image
image

Membangun KMB berbasis Coaching

February 21st, 2012

Be Samyono [05122011-17.41]

Terlihat satu pasangan tergelak tawa, yang lain begitu bersemangat saling tanya dan sebagian lainnya terlihat kebingungan dengan apa yang diperbuat.  Komentarpun bermunculan.  Mulai dari  kata sulit, bingung dengan pertanyaan yang akan dilempar hingga kesulitan untuk mengetahui permasalahan rekan pasangannya.  Itulah sekelumit gambaran yang terjadi  saat acara rutin pendalaman materi bagi ketua KMM dan KMB di TDA Jaksel.  Pak Idham Mashar sebagai pemangku divisi internal membuka dengan paparan yang cukup bagus mengenai “Coaching dalam Team” yang beliau dapat dari pertemuan KMB level 1.  Materi lebih mendalam beralih kepada saya untuk menularkan praktek coaching yang sebenarnya dan memberikan paparan yang lebih luas bagaimana coaching diterapkan.  Kebetulan Coaching Sertification pernah saya dapatkan hingga memudahkan delivery materi ini.  Saya pribadi mengemban satu misi untuk memberikan sentuhan yang lebih real kepada KMB di TDA Jakarta Selatan agar bisa berjalan dengan optimal, dan momentum ini sangat tepat untuk membangun KMB berbasis coaching.  Dan Bukan tanpa sebab rencana ini di gulirkan.

Pesat, itu kata yang tepat untuk menggambarkan proses pembentukan Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) di TDA Jaksel.  Belum lama setelah KMB menjadi program serentak di TDA, bulan Juli tahun lalu secara struktur dan materi TDA Jaksel telah siap menggulirkan Program KMB ini.  Tercatat hingga kini terdapat 5 KMB yang aktif mengadakan pertemuan tiap bulannya dengan anggota 5 orang.  Meski bisa dikatakan sayang sebenarnya, karena dalam perjalanan justru tidak semua anggota KMB yang terdaftar cukup bisa menjaga konsistensi dan spirit.  Sehingga hanya separuh dari keseluruhan anggota yang masih bertahan.

Bisa dikatakan KMB adalah kelompok advance dari KMM.  Adanya mentor sebagai pembeda memberikan jarak yang jauh atas output yang nantinya dihasilkan.  KMB menjauhkan kata “orang buta dituntun oleh si buta” yang lazim terjadi di KMM.  KMB sendiri mempunyai konsep yang menarik karena mentor terbagi atas level kelas yang didasarkan atas omset yang dihasilkan.  Konsep ini secara tak langsung memberikan kriteria akan pengalaman dan lingkup permasalahan tiap size bisnis tiap mentor sehingga sinergi antara mentor dan anggotanya bisa optimal.  Lebih besar lagi konsep ini akan menciptakan bola salju yang positif akan pertumbuhan bisnis dan tercetaknya regenerasi mentor yang berkesinambungan.

Bila ditanya kesiapan TDA Jaksel dalam menggulirkan program ini saya katakan sangat siap.  Betapa tidak jauh hari sebelumnya TDA Jaksel sudah mempunyai kurikulum sederhana dan buku panduan ber KMB. Pun demikian dengan proses recrutment serta pembekalan kepada para mentor level 2  yang akan berkiprah dilapangan.  Semua tak ada kendala.  Namun bila akhirnya sejauh ini pilot project pertama ini menemui kendala dilapangan disana sini. Evaluasi mutlak dilakukan.  Dan satu pembelajaran bahwa improvement dan pengayaan ide harus segera dilakukan.

Saya mencontohkan KMB yang saya bina dengan anggota 5 orang.  Tak satupun anggota yang mempunyai bisnis yang sama dengan saya, bisnis photocopy.  Artinya proses mentoring tak mungkin berjalan.  Karena menilik konsepnya mentoring adalah membagikan pengalaman serupa kepada pihak yang belum berpengalaman.  Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah pendekatan training.  Sayangnya keterbatasan waktu, perbedaan kebutuhan peserta juga kapabilitas mentor dalam memberikan semua aspek yang dibutuhkan dalam training mustahil bisa optimal diberikan.  Kembali batu masalah menjadi kendala.  Dan rupanya problem ini dialami oleh semua mentor yang terlibat. Beberapa mentor mencoba tetap pada metode training yang mereka kuasai dan selebihnya memberikan inspirasi dari pengalaman yang mereka punyai.

Satu  hal yang mencerahkan ketika saya mengikuti Coach Sertification dari IndoCoach yang merupakan sister company dari IndoNLP.  Saya seperti disadarkan dan ditarik kebelakang mengenai esensi dari pengembangan kapabilitas sumberdaya manusia ini yang sebenarnya mempunyai area, cara serta persyaratan tersendiri dalam mengoptimalkan.  Sederhananya bila kita bicara mengenai mentoring, training, consulting, konseling dan coaching kesemuanya mempunyai peran yang berbeda dalam pemberdayaan sumberdaya manusia.  Hingga bila hal ini ditarik untuk permasalahan KMB di TDA jaksel terlihat bahwa ada yang luput untuk dijadikan kejelasan dalam konsep KMB ini.  Selama ini tujuan KMB masih rancu apakah KMB akan diarahkan untuk menggurui usahawan pemula, memberikan pembekalan knowledge, menyadarkan akan pentingnya wirausaha, membereskan permasalahan mereka atau mem-booster bisnis  mereka.  Kesemuanya akan menjadi mudah bila ada satu tujuan yang kita canangkan dan bisa di tindaklanjuti dengan metode yang tepat.

