Studi Kelayakan Bisnis (UAI-Genap 2010)

Mata kuliah Study Kelayakan Bisnis merupakan matakuliah yang diberikan pada konsentrasi pemasaran dan kewirausahaaan UAI pada semester 6 dengan jumlah 4 SKS. Dalam mata kuliah ini akan membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan konten studi kelayakan bisnis baik secara teori maupun praktek penulisan pelaporannya. Penitik beratan matakuliah ini diletakkan pada bagaimana mahasiswa bisa membuat perencanaan bisnis sekaligus melakukan analisa kelayakan atas perencanaan tersebut. Hasil akhir yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah:

1. Mahasiswa mampu untuk membuat perencanaan usaha yang prospektif dan mempunyai daya saing
2. Mahasiswa mampu untuk menyusun sendiri perencanaan bisnis yang sesuai tujuannya secara efektif, efisien dan menarik
3. Mahasiswa mampu untuk mengevaluasi / menganalisis suatu proyek untuk mengetahui layak tidaknya proyek tersebut untuk dieksekusi.
4. Mahasiswa mampu untuk memanfaatkan studi kelayakan bisnis proyeknya untuk diterapkan dalam bisnis real […….]

Continue Reading

Ketika Pendidikan Menjadi Satu Kemewahan

Bukan kata yang mendramatisir bila kini saya katakan bahwa pendidikan menjadi satu barang mewah di negeri ini yang berusaha digapai oleh banyak orang tua murid. Untuk bisa bersekolah bermutu, kepandaian saja tidaklah cukup dimiliki seorang siswa, perlu limpahan materi untuk bisa “ditukar” dengan ilmu yang dia inginkan. Hingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi siswa tak pandai dan miskin. Tersingkirkan?. Pendidikan adalah hak anak negri untuk memperolehnya, dan bila negara mampu mendidik anak negeri dengan system pengajaran yang tepat dan terjangkau. Tak terkira limpahan human capital yang kita punyai dan tak terkira kesejahteraan yang bakal kita nikmati. Namun sayangnya itu masih mimpi, kenyataannya dunia pendidikan masih mendiskriminasikan mereka yang tak mampu baik secara finacial ataupun kepandaian. komersialisasi pendidikan tidak saja melahirkan generasi yang timpang tapi juga pendegradasian moral yang akut.

Saya setuju dengan tulisan rekan Wahyu B. Hanggono, seorang pengamat pendidikan Indonesia yang tajam mengatakan “fakta bahwa pendidikan di Indonesia masih terpaku pada birokrasi, legalisasi dan indoktrinasi program dan kurikulum. anak-anak diarahkan menjadi produk yang sama, potensi dan jiwa anak sama sekali tidak dihargai. […….]

Continue Reading

Cipta Collection – Garmen

Cipta Collection (CC) merupakan anak perusahaan Cipta Baru. Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha ini melebarkan sayapnya di bidang garmen. Usaha yang dimulai di awal pertengahan tahun 2008 ini diteruskan pada: Sumas Kurniawan sebagai generasi berikutnya. Langkah ini cukup tepat dilakukan mengingat selama ini pengelolaan bisnis hanya dijalankan oleh orang kepercayaan tanpa satu pengawasan. Dibangun dengan modal investasi 85 juta dan menempati pabrik milik sendiri seluas lebih dari 162 M2 usaha ini mulai menunjukkan kemajuan. Beberapa merk besar mulai mempercayakan Cipta Collection untuk mengerjakan ordernya seperti Sophie martin dan Nevada. Keunggulan yang dimiliki usaha ini diantaranya adalah telah dimilikinya badan hukum hingga memudahkan untuk mendapatkan oder dan keberadaan pabrik milik sendiri. Namun demikian beberapa kendala masih dimiliki usaha ini diantaranya adalah ketergantungan usaha pada pasokan listrik PLN yang masih seringkali padam, sistem manajemen yang belum terimplementasi serta masih banyaknya skill yang harus ditingkatkan untuk menghindari cacat produksi.

Keinginan Cipta Collection guna memposisikan usahanya sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produk dan jasa dengan kualitas no.1 sesuai dengan kebutuhan pembeli cukup mempunyai potensi. Selain sandang merupakan salah satu kebutuhan pokok perkembangan fashionpun makin marak belakangan ini. Tinggal bagaimana upaya perusahaan untuk bisa menggelontor pasar dengan merk baru atau bagaimana perusahaan mendapatkan order dari merk-merk yang sudah establish. karena bila ditilik dari dukungan mesin, Cipta Collection cukup mumpuni untuk mengerjakan order besar. Tercatat Cipta Collection mempunyai: 7 mesin jahit, 3 mesin obras, 2 mesin kam dan 2 mesin gosok. Tenaga kerja yang diperkerjakan mencapai 10-an orang. […….]

