INTRADE Malaysia & KLITF 2012 (4-Tamat)

Be Samyono [2501201311.15]

Hari ke 3.  Serasa lebih lega dan santai mengingat puncak kegiatan telah dilalui kemarin dan saya tidak ada appointment khusus dengan beberapa seller.  Agenda hari ini adalah menghadiri Kuala Lumpur International Trade Forum – KLITF 2012.  Terlihat beberapa delegasi telah meninggalkan KL tanpa mengikuti agenda ini. Termasuk beberapa rekan dari Indonesiapun tidak menghadirinya. Bertempat di Auditorium Matrade  tempat pembukaan INTRADE kemarin KLIFT dilaksanakan.  Terlihat 500 delegasi hadir dan kebanyakan peserta adalah warga Malaysia dari berbagai perusahaaan dan instansi pemerintahan.

 

Sepintas tak ada yang istimewa gelaran ini.  Event seperti ini di Indonesia banyak diadakan dan lebih hebat pelaksanaaan acaranya.  Namun acara ini nampak lebih luar biasa dimata saya karena tidak adanya jam karet ataupun molornya waktu kegiatan.  Entah itu karena pidato berkepanjangan, pembicaraaan tak sesuai porsi atau menunggu pejabat.  Tidak ada!  Bahkan terlihat semua pengisi acara cukup taat untuk menempatkan perannya dalam koridor waktu yang tepat.  Saya cukup terkesima.  Dengan mengangkat tema: “Overcoming Challenges, Enhancing Growth”, KLITF dibuka oleh YBhg. Dato’ Mah Siew Keong, Ketua Malaysia Eksternal Perdagangan Pengembangan Corporation MATRADE. Tepat pukul 09.45.  Lebih syahdunya setiap event lagu dan klip kebangsaan Mereka selalu diputar dan dinyanyikan.

Enam orang pembicara telah siap dalam 2 sessi.  Sessi pertama digawangi oleh moderator:  MR. Harmandar Singh, Presiden Asosiasi Periklanan Internasional (IAA) Malaysia.  Tiga Pembicara dihadirkan secara bergiliran dalam satu setengah jam diantaranya: Jason Lo, Chief Executive Officer, Tune Bicara Sdn Bhd yang memaparkan “Revolutionising Teknologi Mobile”- strategi Air asia menjembatani bisnis maskapai dan hotel dengan menggunakan Tune Talk.  Pembicara kedua adalah: Geoffroy de Drouas, General Manager, Business Development, BONIA Corporation Berhad yang jeli memaparkan bagaimana strategi Bonia menggunakan nama dan rasa Italia untuk produknya dalam  “Global BONIA ini Ekspansi Bisnis” dan terakhir mengetengahkan: Ian Cruddas Direktur Operasi, GCH Retail (M) Sdn Bhd  yang membongkar strategi Giant Malaysia.

Tepat satu setengah jam kemudian sessi ke 2 berjalan dengan moderator: Eric Chong Pendiri, Education Group Erican & Presiden, Branding Asosiasi Malaysia (BAM).  Pembicara yang mendapat giliran adalah Yeap Swee Chuan,  Ketua, Chief Executive Officer & President, AAPICO Hitech Public Co Ltd yang berbicara mengenai “Keberlanjutan Industri Otomotif di ASEAN” disusul Fadzarudin Anuar, Managing Director, Fashion Valet Sdn Bhd yang mengetengahkan konsep “Bagaimana It All Began” dan ditutup oleh Designer sepatu kenamaan Dato ‘Lewre Lew. Executive Chairman, Lewre International Sdn Bhd yang memperbincangkan perjalanan bisnisnya.

Tak disangkal bahwa semua pembicara mempunyai kapabilitas dan kinerja yang menunjukkan kesuksesan di setiap bisnisnya.  Semua memberi inspirasi di setiap sudutnya.  Saya cukup terkesan dengan ide kreatif dari talk tune yang cukup jeli melihat peluang pasar yang dibangunnya.  Lewre memberikan inspirasi bagaimana passion harus menempel pada bisnis dan Yeap Swee Chuan member semangat akan kebangkitan pabrik otomotif yang kandas karena banjir di Bangkok.  Selebihnya beberapa inspirasi yang saya catat adalah:

    • Bangunlah bisnis dengan satu model bisnis dalam satu mind mapping yang tepat sehingga kita bisa memberikan scenario terhadap bisnis tersebut
    • Bangunlah portofolio di semua lini bisnis dengan core bisnis mula sebagai main corenya.
    • Bedakan antara membangun bisnis dan membangun brand
    • Gunakan technologi sebagai basis karena ini merupakan future bisnis
    • Kerjakan bisnis dengan passion dan andalkan diri anda sendiri.

