
February 3rd, 2010
Bukan kata yang mendramatisir bila kini saya katakan bahwa pendidikan menjadi satu barang mewah di negeri ini yang berusaha digapai oleh banyak orang tua murid. Untuk bisa bersekolah bermutu, kepandaian saja tidaklah cukup dimiliki seorang siswa, perlu limpahan materi untuk bisa “ditukar” dengan ilmu yang dia inginkan. Hingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi siswa tak pandai dan miskin. Tersingkirkan?. Pendidikan adalah hak anak negri untuk memperolehnya, dan bila negara mampu mendidik anak negeri dengan system pengajaran yang tepat dan terjangkau. Tak terkira limpahan human capital yang kita punyai dan tak terkira kesejahteraan yang bakal kita nikmati. Namun sayangnya itu masih mimpi, kenyataannya dunia pendidikan masih mendiskriminasikan mereka yang tak mampu baik secara finacial ataupun kepandaian. komersialisasi pendidikan tidak saja melahirkan generasi yang timpang tapi juga pendegradasian moral yang akut.

Saya setuju dengan tulisan rekan Wahyu B. Hanggono, seorang pengamat pendidikan Indonesia yang tajam mengatakan “fakta bahwa pendidikan di Indonesia masih terpaku pada birokrasi, legalisasi dan indoktrinasi program dan kurikulum. anak-anak diarahkan menjadi produk yang sama, potensi dan jiwa anak sama sekali tidak dihargai. [.......]
1 Comment » | Read on »

December 23rd, 2009
Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis. Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya. Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.

Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma. Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan. Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting. Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk. Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional [.......]
2 Comments; | Read on »

December 10th, 2009
Cipta Collection (CC) merupakan anak perusahaan Cipta Baru. Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha ini melebarkan sayapnya di bidang garmen. Usaha yang dimulai di awal pertengahan tahun 2008 ini diteruskan pada: Sumas Kurniawan sebagai generasi berikutnya. Langkah ini cukup tepat dilakukan mengingat selama ini pengelolaan bisnis hanya dijalankan oleh orang kepercayaan tanpa satu pengawasan. Dibangun dengan modal investasi 85 juta dan menempati pabrik milik sendiri seluas lebih dari 162 M2 usaha ini mulai menunjukkan kemajuan. Beberapa merk besar mulai mempercayakan Cipta Collection untuk mengerjakan ordernya seperti Sophie martin dan Nevada. Keunggulan yang dimiliki usaha ini diantaranya adalah telah dimilikinya badan hukum hingga memudahkan untuk mendapatkan oder dan keberadaan pabrik milik sendiri. Namun demikian beberapa kendala masih dimiliki usaha ini diantaranya adalah ketergantungan usaha pada pasokan listrik PLN yang masih seringkali padam, sistem manajemen yang belum terimplementasi serta masih banyaknya skill yang harus ditingkatkan untuk menghindari cacat produksi.

Keinginan Cipta Collection guna memposisikan usahanya sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk dan jasa dengan kualitas no.1 sesuai dengan kebutuhan pembeli cukup mempunyai potensi. Selain sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok perkembangan fashionpun makin marak belakangan ini. Tinggal bagaimana upaya perusahaan untuk bisa menggelontor pasar dengan merk baru atau bagaimana perusahaan mendapatkan order dari merk-merk yang sudah establish. karena bila ditilik dari dukungan mesin, Cipta Collection cukup mumpuni untuk mengerjakan order besar. Tercatat Cipta Collection mempunyai: 7 mesin jahit, 3 mesin obras, 2 mesin kam dan 2 mesin gosok. Tenaga kerja yang diperkerjakan mencapai 10-an orang. [.......]
No Comments » | Read on »

November 12th, 2009
Tak disangkal keberadaan internet menjadi satu kemudahan bagi produsen untuk menjangkau konsumennya guna mengkomunikasikan produk. Tinggalkan era berbudget tinggi dan tidak langsung menjangkau target market dalam mengirimkan fax, brosur atau surat. Karena Internet memungkinkan kita menggunakan email yang tidak saja memberi kemudahan dan biaya rendah yang diperoleh, namun juga bisalangsung menjangkau sasaran dan penghematan waktu. Maraknya fenomena Facebook pun menciptakan media tersendiri bagi produsen untuk menempatkan media promosi di jejaring sosial ini. Mulai dari hal sederhana untuk memakai accout pribadi menjadi account bisnis atau produk, menciptakan halaman groups produk hingga mengembangkan fanspage. pasar facebook indonesia yang menempati no 7 didunia menciptakan populasi tersendiri bagi penetrasi produk. siapa yang tak tergiur.

Sedikit menempatkan diri pada kursi yang berbeda dari kursi Produsen, sebagai konsumen sayapun merasakan manfaat berlebih dari adanya internet ini. Produk-produk bisa saya cari, dapatkan dan bandingkan dengan cepat secara online. Pencarian sayapun tak terbatasi oleh wilayah dan waktu lagi. Bahkan menariknya saya pun bisa memperoleh info mengenai produk dari berbagai testimoni atau pendapat orang melalui forum sehingga demikian jelas bagaimana fitur produk tersebut bisa memnuhi kebutuhan dan keinginan saya. Taruh kata: dunia di genggaman saya! [.......]
6 Comments; | Read on »

November 4th, 2009
Fenomena jejaring social sedikit banyak bisa kita kata sebagai wabah. Tak kurang banyak orang menanyakan kepemilikan facebook dalam pergaulan. Seakan tak afdol bila belum mempunyai ‘KTP’ di jaringan maya ini. Semua orang terasa demam untuk berlomba menyosialisasikan dirinya. Sebagai bentuk dari mikroblogging, facebook dirasa sangat instant dan tepat bagi budaya kita yang suka nimbrung bahkan ‘bergosip’, dan meluapkan keramahan. Bentuk yang lebih cepat mendapat reaksi daripada era blog yang dulu memang sempat mewabah. Bandingkan dengan blog yang kita harus lebih dahulu melakukan blog walking untuk menyosialisasikan diri bahkan juga untuk memberi komentar. Namun disini facebook tidak. Jaringan kita akan segera terbentuk dengan cepat begitu kita terhubung dengan sesama member, secepat komentar pada status yang kita update. Inilah istantnya.

Bahkan beberapa fungsi milist, mini blog, foto & video sharing bahkan agenda telah lengkap menghuni fitur Facebook. Bagaimana kita tidak tergiur dan tergila gila. Bahkan semua handphone terbaru belakangan ini tidak menonjolkan kata “akses Internet” untuk menunjukkan fitur internet yang dibenamkan dalam produknya. Tapi justru kata “Bisa Facebook-an!” lebih mempunya daya jual.[.......]
3 Comments; | Read on »
« Previous Page