<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SamBizz - Business &#38; Personal Website of Be Samyono [Inspiring the business &#38; entrepreneurship]</title>
	<atom:link href="http://www.be-samyono.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.be-samyono.com</link>
	<description>Business, entrepreneur, lifestyle, fiction, photography, bisnis, kewirausahaan, gaya hidup, cerita fiksi, photografi, bambang eko samiono</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Feb 2012 00:52:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Menggunakan Tools Yang Bernama System</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2012/02/24/menggunakan-tools-yang-bernama-system/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2012/02/24/menggunakan-tools-yang-bernama-system/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 02:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[KMM TDA Jaksel]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Wah Selamat-selamat, welcome to the club” … Satu kebanggaan, ucapan selamat dan tepukan di pundak selalu kami berikan bagi rekan-rekan TDA Jaksel yang kebingungan.  Kebingungan karena bisnisnya memerlukan sentuhan-sentuhan baru agar bisa berjalan.  Kami sebut ini proses naik kelas.  Naik pada jenjang bisnis yang lebih tinggi.  Ketidak nyamanan pada zona bisnis yang telah ada menandakan adanya progres dan proses untuk tumbuh.  Dan ini pertanda hal yang positif dan patut untuk didukung.  Bagaimanapun menjalankan bisnis sama halnya menapak jenjang karir di satu perusahaan. Ada level-level yang harus didaki sesuai dengan tantangan bisnis, size bisnis, ataupun perkembangan bisnis itu sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Web" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/WebJaksel.jpg" alt="" width="369" height="292" /></p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya Komunitas TDA Jaksel tak ubahnya sebagai satu usaha atau perusahaan.  Dalam Komunitaspun ternyata sama ditemuai adanya tantangan dan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menjawab perkembangan yang muncul.  Ini jelas masuk dinalar.  Saat awal kepengurusan yang baru anggota lama tak lebih dari 20an orang baik yang aktif maupun tidak, keakraban dan saling tahu antar satu dan lainnya amat sangat kental.  Komunikasipun tidaklah sulit untuk dibangun.  Namun begitu anggota group mencapai 300-an orang, ini tantangan tersendiri bagi Komunitas untuk bisa menjalankan perannya secara maksimal.  Terlebih lagi bertambahnya jumlah anggota bukan berarti secara paralel bertambah pula jumlah pengurus yang ada.  Tidak sama sekali.  Bahkan bila dipilah pengurus yang ada sekarang bisa dihitung dengan sebelah jari tangan. Belum lagi bila dihitung keaktifannya atau dihitung siapa pengurus yang bertempat tinggal di Jakarta selatan. Bilangan jari kita akan segera berkurang.[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Be Samyono [2002</strong><strong>201</strong><strong>2</strong><strong>-</strong><strong>23.24]</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Wah Selamat-selamat, welcome to the club” … Satu kebanggaan, ucapan selamat dan tepukan di pundak selalu kami berikan bagi rekan-rekan TDA Jaksel yang kebingungan.  Kebingungan karena bisnisnya memerlukan sentuhan-sentuhan baru agar bisa berjalan.  Kami sebut ini proses naik kelas.  Naik pada jenjang bisnis yang lebih tinggi.  Ketidak nyamanan pada zona bisnis yang telah ada menandakan adanya progres dan proses untuk tumbuh.  Dan ini pertanda hal yang positif dan patut untuk didukung.  Bagaimanapun menjalankan bisnis sama halnya menapak jenjang karir di satu perusahaan. Ada level-level yang harus didaki sesuai dengan tantangan bisnis, size bisnis, ataupun perkembangan bisnis itu sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Web" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/WebJaksel.jpg" alt="" width="369" height="292" /></p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya Komunitas TDA Jaksel tak ubahnya sebagai satu usaha atau perusahaan.  Dalam Komunitaspun ternyata sama ditemuai adanya tantangan dan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menjawab perkembangan yang muncul.  Ini jelas masuk dinalar.  Saat awal kepengurusan yang baru anggota lama tak lebih dari 20an orang baik yang aktif maupun tidak, keakraban dan saling tahu antar satu dan lainnya amat sangat kental.  Komunikasipun tidaklah sulit untuk dibangun.  Namun begitu anggota group mencapai 300-an orang, ini tantangan tersendiri bagi Komunitas untuk bisa menjalankan perannya secara maksimal.  Terlebih lagi bertambahnya jumlah anggota bukan berarti secara paralel bertambah pula jumlah pengurus yang ada.  Tidak sama sekali.  Bahkan bila dipilah pengurus yang ada sekarang bisa dihitung dengan sebelah jari tangan. Belum lagi bila dihitung keaktifannya atau dihitung siapa pengurus yang bertempat tinggal di Jakarta selatan. Bilangan jari kita akan segera berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu contoh bagaimana menanggapi pertanyaan sederhana: “Bagaimana menjadi anggota TDA jaksel?”  Mestinya ini merupakan pertanyaan yang biasa dan wajar. Namun apa yang terjadi bila kalimat tanya ini dilontarkan hampir setiap hari oleh beberapa orang berbeda dan ditambahkan lagi dengan beberapa pertanyaan lain yang terkait mengikutinya. Tentu bukan lagi sesuatu yang sederhana.  Perbedaan rasio pengurus dan calon anggota yang merupakan customer yang harus dilayani menambah peliknya permasalahan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Mau tak mau, suka tak suka kami pengurus berada dalam zona yang tidak nyaman dan membutuhkan pemecahan masalah layaknya saat kami menjalankan usaha sendiri.  Bila di perusahaan permasalahan ini akan segera dilakuakan pemecahan bersama departemen terkain.  Di komunitaspun sama.  Pengurus berusaha menuntaskan permasalahan ini.  Dan dari beberapa kali pembicaraan akhirnya  kami sepakat bahwa dalam hal ini sebuah tool-lah yang kami butuhkan.  Dan tools itu adalah sebuah sistem.  Arti kamus mengatakan bahwa sistem adalah kesatuan yang terdiri <a title="Komponen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komponen&amp;action=edit&amp;redlink=1">komponen</a> atau <a title="Elemen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elemen">elemen</a> yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran <a title="Informasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi">informasi</a>, <a title="Materi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Materi">materi</a> atau <a title="Energi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi">energi</a>.  Tepatnya yang kami butuhkan disini adalah sistem informasi.  Sistem dimana semua orang bisa terinformasikan mengenai semua hal yang berkaitan dengan TDA Jaksel, mulai dari pendaftran, kegiatan, peluang, aturan hingga masalah charity.  Informasi yang menghindarkan informasi yang asimetris dan berulang karena pertanyaan-pertanyaan yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Disinilah rekan-rekan TDA jaksel mulai membangun sistem secara parsial yang pada akhirnya di hubungkan sehingga membentuk satu sistem informasi yang jelas.  Kongkritnya ada web, group, dan milist yang dibangun dan dilengkapi dengan informasi yang saling terhubung sehingga bila salah satu anggota sebagai contoh,  membutuhkan informasi tertentu maka semua informasi akan mudah tersedia dan bisa diakses dengan cepat.  Contoh kongkritnya bila ada yang bertanya soal  keikut sertaan di TDA Jaksel. Kami akan merujuk ke web untuk bisa masuk ke jalur komunikasi TDA Jaksel. Bila telah berada disana satu panduan akan diberikan untuk mengetahuai segala sesuatu mengenai TDA Jaksel.  Sistem ini walaupun sederhana namun memudahkan pengurus yang terbatas waktu dan tenaganya untuk memberikan informasi pada anggota.  Ini merupakan progres yang bagus bagi komunitas dan sama seperti membicarakan satu bisnis, komunitas ini sejauh ini telah menjejak level bisnis yang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalahnya muncul bila anggota atau calon anggota tidak terbiasa untuk MEMBACA INFORMASI.  Terbentur pada budaya bahwa anggota ingin dilayani secara personal.  Pengurus memilih untuk menghapus attitude ini.   Dengan sistem ini selain diupayakan untuk memberikan kemudahan secara swalayan juga didesain untuk mendorong member agar mempunyai budaya untuk mandiri dan aktif berpartisipasi.  Lebih jauh lagi mendorong member untuk mempunyai attitude wirausaha yang sebenarnya.  Bila di sisi lain ditemui  banyak orang yang tak nyaman dengan kondisi ini dan enggan untuk berada di TDA Jaksel.  Kembali pemikiran TDA Jaksel kedepannya menjadi titik berat.  Komunitas ini harus meninggalkan orientasi kuantitatif dan berfokus pada aspek kualitatif berupa pemberdayaan anggota.  Dan itu semua dimulai bila anggota mempunyai kesadaran sendiri untuk berorganisasi dan secara aktif memberikan kontribusi.  Setidaknya kemandirian yang ditawarkan sistem ini bisa menjadi screening komitmen bagi calon anggota yang akan masuk.  Padahal bila kita pikir perintah yang diberikan bagi Nabi kita pertamapun tak lain adalah untuk MEMBACA.  Wajar bila membaca menjadi satu acuan utama dalam berkomunitas bahkan dalam berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembelajaran sederhana yang bisa kita petik disini adalah bagaimana antara bisnis dan komunitas bisa saling berkolaborasi dan berkontribusi, yang sering saya istilahkan dengan kata bersinergi.  Berkomunitas harus bisa menumbuhkan bisnis kita dan sebaliknya berbisnis harus bisa memberdayakan banyak hal melalui komunitas.  Keduanya mestinya bisa saling terjalin simbiosis mutualisme dan saling menumbuhkan.  Sesuatu yang salah bila saat kaki kita diantara keduanya namun kontribusi kita dalam berkomunitas dipertanyakan atau malah bisnis kita yang tidak bisa berjalan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2012/02/24/menggunakan-tools-yang-bernama-system/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun KMB berbasis Coaching</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2012/02/21/membangun-kmb-berbasis-coaching/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2012/02/21/membangun-kmb-berbasis-coaching/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 06:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[KMM TDA Jaksel]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Terlihat satu pasangan tergelak tawa, yang lain begitu bersemangat saling tanya dan sebagian lainnya terlihat kebingungan dengan apa yang diperbuat.  Komentarpun bermunculan.  Mulai dari  kata sulit, bingung dengan pertanyaan yang akan dilempar hingga kesulitan untuk mengetahui permasalahan rekan pasangannya.  Itulah sekelumit gambaran yang terjadi  saat acara rutin pendalaman materi bagi ketua KMM dan KMB di TDA Jaksel.  Pak Idham Mashar sebagai pemangku divisi internal membuka dengan paparan yang cukup bagus mengenai “Coaching dalam Team” yang beliau dapat dari pertemuan KMB level 1.  Materi lebih mendalam beralih kepada saya untuk menularkan praktek coaching yang sebenarnya dan memberikan paparan yang lebih luas bagaimana coaching diterapkan.  Kebetulan Coaching Sertification pernah saya dapatkan hingga memudahkan delivery materi ini.  Saya pribadi mengemban satu misi untuk memberikan sentuhan yang lebih real kepada KMB di TDA Jakarta Selatan agar bisa berjalan dengan optimal, dan momentum ini sangat tepat untuk membangun KMB berbasis coaching.  Dan Bukan tanpa sebab rencana ini di gulirkan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMB" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG-20120220-00061.jpg" alt="" width="461" height="346" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Pesat, itu kata yang tepat untuk menggambarkan proses pembentukan Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) di TDA Jaksel.  Belum lama setelah KMB menjadi program serentak di TDA, bulan Juli tahun lalu secara struktur dan materi TDA Jaksel telah siap menggulirkan Program KMB ini.  Tercatat hingga kini terdapat 5 KMB yang aktif mengadakan pertemuan tiap bulannya dengan anggota 5 orang.  Meski bisa dikatakan sayang sebenarnya, karena dalam perjalanan justru tidak semua anggota KMB yang terdaftar cukup bisa menjaga konsistensi dan spirit.  Sehingga hanya separuh dari keseluruhan anggota yang masih bertahan [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; "><span style="color: #ff6600;"><strong>Be Samyono [</strong><strong>05122011-17.41</strong><strong>]</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; ">Terlihat satu pasangan tergelak tawa, yang lain begitu bersemangat saling tanya dan sebagian lainnya terlihat kebingungan dengan apa yang diperbuat.  Komentarpun bermunculan.  Mulai dari  kata sulit, bingung dengan pertanyaan yang akan dilempar hingga kesulitan untuk mengetahui permasalahan rekan pasangannya.  Itulah sekelumit gambaran yang terjadi  saat acara rutin pendalaman materi bagi ketua KMM dan KMB di TDA Jaksel.  Pak Idham Mashar sebagai pemangku divisi internal membuka dengan paparan yang cukup bagus mengenai “Coaching dalam Team” yang beliau dapat dari pertemuan KMB level 1.  Materi lebih mendalam beralih kepada saya untuk menularkan praktek coaching yang sebenarnya dan memberikan paparan yang lebih luas bagaimana coaching diterapkan.  Kebetulan Coaching Sertification pernah saya dapatkan hingga memudahkan delivery materi ini.  Saya pribadi mengemban satu misi untuk memberikan sentuhan yang lebih real kepada KMB di TDA Jakarta Selatan agar bisa berjalan dengan optimal, dan momentum ini sangat tepat untuk membangun KMB berbasis coaching.  Dan Bukan tanpa sebab rencana ini di gulirkan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMB" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG-20120220-00061.jpg" alt="" width="461" height="346" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Pesat, itu kata yang tepat untuk menggambarkan proses pembentukan Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) di TDA Jaksel.  Belum lama setelah KMB menjadi program serentak di TDA, bulan Juli tahun lalu secara struktur dan materi TDA Jaksel telah siap menggulirkan Program KMB ini.  Tercatat hingga kini terdapat 5 KMB yang aktif mengadakan pertemuan tiap bulannya dengan anggota 5 orang.  Meski bisa dikatakan sayang sebenarnya, karena dalam perjalanan justru tidak semua anggota KMB yang terdaftar cukup bisa menjaga konsistensi dan spirit.  Sehingga hanya separuh dari keseluruhan anggota yang masih bertahan.</p>
<p style="text-align: justify; ">Bisa dikatakan KMB adalah kelompok advance dari KMM.  Adanya mentor sebagai pembeda memberikan jarak yang jauh atas output yang nantinya dihasilkan.  KMB menjauhkan kata “orang buta dituntun oleh si buta” yang lazim terjadi di KMM.  KMB sendiri mempunyai konsep yang menarik karena mentor terbagi atas level kelas yang didasarkan atas omset yang dihasilkan.  Konsep ini secara tak langsung memberikan kriteria akan pengalaman dan lingkup permasalahan tiap size bisnis tiap mentor sehingga sinergi antara mentor dan anggotanya bisa optimal.  Lebih besar lagi konsep ini akan menciptakan bola salju yang positif akan pertumbuhan bisnis dan tercetaknya regenerasi mentor yang berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify; ">Bila ditanya kesiapan TDA Jaksel dalam menggulirkan program ini saya katakan sangat siap.  Betapa tidak jauh hari sebelumnya TDA Jaksel sudah mempunyai kurikulum sederhana dan buku panduan ber KMB. Pun demikian dengan proses recrutment serta pembekalan kepada para mentor level 2  yang akan berkiprah dilapangan.  Semua tak ada kendala.  Namun bila akhirnya sejauh ini pilot project pertama ini menemui kendala dilapangan disana sini. Evaluasi mutlak dilakukan.  Dan satu pembelajaran bahwa improvement dan pengayaan ide harus segera dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify; ">Saya mencontohkan KMB yang saya bina dengan anggota 5 orang.  Tak satupun anggota yang mempunyai bisnis yang sama dengan saya, bisnis photocopy.  Artinya proses mentoring tak mungkin berjalan.  Karena menilik konsepnya mentoring adalah membagikan pengalaman serupa kepada pihak yang belum berpengalaman.  Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah pendekatan training.  Sayangnya keterbatasan waktu, perbedaan kebutuhan peserta juga kapabilitas mentor dalam memberikan semua aspek yang dibutuhkan dalam training mustahil bisa optimal diberikan.  Kembali batu masalah menjadi kendala.  Dan rupanya problem ini dialami oleh semua mentor yang terlibat. Beberapa mentor mencoba tetap pada metode training yang mereka kuasai dan selebihnya memberikan inspirasi dari pengalaman yang mereka punyai.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Praktek" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG-20120220-00063.jpg" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Satu  hal yang mencerahkan ketika saya mengikuti Coach Sertification dari IndoCoach yang merupakan sister company dari IndoNLP.  Saya seperti disadarkan dan ditarik kebelakang mengenai esensi dari pengembangan kapabilitas sumberdaya manusia ini yang sebenarnya mempunyai area, cara serta persyaratan tersendiri dalam mengoptimalkan.  Sederhananya bila kita bicara mengenai mentoring, training, consulting, konseling dan coaching kesemuanya mempunyai peran yang berbeda dalam pemberdayaan sumberdaya manusia.  Hingga bila hal ini ditarik untuk permasalahan KMB di TDA jaksel terlihat bahwa ada yang luput untuk dijadikan kejelasan dalam konsep KMB ini.  Selama ini tujuan KMB masih rancu apakah KMB akan diarahkan untuk menggurui usahawan pemula, memberikan pembekalan knowledge, menyadarkan akan pentingnya wirausaha, membereskan permasalahan mereka atau mem-booster bisnis  mereka.  Kesemuanya akan menjadi mudah bila ada satu tujuan yang kita canangkan dan bisa di tindaklanjuti dengan metode yang tepat.</p>
<p style="text-align: justify; ">Bila di cermati permasalahannya KMB yang mempunyai karakter akan heterogenitas usaha, adanya mentor yang tidak mempunyai usaha yang sama dengan anggota serta adanya target akan peningkatan usaha. Sudah pasti menilik kondisi ini, metode mentoring  yang selama ini dijalankan di TDA Jaksel harus di gantikan dengan adanya coaching.  Training bisa sesekali disisipkan sebagai pengkayaan ilmu. Coaching pada dasarnya merupakan upaya untuk bisa memberdayakan dan menggali potensi seseorang dengan dasar pertanyaan-pertanyaan.  Menariknya kita tak perlu tahu dan mengerti bisnis seseorang untuk bisa melakukan coaching.  Kuncinya kita bisa member arah hingga seseorang menemukan moment “AHA” nya dalam memecahkan suatu masalah.  Metode inilah yang di beberapa pertemuan terakhir mulai saya terapkan di KMB yang saya bina.  Bila ditanya hasilnya. Mungkin akan terlalu dini untuk di kabarkan. Namun efektifitas dalam penyampaian program jelas menunjukkan peningkatan dan perubahan. Disamping itu challenge yang dirasakan oleh anggota secara psikologis akan membuat mereka terpacu untuk mengikuti program ini hingga usai.  Karena tantangan diletakkan di tangan mereka.</p>
