman, serta mengetatkan jalinan kasih antara remaja dan orangtuanya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Icha Rahmanti &#8211; penulis Cintapuccino dan Beauty Case </strong>&#8220;Manis, menyentuh, dan inspiratif &#8230; untuk semakin mengerti bahwa dari sesuatu yang berbeda bisa saling melengkapi dengan indahnya. Seindah cinta orangtua dengan anak-anak mereka yang (konon) tanpa syarat.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Primadonna Angela &#8211; Penulis Jangan Berkedip!</strong> &#8220;Menyentuh hati &#8230; Sungguh, membaca buku ini membuat saya lebih menghargai apa yang saya miliki!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>K. Atmojo &#8211; Editor dan publisher Majalah Cerita Kita</strong> &#8220;Buku ini memberi banyak contoh bagaimana konflik remaja dan orangtua bisa terjadi. perbedaan bisa menimbulkan riak-riak pertengkaran remaja dan orangtuanya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Luna TR. &#8211; Penulis trilogy Sweet Angel</strong> &#8220;Wajib dibaca para remaja untuk menghadapi keinginan orang tua yang kadang-kadang nggak sesuai dengan hati nurani kita. Apalagi ini berdasarkan kisah nyata.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>On store 24th June 2006.</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Launching&#8217; resmi buku ini Insya Allah akan dilaksanakan pada,<br />
Tanggal : 1 July 2006 Pukul : 15.00 WIB &#8211; selesai<br />
Tempat : MP Book Points. Jl. Puri Mutiara Raya No. 72, Cipete &#8211; Jakarta Selatan<br />
Tel. +62 21 75910212</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2008/06/14/book/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
