image
image

Menggunakan Tools Yang Bernama System

February 24th, 2012

Be Samyono [20022012-23.24]

“Wah Selamat-selamat, welcome to the club” … Satu kebanggaan, ucapan selamat dan tepukan di pundak selalu kami berikan bagi rekan-rekan TDA Jaksel yang kebingungan.  Kebingungan karena bisnisnya memerlukan sentuhan-sentuhan baru agar bisa berjalan.  Kami sebut ini proses naik kelas.  Naik pada jenjang bisnis yang lebih tinggi.  Ketidak nyamanan pada zona bisnis yang telah ada menandakan adanya progres dan proses untuk tumbuh.  Dan ini pertanda hal yang positif dan patut untuk didukung.  Bagaimanapun menjalankan bisnis sama halnya menapak jenjang karir di satu perusahaan. Ada level-level yang harus didaki sesuai dengan tantangan bisnis, size bisnis, ataupun perkembangan bisnis itu sendiri.

Rupanya Komunitas TDA Jaksel tak ubahnya sebagai satu usaha atau perusahaan.  Dalam Komunitaspun ternyata sama ditemuai adanya tantangan dan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menjawab perkembangan yang muncul.  Ini jelas masuk dinalar.  Saat awal kepengurusan yang baru anggota lama tak lebih dari 20an orang baik yang aktif maupun tidak, keakraban dan saling tahu antar satu dan lainnya amat sangat kental.  Komunikasipun tidaklah sulit untuk dibangun.  Namun begitu anggota group mencapai 300-an orang, ini tantangan tersendiri bagi Komunitas untuk bisa menjalankan perannya secara maksimal.  Terlebih lagi bertambahnya jumlah anggota bukan berarti secara paralel bertambah pula jumlah pengurus yang ada.  Tidak sama sekali.  Bahkan bila dipilah pengurus yang ada sekarang bisa dihitung dengan sebelah jari tangan. Belum lagi bila dihitung keaktifannya atau dihitung siapa pengurus yang bertempat tinggal di Jakarta selatan. Bilangan jari kita akan segera berkurang.

Satu contoh bagaimana menanggapi pertanyaan sederhana: “Bagaimana menjadi anggota TDA jaksel?”  Mestinya ini merupakan pertanyaan yang biasa dan wajar. Namun apa yang terjadi bila kalimat tanya ini dilontarkan hampir setiap hari oleh beberapa orang berbeda dan ditambahkan lagi dengan beberapa pertanyaan lain yang terkait mengikutinya. Tentu bukan lagi sesuatu yang sederhana.  Perbedaan rasio pengurus dan calon anggota yang merupakan customer yang harus dilayani menambah peliknya permasalahan ini.

Mau tak mau, suka tak suka kami pengurus berada dalam zona yang tidak nyaman dan membutuhkan pemecahan masalah layaknya saat kami menjalankan usaha sendiri.  Bila di perusahaan permasalahan ini akan segera dilakuakan pemecahan bersama departemen terkain.  Di komunitaspun sama.  Pengurus berusaha menuntaskan permasalahan ini.  Dan dari beberapa kali pembicaraan akhirnya  kami sepakat bahwa dalam hal ini sebuah tool-lah yang kami butuhkan.  Dan tools itu adalah sebuah sistem.  Arti kamus mengatakan bahwa sistem adalah kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasimateri atau energi.  Tepatnya yang kami butuhkan disini adalah sistem informasi.  Sistem dimana semua orang bisa terinformasikan mengenai semua hal yang berkaitan dengan TDA Jaksel, mulai dari pendaftran, kegiatan, peluang, aturan hingga masalah charity.  Informasi yang menghindarkan informasi yang asimetris dan berulang karena pertanyaan-pertanyaan yang sama.

Disinilah rekan-rekan TDA jaksel mulai membangun sistem secara parsial yang pada akhirnya di hubungkan sehingga membentuk satu sistem informasi yang jelas.  Kongkritnya ada web, group, dan milist yang dibangun dan dilengkapi dengan informasi yang saling terhubung sehingga bila salah satu anggota sebagai contoh,  membutuhkan informasi tertentu maka semua informasi akan mudah tersedia dan bisa diakses dengan cepat.  Contoh kongkritnya bila ada yang bertanya soal  keikut sertaan di TDA Jaksel. Kami akan merujuk ke web untuk bisa masuk ke jalur komunikasi TDA Jaksel. Bila telah berada disana satu panduan akan diberikan untuk mengetahuai segala sesuatu mengenai TDA Jaksel.  Sistem ini walaupun sederhana namun memudahkan pengurus yang terbatas waktu dan tenaganya untuk memberikan informasi pada anggota.  Ini merupakan progres yang bagus bagi komunitas dan sama seperti membicarakan satu bisnis, komunitas ini sejauh ini telah menjejak level bisnis yang lebih tinggi.

