Trik & Tips Memotret Di Perjalanan #1

By Be Samyono (27112007.10.10)

Beberapa hari lalu saya menjumpai seorang rekan di sebuah tempat bersantai di salah satu mall.   Tak hanya cendera mata tapi juga cerita menarik saya peroleh saat itu, buah dari perjalanan rekan saya keliling Singapore, Malaysia dan Thailand untuk beberapa hari. Cerita-cerita serunya mengalir mengingatkan saya untuk menagih buah tangan yang selalu saya minta pada setiap teman saya yang berlibur ke suatu tempat.  Apalagi kalau bukan photo-photo!  Seketika muka rekan saya berubah kecewa dan jengkel.  “Kacau!” Ucapnya singkat.

Semua setuju banyak hal yang bisa kita kenang dan ceritakan melalui penuturan sebuah photo. Wajar bila moment-moment tertentu akan berkurang maknanya tanpa kehadirannya.   Terlebih saat berada pada moment tamasya ke suatu tempat yang jauh ataupun mungkin tak bisa kita kunjungi kembali untuk kedua kali.  Sunguh menjengkelkan di situasi seperti ini bila kamera kita tidak bisa mengabadikan moment hanya karena hal kecil seperti memori card sudah penuh atau batterynya low batt misalnya.   Untuk itulah jauh hari sebelumnya ada baiknya mempersiapkan peralatan dokumentasi kita, utamanya kamera dan segala perlengkapannya sebelum pergi.  Dan supaya lebih menarik lagi ada baiknya kita belajar dasar-dasar teknik memotret hingga photo yang dihasilkan tidak saja mempunyai nilai historis namun juga makna artistik.

Berikut beberapa panduan memotret saat tamasya yang bisa dijadikan catatan kecil saat moment itu tiba.Semua setuju banyak hal yang bisa kita kenang dan ceritakan melalui penuturan sebuah photo. Wajar bila moment-moment tertentu akan berkurang maknanya tanpa kehadirannya.   Terlebih saat berada pada moment tamasya ke suatu tempat yang jauh ataupun mungkin tak bisa kita kunjungi kembali untuk kedua kali.  Sunguh menjengkelkan di situasi seperti ini bila kamera kita tidak bisa mengabadikan moment hanya karena hal kecil seperti memori card sudah penuh atau batterynya low batt misalnya.   Untuk itulah jauh hari sebelumnya ada baiknya mempersiapkan peralatan dokumentasi kita, utamanya kamera dan segala perlengkapannya sebelum pergi.   Dan supaya lebih menarik lagi ada baiknya kita belajar dasar-dasar teknik memotret hingga photo yang dihasilkan tidak saja mempunyai nilai historis namun juga makna artistik.   Berikut beberapa panduan memotret saat tamasya yang bisa dijadikan catatan kecil saat moment itu tiba.

PERALATAN

  1. Kamera

Berbagai macam pilihan kamera bisa kita bawa dan gunakan. Mulai dari kamera pocket, amatir ataupun professional baik yang digital maupun analog.  Bahkan kamera handphonepun memungkinkan kita bawa. Pastikan kinerja kamera tersebut masih bagus untuk digunakan.   Selain itu atas pertimbangan hasil yang akan didapat dan kemungkinan banyaknya bawaan yang akan anda bawa, pastikan membawa kamera yang tepat.  Kamera pocket tentunya akan praktis untuk di selipkan diantara bawaan daripada kamera professional namun bila dipertimbangkan kualitas menghadapi medan kamera professional akan menjadi pilihan.

  1. Battery

Meskipun kecil namun battery bukanlah hal yang sepele.   Namun demikian tak sedikit orang yang lupa untuk memperhatikannya.  Sebagian kamera mempunyai battery lithium yang sesuai dengan tipe kameranya dan sebagian lagi memakai battery tipe AA.   Pastikan anda mengecek ketersediaan power di battery kamera untuk mencukupi kebutuhan anda nantinya.  Estimasi berapa banyak jepretan yang bisa diambil oleh battery dalam keadaan penuh sehingga anda bisa perkirakan perlu tidaknya membawa battery cadangan.   Seringkali orang lupa bahwa tempat yang disinggahi kadang tidak ada   yang menjual battery yang setipe, tidak ada tempat untuk men-charge battery atau malah lupa sama sekali bahwa men-charge battery itu mememerlukan waktu yang lama hingga akan banyak membuang waktu.

  1. Memory Card

Bila anda menggunakan kamera digital estimasi berapa banyak kebutuhan anda dalam memotret selama perjalanan dengan setting image quality dan besaran dimensi yang anda inginkan.   Sehingga anda akan tahu berapa besar memory card yang anda butuhkan.  Ini untuk menghemat waktu anda untuk mencari tempat guna mentransfer memory card anda ke CD karena penuh dan juga menghemat bawaan anda seperti laptop atau memory storage.

