image
image
Archieves under: Business Strategic

Si Aspal Yang Merajalela

October 22nd, 2009

Di satu kondisi Kadang muncul adanya keterbatasan untuk memesan barang dan mengirimkannya dengan cepat dari supplier langganan membuat Mr Copy secepatnya memenuhi dengan mengambil barang dari reseller yang berada di Benhil. Toner salah satunya. Berhubung Printer HP lama kami tak memiliki fasilitas indikator ketersediaan toner dalam printer mau tak mau seringkali kami gambling untuk menebak kapan habisnya. Harga toner asli yang terpatok dalam dolar mau tak mau harus jadi pertimbangan tersendiri saat haru melakukan pergantian. Sengaja kami menolak tawaran untuk menggunakan toner bekas/refill mengingat hasil yang diperoleh amatlah dibawah qualitas yang kami harapkan, selain kerugian lain yaitu berupa borosnya material dan waktu akibat cetak ulang karena hasil printing yang tidak bisa seragam. Kami tak mau resiko ini justru berakibat pada loyalitas pelanggan kami.

Awal Ramadhan kemarin dalam kondisi urgent kami secara terpaksa kembali membeli toner pada reseller di daerah Benhill. Harga $65 yang dipatok memang jauh lebih tinggi dari supplier kami namun dalam kondisi urgent segala pemakluman menjadi suatu yang shah. Saat mencoba menge-print dua hari setelahnya saya menemukan kejanggalan. Kualitas tak seperti yang saya harapkan. Sayapun segera melakukan crossceck pada graphic designer saya yang memberi jawaban yang sama tak memuaskannya atas hasil printing. [……..]

No Comments » | Read on »

Gelontor Terus

July 19th, 2007

Satu kali saat rumah saya pindah saya selalu menemukan selebaran di depan carpot. Entah itu diselipkan dipagar, ditempel dengan sticker ataupun sekedar dilemparkan. Saya hanya melihat sepintas. Beberapa selebaran berupa kataloc yang cukup bagus pencetakannya dikirim berbungkuskan plastik dan jelas untuk siapa tertujunya. Lainnya berupa selebaran copian di kertas warna dan selebihnya dicetak ofset 1 warna dengan kertas karton. Semula saya memandang sekilas dan selanjutnya tempat sampah adalah tujuan saya. Membuangnya. Brosur delivery makanan, catering, service peralatan rumah tangga, les private dan lain-lainnya sama sekali tak saya butuhkan. Wajar bila saya membuangnya. Hampir setahun saya menghuni rumah itu dan tak pernah surut brosur-brosur itu berdatangan dengan cara yang sama. Diselipkan dipagar, ditempel dengan sticker atau kadang sekedar dilemparkan. Saya pun tetap melakukan ritual lama saya. Membuangnya!

Satu ketika pompa jet pump saya rusak tanpa sebab. Meski ada air PDAM tak urung kami sekeluarga kelabakan juga. Logikanya harus dihadirkan seorang teknisi servise dengan segera, tapi dimana mendapatkannya dengan cepat? Prakteknya tak mudah untuk mendapatkan seorang teknisi disaat darurat begini. Selain tak pernah menggunakan jasa seperti ini, sayapun tak ada acuan informasi yang tepat di mana mendapatkannya. Saya hanya bisa berandai-andai bila ada informasi saat itu alangkah asangat menolong. Pikiran saya langsung teringat dengan brosur-brosur yang sering terserak di carpot dan berakhir di tempat sampah. Belajar dari pengalaman itu kini sering mensortir brosur-brosur yang masuk carpot saya. Sekiranya saya belum punya brosur itu meski jasa layanan yang diberikan belum tentu saya butuhkan akan saya simpan. Saya hanya berfikir untuk “jaga-jaga”. Dalam keseharian sebenarnya tak banyak keluarga yang punya pengalaman yang berbeda dengan saya. Pada umumnya mereka sama, merasa perlu akan brosur-brosur itu disaat dibutuhkan. Disaat kepepet! […….]

10 Comments; | Read on »

Keamanan & Kenyamanan, Haruskah Kontra?

