Suksesi TDA Jaksel

Be Samyono [11042013-14.06]

6 April 2013 lalu merupakan hari yang luar biasa bagi TDA Jaksel . Perayaan hajatan milad 6 TDA Jaksel di Oen Pao Kemang mengerucut dengan dipilihnya Ketua TDA Jaksel baru: Bpk Idham mashar dengan masa kepengurusan 2013-2015 (harapan biasa dipilih kembali).  Saat pemilihan kemarin banyak yang berkelakar bahwa hari itu saya sebagai Mantan Ketua TDA Jaksel (kepengurusan 2011-2013) sangat bahagia. Saya tidak menampik perasaan saya saat itu. Saya memang sangat amat bahagia sekali!

Namun bukan bahagia karena saya terlepas tanggung jawab sebagai ketua periode ke2 TDA Jaksel yang telah berakhir masa baktinya. Tidak sama sekali. 2 tahun saya mengawal TDA Jaksel bersama rekan-rekan pengurus. Menjadi “juru layanan masyarakat TDA jaksel merupakan pengalaman yang besar, tanggung jawab dan amanah yang membuat saya bangga dan sangat berhati hati menjaganya. Saya tidak bisa menggambarkan betapa besar rasa terima kasih saya diberi kesempatan untuk mengemban tanggung jawab mewujudkan sinergi dengan rekan rekan. Membangun kebersamaan, kemajuan serta merasakan kehangatan sebagai satu keluarga di setiap komunikasi dan event yang sama sama digelar. saya merasakan TDA Jaksel sebagai keluarga ke 2 saya. ini luar biasa sekali.

Dan kegembiraan saya kemarin terasa sangat bulat mengingat amanah yang telah diberikan selama 2 tahun ini telah mampu saya penuhi bersama rekan rekan pengurus (2011-2013) dalam meletakkan pondasi manajemen di TDA Jaksel serta menggulirkan berbagai kegiatan bersinergi baik dalam koridor bisnis ataupun sosial. Ditambah bahwa ternyata di TDA Jaksel telah lahir calon-calon ketua baru yang mumpuni yang menunjukkan bahwa kita tidak terjadi krisis kepemimpinan. menunjukkan kemapanan TDA Jaksel siapapun nanti orang yang akan memimpinnya. selamat kepada pak Idham yang terpilih dengan suara bulat. Mari bersama membangun TDA Jaksel dengan arahan kepemimpinan TDA pusat yang baru. Terlebih dihadiri oleh Bpk Presiden TDA Terpilih periode 2013-2015 Fauzi Rahmanto sebagai agenda “blusukan” pertamanya di TDA wilayah.  Menariknya Pak Fauzi rahmanto hadir juga di 2 tahun lalu saat Konggres Jaksel dimana saya terpilih menjadi ketuanya.

Akhir kata kembali saya ucapkan terima kasih atas 2 tahun yang penuh makna kolaboratif ini kepada BOD TDA Pusat pengurusan lama, Rekan-rekan ketua TDA wilayah dan rekan-rekan TDA Jaksel sendiri. Mohon berkenan maaf atas kesalahan ataupun kekhilafan selama 2 tahun layanan saya.

Terimakasih rekan rekan Jaksel atas suksesi yang luar biasa berbarengan dengan acara milad ke 6 tda Jaksel kemarin. salam sukses

salam
keteladanan~partisipasi ~inisiatif

Continue Reading

Sinergi Dari Sebuah KMM

Be Samyono [2906201211.11]

Saat memasuki Raker Kerja TDA 2012 Akhir April lalu di Jogjakarta dalam keterbatasan waktu saya dalam, saya memohon pemakluman menyerahkan perwakilan TDA Jaksel kepada mas Hendra Ardianto.  Saya mengupayakan untuk membuat laporan yang comprehensive sebagai bekal yang akan di presentasikan beliau. Saya cukup tertegun dengan angka yang saya peroleh di paruh  pertama masa kepengurusan saya bersama rekan-rekan sekarang.  Mengambil data dari bulan September 2011  terlihat bahwa jumlah anggota TDA Jaksel mengalami peningkatan significant hal ini terlihat dari jumlah milish groups meningkat: 26% , member group FB: 141%, Data valid member: 111%, anggota ber KTA TDA: 164%. Dibalik kegembiraan saya terselip kekuatiran yang harus segera dipecahkan.