<p style="text-align: justify; ">Harapan besarnya metode ini tidak hanya membuat anggota KMB menemukan kegairahan dan dan cara yang tepat untuk mencapai goalnya.  Namun juga akan membangun satu pola pikir yang konstruktif dimana setiap anggota KMB akan mempunyai ketangguhan dalam menghadapi permasalahan bisnisnya sendiri dan bisa memecahkan masalahnya secara mandiri.  Karena itulah esensi dari output suatu Coaching yang sebenarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2012/02/21/membangun-kmb-berbasis-coaching/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Self Coaching Practice</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/10/06/self-coaching-practice/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/10/06/self-coaching-practice/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 04:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Philosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tak dipungkiri beberapa kali tercatat ketidak konsistenan merambah pada penulisan blog ini semenjak dibuat.  Alasan klasik, sibuk. Dan alasan yang tak dapat ditolerir adalah kemalasan.  Sementara kebosanan menjadi alasan yang menggantung menginat tulis menulis adalah sebuah passion bagi saya.  Saya tak ingin mencari kambing hitam.  Selain menerimanya sebagai siklus kesadaran saya dipalingkan pada tujuan saya membangun blog ini.  Bukan untuk popularitas.  Menulis adalah wujud lain dari pembelajaran kedisiplinan buat saya.  Bila ujungnya demikian maka saat kurva semangat itu menurun tak ada yang lebih baik kecuali menyadarkan diri dan bersemangat untuk berjalan di garis tujuan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="coach" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/coaching.jpg" alt="" width="388" height="309" /></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin pertanyaaan yang terbesar bukan lagi kenapa fluktuasi dalam menulis terjadi. Namun kini lebih pada Bagaimana agar konsistensi dalam menulis terjaga.  Saya orang yang cukup procedural dan saya yakin bukan hal yang sulit bagi saya untuk membuat jadwal menuliskan prioritas bahkan sekaligus menjalankannya. Namun saya rasa bukan disitu permasalahannya [.......] </p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono [05092011-10.56]</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tak dipungkiri beberapa kali tercatat ketidak konsistenan merambah pada penulisan blog ini semenjak dibuat.  Alasan klasik, sibuk. Dan alasan yang tak dapat ditolerir adalah kemalasan.  Sementara kebosanan menjadi alasan yang menggantung menginat tulis menulis adalah sebuah passion bagi saya.  Saya tak ingin mencari kambing hitam.  Selain menerimanya sebagai siklus kesadaran saya dipalingkan pada tujuan saya membangun blog ini.  Bukan untuk popularitas.  Menulis adalah wujud lain dari pembelajaran kedisiplinan buat saya.  Bila ujungnya demikian maka saat kurva semangat itu menurun tak ada yang lebih baik kecuali menyadarkan diri dan bersemangat untuk berjalan di garis tujuan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="coach" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/coaching.jpg" alt="" width="388" height="309" /></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin pertanyaaan yang terbesar bukan lagi kenapa fluktuasi dalam menulis terjadi. Namun kini lebih pada Bagaimana agar konsistensi dalam menulis terjaga.  Saya orang yang cukup procedural dan saya yakin bukan hal yang sulit bagi saya untuk membuat jadwal menuliskan prioritas bahkan sekaligus menjalankannya. Namun saya rasa bukan disitu permasalahannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu belakangan ini saya dihadapkan pada masa didepan saya.  Target, keinginan, rencana baru dan segudang hal-hal yang ingin saya lakukan sebelumnya.  Saat saya melangkah ternyata saya diharuskan menoleh.  Dibelakang begitu banyak hal-hal lama yang justru menjadi ganjalan.  Pekerjaan yang belum terselesaikan, ilmu yang tak lagi terasah dan diimplementasikan, hal-hal kecil yang belum sempurna dan segala macam belenggu lain yang harus diurai.  Ujungnya mudah ditebak.  Saya kehabisan waktu untuk menyelesaikan itu semua.  Saya juga tidak punya tenaga untuk melakukan banyak hal baru lagi.  Seakan semua pekerjaan seperti bilangan yang harus diberi pangkat dan sebesar itulah beban saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila ada kalkulator yang mampu menghitung hal ini dan menghasilkan output kinerja saya yakin bahwa hal yang terjadi ini sangatlah tidak efisien.  Terlebih bila saya tidak membarenginya dengan kerja keras dan efektif.  Bisa ditebak bagaimana tidak bergunanya apa yang saya lakukan dalam hidup ini.  Saya tidak menginginkan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ilmu manajemen waktu jelas bahwa membuat prioritas pekerjaan amatlah penting dan menjadi kunci.  Namun bila melihat kasus ini bisa terlihat bahwa semua prioritas bagi saya.  Ini jalan buntunya.  Coba kita urai, bila saya masih mempunyai banyak prioritas tentunya ada yang tidak benar dalam hal ini.  Bisa jadi saya menuju ke tempat yang saling berbeda dengan keinginan mencapainya secara maksimal.  Sehingga bisa ditebak konsentrasi saya menjadi terbelah.  Pelan namun pasti saya seakan menemukan Jawabnya. Saya kehilangan FOKUS! Inilah masalah yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">*****</p>
<p style="text-align: justify;">Saya terkejut!  Ternyata saya mampu untuk mengcoach diri saya sendiri.  Menemukan jawab atas permasalahan saya.  Membiarkan pertanyaan mengalir dan mencari jawab di setiap kemungkinan.  Coaching sendiri merupakan satu proses meningkatkan kinerja atau memecahkan permasalahan.  Saat baris  pertama tulisan ini saya goreskan saya tidak menyangka akan ada ending yang merupakan solusi.  Mungkin anda bisa mencoba cara yang telah saya lakukan atau bila permasalahan anda hampir sama dengan yang saya hadapi anda tak usah repot.  Kita telah sama sama menemukan Jawaban atas permasalahan realnya. Toss!  PR sekarang adalah bagaimana saya berusaha untuk focus J.  Saya rasa ini bukan hal yang mudah.  Dimana saya harus melepas banyak hal yang saya lakukan dan saya sukai selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/10/06/self-coaching-practice/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Si Start Up Business</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/04/21/belajar-dari-si-start-up/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/04/21/belajar-dari-si-start-up/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 06:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[KMM TDA Jaksel]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Heterogen. Begitulah gambaran TDA Jaksel saat ini.  Semenjak penataan keanggotaan dan pembentukan KMM baru dimulai awal Februari lalu, lebih dari 65% anggota dan simpatisan [fresh blood] berkegiatan online di milist FB TDA Jaksel.  Terbilang 6 KMM Running Business dan 2 KMM Start Up Business terbentuk dengan anggota 7-10 orang yang terkumpul berdasarkan peminatan dan lokasi yang dijaring melalui survey.  Perkerjaan rumah belumlah usai.  Tantangan terbesar untuk menjadikan KMM sebagai inti kegiatan dan menumbuhkan KMM agar saling bersinergi dengan kepentingan bisnis anggota menunggu di depan.  Disinilah tugas pengurus dan senior dipacu untuk menerapkan pola asuh dan member KMM barupun ditantang untuk tetap menjaga semangat dan komitmennya untuk berkegiatan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMM S1 TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/KMMS1.jpg" alt="" width="447" height="285" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok Mastermind S1, terbilang baru.  KMM Start up yang digawangi pak Aceng Komarudin pemilik <span style="color: #ff6600;">[event organizer]</span> ini aktif berkumpul bersama Anne Ivanna Safhan <span style="color: #ff6600;">[www.bagpose.com]</span>, Sri Marlina <span style="color: #ff6600;">[viltual consulting</span><span style="color: #ff6600;">]</span>,  Tati Wibowo, Pak Fendris Mazhar <span style="color: #ff6600;">[Pudding Yummy]</span>, Donny Rahman <span style="color: #ff6600;">[Artprint]</span>, serta Agung Wahjoedi<span style="color: #ff6600;"> [Suara Pro Audio]</span>. Jadwal yang sulit untuk berkumpul serta lokasi yang terpisah tak menyurutkan KMM S1 untuk selalu bersepakat menggelar pertemuan rutin seperti halnya Rabu 20 April 2011 malam lalu.  Bertempat di workshop Pak Donny di bilangan Tanah Kusir, Pak Donny meminta kesediaan saya untuk meng-guide kelompok ini utamanya dalam sosialisasi workbook.  Saya sendiri cukup antusias meski KMM ini cukup jauh dijangkau bila berkegiatan.  Saya selalu kagum dengan semangat mereka untuk berkembang dalam bisnisnya [........]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono [21042011-10.28]</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Heterogen. Begitulah gambaran TDA Jaksel saat ini.  Semenjak penataan keanggotaan dan pembentukan KMM baru dimulai awal Februari lalu, lebih dari 65% anggota dan simpatisan [fresh blood] berkegiatan online di milist FB TDA Jaksel.  Terbilang 6 KMM Running Business dan 2 KMM Start Up Business terbentuk dengan anggota 7-10 orang yang terkumpul berdasarkan peminatan dan lokasi yang dijaring melalui survey.  Perkerjaan rumah belumlah usai.  Tantangan terbesar untuk menjadikan KMM sebagai inti kegiatan dan menumbuhkan KMM agar saling bersinergi dengan kepentingan bisnis anggota menunggu di depan.  Disinilah tugas pengurus dan senior dipacu untuk menerapkan pola asuh dan member KMM barupun ditantang untuk tetap menjaga semangat dan komitmennya untuk berkegiatan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMM S1 TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/KMMS1.jpg" alt="" width="447" height="285" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok Mastermind S1, terbilang baru.  KMM Start up yang digawangi pak Aceng Komarudin pemilik <span style="color: #ff6600;">[event organizer]</span> ini aktif berkumpul bersama Anne Ivanna Safhan <span style="color: #ff6600;">[www.bagpose.com]</span>, Sri Marlina <span style="color: #ff6600;">[viltual consulting</span><span style="color: #ff6600;">]</span>,  Tati Wibowo, Pak Fendris Mazhar <span style="color: #ff6600;">[Pudding Yummy]</span>, Donny Rahman <span style="color: #ff6600;">[Artprint]</span>, serta Agung Wahjoedi<span style="color: #ff6600;"> [Suara Pro Audio]</span>. Jadwal yang sulit untuk berkumpul serta lokasi yang terpisah tak menyurutkan KMM S1 untuk selalu bersepakat menggelar pertemuan rutin seperti halnya Rabu 20 April 2011 malam lalu.  Bertempat di workshop Pak Donny di bilangan Tanah Kusir, Pak Donny meminta kesediaan saya untuk meng-guide kelompok ini utamanya dalam sosialisasi workbook.  Saya sendiri cukup antusias meski KMM ini cukup jauh dijangkau bila berkegiatan.  Saya selalu kagum dengan semangat mereka untuk berkembang dalam bisnisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bertempat di ruang kerja pak Donny, ber-8 kami ber KMM dalam suasana yang padat informasi dan sharing.  Bagi saya ini pertemuan pertama dan kedua dengan beberapa rekan KMM S1, namun suasana yang hadir seakan bagai kawan lama yang terbuka membicarakan progress bisnis masing-masing.  Tak ada hal special yang menjadi agenda malam ini kecuali harapan yang selalu saya tekankan ke setiap personal agar anggota KMM bisa mensinergikan antara bisnis dengan kegiatannya di komunitas TDA Jaksel.  Terlebih dalam Ber KMM.  Tak dipungkiri bahwa berKMM memerlukan effort terbesar untuk berkomitmen dan mengikuti kegiatannya untuk itu perlu perhargaan khusus jangan sampai kegiatan KMM tersiakan dan tanpa hasil.  Harus selalu ada kebutuhan dan semangat untuk mendapatkan hal lebih saat berKMM entah itu knowledge, market ataupun networking.  Waktu yang dicukupkan hingga pukul 20.30 tanpa terasa berakhir dengan “terpaksa” di pukul 21.30.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal menarik terjadi saat sharing session antar anggota KMM. Bisa jadi saya telah mengalami fase start up bisnis seperti yang baru rekan-rekan KMM S1 alami.  Masih melekat di ingatan saya saat itu saya sendiri, tanpa panduan dan tanpa teman.  Membangun bisnis sendiri sangatlah melelahkan. Andai waktu itu terdapat jalan untuk akses pada satu komunitas, pastilah amat sangat memberikan kontribusi, support dan meminimalkan adanya try and error dalam bisnis.  Sepatutnyalah kondisi kini bisa dikatakan bahwa jalan menuju dimensi kewirausahaan sangatlah mudah dan terbuka.  Tinggal bagaimana komitmen wirausaha-wirausaha baru untuk bersemangat dan survive.</p>
<p style="text-align: justify;">Sangatlah salah bila diungkapkan bila kita banyak berbagi ilmu, akan kering sumber ilmu kita.  Ilmu bukanlah barang tambang.  Ilmu adalah benih. Semakin ditebar akan semakin berkembang. Semakin banyak dipetik buahnya akan smakin mature dan kokoh serta mengakar pohonnya.  Jangan pernah berfikir bahwa hanya semut yang bisa belajar dari gajar untuk bisa tumbuh besar.  Sebaliknya gajahpun bisa belajar dari semut akan arti kebersamaan dan kegotongroyongan.  Seperti malam ini. Banyak yang saya pelajari dari rekan-rekan KMM S1.  Pelajaran artinya saling support dan bekerjasama, memelihara semangat serta menumbuhkan ide-ide kreatif yang out of the box.   Seringkali saat kita besar kita terpaku pada rutinitas dan hal-hal terstruktur.  Adakalanya kita perlu menengok rekan muda lain untuk merefresh kejenuhan kita dengan ide-ide yang kreatif dan implementasi yang inovatif dari yang kecil, Sukses KMM S1!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/04/21/belajar-dari-si-start-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anggota TDA Jaksel-kah Saya?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/anggota-tda-jaksel-kah-saya/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/anggota-tda-jaksel-kah-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 10:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[<p style="margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 12pt; text-align: justify;"><span style="line-height: 19px;">Sempat seorang rekan menanyakan kepada saya mengenai status keanggotaan di TDA Jaksel. Pertanyaan mengenai siapakah sebenernya yang disebut anggota TDA jaksel tersebut dan apakah benefit yang didapat dari  keanggotaan TDA Jaksel?</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Gandengan.jpg" alt="" width="285" height="384" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum menjawab pertanyaan tersebut saya sedikit menggambarkan bahwa Komunitas TDA ini merupakan komunitas yang terbentuk dari chanel online.  Sama halnya dengan TDA Jaksel sendiri.  Maka bila menengok angka yang ada di milist online seperti di milist yahoo, anggota TDA jaksel tercatat 250 orang sementara di milist FB terdapat 105 orang.  Namun yang menjadi pertanyaan apakah ini adalah yang disebut dengan anggota TDA Jaksel? [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 12pt; text-align: justify;"><span style="line-height: 19px;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono [032011-17.10]</span></strong></span></p>
<p style="margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 12pt; text-align: justify;">
<p style="margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 12pt; text-align: justify;"><span style="line-height: 19px;">Sempat seorang rekan menanyakan kepada saya mengenai status keanggotaan di TDA Jaksel. Pertanyaan mengenai siapakah sebenernya yang disebut anggota TDA jaksel tersebut dan apakah benefit yang didapat dari  keanggotaan TDA Jaksel?</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Gandengan.jpg" alt="" width="285" height="384" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum menjawab pertanyaan tersebut saya sedikit menggambarkan bahwa Komunitas TDA ini merupakan komunitas yang terbentuk dari chanel online.  Sama halnya dengan TDA Jaksel sendiri.  Maka bila menengok angka yang ada di milist online seperti di milist yahoo, anggota TDA jaksel tercatat 250 orang sementara di milist FB terdapat 105 orang.  Namun yang menjadi pertanyaan apakah ini adalah yang disebut dengan anggota TDA Jaksel?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">BUKAN!</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak dapat dipungkiri bahwa Inti dari komunitas TDA adalah KMM.  Dari KMM inilah segala bentuk kegiatan bermula dan dikendalikan.  Bila demikian kondisinya bisa dipastikan bahwa <strong>ANGGOTA TDA JAKSEL bukanlah anggota yang tercatat di chanel komunikasi TDA Jaksel melainkan adalah  ANGGOTA KMM yang ada di TDA JAKSEL</strong>.  Artinya rekan-rekan yang tercatat AKTIF sebagai anggota KMM-lah yang berhak disebut sebagai anggota TDA jaksel.  Selebihnya akan disebut sebagai SIMPATISAN.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini suatu tantangan yang bagi pengurus saat ini karena beberapa KMM baru terbentuk dan jalan hingga bisa dikatakan bahwa keanggotaan TDA Jaksel belumlah fix.  Namun ini bukanlah satu alasan untuk tidak  terus mengkonsolidasi KMM hingga kondisi stabil bisa tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;">Hemat saya justru saat ini adalah tantangan rekan-rekan untuk aktif di KMM dan menentukan apakah KEANGGOTAAN KMM/TDA akan memberikan benefit bagi bisnis rekan rekan nantinya. Karena bagaimanapun Program kerja TDA Jaksel tidak di desain untuk sarana berkumpul belaka namun jauh dari itu diupayakan agar komunitas ini bisa sebagai boaster bagi bisnis anggotanya.  Sesuai program kerja <strong>3 bulan kedepan konsolidasi KMM akan dievaluasi.  Anggota aktif KMM secara otomatis akan terdaftar sebagai ANGGOTA TDA Jaksel sementara rekan-rekan yang vakum dalam kegiatan KMMnya akan dikeluarkan dari daftar KMM sebelumnya dan dimasukkan kedalam daftar SIMPATISAN</strong>.  Simpatisan yang ingin kembali aktif berKMM tidak bisa langsung ikut KMM yang sudah berjalan namun harus membentuk sendiri dari simpatisan atau anggota baru milist yang sama sama ingin berKMM.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">BENEFIT KEANGGOTAAN TDA JAKSEL [KMM]</span></strong></p>
<ul>
<li>Diskon harga untuk berbagai kegiatan TDA jaksel</li>
<li>Prioritas kesempatan untuk program kegiatan TDA jaksel yang bersifat terbatas</li>
<li>Kesempatan mendapatkan mentor bisnis dimasing-masing KMM</li>
<li>Kesempatan mendapatkan evaluasi bisnis di masing-masing KMM</li>
<li>Kesempatan terlibat di FGD yang terbentuk</li>
<li>Dan kesempatan lainnya yang sedang dirintis antara TDA Jaksel dengan pihak lain</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sudah tentu ini sesuatu yang menarik .  Pastikan anda sebagai <span style="color: #ff6600;">ANGGOTA TDA JAKSEL/KMM</span>.  Bukan <span style="color: #ff6600;">SIMPATISAN</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">salam:</p>
<p style="text-align: justify;">Partisipasi~Inisiatif  &amp; Keteladanan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/anggota-tda-jaksel-kah-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Budaya Dalam KMM R5</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/membangun-budaya-dalam-kmm-r5/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/membangun-budaya-dalam-kmm-r5/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 10:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terkesan sangat religious, begitulah yang terjadi pada pertemuan KMM R5 rabu  awal Februari 2011 bulan kemarin.  Wajar, Karena kami menggelarnya di Masjid Agung Al Azhar.  Bertiga bersama Pak Hendra dan Pak Khidir sengaja kami mengambil tempat disini.  Jadwal saya memaksa saya tidak bisa jauh dari kampus karena ada kegiatan business launching mahasiswa kewirausahaan yang saya bimbing.  Beruntung Pak khidir ada pertemuan dengan rekan bisnisnya di tempat yang sama dan pak Hendra cukup fleksible mengikuti jadwal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMM" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;">REVIEW &#38; TARGET:  Tak ada topic khusus yang kami bicarakan kali ini.  Kecuali bersama mereview bisnis 2010 dan mendengar masing-masing strategi untuk tahun ini.  Dan semua ini akhirnya bermuara pada business plan.  Luar biasa sekali mendengar paparan dan strategi  pak hendra yang sudah mulai berkembang bisnisnya dan kini sedang merencanakan invasi dan memfokuskan diri untuk menerapkan manajemen inventory.  Demikian juga dengan pak Khidir yang mencanangkan 5X result dari tahun sebelumnya dan bagaimana strategy bisnisnya sudah mulai di terapkan [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono [022011- 16.59]</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Terkesan sangat religious, begitulah yang terjadi pada pertemuan KMM R5 rabu  awal Februari 2011 bulan kemarin.  Wajar, Karena kami menggelarnya di Masjid Agung Al Azhar.  Bertiga bersama Pak Hendra dan Pak Khidir sengaja kami mengambil tempat disini.  Jadwal saya memaksa saya tidak bisa jauh dari kampus karena ada kegiatan business launching mahasiswa kewirausahaan yang saya bimbing.  Beruntung Pak khidir ada pertemuan dengan rekan bisnisnya di tempat yang sama dan pak Hendra cukup fleksible mengikuti jadwal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="KMM" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;">REVIEW &amp; TARGET:  Tak ada topic khusus yang kami bicarakan kali ini.  Kecuali bersama mereview bisnis 2010 dan mendengar masing-masing strategi untuk tahun ini.  Dan semua ini akhirnya bermuara pada business plan.  Luar biasa sekali mendengar paparan dan strategi  pak hendra yang sudah mulai berkembang bisnisnya dan kini sedang merencanakan invasi dan memfokuskan diri untuk menerapkan manajemen inventory.  Demikian juga dengan pak Khidir yang mencanangkan 5X result dari tahun sebelumnya dan bagaimana strategy bisnisnya sudah mulai di terapkan.  Saya sendiri sudah memiliki blue print untuk melakukan ekspansi pengembangan cabang photocopy saya.  Inilah luar biasanya ber KMM.  Meski bisnis berbeda dan strategi namun sering kali strategi rekan bisa menginspirasi bisnis kita.  Seperti bagaimana Pak Khidir berpromosi sangat menginspirasi saya dan cukup smart untuk dimodifikasi dan diterapkan dalam bisnis saya.  Terima kasih Pak.</p>
<p style="text-align: justify;">AGREEMENT: Meski tidak di hadiri semua member KMM 5 namun satu kesepakatan kecil kami ambil untuk menumbuhkan budaya positif dalam ber KMM, diantaranya:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Sharing hal positif Positif / WIFLE di tiap awal pertemuan</li>
<li>Saling menjadi “marketer’ bagi usaha rekan se KMM.  Dengan mereferensikan bisnis, meneruskan promonya, atau meberi rujukan.</li>
<li>Mensupport untuk sharing knowledge dengan rajin menulis di milist dan menaggapi tulisan rekan lain</li>
