Trik & Tips Memotret Di Perjalanan #1

Beberapa hari lalu saya menjumpai seorang rekan di sebuah tempat bersantai di salah satu mall. Tak hanya cendera mata tapi juga cerita menarik saya peroleh saat itu, buah dari perjalanan rekan saya keliling Singapore, Malaysia dan Thailand untuk beberapa hari. Cerita-cerita serunya mengalir mengingatkan saya untuk menagih buah tangan yang selalu saya minta pada setiap teman saya yang berlibur ke suatu tempat. Apalagi kalau bukan photo-photo! Seketika muka rekan saya berubah kecewa dan jengkel. “Kacau!” Ucapnya singkat.

Semua setuju banyak hal yang bisa kita kenang dan ceritakan melalui penuturan sebuah photo. Wajar bila moment-moment tertentu akan berkurang maknanya tanpa kehadirannya. Terlebih saat berada pada moment tamasya ke suatu tempat yang jauh ataupun mungkin tak bisa kita kunjungi kembali untuk kedua kali. Sunguh menjengkelkan di situasi seperti ini bila kamera kita tidak bisa mengabadikan moment hanya karena hal kecil seperti memori card sudah penuh atau batterynya low batt misalnya. Untuk itulah jauh hari sebelumnya ada baiknya mempersiapkan peralatan dokumentasi kita, utamanya kamera dan segala perlengkapannya sebelum pergi. Dan supaya lebih menarik lagi ada baiknya kita belajar dasar-dasar teknik memotret hingga photo yang dihasilkan tidak saja mempunyai nilai historis namun juga makna artistik.[……..]

Continue Reading

Yang Tercecer Dari PB2007

“Bukan Pesta Biasa” yang semula ada dibenak saya pupus perlahan saat acara pesta blogger mulai berlangsung. Gaung kemegahan yang tercermin dari tempat digelarnya acara hingga dukungan sponsor yang tidak main-main tak lebih dari sekedar pemanfaatan kondisi market tanpa bisa memberi arti dan benifit lebih. Demikian juga keriuhan dan dukungan para blogger di beberapa kota tak lebih dari hasrat yang gagal untuk ditindak lanjuti oleh penggagas. PB2007 menemui antiklimaksnya saat acara berlangsung. Tema besar “suara baru Indonesia” belumlah berupa suara bulat yang menyuarakan satu nada namun masih berupa suara rabaan yang belum jelas akan berpijak pada titi nada yang mana.

Dua event organizer yang digandeng PB2007 rupanya terlalu asyik dengan tampilan acara hingga lupa pada detail pelaksanaan acara. Saya salah satu yang awam dengan Blitz Megaplex Grand Indonesia dibuat bingung untuk menemukan dimana acara berlangsung. Tak ada satu rambupun yang menunjukkan kemana saya harus melangkah untuk sampai pada lantai 8 bangunan superblog ini. Ujung-ujungnya saya tersesat dan sampai di Blitz dari pintu belakang. Minimnya rambu dan petunjuk inipun berlanjut hingga saya dibingungkan akan jadwal acara yang akan berlangsung ataupun ruang-ruang mana yang akan digunakan untuk special discusion. Kembali ujung-ujungnya saya harus bertanya kesana kemari kepada panitia yang mungkin telah capek mendapatkan pertanyaan berulang. Saat makan dan sholat pun antrian panjang berlangsung lama. satu sebab adalah panitia tak memperkirakan antara jumlah peserta yang datang dan jumlah meja saji makanan berikut jumlah makanannya. Pun dengan ruang sholat yang hanya bisa menampung 9 orang. Akibatnya acara kembali terbengkelaida n molor. Hingga banyak acara penting terpaksa dipadatkan dengan buru buru untuk mengejar waktu. Mengingat pukul 3 sewa tempat telah usai, AC telah dimatikan dan studio akan digunakan untuk acara lain.[…….]

Continue Reading