Masalahnya muncul bila anggota atau calon anggota tidak terbiasa untuk MEMBACA INFORMASI.  Terbentur pada budaya bahwa anggota ingin dilayani secara personal.  Pengurus memilih untuk menghapus attitude ini.   Dengan sistem ini selain diupayakan untuk memberikan kemudahan secara swalayan juga didesain untuk mendorong member agar mempunyai budaya untuk mandiri dan aktif berpartisipasi.  Lebih jauh lagi mendorong member untuk mempunyai attitude wirausaha yang sebenarnya.  Bila di sisi lain ditemui  banyak orang yang tak nyaman dengan kondisi ini dan enggan untuk berada di TDA Jaksel.  Kembali pemikiran TDA Jaksel kedepannya menjadi titik berat.  Komunitas ini harus meninggalkan orientasi kuantitatif dan berfokus pada aspek kualitatif berupa pemberdayaan anggota.  Dan itu semua dimulai bila anggota mempunyai kesadaran sendiri untuk berorganisasi dan secara aktif memberikan kontribusi.  Setidaknya kemandirian yang ditawarkan sistem ini bisa menjadi screening komitmen bagi calon anggota yang akan masuk.  Padahal bila kita pikir perintah yang diberikan bagi Nabi kita pertamapun tak lain adalah untuk MEMBACA.  Wajar bila membaca menjadi satu acuan utama dalam berkomunitas bahkan dalam berbisnis.

Pembelajaran sederhana yang bisa kita petik disini adalah bagaimana antara bisnis dan komunitas bisa saling berkolaborasi dan berkontribusi, yang sering saya istilahkan dengan kata bersinergi.  Berkomunitas harus bisa menumbuhkan bisnis kita dan sebaliknya berbisnis harus bisa memberdayakan banyak hal melalui komunitas.  Keduanya mestinya bisa saling terjalin simbiosis mutualisme dan saling menumbuhkan.  Sesuatu yang salah bila saat kaki kita diantara keduanya namun kontribusi kita dalam berkomunitas dipertanyakan atau malah bisnis kita yang tidak bisa berjalan.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestmail

Filed under: Business Organization

Leave a Reply

(required)

(required)



7 + seven =

« - »

About Me



About Mine

    RSS SamRoads [Life Style]

    • MHI Tennis 11th Anniversary: Bukan Komunitas Biasa
      Lewat sudah 1 dekade perjalanan komunitas MHI tennis. Satu komunitas yang mempunyai visi menghimpun semua pecinta tennis dalam satu sessi latihan tennis bersama yang bermoto akrab, sehat dan fun.  Perjalanan panjang ini telah bermuara pada perbaikan system organisasi baik itu pengelolaan keuangan, administrasi data hingga pendaftaran. Meskipun beberapa hal ini telah mapan untuk dikelola namun […]
    • Pelajaran Pasca Tergelincirnya Batik Air ID 6380
      Pepatah yang mengatakan “belajarlah dari kesalahan” bisa jadi adalah pepatah yang salah! Bila kita mencerna kenyataannya kenapa kita tak belajar tentang hal benar?.  Karena seringnya kita belajar dari kesalahan kita malah ahli dalam berbuat salah. Kembali mengulang kesalahan dan kembali kita memberikan statement “kita belajar dari kesalahan”.  Memang pembelajaran adalah satu proses sepanjang hidup kita.  […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba-laba. Permadani hijau bergambar kubah
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah sekian lama, akhirnya kau berbagi tentang

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category




Recently Writing

My Twitter



Translate



Recent Comments

  1. annas: Minggu ini rombongan intrade 2013 dari TDA juga sudah merapat di KL. semoga teman-teman mendapat inspirasi dan...
  2. Bhayu MH: Assalamu’alaikum Pak Sam, Mohon izin mengungkapkan kekaguman dalam artikel:...
  3. pegy: Kalo sy ingin jd tamu bisa??? Tq
  4. beni: yaa., bener banget tuh boss… :D
  5. acep: setuju mas,, lanjutkan
  6. acep: nice info mas,,
  7. acep: thank mas ats infonya
  8. acep: thank atas tips nya mas,,. salam kenal
  9. acep: nice grop mas,, semoga sukses
  10. acep: thank infonya kang
  11. acep: ibu Mooryawati memang tokoh yang patut jadi teladan,,
  12. acep: semoga sukses anggota KMM 5,eksis terus,,dan tidak kalah dengan grup yang lain
  13. acep: meski saya bukan anggota dari keduanya, tapi enak juga nya mas kalo misalnya kita menjadi anggota TDA
  14. acep: thank mas atas infonya nice articel,,

Socialite


I am:

Be Samyono 'Sam'

Create Your Badge
  1. Pagerank:
    2/10
  2. Technorati Rank: -1
  3. Alexa Rank: 1,530,355
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestmail

Visitor:

  • 1 currently online
  • 409893 total visitors