<li>Berusaha memberikan ide-ide baru untuk member daya tarik dan menumbuhkan semangat ber KMM antar anggota</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Besar harapan nilai dan budaya positif yang dikembangkan dan bisa mengakar di tiap KMM menjadi benih bagi berseminya nilai positif budaya TDA Jaksel secara keseluruhan.  Dan lebih dari itu nilai positif ini bisa diadopsi dan menjadi inspirasi bagi implementasi bisnis masing-masing anggota.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibarat pepatah “memanamkan value akan efektif bila dimulai dari “KELUARGA” dan diri pribadi.  Kami KMM  5 telah memulainya. Bagaimana dengan KMM rekan-rekan?</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Sukses</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/04/19/membangun-budaya-dalam-kmm-r5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spirit Seorang Mooryati Soedibyo</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/03/02/spirit-seorang-mooryati-soedibyo/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/03/02/spirit-seorang-mooryati-soedibyo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 14:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Lengser bukan berarti pensiun dari segala kegiatan.  Demikian nada yang disuarakan pemilik brand Mustika Ratu:  Mooryati Soedibyo dihadapan lebih dari 200 orang undangan sore hari ini (02 maret 2011) di acara sharing non formal dengan member TDA.  Bertempat di balairung kediamannya di Jl. Mangunsarkoro Jakarta Pusat Mooryati menunjukkan usia bukanlah penghalang untuk berkegiatan.  Saat menginjak 83 tahun (5 Januari 1928), saat kepemimpinan Mustika Ratu di estafetkan pada putri keduanya - Putri Kuswardhani, Mooryati  melihat saat ini merupakan moment yang tepat bagi beliau untuk mengabdi pada masalah sosial melalui beberapa lembaga perpanjangan tangan dari Lembaga <em>Pendidikan</em> dan Pelatihan <em>Mooryati Soedibyo</em> (LPPMS) yang pada dasarnya mempunyai visi untuk memberdayakan perempuan melalui entrepreneur Indonesia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Mooryati Sudibyo " src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/001.jpg" alt="" width="450" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Mooryati yang sore itu dibalut hijau tosca tampak jauh lebih muda dari usia sebenarnya.  Tak tampak kelelahan ataupun kemunduran fisik.  Kalimat sharingnya cukup lugas diucapkan dan ingatannya cukup jelas untuk wanita seusianya.  Luar biasa [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; "><strong><span style="color: #ff0000;">Catatan Sharing Informal Mooryati-TDA</span></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong><span style="color: #ff6600;">By Be samyono (02032011-20.37)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; ">Lengser bukan berarti pensiun dari segala kegiatan.  Demikian nada yang disuarakan pemilik brand Mustika Ratu: Mooryati Soedibyo dihadapan lebih dari 200 orang undangan sore hari ini (02 maret 2011) di acara sharing non formal dengan member TDA.  Bertempat di balairung kediamannya di Jl. Mangunsarkoro Jakarta Pusat Mooryati menunjukkan usia bukanlah penghalang untuk berkegiatan.  Saat menginjak 83 tahun (5 Januari 1928), saat kepemimpinan Mustika Ratu di estafetkan pada putri keduanya &#8211; Putri Kuswardhani, Mooryati  melihat saat ini merupakan moment yang tepat bagi beliau untuk mengabdi pada masalah sosial melalui beberapa lembaga perpanjangan tangan dari Lembaga <em>Pendidikan</em> dan Pelatihan <em>Mooryati Soedibyo</em> (LPPMS) yang pada dasarnya mempunyai visi untuk memberdayakan perempuan melalui entrepreneur Indonesia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Mooryati Sudibyo " src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/001.jpg" alt="" width="450" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Mooryati yang sore itu dibalut hijau tosca tampak jauh lebih muda dari usia sebenarnya.  Tak tampak kelelahan ataupun kemunduran fisik.  Kalimat sharingnya cukup lugas diucapkan dan ingatannya cukup jelas untuk wanita seusianya.  Luar biasa.  Ini kekaguman saya yang tidak bisa dihapus.  Meski mengawali usaha di usia yang cukup terlambat namun upaya yang dilakukan Mooryati selama 37 tahun dalam menjalankan usahanya patut untuk diberikan standing applus.  Tidak saja membawa Mustika Ratu satu usaha rumahan menjadi korporasi dan perusahaan terbuka namun juga kiprah kariernya hingga wakil ketua MPR dan pencapaian pendidikannya hingga jenjang doktor bahkan oleh MURI diberi gelar doktor tertua di Indonesia. Pun sederet pretasi lain.</p>
<p style="text-align: justify; ">Kerja keras, selalu bangkit dari keterpurukan dan selalu belajar.  Itu rahasia kesuksesan yang beliau ungkap.  Etos kerja beliau yang tinggi inilah yang mampu membuatnya bertahan disamping jiwa entrepreneurnya yang tak pernah padam dalam menerapkan kreatifitas dan inovasi bagi usahanya.  Beliau mengakui bahwa beliau bukanlah tukang sulap yang bisa mengubah kesuksesan sekejab mata.  Beliaupun menampik bahwa kesuksesannya adalah karena hubungan kekerabatannya dengan keraton Solo.  Kembali kerja keras yang dia garis bawahi.  Dan ini merupakan wejangan di akhir acara yang nampaknya terlalu singkat untuk menggali cerita sukses beliau sore ini.  Tak luput Mooryati membuka peluang untuk berkolaborasi dengan perusahaannya sebagai oleh-oleh.</p>
<p style="text-align: justify; ">Bersama rekan2 TDA Jaksel (Idham, Henry, Siska, Ely, Yudanto, Irwan) nampaknya kekompakan kami tak hanya berada di jalur online saja, sore ini terlihat perwakilan TDA Jaksel amat marak dan kompak.  Begitu acara usai rekan-rekan yang tergabung dalam KMM R2 melanjutkan KMM di rumah pak Ridwan.  Saya beserta pak Henry ikut dalam mobil pak Idham.  Kami memperbincangkan spirit Ibu Mooryati sore ini.  Dan saya memahami. Untuk seperti beliau tidak cukup memberi makanan rohani dan ilmu saja sejak dini tapi fisik perlu juga harus dipersiapkan untuk hari tua. Agar fisik mampu menopang geloranya semangat untuk berbagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/03/02/spirit-seorang-mooryati-soedibyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Pondasi TDA Jaksel Melalui KMM</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/03/01/350/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/03/01/350/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 11:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">KMM adalah Core Komunitas TDA! Pendapat ini tidak bisa dipungkiri. Karena sebagai wadah kegiatan, KMM-lah inti dari semua kegiatan di TDA termasuk juga di TDA Jaksel.  Menanggapi hal tersebut program kerja pengurus tahun ini menitik beratkan pada optimalisasi kegiatan KMM, mengembangkan pembentukan KMM baru serta kaderisasi.  Langkah pertama yang dilakukan cukup strategic yaitu mengumpulkan data keanggotaan melalui milist.  Hasilnya sangat menakjubkan.  Hampir 50% anggota baru terjaring.  Utamanya melalui TDA Forum yang akhir tahun lalu dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Restrukturisasi KMM" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG_8333.jpg" alt="" width="374" height="233" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tanggal 26 Februari kemarin Acara Restrukturisasi dan Pembentukan KMM TDA Jaksel di laksanakan.  Tak kurang dari 20 undangan hadir termasuk kehadiran Pak Hertanto perwakilan TDA Pusat yang membawahi Pengelolaan Mastermind.  Materi pembekalan KMM dilakukan mengingat banyaknya peserta baru.  Tidak saja membahas bagaimana suatu KMM bisa terlaksana namun juga strategi sukses untuk ikut dalam satu komunitas.  Diakhir acara KMM baru dibentuk [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Program Retrukturisasi &amp; Pembentukan KMM TDA Jaksel</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono (29022011.16.33)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">KMM adalah Core Komunitas TDA! Pendapat ini tidak bisa dipungkiri. Karena sebagai wadah kegiatan, KMM-lah inti dari semua kegiatan di TDA termasuk juga di TDA Jaksel.  Menanggapi hal tersebut program kerja pengurus tahun ini menitik beratkan pada optimalisasi kegiatan KMM, mengembangkan pembentukan KMM baru serta kaderisasi.  Langkah pertama yang dilakukan cukup strategic yaitu mengumpulkan data keanggotaan melalui milist.  Hasilnya sangat menakjubkan.  Hampir 50% anggota baru terjaring.  Utamanya melalui TDA Forum yang akhir tahun lalu dilaksanakan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Restrukturisasi KMM" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG_8333.jpg" alt="" width="374" height="233" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tanggal 26 Februari kemarin Acara Restrukturisasi dan Pembentukan KMM TDA Jaksel di laksanakan.  Tak kurang dari 20 undangan hadir termasuk kehadiran Pak Hertanto perwakilan TDA Pusat yang membawahi Pengelolaan Mastermind.  Materi pembekalan KMM dilakukan mengingat banyaknya peserta baru.  Tidak saja membahas bagaimana suatu KMM bisa terlaksana namun juga strategi sukses untuk ikut dalam satu komunitas.  Diakhir acara KMM baru dibentuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak mudah untuk membentuk KMM dari 65-an orang yang terdata.  Ketidak hadiran personal menjadi kendala tersendiri untuk mengelompokkan.  Belum lagi begitu beragamnya keinginan anggota dalam pembentukan KMM ini.  Jalan tengah diambil untuk efektifitas.  KMM akhirnya dibagi 2 kelompok besar: KMM business Running &amp; Business Start Up. Dari kelompok ini dipecah lagi menjadi kelompok kecil berdasarkan kedekatan lokasi dan beberapa KMM existing dipertahankan.  Berikut <a href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B-hMbIwUC9WCNTI1YWMyYjEtNmY2MS00NDdjLTg4NGEtOGNlMzhmNDVkZWM1&amp;hl=en&amp;authkey=CMngsKkJ" target="_blank">KMM yang telah dibentuk</a>. Selesai?. Belum!</p>
<p style="text-align: justify;">Selama bulan Maret akan ada implementasi serta konsolidasi KMM yang baru direkturisasi dan dibentuk ini.  Ini yang bukan hal mudah.  Asumsi saya dari 8 KMM yang dibentuk dan separo berjalan bagus merupakan hal yang luar biasa.  Mengapa?  Tak dapat dipungkiri masih banyak member TDA Jaksel yang tidak mengerti akan manfaat KMM yang sebenarnya.  Tidak saja karena kurang informasi namun juga keberadaannya di KMM lama kadang tidak memberikan benefit.  Di sisi lain banyak anggota yang ikut komunitas dengan harapan akan banyak diberi.  Hingga menimbulkan sikap pasif tanpa inisiatif.  Ini satu kesalahan.  Dalam berkomunitas buah akan bisa kita ambil setelah kita menanamnya.  Terlalu meminta justru akan merugikan dan berakhir dengan kekecewaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereduksi kemungkinan akan tidak berjalannya KMM yang telah dibentuk, beberapa exit strategi telah di implementasikan.  Diantaranya adalah melakukan supervise dan pembinaan terhadap KMM yang baru terbentuk hingga waktu 3 bulan kedepan.  Disinilah ujian dan komitmen tiap member untuk ber-KMM diuji.  Seleksi alam ini diharapkan akan menyaring anggota-anggota yang serius untuk berKMM.  Dan strategi lainnya akan diadakan evaluasi menyeluruh per 6 bulan untuk melihat Kinerja KMM berikut performa usaha mereka selama mengikuti KMM.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejauh ini Pengurus telah memberikan flatform dan system yang memudahkan member untuk mencapai tujuannya: mensinergikan kegiatan berkomunitas dengan kinerja bisnisnya.  Dan bisa dikatakan bola panas kini berada di kaki member TDA Jaksel.  Satu tantangan untuk mengambil kesempatan ini dengan disertai kontribusi tak henti dan komitmen yang kuat.   Mampukah ini dilakukan, mengingat benefit yang akan bergulir didepan.  Atau sebaliknya mengabaikan tantangan tersebut dan tetap bersikap pasif.  Sikap yang sudah bisa ditebak hasilnya akhir cerita dalam berorganisasi: KEFAKUMAN.   Kebijakan kita memilih akan menentukan perjalanan kita kedepan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Keteladanan~Inisiatif ~Partisipasi</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/03/01/350/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UAI Business Launching #3</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/02/16/uai-business-launching-3/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/02/16/uai-business-launching-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 03:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tantangan besar muncul dalam pelaksanaan Business Launching #3 Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Al Azhar Indonesia tahun ini.  Jumlah peserta matakuliah Proyek Bisnis 2 yang membludak hingga 21 orang karena penggabungan konsentrasi Marketing &#38; Kewirausahaan yang berakibat malah menjadi sedikitnya usaha sendiri yang dijalankan membuat BL #3 nyaris ditiadakan.  Kondisi ini juga di barengi dengan  ketidak siapan mahasiswa untuk mengikuti kurikulum PB2 mengingat beberapa matakuliah pendukung belum mereka ambil seperti PB1 dan Studi kelayakan Bisnis.  Hingga akhirnya ada penyesuaian dalam matakuliah PB2 untuk mengakomodasi beberapa kekurangan ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="PB2 #3" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG_7955.jpg" alt="" width="360" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tercatat 17 Usaha dilaunching dalam acara BL #3 kali ini.  30% merupakan sendiri, 10% usaha dengan partner/keluarga dimana mereka akan join dalam usaha tersebut dan sisanya adalah usaha dimana mereka melakukan observasi sebagai marketing saat ini [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono (01022011: 11.25)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tantangan besar muncul dalam pelaksanaan Business Launching #3 Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Al Azhar Indonesia tahun ini.  Jumlah peserta matakuliah Proyek Bisnis 2 yang membludak hingga 21 orang karena penggabungan konsentrasi Marketing &amp; Kewirausahaan yang berakibat malah menjadi sedikitnya usaha sendiri yang dijalankan membuat BL #3 nyaris ditiadakan.  Kondisi ini juga di barengi dengan  ketidak siapan mahasiswa untuk mengikuti kurikulum PB2 mengingat beberapa matakuliah pendukung belum mereka ambil seperti PB1 dan Studi kelayakan Bisnis.  Hingga akhirnya ada penyesuaian dalam matakuliah PB2 untuk mengakomodasi beberapa kekurangan ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="PB2 #3" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG_7955.jpg" alt="" width="360" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tercatat 17 Usaha dilaunching dalam acara BL #3 kali ini.  30% merupakan sendiri, 10% usaha dengan partner/keluarga dimana mereka akan join dalam usaha tersebut dan sisanya adalah usaha dimana mereka melakukan observasi sebagai marketing saat ini.  Usaha itu meliputi:</p>
<ul>
<li>Adhi Sampurno &#8211; Jong Pizza &amp; Steak</li>
<li>Adityo Satrio &#8211; Viole    Distro Clothing</li>
<li>Dani Azuar &#8211;  Ardhy   Textile</li>
<li>Falah Aprilio &#8211; G-Boy @Net</li>
<li>Hasimadutu &#8211; DuBo Guitar Strap</li>
<li>Henry  Adityawarman &#8211; T. 1881 Security Guard</li>
<li>Jenni Andandari &#8211;  No Name Event Organizer</li>
<li>Lulu Wulanjanu &#8211; G-12.Net  Warnet</li>
<li>Nur Aryanti &#8211;  Bag Shop</li>
<li>Fachri Nurdian &#8211; Rental PS 3</li>
<li>R. Ardlia Putra A &#8211; Delivery Beras Pak Pur</li>
<li>Riska &amp; Ariani &#8211; Sehat Herba</li>
<li>Rizki Piliang - Anjany Racing</li>
<li>Rosihan  Abas &#8211; Sembako</li>
<li>Sari Anugrahita &#8211; Bebek Resto</li>
<li>Sefynca &amp; Pratiwi - Nabira House</li>
<li>Taufik Akbar &#8211; Super shop &amp; drive</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Menariknya bisnis ini beragam omsetnya dari Rp 0,- hingga Rp 3 Milyar pertahun.  Deminkian juga ada yang telah dijalankan dari lim atahun lalu dan ada yang memang baru launching.</p>
<p style="text-align: justify;">Ucapan salut layak diberikan kepada mereka yang telah berhasil menyelengggarakan BL #3 dengan beberapa catatan membanggakan seperti mampu mengelola bazaar sehingga menjadi event terbesar di UAI.  Bahkan menjadi event potensial yang bisa menjadi ajang tahunan bagi kampus.  30 stand telah di booking untuk acara ini dan mayoritas telah balik investasi.  Event ini dibuka oleh Prof. Sayuti hasibuan pada hari pertama 21 Desember 2011 di selasar kampus UAI.  Selain adanya bazaar event BL #3 ini juga menggelar acara talkshow dan pemutaran film documenter bisnis di ruang Theater lantai 2. Pada hari ke 2, Tanggal 22 Desember 2010.   Acara ini di hadiri oleh Pak Ferry &amp; Pak Hassan yang memberikan arahan bagi bisnis yang tengah di launching.  Yang menjadi kebanggan baru tahun ini Team Website UAI meliput keseluruhan acara yang diadakan selama BL #3.  Hal ini menjadi penyemangat dan promosi yang tepat untuk acara ini serta UAI secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali saya ucapkan Selamat dan sukses atas kerja keras dan semangat dalam membangun bisnis ini.</p>
<p style="text-align: justify;">(*berita terkait klik: <a href="http://uai.ac.id/index.php/situs/konten/1239">Berita UAI</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/02/16/uai-business-launching-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UAI Business Launching #2</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/02/16/uai-business-launching-2/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/02/16/uai-business-launching-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 02:59:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Menyusul pelaksanaaan PB2 angkatan pertama Jurusan Ekonomi Manajemen Konsentrasi Kewirausahaan Universitas Al Azhar Indonesia, PB2 angkatan kedua yang berjalan di semester gasal 2009 kembali menggelar Business Launching #2 yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 21-24 Desember 2009.  Terhitung 6 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini dengan menampilkan 4 bidang bisnis dalam kategori makanan, retail dan warnet yang telah mereka bangun selama 1 semester ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="PB2 #2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG_1355.jpg" alt="" width="360" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan di fokuskan pada 2 tempat.   Di ruang serba guna Niaga lantai 2 digelar talkshow “Kupas tuntas tips &#38; trik berbisnis makanan, retail dan warnet” pada tanggal 21 Desember 2011 pukul 10.00 WIB.  Sedangkan di selasar Kampus UAI dari tanggal 21-24 Desember 2011 akan disemarakkan oleh bazaar yang diikuti oleh 15 stand usaha mahasiswa UA dari berbagai jurusan [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono (01022011: 10.40)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Liputan PB2 #2-2009</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menyusul pelaksanaaan PB2 angkatan pertama Jurusan Ekonomi Manajemen Konsentrasi Kewirausahaan Universitas Al Azhar Indonesia, PB2 angkatan kedua yang berjalan di semester gasal 2009 kembali menggelar Business Launching #2 yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 21-24 Desember 2009.  Terhitung 6 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini dengan menampilkan 4 bidang bisnis dalam kategori makanan, retail dan warnet yang telah mereka bangun selama 1 semester ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="PB2 #2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/IMG_1355.jpg" alt="" width="360" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan di fokuskan pada 2 tempat.   Di ruang serba guna Niaga lantai 2 digelar talkshow “Kupas tuntas tips &amp; trik berbisnis makanan, retail dan warnet” pada tanggal 21 Desember 2011 pukul 10.00 WIB.  Sedangkan di selasar Kampus UAI dari tanggal 21-24 Desember 2011 akan disemarakkan oleh bazaar yang diikuti oleh 15 stand usaha mahasiswa UA dari berbagai jurusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari pertama acara yng di isi dengan Talkshow berlangsung meriah.  Tak kurang dari 75an peserta hadir diantaranya Prof. Sayuti Hasibuan yang berkenan membuka cara dan secara simbolis “mewisuda” para wirausaha baru ini.  Tanggapan dan pertanyaan seputar bisnis mengalir kepada Agi Ginanjar yang menjalankan usaha warnet Top Net, Boy Azrianto untuk bisnis retail aksesoris “Ziba”, Reza Adrian &amp; Eka untuk bisnis makanan “Es Pisang Buto Ijo” serta Farah Fareza &amp; Ikhsan untuk bisnis boneka “Hortanya”  tak kurang 2 media partner meliput acara ini yaitu Teen Highend &amp; Men’shealth.  Acara ditutup dengan pelepasan balon penanda bisnis telah di Launching di lobby kampus UAI.  Untuk kegiatan bazaar sendiri selama 3 hari bazaar pelaksanaan diperoleh informasi bahwa pasar UAI cukup bagus sehingga tidak sedikit peserta bazaar yang memperoleh keuntungan dari kegiatan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara pribadi saya memberikan apresiasi dan ucap selamat kepada ke 6 mahasiswa yang telah melewati tahap akhir proses kewirausahaan yang menjadi komitmen pilihan mereka.  Usaha yang luar biasa dalam melakukan start up dan mendevelop usaha dalam waktu hanya 1 semester.  Juga ucap salut karena kekompakan mereka untuk menyiapkan acara BL #2 ini dalam waktu satu bulan hingga berjalan semarak dan mampu memnggandeng beberapa partner.  Ini semua bisa menjadi pembelajaran yang sangat berharga.</p>