Kekuatiran saya berpangkal pada kecilnya rasio kepengurusan TDA Jaksel.  Bila setahun yang lalu keberadaan 3 pengurus aktif dibantu dengan rekan-rekan partisipan dan senior masih memungkinkan untuk menggulirkan program kerja yang dibuat.  Namun menilik kondisi yang berkembang saat ini saya harus realistis mempertanyakan tingkat keberhasilannya.  Saya berkesimpulan bahwa bergulirnya kegiatan TDA Jaksel terutama kegiatan offline dengan menitik beratkan pengurus sebagai EO yang seperti terjadi sebelumnya, tidaklah efektif lagi.   Sangat tidak sehat.  Berkaca dari struktur perusahaan akan tidak mungkin bila manajemen hanya terisi di bagian puncaknya.  Opsi untuk keluar dari hal ini adalah menambah kepengurusan baru atau membentuk EO.  Alternatif pertama saya singkirkan.  Perombakan kepengurusan selain memakan waktu dan mengubah banyak hal yang bersifat administrasi seringkali gagal karena tidak banyak yang berorientasi action.  Saya pilih alternative ke pembentukan EO  selain bersifat team base, fleksible juga langsung bersifat action oriented.  Satu kesepakatan yang akhirnya dipilih oleh pengurus.

Azwa nufi, Bonnie Harumekso, Fadil Nurul Hasan, Fernandes Panji Anggoro, Muhammas Ikhsan, Tony Sudarmawan,  Deshinta Rahma, Indriawan Teguh dan beberapa rekan yang tergabung dalam KMM S3 TDA Jaksel adalah nama-nama yang belakangan sering disebut di TDA Jaksel.  Seperti melakukan pukulan home run, tak pernah jeda KMM ini menggelar pertemuannya per 2 minggu sekali.  Salut saya bertambah karena  KMM ini mampu untuk secara mandiri menggulirkan KMMnya dengan keragaman kegiatan yang mereka ciptakan sendiri.  Tanpa bimbingan intensive dari pengurus.  Tidak berhenti disitu. KMM S3 ternyata mempunyai power yang luar biasa yang tak hanya menggerakkan mesin KMMnya namun juga mampu bersinergi dengan pengurus untuk menggulirkan roda kegiatan TDA Jaksel.  Kegiatan real yang bias bersama dinikmati oleh seluruh member TDA Jaksel.

Event Business Sharing industry jasa bersama pak Henry Prakoso dan Sales Communication Selling bersama pak Josh Lie yang digelar Juni 2012 lalu adalah tantangan pengurus yang bisa diwujudkan KMM S3 menjadi aktivitas real.  Hasilnya tidak mengecewakan. Setiap event terlihat bahwa kapasitas TDA center selalu penuh.  Bahkan di event terakhir sinergi dengan pihak sponsor bisa digulirkan. Sedikit banyak pengalaman ini dijadikan model oleh KMM S3 yang secara tidak langsung bisa menjadi EO bagi komunitas ini.

Saya melihat ini satu kolaborasi yang menarik, mutualisme dan sehat seperti yang bersama direncanakan.  Meski baru dibentuk melalui kaderisasi KMM/KMB tahap ke dua dua bulan lalu namun result yang di peroleh sedemikian tepat.  Setidaknya saya melihat beberapa hal positif yang dimiliki KMM ini sehingga mampu memberikan hasil positif bagi KMM juga komunitasnya:

  • Visi & Need yang sama:

Tak sipungkiri bahwa kebutuhan yang sama untuk berkomunitas dan visi yang sama untuk melakukan sesuatu di komunitas tersebut adalah kunci awal adanya loyalitas member untuk saling membahu memenuhi kebutuhan dan mengimplementasi visi-visi yang mereka bangun.

  • Homogenitas Anggota:

Kesamaan akan demografi serta level bisnis yang mereka jalankan memberikan benefit lain bagi KMM ini untuk beraktifitas.  Yang pada ujungnya akan menciptakan keterkaitan dan keeratan kerjasama.

  • Kebersamaan & Partisipasi

Kebersamaan yang melahirkan partisipasi jelas menjadi ciri khas KMM ini dan inilah yang memberikan point of benefit dimana pepatah ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul sekan menjadi moto mereka untuk bergerak.

Sejauh ini KMM S3 telah memberi contoh bagaimana mensinergikan bisnis, kegiatan komunitas dan cara untuk berbagi.  Saya yakin model ini bisa diadopsi KMM/KMB lain untuk menjadi solid atau paling tidak untuk  bisa bersama memaknai arti kata “Tangan Diatas”.  Yaitu tak sekedar mengejar tujuan akhir  menjadi tangan diatas bagi karyawan namun juga bagi  orang lain dalam arti luas.  Semananagt berkomunitas.

Continue Reading