Tak terasa event 3 jam berlalu, satu pembelajaran yang tak ternilai melihat event 3 hari ini berlangsung dengan menyenangkan.  Saya melihat sebagai penyelenggara event international bangsa kita jauh melampaui kemampuan dalam penyelenggaraan.  Kita hanya perlu belajar melakukan eksekusi secara detail dan bersikap professional dalam penyelenggaraannya.   Kami keluar dari Convention Hall dan dijamu makanan ringan di selasar.  Event exhibition masih berlangsung demikian juga masih banyak waktu yang bisa dipakai buyer bila mereka ada janji temu dengan seller.  Saya pikir apa yang saya dapatkan lebih dari cukup.  Dan segera saya berkemas diri untuk kembali ke hotel.

Pukul 14.00 bus yang membawa kami ke hotel telah bersiap.  Perlu waktu lama untuk menunggu Bus penuh karena beberapa delegasi masih menemui buyer di Matrade.  Saya sendiri lebih memilih untuk pulang awal daripada terjebak macet bila menginjak sore.  Dan keputusan ini paling tidak bisa meredam keterkejutan saya begitu sampai Hotel.

Bagaimana tidak ternyata kamar hotel tidak bisa dibuka.  Saya yakin sekali bila di Lock karena masalah waktu stay yang bermasalah antara panitia Jakarta dan KL.  Meski semalam telah memperoleh keputusan bahwa kami bisa diperpanjang tinggal satu hari lagi namun siang ini membuktikan hal yang berlawanan.  Meskipun saat saya urus permasalahan ini cepat diselesaikan namun saya sendiri merasa tak nyaman dengan perlakuan ini.  Bayangkan bahwa kamar di lock tanpa pemberitahuan sementara semua barang masih terdapat didalamnya.  Alhasil kalaupun bisa dibuka saya jelas tidak mendapat fasilitas service seperti hari sebelumnya seperti toiletries, minum dan room cleaning.  Cukup dongkol yang coba saya obati dengan mengexplore KL. Menjelajah public transportation yang tersedia.  Beruntung saya telah beberapa kali mengunjungi KL sehingga cukup familiar dengan beberapa tempat.

Sebelumnya saya membook hotel Furama di bukit bintang untuk extent esok hari.  Bertemu dengan kawan-kawan lama disini menjadi ending yang terbaik bagi perjalanan yang mengesankan selama 3 hari ini.  Akhir lawatan saya hanya punya satu kesimpulan bahwa: UKM kita sudah cukup maju dan hebat produksinya.  Satu kekurangan mereka – PERCAYA DIRI! Itu sepertinya pekerjaan rumah yang mesti digarap!

Continue Reading

INTRADE Malaysia & KLITF 2012 (3)

Be Samyono [0512201215.23]

Dalam hati saya cukup antusias untuk menghadapi buyer meeting saya yang pertama ini.  Beberapa atribut seperti kartu nama brosur dll saya check berulang kali agar tidak tertinggal saat acara.  Beberapa perusahaan yang akan bertemu sayapun telah saya browsing. Meski telah saya katakan bahwa dari 7 perusahaan yang disodorkan ternyata 4 diantaranya tidak matching dengan bisnis saya.  Namun mengingat ketidak matchingan ini akan membuat mereka di cancel bukan diganti. Maka saya memilih untuk menemui mereka.  Setidaknya bila bisnis saya tidak maching mungkin info ini bisa saya teruskan kepada rekan-rekan TDA. Apa salahnya.  Begitu pentingnya acara hari ini seakan semua peserta telah bersiap sebelum pukul keberangkatan dan dengan 14 bus kami kembali dibawa ke Matrade.