<p style="text-align: justify;">Belajar dari BL #1 dan BL #2 kali ini satu masalah yang belum terpecahkan adalah kesiapan dan penjenjangan kurikulum.  Waktu 1 semester untuk melakukan business planning, start up hingga developing yang di godok dalam mata kuliah PB2 bukanlah waktu yang cukup.  Masih banyak hal yang premature dan instat yang terimplementasi sehingga dikawatirkan mempengaruhi ketahanan mereka dalam berwirausaha.  Kedepan hal ini perlu dibenahi.  Spesialisasi PB 1 untuk persiapan bisnis dan PB 2 untuk spesifikasi bisnis mutlak dilakukan.  Tanpa mengurangi kebanggaan dan jerih payah yang telah dicurahkan kembali saya ikut berbangga atas pencapaian mahasiswa konsentrasi Kewirausahaan dalam BL #2 kali ini. Selamat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/02/16/uai-business-launching-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah Sinergi Di Awal tahun 2011</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2011/02/11/langkah-sinergi-di-awal-tahun-2011/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2011/02/11/langkah-sinergi-di-awal-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 09:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono (29012011.23.10)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kabar sukses mulia terbetik dari Konggres TDA Jaksel 2011.  Tidak saja kabar kesuksesan menggelar acara sharing knowledge yang menghadirkan bapak Fauzi Rahmanto. Melainkan juga kesuksesan mengkerucutkan hasil sarasehan pengurus TDA Jaksel dan menutupnya dengan mengukuhkan kepengurusan untuk periode 2011.  Pondok Citra Saung Lesehan yang terletak di Jatiasih ternyata tidak menjadi penghalang bagi 24 rekan untuk hadir meski bisa dibilang bukan jarak yang dekat.  Dan ini semua menjadi semakin marak karena kehadiran anggota-anggota baru yang memberi warna dan nafas dinamika baru dalam komunitas.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logo.jpg" alt="" width="204" height="90" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saya pribadi menyampaikan kebanggaan atas effort untuk pelaksanaan acara ini dan salut atas kebersamaan yang selalu menjadi karakter TDA Jaksel.  Ucapan terima kasih saya sampaikan atas amanah dan kepercayaan rekan-rekan yang mengembankan pucuk langkah ini di tangan saya beserta keseluruhan team (Pak Idham : Divisi KMM, Pak Ridwan: Divisi Bisnis, Pak Hendra + Pak Yudanto: Administrator) dan pengurus tetap Bu Siska &#38; Bu Salma di Keuangan dan kesekretariatan.  Satu penghargaan yang besar bagi Pak Tjarli dan rekan rekan pengurus sebelumnya yang telah meletakkan pondasi yang kukuh bagi rumah yang menjadi tempat beraktifitas ini.  Saatnya bagi kita untuk bersama mengeratkan langkah guna menjadikan rumah yang telah ada ini bermakna lebih, baik fungsi maupun  manfaatnya. Utamanya bagi katalisator bisnis anggota didalamnya [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">By Be Samyono (29012011.23.10)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kabar sukses mulia terbetik dari Konggres TDA Jaksel 2011.  Tidak saja kabar kesuksesan menggelar acara sharing knowledge yang menghadirkan bapak Fauzi Rahmanto. Melainkan juga kesuksesan mengkerucutkan hasil sarasehan pengurus TDA Jaksel dan menutupnya dengan mengukuhkan kepengurusan untuk periode 2011.  Pondok Citra Saung Lesehan yang terletak di Jatiasih ternyata tidak menjadi penghalang bagi 24 rekan untuk hadir meski bisa dibilang bukan jarak yang dekat.  Dan ini semua menjadi semakin marak karena kehadiran anggota-anggota baru yang memberi warna dan nafas dinamika baru dalam komunitas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logo.jpg" alt="" width="204" height="90" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saya pribadi menyampaikan kebanggaan atas effort untuk pelaksanaan acara ini dan salut atas kebersamaan yang selalu menjadi karakter TDA Jaksel.  Ucapan terima kasih saya sampaikan atas amanah dan kepercayaan rekan-rekan yang mengembankan pucuk langkah ini di tangan saya beserta keseluruhan team (Pak Idham : Divisi KMM, Pak Ridwan: Divisi Bisnis, Pak Hendra + Pak Yudanto: Administrator) dan pengurus tetap Bu Siska &amp; Bu Salma di Keuangan dan kesekretariatan.  Satu penghargaan yang besar bagi Pak Tjarli dan rekan rekan pengurus sebelumnya yang telah meletakkan pondasi yang kukuh bagi rumah yang menjadi tempat beraktifitas ini.  Saatnya bagi kita untuk bersama mengeratkan langkah guna menjadikan rumah yang telah ada ini bermakna lebih, baik fungsi maupun  manfaatnya. Utamanya bagi katalisator bisnis anggota didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengutip pencerahan dari Pak Fauzi mengenai Trend Bisnis 2011 yang salah satu diantaranya adalah menguatnya dukungan dan perkembangan komunitas.  Jelas memberi peringatan dini bagi kita untuk menyadari bahwa dalam berbisnis kita tidaklagi bisa sendiri.  Komunitas memegang peran penting bagi tumbuhnya bisnis secara cepat dan tepat.  Satu hal yang penting untuk mempertanyakan sekarang bagaimana peran kita dalam komunitas yang kita ikuti.  Apakah kita telah cukup memberikan kontribusi? Dan sebaliknya apakah komunitas telah memberi banyak peran bagi perkembangan bisnis kita?.  Hal menarik berkembang dalam TDA Jaksel belakangan ini.  Dibalik sepinya aktifitas ternyata masih banyak harapan yang ingin diwujudkan oleh anggotanya melalui komunitas ini.  Dan berangkat dari sana kami pengurus baru atau yang lebih tepat kami positioningkan sebagai team moderator berupaya memberikan pendekatan lebih real dalam mewujudkan aspirasi rekan-rekan anggota komunitas.  Hasil akhir yang ingin kami dapat adalah menyelaraskan kebutuhan anggota yang dituangkan dalam satu sistem hingga memberikan sinergi yang optimal antara menjalankan bisnis dan berkegiatan di dalam komunitas secara paralel.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah program kerja 2011 yang memberikan daya tarik baru berkomunitas di TDA jaksel serta benefit mutualisme yang akan bisa menjawab pertanyaan kita mengenai keterlibatan kita dalam berorganisasi. <a title="Program Kerja TDA jaksel 2011" href="https://docs.google.com/viewer?a=v&amp;pid=explorer&amp;chrome=true&amp;srcid=0B-hMbIwUC9WCZWFhZTdlODctMTM4ZS00MjhlLWJjZTMtYjBiMjBmM2RkMmQ1&amp;hl=en" target="_blank">(selengkapnya)</a></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Program kerja disusun sebagai strategi untuk memberdayakan dan mengoptimalkan aktifitas kita di TDA Jaksel.  Didesain dengan seramping dan se-efisien mungkin agar bisa di realisasikan secara optimal.</li>
<li>Kesempatan yg luas bagi anggota untuk bisa dan terlibat dalam sharing knowledge, mengembangkan pasar serta membangun jejaring.</li>
<li>MM sebagai core komunitas akan menjadi prioritas untuk dikokohkan melalui restrukturisasi, mentoring dan regenerasi</li>
<li>Pendekatan bisnis dan sharing profit terhadap kegiatan internal dan eksternal diterapkan dengan menggalang keterlibatan anggota secara aktif</li>
<li>Membentuk budaya baru berkomunitas dengan mengimplementasikan nilai Keteladanan, dan mendorong partisipasi dan inspirasi anggota sebagai kunci pelaksanaan kegiatan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk merealisasikan program kerja yang telah di tetapkan. Team moderator akan mengupayakan untuk membuat detail petunjuk pelaksanaan ataupun aturan serta detil kegiatan.  Langkah ini diharapkan akan selesai dalam 21 hari kedepan.  yang meliputi:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #ff6600;"><strong>Divisi MM: </strong></span>
<ol>
<li>Membuat data base anggota</li>
<li>Menstrukturisasi KMM</li>
<li>Merumuskan program mentoring &amp; regenerasi KMM</li>
</ol>
</li>
<li><span style="color: #ff6600;"><strong>Divisi Bisnis: </strong></span>
<ol>
<li>Merumuskan panduan kerjasama internal maupun internal</li>
<li>Merumuskan pola profit sharing</li>
</ol>
</li>
<li><span style="color: #ff6600;"><strong>Administrator: </strong></span>
<ol>
<li>Merumuskan panduan komunikasi &amp; sharing content online antar anggota</li>
<li>Memfokuskan chanel online yang dipakai dan pengelolaannya</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Besar harapan agar langkah awal ini menjadi lompatan ynag berkesinambungan tidak saja karena team moderator telah meletakkan daya tarik dalam kerangka kerjanya tapi rekan anggota juga mempunyai keinginan yang kuat untuk memajukan bisnisnya melalui aktifitas dalam komunitas.  Hingga aspirasi dan partisipasi akan menjadi elemen kunci keberhasilan didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">TDA Jaksel telah melangkah dan menawarkan peluang serta benefit. Mari realisasikan kemajuan bisnis kita dengan aktif terlibat didalamnya.  Kebersamaan akan menjadi penguat dan perbedaan akan menjadi peluang dalam komunitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Sukses</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Keteladanan~Partisipasi~Inisiatif</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2011/02/11/langkah-sinergi-di-awal-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smart Online Shop</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 08:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul.  Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI.  seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul.  Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien.  Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis.  Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja.  Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya.  Inilah luarbiasanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Online Shop" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/store-special.jpg" alt="" width="240" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online.  Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini.  Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun.  Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini.  Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas.  Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut: [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="color: #ff6600;">Edukasi TDA Jaksel  (21042010)</span><br />
By Be Samyono (23032010-13.22)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul.  Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI.  seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul.  Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien.  Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis.  Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja.  Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya.  Inilah luarbiasanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Online Shop" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/store-special.jpg" alt="" width="240" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online.  Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini.  Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun.  Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini.  Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas.  Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">PAKAILAH SMART DOMAIN</span></strong><br />
Domain menjadi satu indikator kesuksesan sebuah web, pemilihan domain yang tepat dan merujuk pada spesifikasi, fokus bisnis dan pilihan kata yang tepat akan membuat web menjadi lebih powerful.  Selama ini banyak pihak yang berusaha mempunyai domain berdasarkan kata yang paling umum yang orang cari di search engine hingga muncullah bajuanak.com, anekabatik.com, tokobantal.com dan sebagainya.  Bukan hal yang salah bila mempunyai domain seperti itu karena memang secara jangka pendek akan mendongkrak page rank suatu domain.  Namun untuk waktu jangka panjang alangkah baiknya bila domain merupakan brand kita.  Sehingga kita bisa  secara integrateed membangun brand dari berbagai aspek termasuk online shop tersebut.  Terlebih bila online shop kita tidak menyediakan satu produk yang homogen sehingga kita perlu menamakan dengan jenis produk homogen tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">SMART GIFT</span></strong><br />
Bisnis online bisa jadi merupakan bisnis tanpa emosi karena antara produsen dan konsumen bisa jadi tidak saling mengenal dan terpisah antara media internet.  Padahal tak bisa dipungkiri bahwa sentuhan emosi merupakan satu komponen untuk bisa mengikat loyalitas konsumen.  Pemberian smart gift akan menjembatani kebutuhan emosional tersebut.  Gift berupa gimmic seringkali merepotkan karena sebaran konsumen kita yang luas dan kendala dalam pengirimannya.  Namun pemberian berupa e-book berkala mengenai tips &amp; trick, artikel pendukung bisnis, e-card ataupun paket  special yang ditawarkan dihari khusus akan menjadi solusi yang smart untuk merekatkan loyalitas konsumen pada bisnis online kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>SMART NARATION</strong></span><br />
Keterbatasan penawaran di toko online adalah konsumen hanya bisa memvisualisasikan gambar yang ditawarkan secara terbatas tanpa bisa merasakan ataupun menyentuhnya.  Pencantuman narasi yang menarik di produk yang kita tawarkan akan memberikan efek emosi yang menarik bagi konsumen.  Terlebih bila kita mampu memberi harga yang menarik terhadap produk yang kita tawarkan.  Banyak produk yang ditawarkan secara online terlewat begitu saja oleh pembeli karena keterbatasan informasi akan barang yang ditawarkan serta rujukan pihak ke 3 dalam menggunakan barang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun perlu disadari bahwa online shop merupakan salah satu tool untuk membantu penjualan.  Sehingga mengintegrasikan dengan layanan lain sangat mutlak diperlukan misalkan ketepatan pelayanan, kecepatan pengiriman, dukungan stock dan lain lain.  Keberadaan basik ilmu marketing perlu pula kita punyai sehingga kita bisa dengan mudah mengemas added value yang kita tawarkan pada kebutuhan konsumen yang memerlukannya secara tepat.  Disinilah peran <span style="color: #ff6600;">analisa STP</span> mutlak diperlukan.  Disamping kita bisa memilah ketepatan produk kita bila dipasarkan secara online.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/04/23/smart-online-shop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Bisnis Pentingkah?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 16:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat "markas" TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal.  Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur.  Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu.  Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind.  Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita.  Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="BSC" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Balanced_Scorecard2.gif" alt="" width="341" height="281" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada bisnis yang jalan di tempat.  Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya.  Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita.  Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan.  Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari.  Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Edukasi TDA Jaksel  (28022010)</span><br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (25032010-09.02)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat &#8220;markas&#8221; TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal.  Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur.  Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu.  Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind.  Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita.  Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="BSC" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Balanced_Scorecard2.gif" alt="" width="341" height="281" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada bisnis yang jalan di tempat.  Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya.  Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita.  Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan.  Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari.  Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Balanced Scorecard </span>adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan  dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi. BSC pertama kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan Analog Devices pada tahun 1987. Dengan tidak berfokus hanya pada berfokus pada hasil finansial melainkan juga masalah manusia, BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem manajemen strategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja  sambil menyeimbangkan sasaran finansial dengan perspektif pelanggan, proses, dan karyawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan yang dilakukan pada Balanced Scorecard menghubungkan strategi yang ada dalam suatu organisasi, mulai dari visi, critical success factor dan pengukuran performansi keberhasilan. Pengukuran dalam Balanced Scorecard dibagi kedalam empat perspektif : Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective.</p>
<p style="text-align: justify;">Perspektif pelanggan menggunakan ukuran berapa “nilai” yang diberikan kepada pelanggan dilihat dari segi waktu, kualitas, performansi dan layanan, dan biaya. Contohnya ukuran kecepatan waktu mulai dari permintaan sampai dengan pengiriman sampai ditangan pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk kita, tingkat penjualan terhadap produk baru, dan atau banyaknya service call yang dilayani. Perspektif internal dapat mengevaluasi ekspektasi yang diharapkan pelanggan dapat terpenuhi melalui perbaikan proses di internal organisasi tersebut. Disini juga kita dapat mengukur tingkat keahlian dan produktifitas karyawan, kualitas yang dihasilkan oleh organisasi tersebut, dan atau sistem informasi yang baik yang berjalan dalam organisasi.  Perspektif inovasi dan pembelajaran dari suatu organisasi kita dapat mengukurnya melalui, peningkatan dan inovasi yang berkelanjutan terhadap produk-produk yang dimiliki. Kita harus garis bawahi bahwa produk disini tidak selamanya berupa barang, pelayanan dan hal-hal lain yang bersifat jasa pun adalah produk. Ukuran yang diberikan antara lain banyaknya produk-produk baru yang dihasilkan dan persentase keberhasilan penjualannya, tingkat penestrasi terhadap market baru, atau implementasi SCM (supply Chain Management).</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila target-target diatas dapat terpenuhi maka efeknya akan mengimbas pada perspektif finansial juga. Finansial disini termasuk mengukur pendapatan dan pengeluaran, lebih dalamnya lagi ROI (return on investment), tingkat penjualan, pertumbuhan market share, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu <span style="color: #ff6600;">Rencana Bisnis</span> adalah perangkat perencanaan bisnis yang mencakup keseluruhan aspek bisnis (marketing, produksi, organisasi, finansial dll) guna memberi arah dan mengkoordinasikan semua kegiatan di dalam bisnis untuk mencapai tujuannya (Star up business /memperoleh pinjaman/menarik investor).   Kondisi real terungkap banyak bisnis yang mengabaikan keberadaan workbook/bisnis plan.  Sebab utama karena budaya kita yang memang tidak pernah menjadikan business  plan menjadi acuan utamanya bagi start up bisnis/bisnis mula.  Penekanan pada liquitas cash flow semakin mengabaikan keberadaan business plan sebagai panduan terlebih keberadaan beberapa pemikiran bahwa perencanaan adalah sampah.  Pemikiran ini mengagungkan action dan <span style="color: #ff6600;">&#8220;power of KEPEPET&#8221; </span>sebagai landasan menjalankan bisnis.  Perencanaan justru dianggap sebagai sandungan untuk melakukan action dan menjalankan bisnis. Tidak jarang keberadaan dua pemikiran ini menjadi dua kubu perdebatan.  Satu dan lain pihak saling memberikan alasan dan pembenaran bahwa pola pikirnyalah yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam diskusi dengan rekan-rekan sebenarnya hal ini tidak perlu di perdebatkan.  Bila ditelaah masing masing pemikiran bisa dipergunakan dengan bijak.  Saat  start up business pemikiran <span style="color: #ff6600;">&#8220;no planning&#8221; </span>akan memberi katalisator yang positif untuk memompa kepercayaan diri kita guna mewujudkan bisnis.   Gilirannya dimasa pertumbuhan bisnis kita mau tak mau harus punya panduan guna memberi arahan kemana bisnis ini mesti dijalankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali edukasi kali ini memberikan masukan yang sangat berharga.  Satu kalimat yang patut diingat &#8220;Hasil yang baik tanpa perencanaan yang baik datang dari keberuntungan, bukan dari manajemen yang baik&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/04/10/rencana-bisnis-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Horisontal ataukah Vertikal?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 10:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kehadiran Pak Taufan yang lama menghilang dari KMM 5 terobati hari ini, beliau datang hampir bersamaaan dengan saya yang datang kepagian. Pertemuan yang sedianya bertempat di pizza hut TIS Square Tebet ternyata harus dipindahkan ke Citrus Cafe begitu kami lengkap berlima hanya karena kami sama-sama tak terbiasa dengan lidah Italia. Pak Idham sebagai leader in charge hari ini membuka pertemuan dengan diskusi mengenai arah pengembangan suatu bisnis secara vertikal maupun horisontal.  Pak Hario, Pak hendra, Pak taufan dan sayapun segera saling bersahut untuk mendiskusikannya.</p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Diversifikasi" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/babi.jpg" alt="" width="257" height="207" /></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: justify;">Bisa ditebak kami dalam berbisnis lebih banyak melakukan strategi vertical saat pengembangan usaha diperlukan.  Strategi bisnis dari hulu ke hilir dirasa paling tepat bagi pengembangan bisnis mengingat resiko yang kecil karena bisnis bersandar pada core competensi mula yang sudah berjalan dan teruji.  Disamping itupun pemanfaatan sumber daya dan faktor faktor produksi yang telah ada bisa dimaksimalkan [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Pertemuan KMM 5 TDA Jaksel (10032010)<br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (17032010-22.25)</span></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran Pak Taufan yang lama menghilang dari KMM 5 terobati hari ini, beliau datang hampir bersamaaan dengan saya yang datang kepagian. Pertemuan yang sedianya bertempat di pizza hut TIS Square Tebet ternyata harus dipindahkan ke Citrus Cafe begitu kami lengkap berlima hanya karena kami sama-sama tak terbiasa dengan lidah Italia. Pak Idham sebagai leader in charge hari ini membuka pertemuan dengan diskusi mengenai arah pengembangan suatu bisnis secara vertikal maupun horisontal.  Pak Hario, Pak hendra, Pak taufan dan sayapun segera saling bersahut untuk mendiskusikannya.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Diversifikasi" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/babi.jpg" alt="" width="257" height="207" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Bisa ditebak kami dalam berbisnis lebih banyak melakukan strategi vertical saat pengembangan usaha diperlukan.  Strategi bisnis dari hulu ke hilir dirasa paling tepat bagi pengembangan bisnis mengingat resiko yang kecil karena bisnis bersandar pada core competensi mula yang sudah berjalan dan teruji.  Disamping itupun pemanfaatan sumber daya dan faktor faktor produksi yang telah ada bisa dimaksimalkan.  Taruh contoh usaha photocopy saya yang mulai merambah ke bisnis percetakan, ATK, training provider hingga photografi yang memanfaatkan dan memaksimalkan faktor-faktor produksi yang selama ini ada di bisnis photocopy.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Strategi Vertikal:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Meningkatkan koordinasi rantai persediaan.</li>
