
April 23rd, 2010
Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul. Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI. seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan Pak Hario berkumpul. Apalagi kalau bukan padatnya info yang saling ditukarkan para jago-jago ini (saya sebut jago karena KMM ini memang semuanya jago -tidak ada wanitanya sama sekali), alhasil pertemuan 2 jam selalu ludes dengan efektif dan efisien. Bisa jadi bagi kami anggota KMM 5 pertemuan ini selalu menjadi persinggahan yang asyik selama masa jeda berbisnis. Maklum KMM ini selalu diadakan di siang hari. Di jam kerja. Jadi bukan hal yang luar biasa bila tempat pertemuan berubah-ubah dalam waktu singkat, bahkan anggota yang datangpun kebanyak dari menyisihkan waktu jeda diantara bisnisnya. Inilah luarbiasanya.

Pak Khidir sebagai Learder in charge ditengah jeda bisnisnya membagikan kiat terkini dari berbisnis online. Kompetensi Pak Khidir sangat mumpuni di bidang ini. Melalui Flipze beliau mengedepankan layanan internet marketing strategi dengan penekanan jaminan untuk menaikkan page rank sebuah website di halaman 1 sepanjang tahun. Dan Pak Khidir telah mampu membuktikan performancenya di bidang ini. Berdiskusi selama 1 setengah jam dengan beliau dan rekan-rekan KMM 5 yang saling melengkapi begitu banyak kiat smart berbisnis online yang bisa dibahas. Dan saya menggaris bawahinya sebagai berikut: [.......]
7 Comments; | Read on »

April 10th, 2010
Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat “markas” TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal. Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur. Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan efek positif pagi itu. Ini kali kedua TDA Jaksel menyelenggarakan kelas edukasi internal sebagai pendalaman level Kelompok Mastermind. Mengambil tajuk Key Performance Indicator dengan penyaji Pak Tjarlie Suhendra, permasalahan workbook sebagai guiding bisnis akan dikupas tuntas untuk memantau key performance usaha kita. Bergilir 15-an rekan hadir dan mulai membarakan semangat berinvestasi dalam hal knowledge.

Tidak ada bisnis yang jalan di tempat. Karena hanya ada bisnis yang maju ataupun mundur. Permasalahannya bagaimana kita mengetahui posisi keberadaan bisnis kita bila kita tidak meletakkan instrument guna menilai, mengevaluasi dan mengukurnya. Seringkali bisnis berjalan baik-baik saja karena mata kita tak pernah mampu melihat lingkungan internal maupun eksternal kita. Lingkup kenyamanan membuat kita lupa untuk mengukur dimana posisi bisnis kita atau malahan lupa untuk membawa kemana sebenarnya bisnis kita ini diarahkan. Hingga bisa jadi saat kita berfikir bisnis kita jalan ditempat sebenarnya kita sudah jauh tertinggal karena competitor kita telah berlari. Balance Score Card merupakan salah satu instrument yang bisa digunakan sebagai kompas guna memberikan evaluasi dan penilaian atas perjalanan bisnis kita.[.......]
2 Comments; | Read on »

March 18th, 2010
Kehadiran Pak Taufan yang lama menghilang dari KMM 5 terobati hari ini, beliau datang hampir bersamaaan dengan saya yang datang kepagian. Pertemuan yang sedianya bertempat di pizza hut TIS Square Tebet ternyata harus dipindahkan ke Citrus Cafe begitu kami lengkap berlima hanya karena kami sama-sama tak terbiasa dengan lidah Italia. Pak Idham sebagai leader in charge hari ini membuka pertemuan dengan diskusi mengenai arah pengembangan suatu bisnis secara vertikal maupun horisontal. Pak Hario, Pak hendra, Pak taufan dan sayapun segera saling bersahut untuk mendiskusikannya.

Bisa ditebak kami dalam berbisnis lebih banyak melakukan strategi vertical saat pengembangan usaha diperlukan. Strategi bisnis dari hulu ke hilir dirasa paling tepat bagi pengembangan bisnis mengingat resiko yang kecil karena bisnis bersandar pada core competensi mula yang sudah berjalan dan teruji. Disamping itupun pemanfaatan sumber daya dan faktor faktor produksi yang telah ada bisa dimaksimalkan [.......]
No Comments » | Read on »

March 10th, 2010
Mata kuliah Proyek Bisnis 1 merupakan matakuliah yang diberikan pada semester 4 dengan beban 4 SKS pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaan UAI. Bahasan dalam matakuliah ini menitik beratkan pada pembekalan bagi mahasiswa untuk bisa merencanakan start up bisnis, motivasi bisnis serta berbagai paparan mengenai praktek bisnis secara real. Sementara itu hasil akhir yang ingin diperoleh adalah:

1. Mahasiswa mampu untuk merintis suatu usaha mulai dari proses perencanaan hingga realisasi bisnis.
2. Mahasiswa mampu dan peka untuk merencanakan mimpi bisnisnya menjadi realitas melalui proses-proses yang terstruktur dan comprehensive.
3. Mahasiswa mampu untuk melihat peluang baik secara internal maupun ekternal dirinya dalam berbisani
4. Mahasiswa mampu untuk meneruskan bisnis hingga jenjang PB 2. [.......]
No Comments » | Read on »

March 9th, 2010
Mata kuliah Study Kelayakan Bisnis merupakan matakuliah yang diberikan pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaaan UAI pada semester 6 dengan jumlah 4 SKS. Dalam mata kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan konten studi kelayakan bisnis baik secara teori maupun praktek penulisan pelaporannya. Penitik beratan matakuliah ini diletakkan pada bagaimana mahasiswa bisa membuat perencanaan bisnis sekaligus melakukan analisa kelayakan atas perencanaan tersebut. Hasil akhir yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah:

1. Mahasiswa mampu untuk membuat perencanaan usaha yang prospektif dan mempunyai daya saing
2. Mahasiswa mampu untuk menyusun sendiri perencanaan bisnis yang sesuai tujuannya secara efektif, efisien dan menarik
3. Mahasiswa mampu untuk mengevaluasi / menganalisis suatu proyek untuk mengetahui layak tidaknya proyek tersebut untuk dieksekusi.
4. Mahasiswa mampu untuk memanfaatkan studi kelayakan bisnis proyeknya untuk diterapkan dalam bisnis real [.......]
No Comments » | Read on »
« Previous Page