June 27th, 2007

Seharusnya patut dikeluhkan. Dan saya pun patut mengeluh. Dampak dari aksi terorisme bukanlah sekedar dampak perih yang disandang oleh keluarga korban bom Mariot, bom Bali, Kerusuhan Poso atau berbagai kejadian memprihatinkan lainnya. Dampak itu telah merembes bagai air yang tak dapat dicegah. Ambil hitungan. Travel warning pernah diterapkan beberapa negara bagi warganya yang akan mengunjungi negara kita, dampaknya sektor pariwisata terpukul dan terkapar. Keberadaan saudara-saudara kita diluar mulai diintimidasi, dampaknya nama kita tercoreng dalam pergaulan sosial dunia. Bahkan kitapun sudah tidak nyaman lagi untuk mengunjungi tempat-tempat publik dan perkantoran karena harus rela untuk “digeledah”! Tak terbayang bukan bahwa korelasi tindakan akan sedemikian menglobal dan merambah semua sektor.

Wokshop kerja saya bertempat di publick space sebuah gedung yang tiap kali masuk harus melewati gerbang pemeriksaan baik itu untuk pejalan kaki maupun yang berkendaraan. Penjagaan yang sebelumnya hanya mengamati kini sudah diwajibkan untuk menggeledah meski kadang hanya di longok semenjak aksi terorisme mewabah beberapa tahun lalu. Jauh dalam hati saya memaklumi keadaan ini. toh hasilnyapun untuk kepentingan bersama dan saya masih bersyukur beberapa konsumen saya yang berada di luar komplek gedung masih loyal untuk mampir. Kebetulan sekali lokasi komplek gedung itu merupakan penghubung antara jalan Benhill dengan jalan jendral Sudirman. […….]

2 Comments; | Read on »

About Me



About Mine

    RSS SamRoads [Life Style]

    • MHI Tennis 11th Anniversary: Bukan Komunitas Biasa
      Lewat sudah 1 dekade perjalanan komunitas MHI tennis. Satu komunitas yang mempunyai visi menghimpun semua pecinta tennis dalam satu sessi latihan tennis bersama yang bermoto akrab, sehat dan fun.  Perjalanan panjang ini telah bermuara pada perbaikan system organisasi baik itu pengelolaan keuangan, administrasi data hingga pendaftaran. Meskipun beberapa hal ini telah mapan untuk dikelola namun […]
    • Pelajaran Pasca Tergelincirnya Batik Air ID 6380
      Pepatah yang mengatakan “belajarlah dari kesalahan” bisa jadi adalah pepatah yang salah! Bila kita mencerna kenyataannya kenapa kita tak belajar tentang hal benar?.  Karena seringnya kita belajar dari kesalahan kita malah ahli dalam berbuat salah. Kembali mengulang kesalahan dan kembali kita memberikan statement “kita belajar dari kesalahan”.  Memang pembelajaran adalah satu proses sepanjang hidup kita.  […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba-laba. Permadani hijau bergambar kubah
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah sekian lama, akhirnya kau berbagi tentang

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category




Recently Writing

My Twitter



Translate



Recent Comments

  1. annas: Minggu ini rombongan intrade 2013 dari TDA juga sudah merapat di KL. semoga teman-teman mendapat inspirasi dan...
  2. Bhayu MH: Assalamu’alaikum Pak Sam, Mohon izin mengungkapkan kekaguman dalam artikel:...
  3. pegy: Kalo sy ingin jd tamu bisa??? Tq
  4. beni: yaa., bener banget tuh boss… :D
  5. acep: setuju mas,, lanjutkan
  6. acep: nice info mas,,
  7. acep: thank mas ats infonya
  8. acep: thank atas tips nya mas,,. salam kenal
  9. acep: nice grop mas,, semoga sukses
  10. acep: thank infonya kang
  11. acep: ibu Mooryawati memang tokoh yang patut jadi teladan,,
  12. acep: semoga sukses anggota KMM 5,eksis terus,,dan tidak kalah dengan grup yang lain
  13. acep: meski saya bukan anggota dari keduanya, tapi enak juga nya mas kalo misalnya kita menjadi anggota TDA
  14. acep: thank mas atas infonya nice articel,,

Socialite


I am:

Be Samyono 'Sam'

Create Your Badge
  1. Pagerank:
    2/10
  2. Technorati Rank: -1
  3. Alexa Rank: 1,530,355
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestmail

Visitor:

  • 1 currently online
  • 396860 total visitors