Lantai 3 Gedung Matrade telah ditata dengan 1 set meja dan 4 kursi yang saling berhadapan dengan jumlah kurang lebih 600 buah.  Terbagi dalam beberapa zona Negara dengan masing-asing zona digawangi oleh meja panitia yang siap melayani buyer maupun seller juga terdapat  jadwal yang terus update di layar TV.   Sementara deretan kursi untuk menunggu pihak seller disediakan bagi seller yang melakukan walk in.  Di tangan saya ada 7 temu janji yang masing masing berlangsung 30 menit dan jeda 30 menit. Padat!

Menjual dalam 30 Menit.  Itulah skill yang harusnya dipunyai oleh para seller disini.  Namun nyatanya tidak semua seller melakukannya.  Tidak saja karena kemampuan yang dimiliki namun juga terbentur bisnis yang tidak match di awal perkenalan. Bagaimanapun 30 menit waktu yang amatlah penting. Oleh sebab itu kartu nama amatlah penting diperoleh agar bila ada tindak lanjut bisnis keduanya bisa memanfaatkan waktu diluar acara buyer meeting di tempat yang sudah di fasilitasi panitia di gedung ini.  Oleh sebab itulah banyak buyer yang hanya memberikan freface produk merkea tanpa memberikan detail rincian termasuk harga.  Mengingat tidak semua pertemuan menghasilkan prospek yang diharapkan.

Pertemuan pertama saya dengan Seller (Salju Bistari SDN BHD) cukup membuat saya frustasi.  Bukan karena ketidak macthing-an ataupun produk yang mereka miliki tidak bagus.  Namun cara mereka melakukan selling sangat pasif.  Sehingga hanya separuh waktu yang kami pakai untuk berbicara.  Padahal mereka mempunyai produk tas rajut “DOWA” yang sangat unik dan fashionable.  Pun mereka mempunyai potensi home industri yang prospektif.  Sebenernya ini peluang bagi seller untuk memberikan awareness dan mempublikasikan nilai tambahmendapatkan deal hari itu namun misi ini harusnya dipunyai oleh setiap produsen.

Saya cukup terkesan bertemu dengan beberapa seller setelahnya.  Meski hanya beberapa yang prospektif namun beberapa seller bisa memaparkan konsep bisnisnya, bertukar pikiran bahkan memberikan inspirasi-inspirasi yang menurut saya patut dijadikan contoh untuk bisnis saya.  O’BON International SDN BHD misalnya perusahaaan malaysia yang berproduksi di china ini menghasilkan alat tulis seperti buku, map, pensil, pensil warna dan ballpoint dengan konsep yang luar biasa.  Tidak saja raw material yang mereka punya merupakan bahan yang eco friendly, seperti kertas koran sebagai pengganti kayu pada pensil dan tebu sebagai pengganti kayu untuk kertas.  Namun juga konsep fauna dan buah buahan cukup memikat sebagai bahan edukasi segment pasar mereka.  Tak kalah menariknya John selaku sales cukup piawai memaparkan produk dan me-lead diskusi mengenai sales idea untuk menjual produk ini.  Saya cukup terkesan.

Dua seller sepatu dan tas tak kalah hebatnya.  Dengan menyandang pengalaman sebagai pemenang desain sepatu. TSAR Asia SDN BHD cukup percaya diri untuk membidik segmen market kelas high end untuk produk mereka.  Mereka tawarkan konsep waralaba butik di mal-mall kelas atas bagi produk mereka.  Produk merekapun dibuat dengan kualitas tinggi dan konsep material lokal disertai dengan desain yang limited.  Hampir sama dengan TSAR, SOMETIME adalah merek tas wanita untuk kelas menengah dengan konsep yang unik.  Dengan menggandeng beberapa designer terkenal tiap zona/negara mereka menciptakan tas SOMETIME  dibawah naungan Brosis Platform yang mencantumkan label perancangnya.  Satu upaya yang jitu untuk lebih mempercepat awareness produk mereka di pasaran internasional.  Sebagai salespun 2 anak muda yang duduk dihadapan saya merupakan satu satunya menggunakan laptop sebagai alat bantu memperkenalkan produknya.