<li>Sediakan lebih banyak kesempatan untuk membedakan dengan cara mengendalikan peningkatan input.</li>
<li>Capture hulu atau hilir margin keuntungan.</li>
<li>Meningkatkan hambatan masuk ke pesaing potensial</li>
<li>Mendapatkan akses ke saluran distribusi hilir yang sebaliknya akan dapat diakses.</li>
<li>Memfasilitasi investasi dalam aset yang sangat khusus di mana pemain hulu hilir atau mungkin enggan untuk berinvestasi.</li>
<li>Mengakibatkan perluasan kompetensi inti.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Strategi perkembangan bisnis horisontal lebih menitik beratkan pada upaya diVersifikasi.  Utamanya untuk mengantisipasi resiko bila kita berbisnis di keranjang yang sama.  Perlu upaya keras dan kompetensi lebih dalam membuka bisnis diluar core competensi yang ada selama ini.  Pastinya resiko akan menjadi lebih besar demikian juga dengan modal yang diperlukan.  Bisa saja core competensi saya ada di bidang percetakan namun saya tak menutup kemungkinan untuk bisnis properti atau restoran.  Pun ketika saya berinvestasi pada saham atau reksadana.  Karena dengan mengetahui karakter masing-masing bisnis kita bisa memperkirakan sumber konstan yang bisa kita dapatkan guna mengantisipasi fluktuasi satu bidang bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat strategi horisontal:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Survival (mempertahankan hidup).</li>
<li>Mendorong pertumbuhan prospek.</li>
<li>Memperluas ke pasar yang baru.</li>
<li>Mempererat genggaman pada pasar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelemahan Strategi Diversifikasi:</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li> Memang diversifikasi dapat meletakkan anda pada jalan yang cepat untuk pertumbuhan, namun sebaliknya bila gagal</li>
<li> Dengan memperluas rentang produk anda dan bahkan perputaran produk anda meningkat, maka biaya-biayanya juga meningkat dan hal ini dapat pula berakibat menurunkan profit anda.</li>
<li> Dengan memperluas ke pasar yang baru, maka bahaya yang muncul pada target pelanggan yang baru belum tentu anda ketahui. Untuk itu diperlukan suatu riset sebelum melakukan diversifikasi.</li>
<li> Untuk melakukan diversifikasi diperlukan orang yang benar-benar menguasai karakteristik bisnis tiap-tiap produk anda.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">catatan penting pertemuan ini adalah</span>:  kita tidak disarankan untuk mempertimbangkan diversifikasi hingga bisnis inti yang ada stabil dan menguntungkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/18/horisontal-ataukah-vertikal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proyek Bisnis 1 (UAI-Genap 2010)</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/10/proyek-bisnis-1-uai-genap-2010/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/10/proyek-bisnis-1-uai-genap-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 15:20:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Proyek Bisnis 1 merupakan matakuliah yang diberikan pada semester 4 dengan beban 4 SKS pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaan UAI.  Bahasan dalam matakuliah ini menitik beratkan pada pembekalan bagi mahasiswa untuk bisa merencanakan start up bisnis, motivasi bisnis serta berbagai paparan mengenai praktek bisnis secara real.  Sementara itu hasil akhir yang ingin diperoleh adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="PB2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Bisnis.gif" alt="" width="300" height="306" /></p>

<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk merintis suatu usaha mulai dari proses perencanaan hingga realisasi bisnis.
2.  Mahasiswa mampu dan peka untuk merencanakan mimpi bisnisnya menjadi realitas melalui proses-proses yang terstruktur dan comprehensive.
3.  Mahasiswa mampu untuk melihat peluang baik secara internal maupun ekternal dirinya dalam berbisani
4.  Mahasiswa mampu untuk meneruskan bisnis hingga jenjang PB 2. [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Universitas Al Azhar Indonesia</span><br />
<span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (10032010-22.26)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Proyek Bisnis 1 merupakan matakuliah yang diberikan pada semester 4 dengan beban 4 SKS pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaan UAI.  Bahasan dalam matakuliah ini menitik beratkan pada pembekalan bagi mahasiswa untuk bisa merencanakan start up bisnis, motivasi bisnis serta berbagai paparan mengenai praktek bisnis secara real.  Sementara itu hasil akhir yang ingin diperoleh adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="PB2" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Bisnis.gif" alt="" width="300" height="306" /></p>
<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk merintis suatu usaha mulai dari proses perencanaan hingga realisasi bisnis.<br />
2.  Mahasiswa mampu dan peka untuk merencanakan mimpi bisnisnya menjadi realitas melalui proses-proses yang terstruktur dan comprehensive.<br />
3.  Mahasiswa mampu untuk melihat peluang baik secara internal maupun ekternal dirinya dalam berbisani<br />
4.  Mahasiswa mampu untuk meneruskan bisnis hingga jenjang PB 2.<br />
<strong><br />
Referensi yang digunakan:</strong><br />
1.  Awakening the entrepreneur within – Michael  E Gerber<br />
2.  The Portable MBA in Entrepreneurship – William D. Bygrave<br />
3.  Jangan Takut memulai Bisnis – Richie Indrajaya<br />
<strong><br />
Materi Perkuliahan:</strong><br />
1.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCODYxZTA4ZTYtMjBlZi00YTIxLWE5ODAtOTI0MWQ2MTlkMGM3&amp;hl=en" target="_blank">Sillabi PB1</a><br />
2.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCOGQxZWFmNTMtNTBhNi00Y2JhLWIwYjQtMDkxODdmM2IxMjFl&amp;hl=en" target="_blank">Preface PB1 dan Perincian Proyek</a><br />
3.  Aspek Entrepreneur &amp; Dream<br />
4.  Memilih dan mengevaluasi Ide Bisnis<br />
5.  Membangun Visi &amp; Misi Bisnis<br />
6.  Perencanaan Bisnis<br />
7.  Membangun Pasar<br />
8.  Aspek Kompetensi &amp; Strategi Bersaing<br />
9.  Aspek Jaringan<br />
10  Peluang dan resiko Bisnis<br />
11  Aspek Modal dan sumber permodalan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Note:</strong> Mahasiswa bisa mendowload materi di atas dengan mengirimkan email kepada dosen pengampu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/10/proyek-bisnis-1-uai-genap-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Studi Kelayakan Bisnis (UAI-Genap 2010)</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/03/09/studi-kelayakan-bisnis-uai-genap-2010/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/03/09/studi-kelayakan-bisnis-uai-genap-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:52:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Study Kelayakan Bisnis merupakan matakuliah yang diberikan pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaaan UAI pada semester 6 dengan jumlah 4 SKS. Dalam mata kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan konten studi kelayakan bisnis baik secara teori maupun praktek penulisan pelaporannya.  Penitik beratan matakuliah ini diletakkan pada bagaimana mahasiswa bisa membuat perencanaan bisnis sekaligus melakukan analisa kelayakan atas perencanaan tersebut.  Hasil akhir yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="SKU" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/studi_kelayakan.jpg" alt="" width="300" height="214" /></p>

<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk membuat perencanaan usaha yang prospektif dan mempunyai daya saing
2.  Mahasiswa mampu untuk menyusun sendiri perencanaan bisnis yang sesuai tujuannya secara efektif, efisien dan menarik
3.  Mahasiswa mampu untuk mengevaluasi / menganalisis suatu proyek untuk mengetahui layak  tidaknya proyek tersebut untuk dieksekusi.
4.  Mahasiswa mampu untuk memanfaatkan studi kelayakan bisnis proyeknya untuk diterapkan dalam bisnis real [.......] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Universitas Al Azhar Indonesia<br />
By Be Samyono (10032010-22.26)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mata kuliah Study Kelayakan Bisnis merupakan matakuliah yang diberikan pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaaan UAI pada semester 6 dengan jumlah 4 SKS. Dalam mata kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan konten studi kelayakan bisnis baik secara teori maupun praktek penulisan pelaporannya.  Penitik beratan matakuliah ini diletakkan pada bagaimana mahasiswa bisa membuat perencanaan bisnis sekaligus melakukan analisa kelayakan atas perencanaan tersebut.  Hasil akhir yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="SKU" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/studi_kelayakan.jpg" alt="" width="300" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify;">1.  Mahasiswa mampu untuk membuat perencanaan usaha yang prospektif dan mempunyai daya saing<br />
2.  Mahasiswa mampu untuk menyusun sendiri perencanaan bisnis yang sesuai tujuannya secara efektif, efisien dan menarik<br />
3.  Mahasiswa mampu untuk mengevaluasi / menganalisis suatu proyek untuk mengetahui layak  tidaknya proyek tersebut untuk dieksekusi.<br />
4.  Mahasiswa mampu untuk memanfaatkan studi kelayakan bisnis proyeknya untuk diterapkan dalam bisnis real.</p>
<p><strong>Referensi yang digunakan adalah:</strong><br />
1.  Husein Umar, &#8220;Studi Kelayakan Bisnis, Edisi 2, Jakarta : Gramedia&#8221;<br />
2.  Suad Husnan &amp; Suwarnono, “Studi Kelayakan Proyek”<br />
3.  Linda Pinson, &#8220;Anatomy of a Business Plan&#8221;</p>
<p><strong>Detail Perkuliahan:</strong><br />
1.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCMDkyOGQ3N2ItZjRjZS00MzEwLWIwMDUtYWJlMDU2ODY4ZDNl&amp;hl=en" target="_blank">Sillabi SKB</a><br />
2.  <a href="http://docs.google.com/fileview?id=0B-hMbIwUC9WCMzUzMjJiODMtNjFjZC00MGMxLTk3YjgtYWYwODc3OGI0NjAy&amp;hl=en" target="_blank">Preface SKB &amp; Tugas</a><br />
3.  Bab 2    : Aspek Pasar<br />
4.  Bab 3    : Aspek Pemasaran<br />
5.  Bab 4    : Aspek Teknik &amp; Teknologi<br />
6.  Bab 5+6  : Aspek Manajemen &amp; SDM<br />
7.  Bab 7    : Aspek Financial<br />
8.  Bab 8    : Aspek Esospol<br />
9.  Bab 9    : Aspek Lingkungan Industri<br />
10  Bab 10-11: Aspek Yuridis &amp; Lingkungan<br />
11  Bab 12   : Aspek Antisipasi Resiko<br />
12  Bab 13   : Desain &amp; Pelaporan SKB</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Note:</strong> Mahasiswa bisa mendownload materi perkuliahan dengan mengirimkan email dan identitas kepada dosen pengampu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/03/09/studi-kelayakan-bisnis-uai-genap-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Permasalahan Bisnis</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lima Rekan telah berkumpul disaat saya menjadi yang terakhir yang datang.  Menghindari 3in1 ternyata membawa saya harus melalui rute panjang untuk mencapai Pejaten Village tempat kami KMM 5 mengadakan pertemuan hari ini.  Times menjadi pilihan kami kali ini  dan sayalah yang menjadi Leader in Charge.  Saya lihat Pak Idham, Pak hendra, Pak Syamsul, Pak Haryo dan Pak Khidir telah nyaman berada di sofa panjang di tengah void mall ini.   Sepertinya kami salah memilih tempat karena tempat ini lumayan berada di tengah lobby dan sangat mencolok hampir menyerupai panggung talk show.  Namun itu bukan masalah yang besar karena lima menit kemudian kami telah seru membahas topik hari ini berupa MENGHADAPI PERMASALAHAN BISNIS tanpa terganggu suasana sekelilingnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="problem" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang mencengangkan ternyata permasalahan bisnis kali ini lebih banyak menyorot mengenai permasalahan yang ditimbulkan oleh partner bisnis.  Tidak saja dalam hal operasional namun juga masalah relationship dengan partner.  Dan pembicaraan mengerucut pada mengatasi permasalahan bila bermasalah dengan partner bisnis.  Yang mengejutkan hampir semua rekan KMM5 pernah menghadapi masalah dengan partner bisnisnya utamanya.  Mulai dari kasus ditipu, dikhianati bahkan perselisihan yang seringkali merugikan baik secara moral maupun material [........] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #ff6600;">Pertemuan KMM 5 TDA Jaksel (17022010)</span><br />
By Be Samyono (17032010-22.00)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lima Rekan telah berkumpul disaat saya menjadi yang terakhir yang datang.  Menghindari 3in1 ternyata membawa saya harus melalui rute panjang untuk mencapai Pejaten Village tempat kami KMM 5 mengadakan pertemuan hari ini.  Times menjadi pilihan kami kali ini  dan sayalah yang menjadi Leader in Charge.  Saya lihat Pak Idham, Pak hendra, Pak Syamsul, Pak Haryo dan Pak Khidir telah nyaman berada di sofa panjang di tengah void mall ini.   Sepertinya kami salah memilih tempat karena tempat ini lumayan berada di tengah lobby dan sangat mencolok hampir menyerupai panggung talk show.  Namun itu bukan masalah yang besar karena lima menit kemudian kami telah seru membahas topik hari ini berupa MENGHADAPI PERMASALAHAN BISNIS tanpa terganggu suasana sekelilingnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="problem" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Problem.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang mencengangkan ternyata permasalahan bisnis kali ini lebih banyak menyorot mengenai permasalahan yang ditimbulkan oleh partner bisnis.  Tidak saja dalam hal operasional namun juga masalah relationship dengan partner.  Dan pembicaraan mengerucut pada mengatasi permasalahan bila bermasalah dengan partner bisnis.  Yang mengejutkan hampir semua rekan KMM5 pernah menghadapi masalah dengan partner bisnisnya utamanya.  Mulai dari kasus ditipu, dikhianati bahkan perselisihan yang seringkali merugikan baik secara moral maupun material.   Tak tanggung tanggung justru hal ini terjadi pada orang yang sangat dekat dan amat kita percaya.  Satu hal yang wajar bila pada akhirnya permasalahan ini membuat kita mengalami kejatuhan mental yang berpengaruh pada kinerja bisnis.  Teman-teman mengamini satu kesimpulan bersama bahwa apapun kejadiannya jangan sampai hal ini menjatuhkan mental berbisnis.  Anggaplah bahwa kerugian ini semua adalah satu sedekah.  Karena akan lebih positif bila kita segera mencari ganti akan kerugian ini daripada memfokuskan diri dengan merenungi kerugian yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tips yang bisa dijadikan acuan dalam berkolaborasi partner Bisnis dalam bernetworking adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Usahakan memperoleh partner yang mempunyai kesesuaian Visi dan Misi dengan bisnis Anda JANGAN sebaliknya.</li>
<li>Ikatlah kerjasama yang penting dengan memperhatikan aspek Hukum</li>
<li>Pikirkan peluang-peluang yang bisa dipetik dalam masa datang dalam kerjasama yang dilakukan sekarang</li>
<li>Bila terlibat dalam networking berpartisipasilah semaksimal mungkin JANGAN menunggu.</li>
<li>Kontrol dan evaluasi keterlibatan bisnis anda dalam networking agar tetap memperoleh manfaat</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Bila permasalahan dalam bisnis muncul maka problem solving ala ALBERT EINSTEIN berikut bisa diterapkan:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Rephrase the problem:</strong> Me-rephrase persoalan akan membuat pola berpikir menjadi lebih akurat dan berdayaguna.</li>
<li><strong>Expose and challenge assumptions: </strong>Menguji asumsi akan membuat pola berpikir menjadi lebih jernih dan terarah.</li>
<li><strong>Chunk up:</strong> Chunking up akan membuat persoalan menjadi jelas duduk perkaranya.</li>
<li><strong>Chunk down: </strong>Chunking down akan membuat persoalan menjadi lebih spesifik dan pada saat yang sama akan membuat diri kita bisa merasa lebih besar dari persoalan.</li>
<li><strong>Find multiple perspectives:</strong> Mengambil multi persepsi akan membuat persoalan menjadi lebih terfokus dan pada saat yang sama akan sangat membantu agar berbagai kemungkinan solusi tidak berdampak menciptakan persoalan baru atau memperberat suatu persoalan yang lain.</li>
<li><strong>Use effective language constructs:</strong> Aspek pilihan bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh terhadap bagaimana suatu persoalan akan ditindaklanjuti dan dikelola. Lebih jauh lagi, aspek bahasa dan kata-kata sangat berpengaruh pada tinggi rendahnya tingkat stamina kita dalam menindaklanjuti dan mengelola persoalan.</li>
<li><strong>Make it engaging:</strong> Buatlah persoalan menjadi menarik, karena kita akan menghabiskan sejumlah energi dan waktu dalam menghadapi persoalan. Jika persoalan menarik, maka energi dan waktu yang digunakan akan tergantikan dengan efisien dan menguatkan.</li>
<li><strong>Reverse the problem:</strong> Salah satu trik untuk keluar dari persoalan dengan segera, adalah dengan menjungkirbalikkan persoalan. Jika kita ingin menang, cari tahu apa yang akan membuat kita kalah. Jika kita ingin besar, temukan apa yang membuat kita kecil. Jika kita ingin berhasil, selidiki apa yang akan membuat kita gagal.</li>
