
March 10th, 2010
Mata kuliah Proyek Bisnis 1 merupakan matakuliah yang diberikan pada semester 4 dengan beban 4 SKS pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaan UAI. Bahasan dalam matakuliah ini menitik beratkan pada pembekalan bagi mahasiswa untuk bisa merencanakan start up bisnis, motivasi bisnis serta berbagai paparan mengenai praktek bisnis secara real. Sementara itu hasil akhir yang ingin diperoleh adalah:

1. Mahasiswa mampu untuk merintis suatu usaha mulai dari proses perencanaan hingga realisasi bisnis.
2. Mahasiswa mampu dan peka untuk merencanakan mimpi bisnisnya menjadi realitas melalui proses-proses yang terstruktur dan comprehensive.
3. Mahasiswa mampu untuk melihat peluang baik secara internal maupun ekternal dirinya dalam berbisani
4. Mahasiswa mampu untuk meneruskan bisnis hingga jenjang PB 2. [.......]
No Comments » | Read on »

March 9th, 2010
Mata kuliah Study Kelayakan Bisnis merupakan matakuliah yang diberikan pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaaan UAI pada semester 6 dengan jumlah 4 SKS. Dalam mata kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan konten studi kelayakan bisnis baik secara teori maupun praktek penulisan pelaporannya. Penitik beratan matakuliah ini diletakkan pada bagaimana mahasiswa bisa membuat perencanaan bisnis sekaligus melakukan analisa kelayakan atas perencanaan tersebut. Hasil akhir yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah:

1. Mahasiswa mampu untuk membuat perencanaan usaha yang prospektif dan mempunyai daya saing
2. Mahasiswa mampu untuk menyusun sendiri perencanaan bisnis yang sesuai tujuannya secara efektif, efisien dan menarik
3. Mahasiswa mampu untuk mengevaluasi / menganalisis suatu proyek untuk mengetahui layak tidaknya proyek tersebut untuk dieksekusi.
4. Mahasiswa mampu untuk memanfaatkan studi kelayakan bisnis proyeknya untuk diterapkan dalam bisnis real [.......]
No Comments » | Read on »

February 3rd, 2010
Bukan kata yang mendramatisir bila kini saya katakan bahwa pendidikan menjadi satu barang mewah di negeri ini yang berusaha digapai oleh banyak orang tua murid. Untuk bisa bersekolah bermutu, kepandaian saja tidaklah cukup dimiliki seorang siswa, perlu limpahan materi untuk bisa “ditukar” dengan ilmu yang dia inginkan. Hingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi siswa tak pandai dan miskin. Tersingkirkan?. Pendidikan adalah hak anak negri untuk memperolehnya, dan bila negara mampu mendidik anak negeri dengan system pengajaran yang tepat dan terjangkau. Tak terkira limpahan human capital yang kita punyai dan tak terkira kesejahteraan yang bakal kita nikmati. Namun sayangnya itu masih mimpi, kenyataannya dunia pendidikan masih mendiskriminasikan mereka yang tak mampu baik secara finacial ataupun kepandaian. komersialisasi pendidikan tidak saja melahirkan generasi yang timpang tapi juga pendegradasian moral yang akut.

Saya setuju dengan tulisan rekan Wahyu B. Hanggono, seorang pengamat pendidikan Indonesia yang tajam mengatakan “fakta bahwa pendidikan di Indonesia masih terpaku pada birokrasi, legalisasi dan indoktrinasi program dan kurikulum. anak-anak diarahkan menjadi produk yang sama, potensi dan jiwa anak sama sekali tidak dihargai. [.......]
1 Comment » | Read on »

December 23rd, 2009
Hari ini saya mencoba membangunkan diri saya yang mestilah telah tersadar hari minggu lalu saat hasil raker TDA Jaksel tersampaikan lewat Milis. Tapi saya tak dapat beranjak karena saya masih dikerjar mimpi date line giatan kampus dalam menyiapkan mahasiswa saya launching bisnisnya. Juga saya masih dipenuhi dengkuran keriuhan komunitas tenis saya dalam menyiapkan pendaftaran anggota baru dan kegiatan Charitynya di sebuah panti asuhan bulan depan.

Semangat untuk kembali melakukan action dan berorganisasi dalam tubuh TDA Jaksel sepertinya terbarakan dalam raker sabtu lalu di kediaman Ibu Salma. Tidak saja kegiatan rutin dan media komunikasi yang menjadi bahasan. Pembentukan kepengurusan pun menjadi agenda penting. Sebagai organisasi yang menjadi tumpuan kegiatan rekan-rekan TDA di wilayah Jakarta selatan memang sudah waktunya kepengurusan dibentuk. Tidak saja agar system organisasi bisa terbentuk dan digerakkan hingga memekarkan kinerja yang produktif namun juga sudah saatnya organisasi yang makin besar ini bisa mengelola dirinya secara professional [.......]
2 Comments; | Read on »

December 10th, 2009
Cipta Collection (CC) merupakan anak perusahaan Cipta Baru. Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha ini melebarkan sayapnya di bidang garmen. Usaha yang dimulai di awal pertengahan tahun 2008 ini diteruskan pada: Sumas Kurniawan sebagai generasi berikutnya. Langkah ini cukup tepat dilakukan mengingat selama ini pengelolaan bisnis hanya dijalankan oleh orang kepercayaan tanpa satu pengawasan. Dibangun dengan modal investasi 85 juta dan menempati pabrik milik sendiri seluas lebih dari 162 M2 usaha ini mulai menunjukkan kemajuan. Beberapa merk besar mulai mempercayakan Cipta Collection untuk mengerjakan ordernya seperti Sophie martin dan Nevada. Keunggulan yang dimiliki usaha ini diantaranya adalah telah dimilikinya badan hukum hingga memudahkan untuk mendapatkan oder dan keberadaan pabrik milik sendiri. Namun demikian beberapa kendala masih dimiliki usaha ini diantaranya adalah ketergantungan usaha pada pasokan listrik PLN yang masih seringkali padam, sistem manajemen yang belum terimplementasi serta masih banyaknya skill yang harus ditingkatkan untuk menghindari cacat produksi.

Keinginan Cipta Collection guna memposisikan usahanya sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk dan jasa dengan kualitas no.1 sesuai dengan kebutuhan pembeli cukup mempunyai potensi. Selain sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok perkembangan fashionpun makin marak belakangan ini. Tinggal bagaimana upaya perusahaan untuk bisa menggelontor pasar dengan merk baru atau bagaimana perusahaan mendapatkan order dari merk-merk yang sudah establish. karena bila ditilik dari dukungan mesin, Cipta Collection cukup mumpuni untuk mengerjakan order besar. Tercatat Cipta Collection mempunyai: 7 mesin jahit, 3 mesin obras, 2 mesin kam dan 2 mesin gosok. Tenaga kerja yang diperkerjakan mencapai 10-an orang. [.......]
No Comments » | Read on »
« Previous Page