Satu seller cukup membuat saya tertarik.  Seorang ibu yang cukup energik, berbicara layaknya ibu-ibu yang supel.  Sepintas tidak terlihat bahwa beliaulah yang menggawangi pabrik pembuatan spidol yang tidak kering selama 6 jam dengan merk “KEDIDI” dibawah usaha Global Factor SDN BHD. Usaha ini tidak saja menunjukkan sesuatu yang inovatif dalam hal tinta, namun juga pernik aksesoris mata spidol yang bisa di ganti dan desain botol tinta yang cukup terkonsep.  Pun ditambah dengan jiwa entrepreneur yang sangat menonjol yang dipunyainya.  Saya hanya merasa bahwa malaysia cukup beruntung mempunyai SDM sedemikian bagus.

Sisa seller yang saya temui. 1 perusahaan mengundurkan diri karena adanya bentrok acara dan 2 lainnya hanya bertemu saya sekejap.  1 diantaranya karena mempunyai wilayah produksi di Tangerang (Sweet Tape Enterprise SDN BHD) sehingga cukuplah bila order tak perlu kontak head mereka di Malaysia.  Ini adalah perusahaan Tape perekat dan pita print. sementara satu lagi event organizer  Ariansoft Ads + events yang mencari market untuk event mereka berupa bazar terbesar didunia yang akan diadakan di Putrajaya.

Ternyata selain beberape perusahaan yang telah terdaftar dimungkinkan pula ada perusahaan yang walk in  untuk menemuin kami.  2 perusahaan yaitu sama sama di bidang IT.  Software edukasi dan software press conference  dari Jerman, Bravis.  Dari semua seller yang saya jumpai hari ini , hanya Bravis yang pertama menghubungi saya melalui email untuk keep contak dan menjajaki peluang bisnis hingga beberapa kali.    Saya langkah yang patut di tiru sebenarnya.

Tak dapat dipungkiri bahwa event ini sangat potensial.  Tak heran juga bil banyak pihak yang ingin memanfaatkan event ini sebaliknya. Yaitu menjadi seller disaat posisinya seharusnya menjadi buyer.  Namun mengingat event ini merupakan event undangan internasional dimana tidak saja nama perusahaan yang di bawa namun juga nama bangsa yang disematkan.  Hendaknya undangan bisa menempatkan diri serta mampu mencari waktu lain untuk membuka peluangnya.  Masih banyak waktu yang bisa diusahakan untuk menjalin kerjasama diluar waktu yang satu hari ini.

Saya segera mengambil bus pertama untuk kembali ke hotel.  Semakin lambat kepulangan resiko terjebak macet berkepanjangan akan menjadi ketidak nyamanan yang harus diterima.  Terlebih hampir setiap sore tak ada waktu tanpa guyuran hujan.  Sementara di sisi lain saya mesti harus mengurus akomodasi hotel yang belum beres hingga kemarin.  Entah ini kesalahan panitia malaysia atau jakarta namun saya percaya bahwa kami akan bisa stay sesuai dengan schedule yang ditetapkan.  Sekali lagi profesionalisme event menjadi taruhannya.

Sayangnya konfirmasi dengan malaysia baru akan saya dapatkan pukul 10 malam.  Waktu yang cukup lama untuk menunggu.  Saya mencoba jalan di seputar hotel hingga bukit bintang yang berjarak antara 1-2 KM. Dalam hati saya hanya berkata,  KL tumbuh lebih tertata dan lebih modern dan Jakarta harus berani mengakui.  Kota ini lebih manusiawi.

Learning INTRADE hari ke 2 ini adalah:

  1. Berperanlah sesuai dengan rule untuk event buyer meeting. Do dan don’t harus benar kita pegang mengingat event ini bukan hanya membawa nama peruahaan namun juga negara.
  2. Persiapkan semua detail dan info calon seller anda dan siapkan pula marketing tools anda untuk memudahkan serta mempersingkat waktu
  3. Buka semua peluang opportunity bagi ada yang belum spesific mencari produk namun selektiflah bagi anda yang telah mampu menngunakan event ini untuk mencari produck spesifik anda.
  4. Bersikaplah profesional, kooperatif dan kuasai dasar dasar negosiasi dan selling.
  5. Tepat waktu dan jangan biarkan semua out of schedule
  6. Bekerjasamalah dengan panitia untuk memastikan jadwal anda tepat dan mperoleh kepastian kehadiran seller.
  7. Pastikan anda telah mengisi evaluation form yang di awal event telah dibagikan
  8. Bila ingin menjadi seller berpartisipasilah dalah exhibition, event ini lebih tepat daripada mengikuti buyer meeting.

(bersambung)

Continue Reading