<li><strong>Kumpulkan fakta-fakta:</strong> Persoalan harus jelas dan detil. Jangan sampai, sesuatu yang bukan persoalan malah kita anggap persoalan, atau suatu persoalan muncul dengan kabur dan samar-samar.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Di dalam kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;problem&#8221; </span>ada suku kata <span style="color: #ff6600;">&#8220;pro&#8221;</span>. Dalam bahasa latin, &#8220;pro&#8221; berarti &#8220;positif&#8221;  atau <span style="color: #ff6600;">&#8220;berpihak&#8221;</span>. Jika kita punya masalah, maka ia sebenarnya positif dan berpihak kepada kita. Ingatlah lagi berbagai masalah dan persoalan yang berhasil kita selesaikan, pasti selalu berdampak positif  dan makin membesarkan kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/02/21/menghadapi-permasalahan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Pendidikan Menjadi Satu Kemewahan</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2010/02/03/ketika-pendidikan-menjadi-satu-kemewahan/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2010/02/03/ketika-pendidikan-menjadi-satu-kemewahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 18:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bukan kata yang mendramatisir bila kini saya katakan bahwa pendidikan menjadi satu barang mewah di negeri ini yang berusaha digapai oleh banyak orang tua murid.  Untuk bisa bersekolah bermutu, kepandaian saja tidaklah cukup dimiliki seorang siswa, perlu limpahan materi untuk bisa "ditukar" dengan ilmu yang dia inginkan.  Hingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi siswa tak pandai dan miskin.  Tersingkirkan?.  Pendidikan adalah hak anak negri untuk memperolehnya, dan bila negara mampu mendidik anak negeri dengan system pengajaran yang tepat dan terjangkau.  Tak terkira limpahan human capital yang kita punyai dan tak terkira kesejahteraan yang bakal kita nikmati.  Namun sayangnya itu masih mimpi, kenyataannya dunia pendidikan masih mendiskriminasikan mereka yang tak mampu baik secara finacial ataupun kepandaian.  komersialisasi pendidikan tidak saja melahirkan generasi yang timpang tapi juga pendegradasian moral yang akut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Baca" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/baca-di-atap.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Saya setuju dengan tulisan rekan Wahyu B. Hanggono, seorang pengamat pendidikan Indonesia yang tajam mengatakan "fakta bahwa pendidikan  di Indonesia masih terpaku pada birokrasi, legalisasi dan indoktrinasi program dan kurikulum.  anak-anak diarahkan menjadi produk yang sama, potensi dan jiwa anak sama sekali tidak dihargai. [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (02022010-23.53) </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bukan kata yang mendramatisir bila kini saya katakan bahwa pendidikan menjadi satu barang mewah di negeri ini yang berusaha digapai oleh banyak orang tua murid.  Untuk bisa bersekolah bermutu, kepandaian saja tidaklah cukup dimiliki seorang siswa, perlu limpahan materi untuk bisa &#8220;ditukar&#8221; dengan ilmu yang dia inginkan.  Hingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi siswa tak pandai dan miskin.  Tersingkirkan?.  Pendidikan adalah hak anak negri untuk memperolehnya, dan bila negara mampu mendidik anak negeri dengan system pengajaran yang tepat dan terjangkau.  Tak terkira limpahan human capital yang kita punyai dan tak terkira kesejahteraan yang bakal kita nikmati.  Namun sayangnya itu masih mimpi, kenyataannya dunia pendidikan masih mendiskriminasikan mereka yang tak mampu baik secara finacial ataupun kepandaian.  komersialisasi pendidikan tidak saja melahirkan generasi yang timpang tapi juga pendegradasian moral yang akut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Baca" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/baca-di-atap.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Saya setuju dengan tulisan rekan Wahyu B. Hanggono, seorang pengamat pendidikan Indonesia yang tajam mengatakan &#8220;fakta bahwa pendidikan  di Indonesia masih terpaku pada birokrasi, legalisasi dan indoktrinasi program dan kurikulum.  anak-anak diarahkan menjadi produk yang sama, potensi dan jiwa anak sama sekali tidak dihargai.  Ibarat kata sistem pendidikan di indonesia hanya bertujuan untuk mengasah pisau tajam bukannya berusaha menjadikan bijih besimenjadi aneka perkakas yang berguna.&#8221;  Jelasnya pendidikan di Indonesia hanya bisa memproses bahan baku dengan kualitas tertentu menjadi suatu barang dan mereject bahan baku yang tidak sesuai standart menjadi rongsokan atau tepatnya &#8220;sampah masyarakat&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu yang menarik bila dikatakan bahwa hendaknya pendidikan dasar (SD-SMP) lebih ditekankan pada pendidikan ketauhidan, akhlak, pengembangan pribadi dan potensi anak.  Hingga pendidikan dasar ini bisa menjadi penggemblengan sikap dasar yang memang harus dimiliki seorang anak hingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya sesuai dengan potensi dan keunikannya.  untuk itu penilaian deskriptif/naratif amat mutlak diberikan daripada penilaian angka di dalam rapotnya.  Nantinya baru dalam pendidikan lanjutan penajaman skill bisa diarahkan secara tepat dan dinilai sesuai sdtandart keahliannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya teringat dengan satu perumpamaan.  Ibarat dalam sebuah hutan yang dihuni oleh berbagai macam hewan.  Mestinya pendidikan dasar di hutan diarahkan untuk mendidik sikap dasar binatang yang ada di hutan agar mampu beradaptasi sesuai dengan keunikannya.  Seperti bertahan hidup, beregenerasi dan sebagainya.  Bukannya di ajar untuk bisa menguasai keahlian yang sama karena pada dasarnya mereka punya potensi yang berbeda dan keunikan tersendiri.  Pada gilirannya potensi serta keunikan inilah yang akan menentukan mereka untuk bisa memasuki pendidikan lanjutannya.  Burung akan belajar terbang dan ikanpun akan belajar berenang.  Hingga jelas disini tak ada satu niatan untuk menyingkirkan si bodoh atau menjadikan semua pribadi sebagai produk yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya.  Hendaklah untuk saling memolong dan menutupi kekurangan bagi sesama.  Jangan biarkan carut marut pendidikan negri ini makin membarutkan luka yang semakin bernanah.  Karena kemiskinan dan kebodohan  di negri ini berawal dari keengganan si kaya untuk berbagi harta dan si pintar untuk berbagi ilmu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">(Pic: Koran Tempo)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2010/02/03/ketika-pendidikan-menjadi-satu-kemewahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Membangun Kolaborasi</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 05:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Organization]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jaksel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis.  Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya.   Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logoTDAJaksel.gif" alt="" width="361" height="92" /></p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma.  Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan.  Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting.  Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk.  Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (23122009-10.10)<br />
<span style="color: #ff6600;">Catatan Refleksi Menyambut Proses Pemilihan Pengurus TDA Jaksel</span></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis.  Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya.   Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Logo TDA Jaksel" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/logoTDAJaksel.gif" alt="" width="361" height="92" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma.  Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan.  Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting.  Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk.  Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya pribadi melihat TDA Jaksel dalam masa transisi.  Satu transisi dari kelompok kecil Master Mind yang mulai membesar dan membutuhkan pengelolaan menjadi satu wadah yang lebih professional dan memberi value yang lebih bagi anggotanya dan bila mungkin bagi lingkup yang lebih luas.  Sangat disayangkan kefakuman beberapa kegiatan yang terjadi di bulan juli hingga nopember memberi tantangan baru bagi TDA Jaksel.  Tantangan untuk kembali merapatkan jajaran,  mulai berbenah secara intern dan membangunkan anggotanya untuk diajak berjalan seiring bersama.  Dalam kondisi seperti ini  titik berat pembenahan organisasi bukanlah dititik beratkan pada perubahan revolusioner dan ekspansive keluar melainkan melakukan <span style="color: #ff6600;">KONSOLIDASI</span> kedalam.</p>
<p style="text-align: justify;">*******</p>
<p style="text-align: justify;">Saya masih ingat pertengahan tahun lalu ketika saya kebingungan untuk mencari komunitas bisnis.  Ketika itu Nama Pak TJARLI melekat di benak saya.  Keberadaan pak Tjarli dalam menahkodai KMM Jaksel menggerakkan saya untuk menghubungi beliau.  Keinginan saya hingga sekarangpun untuk masuk organisasi tidak berubah yaitu INGIN BELAJAR.  Dan saya melihat figure pak Tjarli yang humble, low profile, sabar dan melayani menjadi panutan dan pembelajaran yang baik bagi saya secara pribadi.  Keyakinan inipun secara positif memberi gambaran menyeluruh terhadap TDA Jaksel.    Sebagai “new Kid On the Block” dan miskin pengalaman berorganisasi saya merasa diterima dan diberi kenyamanan dalam rumah baru ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Paralel dengan kondisi yang bersama kita hadapi sekarang.  Saya pikir figure dan kepemimpinan pak Tjarli masih merupakan asset dan kontribusi yang besar dalam melakukan konsolidasi dalam organisasi TDA Jaksel.  Sebagai Sosok yang tahu mengenai TDA Jaksel secara keseluruhan dan perpanjangan tangan ke TDA Pusat serta rangkulan terhadap  anggota yang ada.  Peran ini tidak kecil untuk kembali membangkitkan semangat menyebarkan EPOS dan mengembalikan lajunya kinerja organisasi.  Kekawatiran tidak adanya darah baru untuk membuat kinerja dan inovasi baru dalam berkegiatan hendaknya disingkirkan.  Karena kami-kami yang muda akan menjadi barisan yang solid untuk terealisasinya misi dan visi TDA Jaksel ke depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sederhananya <span style="color: #ff6600;">KOLABORASI</span> adalah kata yang tepat bagi kita yang bersama meletakkan harapan pada organisasi ini untuk kembali bangkit.  Kolaborasi antara Kepemimpinan Pak Tjarli yang menjadi payung dan penggerak langkah anggota dengan Kreativitas dan Inovasi rekan-rekan muda yang saya tidak saya ragukan lagi komitmen dan keahliannya.  Dukungan saya kepada Pak Tjarli Tidak semata karena saya secara pribadi ingin selalu belajar menjadi sosok yang beliau teladani.  LEBIH DARI ITU saya menginginkan yang terbaik bagi organisasi ini.  saya ingin agar harapan yang sama sama kita letakkan di organisasi ini bisa segera terwujudkan melalui kolaborasi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena saya pahami proses <span style="color: #ff6600;">PEMILIHAN PENGURUS</span> ini bukanlah sekedar proses menunjuk satu Nahkoda dimana nasib kita akan di berikan tapi ini adalah lebih pada proses memilih Partner kerja dimana kita mengikatkan komitmen untuk bersama mewujudkan harapan kita.  Semoga Proses ini member berkah bagi kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">SEMOGA</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/12/23/saatnya-membangun-kolaborasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cipta Collection &#8211; Garmen</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/12/10/cipta-collection-garmen/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/12/10/cipta-collection-garmen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 03:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cipta Collection (CC) merupakan anak perusahaan Cipta Baru.  Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha ini melebarkan sayapnya di bidang garmen.  Usaha yang dimulai di awal pertengahan tahun 2008 ini diteruskan pada: Sumas Kurniawan sebagai generasi berikutnya.  Langkah ini cukup tepat dilakukan mengingat selama ini pengelolaan bisnis hanya dijalankan oleh orang kepercayaan tanpa satu pengawasan.  Dibangun dengan modal investasi 85 juta dan menempati pabrik milik sendiri seluas lebih dari 162 M2  usaha ini mulai menunjukkan kemajuan.  Beberapa merk besar mulai mempercayakan Cipta Collection untuk mengerjakan ordernya seperti Sophie martin dan Nevada. Keunggulan yang dimiliki usaha ini diantaranya adalah telah dimilikinya badan hukum hingga memudahkan untuk mendapatkan oder dan keberadaan pabrik milik sendiri. Namun demikian beberapa kendala masih dimiliki usaha ini diantaranya adalah ketergantungan usaha pada pasokan listrik PLN yang masih seringkali padam, sistem manajemen yang belum terimplementasi serta masih banyaknya skill yang harus ditingkatkan untuk menghindari cacat produksi.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cipta collection" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120300.jpg" alt="" width="270" height="360" /></p>
<p style="text-align: center;"></p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan Cipta Collection guna memposisikan usahanya sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk dan jasa dengan kualitas no.1 sesuai dengan kebutuhan pembeli cukup mempunyai potensi.  Selain sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok perkembangan fashionpun makin marak belakangan ini.  Tinggal bagaimana upaya perusahaan untuk bisa menggelontor pasar dengan merk baru atau bagaimana perusahaan mendapatkan order dari merk-merk yang sudah establish.  karena bila ditilik dari dukungan mesin, Cipta Collection cukup mumpuni untuk mengerjakan order besar.  Tercatat Cipta Collection mempunyai: 7 mesin jahit, 3 mesin obras, 2 mesin kam dan 2 mesin gosok.  Tenaga kerja yang diperkerjakan mencapai 10-an orang. [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (09122009-16.19)</strong></span><br />
<span style="color: #ff6600;"><strong>Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</strong></span></p>
<p>Data Bisnis:</p>
<p>Owner		: Sumas Kurniawan<br />
Alamat		: Taman Kota Kembangan Jakarta Barat<br />
Email		: suka_mas_mas@yahoo.com</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Sumas" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Sumas.jpg" alt="" width="251" height="272" /></p>
<p style="text-align: justify;">Gambaran Bisnis:</p>
<p style="text-align: justify;">Cipta Collection (CC) merupakan anak perusahaan Cipta Baru.  Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha ini melebarkan sayapnya di bidang garmen.  Usaha yang dimulai di awal pertengahan tahun 2008 ini diteruskan pada: Sumas Kurniawan sebagai generasi berikutnya.  Langkah ini cukup tepat dilakukan mengingat selama ini pengelolaan bisnis hanya dijalankan oleh orang kepercayaan tanpa satu pengawasan.  Dibangun dengan modal investasi 85 juta dan menempati pabrik milik sendiri seluas lebih dari 162 M2  usaha ini mulai menunjukkan kemajuan.  Beberapa merk besar mulai mempercayakan Cipta Collection untuk mengerjakan ordernya seperti Sophie martin dan Nevada. Keunggulan yang dimiliki usaha ini diantaranya adalah telah dimilikinya badan hukum hingga memudahkan untuk mendapatkan oder dan keberadaan pabrik milik sendiri. Namun demikian beberapa kendala masih dimiliki usaha ini diantaranya adalah ketergantungan usaha pada pasokan listrik PLN yang masih seringkali padam, sistem manajemen yang belum terimplementasi serta masih banyaknya skill yang harus ditingkatkan untuk menghindari cacat produksi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Cipta collection" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120300.jpg" alt="" width="270" height="360" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Keinginan Cipta Collection guna memposisikan usahanya sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk dan jasa dengan kualitas no.1 sesuai dengan kebutuhan pembeli cukup mempunyai potensi.  Selain sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok perkembangan fashionpun makin marak belakangan ini.  Tinggal bagaimana upaya perusahaan untuk bisa menggelontor pasar dengan merk baru atau bagaimana perusahaan mendapatkan order dari merk-merk yang sudah establish.  karena bila ditilik dari dukungan mesin, Cipta Collection cukup mumpuni untuk mengerjakan order besar.  Tercatat Cipta Collection mempunyai: 7 mesin jahit, 3 mesin obras, 2 mesin kam dan 2 mesin gosok.  Tenaga kerja yang diperkerjakan mencapai 10-an orang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dari diagnosa bisnis di kelas tersimpul beberapa hal:</p>
<p style="text-align: justify;">1.  Faktor tenaga kerja musiman disatu sisi memang akan menurunkan biaya tetap tapi bila order telah berkelanjutan maka hal ini perlu dipecahkan adanya tetaga kerja tetap untuk menjaga konsistensi dan mutu produksi</p>
<p style="text-align: justify;">2.  Sumas sebagai pelanjut bisanis harus segera mungkin mempelajari bisnis secara mendalam untuk bisa melakukan take over dan mengkontrol semua jalannya operasional bisnis. Karena terlihat operasional usaha terjadi conflict of interest.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Analisa:</span></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan usaha bisnis Cipta Collection masihlah sangat awal. Untuk mempercepat berjalannya usaha Cipta Collection harus lebih ekspansif untuk memperoleh order dari merk-merk fashion terkenal.  Kedepannya Cipta Collection harus berani untuk membuat merek tersendiri dan menggelontor pasar sesuai dengan segmen dan target marketnya agar memperoleh margin yang lebih besar lagi dan tidak hanya memperoleh margin dari ongkos kerja belaka.  Sukses Sumas dengan usahanya!</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/12/10/cipta-collection-garmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Promosi Beretika di Dunia Maya</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/11/12/promosi-beretika-di-dunia-maya/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/11/12/promosi-beretika-di-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 09:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tak disangkal keberadaan internet menjadi satu kemudahan bagi produsen untuk menjangkau konsumennya guna mengkomunikasikan produk.  Tinggalkan era berbudget  tinggi dan tidak langsung menjangkau target market dalam mengirimkan fax, brosur atau surat.  Karena Internet memungkinkan kita  menggunakan email yang tidak  saja memberi kemudahan dan biaya rendah yang diperoleh, namun juga bisalangsung menjangkau sasaran dan penghematan waktu.  Maraknya fenomena Facebook pun  menciptakan media tersendiri bagi produsen untuk menempatkan media promosi di jejaring sosial ini.  Mulai dari hal sederhana untuk memakai accout pribadi  menjadi account bisnis atau produk, menciptakan halaman groups produk hingga mengembangkan fanspage. pasar facebook indonesia yang menempati no 7 didunia  menciptakan populasi tersendiri bagi penetrasi produk.  siapa yang tak tergiur.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="www" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/www.jpg" alt="" width="283" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit menempatkan diri pada kursi yang berbeda dari kursi Produsen, sebagai konsumen sayapun merasakan manfaat berlebih dari adanya internet ini.  Produk-produk bisa saya cari, dapatkan dan bandingkan dengan cepat secara online.  Pencarian sayapun tak terbatasi oleh wilayah dan waktu lagi.  Bahkan menariknya saya pun bisa memperoleh info mengenai produk dari berbagai testimoni atau pendapat orang melalui forum sehingga demikian jelas bagaimana fitur produk  tersebut bisa memnuhi kebutuhan dan keinginan saya.  Taruh kata: dunia di genggaman saya! [.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (12112009-15.20)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tak disangkal keberadaan internet menjadi satu kemudahan bagi produsen untuk menjangkau konsumennya guna mengkomunikasikan produk.  Tinggalkan era berbudget  tinggi dan tidak langsung menjangkau target market dalam mengirimkan fax, brosur atau surat.  Karena Internet memungkinkan kita  menggunakan email yang tidak  saja memberi kemudahan dan biaya rendah yang diperoleh, namun juga bisalangsung menjangkau sasaran dan penghematan waktu.  Maraknya fenomena Facebook pun  menciptakan media tersendiri bagi produsen untuk menempatkan media promosi di jejaring sosial ini.  Mulai dari hal sederhana untuk memakai accout pribadi  menjadi account bisnis atau produk, menciptakan halaman groups produk hingga mengembangkan fanspage. pasar facebook indonesia yang menempati no 7 didunia  menciptakan populasi tersendiri bagi penetrasi produk.  siapa yang tak tergiur.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="www" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/www.jpg" alt="" width="283" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit menempatkan diri pada kursi yang berbeda dari kursi Produsen, sebagai konsumen sayapun merasakan manfaat berlebih dari adanya internet ini.  Produk-produk bisa saya cari, dapatkan dan bandingkan dengan cepat secara online.  Pencarian sayapun tak terbatasi oleh wilayah dan waktu lagi.  Bahkan menariknya saya pun bisa memperoleh info mengenai produk dari berbagai testimoni atau pendapat orang melalui forum sehingga demikian jelas bagaimana fitur produk  tersebut bisa memnuhi kebutuhan dan keinginan saya.  Taruh kata: dunia di genggaman saya!</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi pernahkah anda mengalami kebanjiran informasi produk yang tidak anda perlukan?  Cepatnya saya memperoleh informasi ternyata dibarengi dengan cepatnya  email atau account yang saya tersebar di dunia maya.  