Continue Reading

Click Net – Game Online

Bisnis yang dibangun sebagai usaha kolaborasi 2 mahasiswa UAI (Anngo & Ncus) ini merupakan usaha rintisan awal mereka dengan Dan berkisar 40 Jutaan. Click net yang menempati ruko sewa ini memiliki 5 PC pada mulanya. Selang berjalan 1 bulan ternyata mereka mampu untuk menambah 1 PC lagi sesuai dengan kapasitas tempat yang direncanakan semula. Dengan menggantungkan akses pada jaringan Speedy, usaha ini dipossikan sebagai game online berkoneksi cepat. Akses speedy diambil dengan pertimbangan sedikitnya PC yang bisa di usahakan di awal hingga tidak memungkinkan membuat jaringan warnet seperti biasa yang memakan banyak biaya. Meskipun paket speedy yang ada bisa di share untuk 10 PC namun keterbatasan tempat dan dana membuat mereka memutuskan untuk 6 PC terlebih dahulu. Keunikan bisnis ini adalah digunakannya “sistem lesehan” sebagai layout interior bagi para konsumen sehingga memungkinkan konsumen lebih nyaman dan relax untuk bermain game. Hal menarik lain dari usaha ini adalah Click Net menyediakan berbagai jenis-jenis game, memelihara tempat hingga nyaman dan selalu bersih serta mengadakan fasilitas penunjang seperti Earphone.Selain menyediakan penjualan minuman, ClickNet juga menjual berbagai jenis voucher game yang bekerja sama dengan perusahaan INDOMOG.

Dari analisa strategi yang mereka lakukan melalui SWOT terlihat bahwa bisnis mereka mempunyai kondisi : Daya saing tinggi, pertumbuhan pasar lemah dan disamping itu memiliki banyak kekuatan selain ancamannya juga. Untuk itu mereka menekankan strategi […….]

Continue Reading

Element – Visual Media Solution

Sebagai production house. Demikian Dinya Hari Gumilang (Igum) mencoba memposisikan usaha barunya yang khusus bergerak di bidang jasa produksi media visual khususnya video profile dan dokumentasi event ini. Usaha yang bermula dari hoby dan sebelumnya pernah dilakukan bersama temen-temannya di lingkup kampus ini pada akhirnya ingin dijalankan sendiri. Dan Element-lah yang akhirnya dipilih sebagai pengidentitas usaha baru ini. Dengan mengambil segmen lingkungan bisnis Igum berharap bisnis ini mempunyai positioning yang tepat sesuai dengan target yang diinginkannya. Element melebarkan jasanya pada penanganan Video Profile Perusahaan, Dokumentasi video event, dll yang hasil akhirnya berupa VCD atau DVD. Selain itu jasa yang ditawarkan pun terdiversifikasi seperti Fotografi, pembuatan multimedia berupa flash, desain grafis, dan jasa yang lainnya yang berhubungan dengan multimedia.

Dari rencana modal awal sekitar 93 juta, Igum mengalokasikan kecukupan modalnya sebesar 38 juta untuk biaya investasi dan operasional tahun pertama. Biaya ini sebaian besar diperuntukkan sebagai investasi pada peralatan video shooting, promosi serta pelatihan kru. Langkah ini bukan tanpa alasan. Karena setelah melakukan analisa SWOT terlihat bahwa arah kebijakan Element harus menjalankan Strategi konservatif. […….]

Continue Reading

PB2 UAI Business Launching #1 – 2009

Pada tahun 2006, data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan di Indonesia terdapat 48,9 juta usaha kecil dan menengah (UKM), menyerap 80% tenaga kerja serta menyumbang 62% dari PDB (di luar migas). Data tersebut sekilas memberikan gambaran betapa besarnya aktivitas kewirausahaan di Indonesia dan dampaknya bagi kemajuan ekonomi bangsa.

images

Terlebih lagi ditambahkan dengan data hasil penelitian dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) yang menunjukkan bahwa pada tahun yang sama, di Indonesia terdapat 19,3 % penduduk berusia 18-64 tahun yang terlibat dalam pengembangkan bisnis baru. Ini merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah Philipina (20,4%) dan di atas China (16,2) serta Singapura (4,9%). Pakar kewirausahaan, David McClelland mengatakan bahwa jika 2% saja penduduk sebuah negara terlibat aktif dalam kewirausahaan, maka dapat dipastikan bahwa negara tersebut akan sejahtera. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Profesor Edward Lazear dari Stanford University yang mengatakan bahwa wirausahawan adalah pelaku paling penting dari kegiatan ekonomi modern saat ini.

[…….]

Continue Reading