  1. Tas Kamera

Ada baiknya anda memakai tas kamera khusus untuk kamera agar aman.   Gunakan tas yang sesuai dengan besaran kamera dan peralatan lain yang anda bawa hingga tidak membebani dan menyusahkan anda selama perjalanan.   Tas kamera ada bermacam bentuk diantaranya selempang, sling dan ransel.  Tas selempang akan efektif bila bawaan anda kecil dan tak berat.  Tas sling lebih fleksibel untuk dibawa dan mudah untuk menaruh dan mengambil kamera saat akan digunakan.  Sementara tas ransel akan berguna saat membawa beban berat karena beban akan dibagi merata dipundak, namun karena membawanya dipunggung harus extra hati-hati karena control pengawasan kita akan berkurang.  Cobalah untuk berfikir membawa bawaan kita satu tas hingga praktis tak mengganggu aktifitas selama perjalanan.

  1. Peralatan pelengkap

Peralatan pelengkap tidak hanya terbatas pada lensa tambahan, memory storage, external flash, tripot saja. Namun juga peralatan penunjang yang tidak boleh anda lupakan untuk dibawa seperti kabel charger untuk battery, tissue pembersih lensa, silica gel, kuas pembersih, card reader, buku manual kamera atau peralatan lain yang anda rasa penting untuk diikut sertakan.

(BERSAMBUNG)

Continue Reading

Yang Tercecer Dari PB2007

By Be Samyono (04112007.21.42)

“Bukan Pesta Biasa” yang semula ada dibenak saya pupus perlahan saat acara pesta blogger mulai berlangsung.  Gaung kemegahan yang tercermin dari tempat digelarnya acara hingga dukungan sponsor yang tidak main-main tak lebih dari sekedar pemanfaatan kondisi market tanpa bisa memberi arti dan benifit lebih.  Demikian juga keriuhan dan dukungan para blogger di beberapa kota tak lebih dari hasrat yang gagal untuk ditindak lanjuti oleh penggagas.  PB2007 menemui antiklimaksnya saat acara berlangsung.  Tema besar “suara baru Indonesia” belumlah berupa suara bulat yang menyuarakan satu nada namun masih berupa suara rabaan yang belum jelas akan berpijak pada titi nada yang mana.

Dua event organizer yang digandeng PB2007 rupanya terlalu asyik dengan tampilan acara hingga lupa pada detail pelaksanaan acara.  Saya salah satu yang awam dengan Blitz Megaplex Grand Indonesia dibuat bingung untuk menemukan dimana acara berlangsung.  Tak ada satu rambupun yang menunjukkan kemana saya harus melangkah untuk sampai pada lantai 8 bangunan superblog ini.  Ujung-ujungnya saya tersesat dan sampai di Blitz dari pintu belakang.  Minimnya rambu dan petunjuk inipun berlanjut hingga saya dibingungkan akan jadwal acara yang akan berlangsung ataupun ruang-ruang mana yang akan digunakan untuk special discusion.  Kembali ujung-ujungnya saya harus bertanya kesana kemari kepada panitia yang mungkin telah capek mendapatkan pertanyaan berulang.  Saat makan dan sholat pun antrian panjang berlangsung lama.  satu sebab adalah panitia tak memperkirakan antara jumlah peserta yang datang dan jumlah meja saji makanan berikut jumlah makanannya.  Pun dengan ruang sholat yang hanya bisa menampung 9 orang.  Akibatnya acara kembali terbengkelaida n molor.  Hingga banyak acara penting terpaksa dipadatkan dengan buru buru untuk mengejar waktu.  Mengingat pukul 3 sewa tempat telah usai, AC telah dimatikan dan studio akan digunakan untuk acara lain.

Sangat disayangkan saat acara berlangsung luapan dan antusiasisme blogger tak bisa dibangkitkan oleh pendukung acara.  Termasuk oleh Bapak Menteri yang terhormat dimana konten sambutannya sangat jauh menyentuh dunia blogger.  Padahal tak sedikit blogger yang datang dari luar kota untuk merasakan getaran dan aura pesta yang telah berkumandang sebelumnya.  Hingga akhirnya banyak para blogger lebih memilih untuk menikmati keasyikannya sendiri dengan membuat acara  mengejar-ngejar seleb blog untuk diajak photo bersama atau sekedar melakukan blogwalking secara kopi darat yang memang sudah menjadi darah daging blogger.

Selebihnya pesta blogger ini tak jauh dari acara hajatan kopdaran semata.  Satu ajang bagi para bloger untuk bisa saling bertatap muka! menunjukkan jati dirinya dibalik tulisan blog yang dipunyainya.  Tanpa mengecilkan keringat dan upaya panitia serta seluruh pendukung untuk mewujudkan mimpi mengumpulkan para blogger dalam satu acara positif.  Rasanya banyak hal tercecer yang harus dibenahi bila ingin kembali mengadakan pesta serupa tahun depan.  Setidaknya penggagas acara ini tahu KEMANA dunia blog Indonesia ini akan dibawaan diarahkan kedepannya.  Hingga mampu disebut “Bukan Pesta Biasa!”

Selebihnya terima kasih pada Panitia dan Penggagas PB2007
Sampai berjumpa tahun depan

Continue Reading