Dan konsekwensipun harus saya terima seperti membanjirnya info produk yang tak saya perlukan yang bisa  dikategorikan sebagai spammer atau hal-hal yang tak menyamankan lainnya.  Tergambarlah beberapa contoh seperti account FB saya `yang di tag di salah satu  produk satu produsen.  Berhari-hari saya dibanjiri notifikasi akibat komen orang lain yang muncul pada photo produk tersebut. Hingga terpaksa saya me-remove  tag saya di photo produk tersebut. Membanjirnya email spam di email saya atau milist groups saya sudah hal yang biasa namun bila tiap email itu hingga 10-50  Mega? terpaksalah saya balas email tersebut dengan permintaan sopan untuk mencabut nama saya dari berpuluh daftar email yang mereka kirimkan. Hingga 5 kali  tidak ditanggapi.  Terakhir dengan terpaksa saya harus menelepon pengirim ersebut untuk dihentikan.  Karena selain Bandwith saya tersedot untuk hal yang   tidak saya butuhkan, trafik email sayapun menjadi terganggu. sebagai warga dunia maya saya sebagai konsumen tahu betul konsekwensi berada di dunia ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Hapus keinginan untuk benar-benar bebas dari spam atau email penawaran.  Karena itu tidak mungkin 1000%.  Hal yang bisa dilakukan hanyalah berkompromi dengan  hal ini.  Menilik hal pengalaman tersebut tentunya produsen harus mendengarkan teriakan konsumen mengenai wabah promosi di internet ini.   Membanjiri konsumen dengan  produk dan cara yang tak tepat justru akan membuat konsumen antipati terhadap produk tersebut bahkan mem-blacklist setiap iklan yang dikirimkan kepadanya.  Contoh sederhana, kita bisa lihat berapa persen promosi yang jatuh ke email kita akan kita tanggapi? Tak ada bukan?.  Promosi beretika hendaknya bisa  melandasi cara-cara produsen untuk berpromosi karena bagaimanapun tentunya keinginan untuk mendapatkan long term relationship amat sangat diharapkan.  Untuk   itu mungkin beberapa rule etika ini bisa menjadi panduan:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Milikilah <span style="color: #ff6600;">&#8220;lapak Sendiri&#8221;</span>.  Lapak online inilah tempat anda menggelar dagangan anda guna mengkomunikasikan apa yang anda miliki dan tawarkan. Di &#8216;lapak&#8217;  ini pula anda perlu memasang fasilitas untuk orang mendaftar dan mengijinkan dirinya anda kirimi email mengenai info-info produk anda. Fasilitas ini nantinya  yang akan bertindak sebagai &#8216;kurir&#8217; untuk setiap email yang anda ingin sampaikan ke daftar pelanggan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Tariklah target market anda ke lapak tersebut dengan cara:</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">a. Berpromosi di situs-situs yang memang khusus diperuntukkan untuk pemasangan iklan.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">b. Berkirim artikel ke beberapa situs-situs penyedia artikel dengan menyertakan alamat &#8216;tempat bisnis&#8217; di dalam resource box.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">c. Bertukar link dengan beberapa lapak bisnis online.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">d. Menuliskan alamat &#8216;Lapak bisnis&#8217; anda di semua tempat atau ruangan yang memungkinkan.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">e. Mengirimkan alamat &#8216;Lapak bisnis&#8217; ke beberapa situs direktori.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">f. Aktif di forum-forum diskusi online. (jangan lupa dengan Signature, dan aturan-aturan forum).&#8217;</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">g. dll.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Hindarkanlah untuk mengirimkan email promosi langsung ke target market tanpa seijin mereka, kecuali anda bisa memfasilitasi promosi anda dengan fasilitas  <span style="color: #ff6600;">UNSUBCRIBE</span> hingga konsumen bisa berhenti dari pengiriman bila mereka tak menghendakinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Prakteknya akan banyak pro dan kontra mengenai bagaimana menyikapi etika berpromosi  karena terkesan tidak pro aktif dibanding puluhan cara berpromosi online  lainnya.  Namun kembali kita harus berfikir logis untuk siapa promosi ini ditujukan.  Bila kepuasan akan kebutuhan konsumen menjadi prioritas dan loyalitas  serta hubungan jangka panjang yang ingin kita bangun, saya rasa kenyamanan konsumen dalam menerima iklan harus jadi prioritas utama.   dan beretika menjadi  hukum yang <span style="color: #ff6600;">WAJIB</span> adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/11/12/promosi-beretika-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Say No To Facebook?</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/11/04/say-no-to-facebook/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/11/04/say-no-to-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 14:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fenomena jejaring social sedikit banyak bisa kita kata sebagai wabah.  Tak kurang banyak orang menanyakan kepemilikan facebook dalam pergaulan.  Seakan tak afdol bila belum mempunyai <span style="color: #ff6600;">'KTP'</span> di jaringan maya ini.  Semua orang terasa demam untuk berlomba menyosialisasikan dirinya.  Sebagai bentuk dari mikroblogging, facebook dirasa sangat instant dan tepat bagi budaya kita yang suka nimbrung bahkan 'bergosip', dan meluapkan keramahan.  Bentuk yang lebih cepat mendapat reaksi daripada  era blog yang dulu memang sempat mewabah.  Bandingkan dengan blog yang kita harus lebih dahulu melakukan blog walking untuk menyosialisasikan diri bahkan juga untuk memberi komentar.  Namun disini facebook tidak.  Jaringan kita akan segera terbentuk dengan cepat begitu kita terhubung dengan sesama member, secepat komentar pada status yang kita update.  Inilah istantnya.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Facebook" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/google_facebook1.png" alt="" width="210" height="286" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan beberapa fungsi milist, mini blog, foto &#38; video sharing bahkan agenda telah lengkap menghuni fitur Facebook.  Bagaimana kita tidak tergiur dan tergila gila.  Bahkan semua handphone terbaru belakangan ini tidak menonjolkan kata "akses Internet" untuk menunjukkan fitur internet yang dibenamkan dalam produknya.   Tapi justru kata<span style="color: #ff6600;"> "Bisa Facebook-an!"</span> lebih mempunya daya jual.[.......]</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (28102009-11.00) </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena jejaring social sedikit banyak bisa kita kata sebagai wabah.  Tak kurang banyak orang menanyakan kepemilikan facebook dalam pergaulan.  Seakan tak afdol bila belum mempunyai <span style="color: #ff6600;">&#8216;KTP&#8217;</span> di jaringan maya ini.  Semua orang terasa demam untuk berlomba menyosialisasikan dirinya.  Sebagai bentuk dari mikroblogging, facebook dirasa sangat instant dan tepat bagi budaya kita yang suka nimbrung bahkan &#8216;bergosip&#8217;, dan meluapkan keramahan.  Bentuk yang lebih cepat mendapat reaksi daripada  era blog yang dulu memang sempat mewabah.  Bandingkan dengan blog yang kita harus lebih dahulu melakukan blog walking untuk menyosialisasikan diri bahkan juga untuk memberi komentar.  Namun disini facebook tidak.  Jaringan kita akan segera terbentuk dengan cepat begitu kita terhubung dengan sesama member, secepat komentar pada status yang kita update.  Inilah istantnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Facebook" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/google_facebook1.png" alt="" width="210" height="286" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan beberapa fungsi milist, mini blog, foto &amp; video sharing bahkan agenda telah lengkap menghuni fitur Facebook.  Bagaimana kita tidak tergiur dan tergila gila.  Bahkan semua handphone terbaru belakangan ini tidak menonjolkan kata &#8220;akses Internet&#8221; untuk menunjukkan fitur internet yang dibenamkan dalam produknya.   Tapi justru kata<span style="color: #ff6600;"> &#8220;Bisa Facebook-an!&#8221;</span> lebih mempunya daya jual.</p>
<p style="text-align: justify;">Belakangan banyak saya dengar rekan-rekan saya ribut-ribut dengan muara masalah pada facebook. Dari masalah kehilangan produktifitas, jauh dari keluarga, boros, kecanduan sampai perselingkuhan.  Ada yang menjauhi facebook sebagai pemecahan masalahnya bahkan ada yang dengan extrem berucap <strong><span style="color: #ff6600;">&#8220;SAY NO TO FACEBOOK&#8221;</span></strong>.  Perlukah?</p>
<p style="text-align: justify;">acebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e [email] suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini. Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e [email] apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis. Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi,[4] dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur facebook sebagai salah satu sarana jejaring di satu sisi memberi kita begitu banyak manfaat positif.  Ketemu teman lama, menambah jaringan baru, mendapatkan group diskusi dan sebagainya bahkan menjadi tenar dan narsist.  Namun tak urung sisi lainpun muncul sebagai keresahan.  Facebbook seakan menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh, membuat kita terpeleset dengan tabiat suka membuat status dan komentar &#8220;sampah&#8221; yang tak produktif serta berstatus &#8220;vulgar&#8221; yang mestinya masuk dalam kategori private. Bahkan seringkali kita berdoa pada facebook  daripada menjaga komunikasi kita sendiri pada yang diatas. Apapun itu sah-sah saja bagaimanapun facebook bisa dikata sebagai jejaring social yang mau tak mau semua orang bebas mengekspesikan diri didalamnya.  Sebagian menjadikannya hal serius untuk bisnis , membangun diri  dan sebagian sebagai permainan sekedar melepas penat sesaat.  Dan pada akhirnya kita melihat facebook sama halnya sebagai pisau bermata dua.  Tinggal kita sebagai user untuk bisa mengambil kontrol akan fungsinya.  Akankah kita tetap berpegang pada “men<span style="color: #ff6600;">JAUH</span>kan yang <span style="color: #ff6600;">DEKAT</span> dan men<span style="color: #ff6600;">DEKAT</span>kan yang <span style="color: #ff6600;">JAUH</span>” atau kita ingin “ makin men<span style="color: #ff6600;">DEKAT</span>kan yang <span style="color: #ff6600;">DEKAT</span> juga men<span style="color: #ff6600;">DEKAT</span>kan yang <span style="color: #ff6600;">JAUH</span>”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita jeli sebenarnya banyak fitur facebook yang bisa digunakan untuk keperluan bisnis.  Ambil contoh groups dan fanspage yang dikelola dengan baik tentunya akan memompa kinerja usaha kita.  Belum lagi semakin terkaitnya beberapa situs seperti blog, twitter , plurk, dll yang bisa saling berhubungan akan memudahkan kita mengelolanya.  Saya sendiri membuat beberapa groups untuk mengelola komunikasi saya dengan mahasiswa saya ataupun komunitas alumni dan tenis saya yang jelas terasa manfaatnya.   Status yang tak membangun dan komentar yang tak konstruktifpun saya pikir sudah saatnya untuk tidak lagi dilakukan agar lebih bisa mengambil  sisi produktifitas waktu yang saya curahkan untuk bermain facebook.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang mungkin saatnya bagi kita untuk <span style="color: #ff6600;">BIJAK</span> memanfaatkan jejaring social ini sesuai dengan kebutuhan dan fungsi kita. Karena segala sesuatu yang bisa dimanfaatkan secara positif tentunya akan lebih indah resultnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/11/04/say-no-to-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerlipbintang &#8211; Kilaunya Bisnis Webdesign</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/29/kerlipbintang-kilaunya-bisnis-webdesign/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/29/kerlipbintang-kilaunya-bisnis-webdesign/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 09:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Practice]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[praktis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jangan meremehkan kekuatan mulut &#38; jaringan. Demikianlah yang tergambar dari bisnis Web Designer yang dijalankan Yana Mintaraga yang biasa dipanggil Yna.  Ibu yang sibuk dengan 3 putra-putrinya ini masih bersemangat untuk  menjalankan bisnis yang bisa dikendalikan dan dikerjakan dari rumah disela peran hariannya.  Dengan gaya pendekatan yang khas terhadap komunitasnya Yna cukup santun dan akrab mempromosikan jasanya melalui jejaring. Tengok kalimat yang familiar disampaikannya:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Yna" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Yana.jpg" alt="" width="360" height="319" /></p>
<p style="text-align: justify;">"Saya ngeblog sejak 2004 (blog pertama). Perkembangan blog atau weblog hingga sekarang ini demikian pesat. Ada yang tetap dan tentu saja banyak yang berubah. Blog tetap menjadi media personal untuk mengekspresikan diri, berbagi ilmu, bahkan ladang bisnis. Yang banyak berubah adalah fasilitas blog itu sendiri, seperti layanan penyedia blog gratisan dan segala perniknya yang semakin lengkap dan memanjakan para blogger. Karena media personal, tentu saja pemilik blog berusaha membuat blognya berbeda dengan lainnya. Sebagai bentuk identitas diri yang bisa diwujudkan dalam bentuk tampilan blog atau biasa disebut template. Tidak susah untuk mencari template yang diinginkan. Pilihannya bisa buat sendiri, nyomot free template dan bisa juga keluar kocek untuk membeli atau membayar jasa web designer. Pilihan terakhir di atas ada pada saya, Saya bisa membuatkan desain weblog untuk Blogspot (Blogger.com), Blogdrive atau Wordpress dengan tarif terjangkau. Silahkan sampaikan konsep template idaman anda, dan Insya Allah akan saya wujudkan".</p> [.......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (29102009-10.00)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan meremehkan kekuatan mulut &amp; jaringan. Demikianlah yang tergambar dari bisnis Web Designer yang dijalankan Yana Mintaraga yang biasa dipanggil Yna.  Ibu yang sibuk dengan 3 putra-putrinya ini masih bersemangat untuk  menjalankan bisnis yang bisa dikendalikan dan dikerjakan dari rumah disela peran hariannya.  Dengan gaya pendekatan yang khas terhadap komunitasnya Yna cukup santun dan akrab mempromosikan jasanya melalui jejaring. Tengok kalimat yang familiar disampaikannya:</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Yna" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Yana.jpg" alt="" width="360" height="319" /></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya ngeblog sejak 2004 (blog pertama). Perkembangan blog atau weblog hingga sekarang ini demikian pesat. Ada yang tetap dan tentu saja banyak yang berubah. Blog tetap menjadi media personal untuk mengekspresikan diri, berbagi ilmu, bahkan ladang bisnis. Yang banyak berubah adalah fasilitas blog itu sendiri, seperti layanan penyedia blog gratisan dan segala perniknya yang semakin lengkap dan memanjakan para blogger. Karena media personal, tentu saja pemilik blog berusaha membuat blognya berbeda dengan lainnya. Sebagai bentuk identitas diri yang bisa diwujudkan dalam bentuk tampilan blog atau biasa disebut template. Tidak susah untuk mencari template yang diinginkan. Pilihannya bisa buat sendiri, nyomot free template dan bisa juga keluar kocek untuk membeli atau membayar jasa web designer. Pilihan terakhir di atas ada pada saya, Saya bisa membuatkan desain weblog untuk Blogspot (Blogger.com), Blogdrive atau WordPress dengan tarif terjangkau. Silahkan sampaikan konsep template idaman anda, dan Insya Allah akan saya wujudkan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulanya saya tidak mengenal Yna secara pribadi karena tak banyak saya bersentuhan dengan lingkup kerjanya meski kami sama-sama aktif di Komunitas Blogger Familly (BlogFam).  Sebagai blogger yang mulai Go Blog di awal 2005 pun saya telah dibantu oleh beberapa rekan saya dalam mendevelop web gratisan saya.  Hasilnya selama 2 tahun tak ada kata penting untuk menggunakan jasa web designer.  Pemikiran ini berubah saat saya berkeinginan mempunyai web pribadi berbayar yang bisa saya kelola sesuai keinginan saya.  Masalah timbul saat saya ingin mencari web designer yan tepat untuk pekerjaan ini.  Dari google mungkin akan saya dapat ratusan penawar jasa sejenis.  Namun apakah &#8220;kolaborasi&#8221; itu akan muncul mengingat yang saya inginkan bukan hanya orang yang bisa menuntaskan pekerjaan ini tapi juga bisa diajak diskusi, memberi masukan plus bisa mengajarkan saya beberapa hal kecil mengenai bidang yang saya anggap buta ini.  Persyaratan ini menjadi wajib bagi saya karena saya tidak ingin terlalu tergantung bila ada masalah kecil ataupun ada perubahan minor yang menyertai perkembangan web saya.  Pun saya ingin mendapatkan gambaran global mengenai hal teknisnya sehingga saya tahu rambu-rambu dan mekanisme yang berjalan di web saya.  Singkat kata saya tidak ingin mengatakan <span style="color: #ff6600;">&#8220;Saya tidak tahu apa-apa&#8221;.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Nama Yna disodorkan oleh seorang teman disertai promosi akan keprofesionalan Yna.  Saya pun tertarik.  Kendala keberadaan Yana di Banten dan saya di Jakarta  bukanlah masalah dalam bekerja dan berkomunikasi.  Saya yang detail dan sangat perfectionist plus banyak tanya bisa diimbangi dengan kesabaran dan kedetailan Yna.  Desain pertamapun diselesaikan dengan memuaskan bahkan saya disertai pula dengan CD tutorial dan beberapa sofware yang memungkinkan saya melakukan editing.  Meski cukup pusing dengan versi pertama Wordspress namun sepertinya tak ada kendala berarti.  Kerjasama saya dengan Ynapun masih bergulir sampai sekarang dengan beberapa proyek lainnya.  Secara pribadi saya sebut Yna sebagai <span style="color: #ff6600;">&#8220;Pembimbing Spiritual&#8221;</span> saya dalam hal utak atik web desain ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Piawai menghandle customer, itulah yang bisa saya katakan mengenai bagaimana bisnis rumahan ini sukses di jalankan oleh Yna.  Sabar dan jeli mendengarkan kemauan customer dan menyikapinya dengan rasionalitas teknis pekerjaan sangat mengedukasi customer.  Hingga customer bisa tahu sejauh mana keinginannya bisa terealisasi dalam desain yang diinginkan.  Fokus pada bisnispun menjadi kunci sukses lain.  Yna memilih untuk menekuni satu program dengan alasan sederhana.  Supaya Expert!.  Alasan ini sangat wajar karena perkembangan sofware cukup membanjir.  Perlu fokus untuk eksis di satu pilihan. Toh 1 sofware tak usai  perkembangan versi dan fiturnya.  Dan tanpa banyak beriklan keberadaan Yana di komunitas blogger cukup membuat kompetensinya ini bergaung dari mulut ke mulut di jaringan hingga membuat bintangnya semakin berkilau.  Sukses!.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Kontak Yna:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">mail &amp; facebook: bundana(at)gmail.com</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">hp: 081315036335</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">YM: bintang_yn</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/29/kerlipbintang-kilaunya-bisnis-webdesign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Click Net &#8211; Game Online</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/24/click-net-game-online/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/24/click-net-game-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 15:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education & Training]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Al Azhar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bisnis yang dibangun sebagai usaha kolaborasi 2 mahasiswa UAI (Anngo &#38; Ncus) ini merupakan usaha rintisan awal mereka dengan Dan berkisar 40 Jutaan.  Click net yang menempati ruko sewa ini memiliki 5 PC pada mulanya.  Selang berjalan 1 bulan ternyata mereka mampu untuk menambah 1 PC lagi sesuai dengan kapasitas tempat yang direncanakan semula.  Dengan menggantungkan akses pada jaringan Speedy, usaha ini dipossikan sebagai game online berkoneksi cepat.  Akses speedy diambil dengan pertimbangan sedikitnya PC yang bisa di usahakan di awal hingga tidak memungkinkan membuat jaringan warnet seperti biasa yang memakan banyak biaya.  Meskipun paket speedy yang ada bisa di share untuk 10 PC namun keterbatasan tempat dan dana membuat mereka memutuskan untuk 6 PC terlebih dahulu.  Keunikan bisnis ini adalah digunakannya "sistem lesehan" sebagai layout interior bagi para konsumen sehingga memungkinkan konsumen lebih nyaman dan relax untuk bermain game.  Hal menarik lain dari usaha ini adalah Click Net menyediakan berbagai jenis-jenis game, memelihara tempat hingga nyaman dan selalu bersih serta mengadakan fasilitas penunjang seperti Earphone.Selain menyediakan penjualan minuman, ClickNet juga menjual berbagai jenis voucher game yang bekerja sama dengan perusahaan INDOMOG.