Bila di cermati permasalahannya KMB yang mempunyai karakter akan heterogenitas usaha, adanya mentor yang tidak mempunyai usaha yang sama dengan anggota serta adanya target akan peningkatan usaha. Sudah pasti menilik kondisi ini, metode mentoring  yang selama ini dijalankan di TDA Jaksel harus di gantikan dengan adanya coaching.  Training bisa sesekali disisipkan sebagai pengkayaan ilmu. Coaching pada dasarnya merupakan upaya untuk bisa memberdayakan dan menggali potensi seseorang dengan dasar pertanyaan-pertanyaan.  Menariknya kita tak perlu tahu dan mengerti bisnis seseorang untuk bisa melakukan coaching.  Kuncinya kita bisa member arah hingga seseorang menemukan moment “AHA” nya dalam memecahkan suatu masalah.  Metode inilah yang di beberapa pertemuan terakhir mulai saya terapkan di KMB yang saya bina.  Bila ditanya hasilnya. Mungkin akan terlalu dini untuk di kabarkan. Namun efektifitas dalam penyampaian program jelas menunjukkan peningkatan dan perubahan. Disamping itu challenge yang dirasakan oleh anggota secara psikologis akan membuat mereka terpacu untuk mengikuti program ini hingga usai.  Karena tantangan diletakkan di tangan mereka.

Harapan besarnya metode ini tidak hanya membuat anggota KMB menemukan kegairahan dan dan cara yang tepat untuk mencapai goalnya.  Namun juga akan membangun satu pola pikir yang konstruktif dimana setiap anggota KMB akan mempunyai ketangguhan dalam menghadapi permasalahan bisnisnya sendiri dan bisa memecahkan masalahnya secara mandiri.  Karena itulah esensi dari output suatu Coaching yang sebenarnya.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestmail

Filed under: Business Organization

Leave a Reply

(required)

(required)



8 − = seven

« - »

About Me



About Mine

    RSS SamRoads [Life Style]

    • MHI Tennis 11th Anniversary: Bukan Komunitas Biasa
      Lewat sudah 1 dekade perjalanan komunitas MHI tennis. Satu komunitas yang mempunyai visi menghimpun semua pecinta tennis dalam satu sessi latihan tennis bersama yang bermoto akrab, sehat dan fun.  Perjalanan panjang ini telah bermuara pada perbaikan system organisasi baik itu pengelolaan keuangan, administrasi data hingga pendaftaran. Meskipun beberapa hal ini telah mapan untuk dikelola namun […]
    • Pelajaran Pasca Tergelincirnya Batik Air ID 6380
      Pepatah yang mengatakan “belajarlah dari kesalahan” bisa jadi adalah pepatah yang salah! Bila kita mencerna kenyataannya kenapa kita tak belajar tentang hal benar?.  Karena seringnya kita belajar dari kesalahan kita malah ahli dalam berbuat salah. Kembali mengulang kesalahan dan kembali kita memberikan statement “kita belajar dari kesalahan”.  Memang pembelajaran adalah satu proses sepanjang hidup kita.  […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba-laba. Permadani hijau bergambar kubah
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah sekian lama, akhirnya kau berbagi tentang

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category




Recently Writing

My Twitter



Translate



Recent Comments

  1. annas: Minggu ini rombongan intrade 2013 dari TDA juga sudah merapat di KL. semoga teman-teman mendapat inspirasi dan...
  2. Bhayu MH: Assalamu’alaikum Pak Sam, Mohon izin mengungkapkan kekaguman dalam artikel:...
  3. pegy: Kalo sy ingin jd tamu bisa??? Tq
  4. beni: yaa., bener banget tuh boss… :D
  5. acep: setuju mas,, lanjutkan
  6. acep: nice info mas,,
  7. acep: thank mas ats infonya
  8. acep: thank atas tips nya mas,,. salam kenal
  9. acep: nice grop mas,, semoga sukses
  10. acep: thank infonya kang
  11. acep: ibu Mooryawati memang tokoh yang patut jadi teladan,,
  12. acep: semoga sukses anggota KMM 5,eksis terus,,dan tidak kalah dengan grup yang lain
  13. acep: meski saya bukan anggota dari keduanya, tapi enak juga nya mas kalo misalnya kita menjadi anggota TDA
  14. acep: thank mas atas infonya nice articel,,

Socialite


I am:

Be Samyono 'Sam'

Create Your Badge
  1. Pagerank:
    2/10
  2. Technorati Rank: -1
  3. Alexa Rank: 1,530,355
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestmail

Visitor:

  • 7 currently online
  • 449240 total visitors