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Banner" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120330.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dari analisa strategi yang mereka lakukan melalui SWOT terlihat bahwa bisnis mereka mempunyai kondisi : Daya saing tinggi, pertumbuhan pasar lemah dan disamping itu memiliki banyak kekuatan selain ancamannya juga.  Untuk itu mereka menekankan strategi [.......] </br>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">By Be Samyono (23102009-19.00)</span><br />
<span style="color: #ff6600;">Seri Start Up Business &#8211; Mahasiswa kewirausahaan UAI</span></strong><br />
<span style="color: #ff6600;"><br />
Data Bisnis:</span><br />
Owner       : Bambang Tri Anggoro &amp; Kuswati<br />
Alamat     : Kebayoran Lama (Samping Carefore Expres Pasar Kebayoran lama)<br />
Email        : ango_190587@yahoo.com &amp; ncus.1611@yahoo.com</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="cus-anggo" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/Cusanggo.jpg" alt="" width="313" height="248" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Gambaran Bisnis:</span><br />
Bisnis yang dibangun sebagai usaha kolaborasi 2 mahasiswa UAI (Anngo &amp; Ncus) ini merupakan usaha rintisan awal mereka dengan Dan berkisar 40 Jutaan.  Click net yang menempati ruko sewa ini memiliki 5 PC pada mulanya.  Selang berjalan 1 bulan ternyata mereka mampu untuk menambah 1 PC lagi sesuai dengan kapasitas tempat yang direncanakan semula.  Dengan menggantungkan akses pada jaringan Speedy, usaha ini dipossikan sebagai game online berkoneksi cepat.  Akses speedy diambil dengan pertimbangan sedikitnya PC yang bisa di usahakan di awal hingga tidak memungkinkan membuat jaringan warnet seperti biasa yang memakan banyak biaya.  Meskipun paket speedy yang ada bisa di share untuk 10 PC namun keterbatasan tempat dan dana membuat mereka memutuskan untuk 6 PC terlebih dahulu.  Keunikan bisnis ini adalah digunakannya &#8220;sistem lesehan&#8221; sebagai layout interior bagi para konsumen sehingga memungkinkan konsumen lebih nyaman dan relax untuk bermain game.  Hal menarik lain dari usaha ini adalah Click Net menyediakan berbagai jenis-jenis game, memelihara tempat hingga nyaman dan selalu bersih serta mengadakan fasilitas penunjang seperti Earphone.Selain menyediakan penjualan minuman, ClickNet juga menjual berbagai jenis voucher game yang bekerja sama dengan perusahaan INDOMOG.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari analisa strategi yang mereka lakukan melalui SWOT terlihat bahwa bisnis mereka mempunyai kondisi : Daya saing tinggi, pertumbuhan pasar lemah dan disamping itu memiliki banyak kekuatan selain ancamannya juga.  Untuk itu mereka menekankan strategi:</p>
<ul>
<li> Meningkatkan promosi, seperti memasang papan nama ditempat usaha, menyebar selebaran-selebaran.</li>
<li> Membangun relasi dengan pelanggan, seperti membuat komunitas games ClickNet  ataupun bisa dengan membuat group di facebook.</li>
<li> Meningkatkan Pelayanan serta menjaga kualitas.</li>
<li> Menyediakan produk-produk sampingan seperti menjual minuman dan voucher game dan voucher pulsa untuk menarik konsumen.</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="Banner" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/P5120330.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dari diskusi mengenai proses start up Click Net di kelas Proyek Bisnis 2, tergambar adanya beberapa kendala seperti: Promosi apa yang harus dilakukan oleh ClickNet untuk menarik konsumen ditengah ketatnya kompetisi dan Karena modal yang tidak besar ClickNet hanya mempunyai 6 Pc untuk Client dan 1 Pc untuk server sebagai awal bisnisnya. Oleh karena itu pemilik melihat bahwa adanya kemungkinan mengantrinya konsumen untuk berinternet karena PP client penuh. Bagaimana antisipasi dan strategi yang harus dilakukan oleh pemilik agar konsumen tidak pergi dan tetap mau menunggu?.  Dalam Diskusi kelas terambilah beberapa solusi diantaranya:</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">1. Promosi yang harus dilakukan antara lain adalah :</span></p>
<ul>
<li> menyebarkan selebaran ke sekolahan yang berada disekitar tempat usaha ataupun menyebarkannya kepada masyarakat sekitar tempat usaha.</li>
<li> Menempel selebaran tersebut ditembok-tembok yang mudah terlihat.</li>
<li> Memasang papan nama ataupun baner yang lebih terlihat dari jalan yang lebih besar.</li>
<li> Membuat event seperti pertandingan antar gamers secara berkala guna membentuk satu komunitas.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">2. Strategi agar konsumen tidak pergi karena panjangnya antrian antara lain adalah :</span></p>
<ul>
<li> Membuat paket-paket akses yang pada dasarnya akan memudahkan kontrol sampai kapan waktu penggunaan sehingga bisa diperoleh info untuk calon konsumen yang baru datang.</li>
<li> Disediakannya Tv agar konsumen yang mengantri dapat nonton Tv terlebih dahulu sambil menunggu konsumen yang lain selesai.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">Analisa:</span><br />
Saya pribadi angkat jempol untuk keberanian 2 mahasiswa ini untuk berkolaborasi dan membangun usaha yang memang sesuai dengan keahlian serta minat mereka, dan dengan memperhatikan kebutuhan pasar tentunya.  Terbukti selama 3 bulan running semua proyeksi keuangan yang ditargetkan terlampaui semua.  Tantangan kedepan adalah bagaimana mengembangkan usaha ditengah lokasi yang bukan nomor 1 selain tantangan dari kompetitor yang tidak sedikit.  Secara internal tantangan justru muncul dari dalam mereka berdua untuk bisa menjalankan manajemen serta kepemimpinan yang bisa memisahkan antara kepentingan pribadi dan bisnis.  Kabar baik mengenai disewakannya tempat disamping Ruko yang dipakai sekarang patut dipertimbangkan mengingat usaha ini meskipun mempunyai persaingan yang cukup tinggi namun dengan bidikan pasar yang tepat saya yakin akan tetap sustainable.  Salam sukses.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/24/click-net-game-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Aspal Yang Merajalela</title>
		<link>http://www.be-samyono.com/2009/10/22/si-aspal-yang-merajalela/</link>
		<comments>http://www.be-samyono.com/2009/10/22/si-aspal-yang-merajalela/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 09:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-samyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business Strategic]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.be-samyono.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di satu kondisi Kadang muncul adanya keterbatasan untuk memesan barang dan mengirimkannya dengan cepat dari supplier langganan membuat Mr Copy secepatnya memenuhi dengan mengambil barang dari reseller yang berada di Benhil.  Toner salah satunya.  Berhubung Printer HP lama kami tak memiliki fasilitas indikator ketersediaan toner dalam printer mau tak mau seringkali kami gambling untuk menebak kapan habisnya.  Harga toner asli yang terpatok dalam dolar mau tak mau harus jadi pertimbangan tersendiri saat haru melakukan pergantian.  Sengaja kami menolak tawaran untuk menggunakan toner bekas/refill mengingat hasil yang diperoleh amatlah dibawah qualitas yang kami harapkan, selain kerugian lain yaitu berupa borosnya material dan waktu akibat cetak ulang karena hasil printing yang tidak bisa seragam.  Kami tak mau resiko ini justru berakibat pada loyalitas pelanggan kami.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Uban" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/trust.jpg" alt="" width="185" height="210" /></p>
<p style="text-align: justify;">Awal Ramadhan kemarin dalam kondisi urgent kami secara terpaksa kembali membeli toner pada reseller di daerah Benhill.  Harga $65 yang dipatok memang jauh lebih tinggi dari supplier kami namun dalam kondisi urgent segala pemakluman menjadi suatu yang shah.  Saat mencoba menge-print dua  hari setelahnya saya menemukan kejanggalan.  Kualitas tak seperti yang saya harapkan.  Sayapun segera melakukan crossceck pada graphic designer saya yang memberi jawaban yang sama tak memuaskannya atas hasil printing. [........] </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>By Be Samyono (22102009-00.11) </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di satu kondisi Kadang muncul adanya keterbatasan untuk memesan barang dan mengirimkannya dengan cepat dari supplier langganan membuat Mr Copy secepatnya memenuhi dengan mengambil barang dari reseller yang berada di Benhil.  Toner salah satunya.  Berhubung Printer HP lama kami tak memiliki fasilitas indikator ketersediaan toner dalam printer mau tak mau seringkali kami gambling untuk menebak kapan habisnya.  Harga toner asli yang terpatok dalam dolar mau tak mau harus jadi pertimbangan tersendiri saat haru melakukan pergantian.  Sengaja kami menolak tawaran untuk menggunakan toner bekas/refill mengingat hasil yang diperoleh amatlah dibawah qualitas yang kami harapkan, selain kerugian lain yaitu berupa borosnya material dan waktu akibat cetak ulang karena hasil printing yang tidak bisa seragam.  Kami tak mau resiko ini justru berakibat pada loyalitas pelanggan kami.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Uban" src="http://img.photobucket.com/albums/v246/be_samyono/trust.jpg" alt="" width="185" height="210" /></p>
<p style="text-align: justify;">Awal Ramadhan kemarin dalam kondisi urgent kami secara terpaksa kembali membeli toner pada reseller di daerah Benhill.  Harga $65 yang dipatok memang jauh lebih tinggi dari supplier kami namun dalam kondisi urgent segala pemakluman menjadi suatu yang shah.  Saat mencoba menge-print dua  hari setelahnya saya menemukan kejanggalan.  Kualitas tak seperti yang saya harapkan.  Sayapun segera melakukan crossceck pada graphic designer saya yang memberi jawaban yang sama tak memuaskannya atas hasil printing.  Keyakinan akan tinta yang tak asli terbukti dari hasil printing blok hitam yang saya coba.  Beberapa bercak nampak karena kondisi drum yang telah cacat.  Saat saya minta karyawan saya memulangkan dan meminta ganti, kekecewaan yang justrusaya dapatkan.  Permintaan kami ditolak karena antara kardus dan toner mempunyai nomor seri yang berbeda.  Satu kepastian yang menunjukan ketidak aslian toner HP ini. Keheranan merebak karena bagaimanapun justru ketidak aslian berasal dari mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkatnya sayalah yang harus turun tangan sendiri mengembalikan toner kepada reseller tersebut dengan itiket baik dan keinginan mendapatkan solusi.  Dengan berbagai dalih dan alasan diterimalah komplain saya plus janji untuk mengganti toner tersebut dalam 2-3 hari kedepan.  Kelegaan saya tak berumur panjang karena ternyata penggantinyapun sama bekasnya dari yang pertama.  Saya kembali menukarkan dan diganti hingga 3x dan memakan waktu hampir sebulan.  Dengan terpaksa akhirnya saya hanya memberi opsi pada reseller tersebut untuk memberikan toner yang asli atau mengembalikan uang kami.  Hasil akhir yang kami peroleh adalah kami mendapatkan toner aslinya namun dengan dus yang diminta.  Konyol, namun kami tak ingin ribut!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Pembelajaran Bagi Produsen:</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Belajar dari peristiwa ini saya menarik garis merah.  Sebagai posisi produsen sangatlah penting untuk bisa menjaga kepercayaan dari konsumen.  Prakteknya konsumen akan melakukan apapun bila kepercayaan dan kebutuhannya terpenuhi.  Namun jangan ditanya, sebaliknya konsumen akan tak segan untuk menceritakan ketidak percayaannya ke semua orang yang tentunya akan merugikan diri produsen sendiri.  Sederhananya saat pertama komplain saya diterima dan diberikan solusinya kepercayaan saya masih tetaplah 100% terhadap reseller tersebut, namun begitu ada pengingkaran pertama kepercayaan itu langsung menjadi (minus) 100%.  ini sungguh membahayakan. Hal inipun terjadi juga saat Kami membeli suku cadang pintu kaca kami yang rusak.  Dengan yakin kami akan membeli suku cadang tersebut di sebuah toko di bilangan Mall Kenari Jaya.  Namun saat bersamaan pemilik menawarkan untuk membeli bekas suku cadang kami untuk di reparasi kembali.  Serta merta saya meninggalkan toko tersebut dengan pemikiran ketidak percayaan bahwa barang yang akan kami beli tersebut asli.  Siapa bisa menjamin satu toko akan menjual barang asli bila dia juga bermain untuk menjual barang-barang second dan rekondisi.  Kepercayaan terhadap produsen sendiri sebenarnya dapat dibangun melalui 3 komponen:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #ff6600;">1. Candor</span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Jujur, terus terang, Apabila Anda tidak tahu, jangan pura2 tahu, Tidak mengurangi, tidak melebih-lebihkan</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #ff6600;">2. Competence</span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Tahu bagaimana produk &amp; jasanya memenuhi kebutuhan pelanggan dan merupakan solusi.  Penjual harus tahu persis bagaimana produk &amp; jasanya bekerja.  Pelanggan perlu perasaan aman (resiko rendah) dengan penjual. Karena mereka tidak tahu banyak tentang produk, kemampuan menyelesaikan masalahnya merupakan hal penting. Dalam kenyataan, kompetensi penjual adalah produknya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #ff6600;">3. Concern</span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Perhatian kepada kebutuhan pelanggan, bukan kepada Anda atau produk atau target Anda, Pahami masalah/kendala pelanggan dan mengapa hal itu penting baginya dan hargai masalah/kendala pelanggan.  Pelanggan ingin penjual juga merasakan dan peduli terhadap masalah pelanggan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bisnis yang berkenaan dengan service Candor amat sangat memegang peranan penting, sebaliknya dalam bisnis yeng melibatkan produk competence-lah yang lebih berperan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Pembelajaran Bagi Konsumen:</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Teliti sebelum membeli memang berulang harus disarankan pada pembeli agar haknya bisa terlindungi.  Pemeriksaan terhadap tanggal kedaluarsa, keaslian barang, pencocokan nomor seri mutlak harus dilakukan.  Barang bukti pembelianpun jangan dianggap remeh untuk tidak disimpan.  Dan guna menyikapi banyaknya barang palsu yang berdalih sebagai barang KW1, KW2 ataupun barang asli itu sendiri. Kita harus bijak untuk tak segan merusak kemasan botol, tabung dan sebagainya bila telah tak terpakai atau kosong isinya.  Dalih ingin mendapatkan nilai ekonomis dari penjualan bekas kemasan tersebut yang tak seberapa namun belakangan malah merugikan kita dan menjadi pupuk bagi suburnya praktek pemalsuan.  Botol shampo, sabun, parfum, air mineral dan sebagainya tak kecuali catritte tinta atau toner hendaknya kita lubangi atau rusak dahulu sebelum dibuang.  Bila dalam kondisi lubang atau rusak saya yakin saudara pemulung dan pengusaha pengelola limbah masih bisa mengumpulkan dan menjual kembali limbah yang ada.  Karena proses pencacahan tidak memperhatikan kondisi utuh benda tersebut. Namun dengan merusak dan memberinya lubang akan menghentikan pihak pemalsu untuk menggunakan botol atau packaging secara sembarangan atau melakukan perekayasaan terhadap packaging tersebut.  Hingga merugikan kita sendiri sebagai Konsumen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.be-samyono.com/2009/10/22/si-aspal-yang-merajalela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

