Serabi Rasa Durian

By Be Samyono (22052006.15.05)

Saya tidak suka durian jangankan rasanya, aromanya saja sudah membuat saya mabok.   Tapi saya suka sekali dengan serabi tidak saja rasa dan tekstur kulitnya tapi saya juga suka membuatnya.   Bahkan bisa dikatakan ahli.   Saya putuskan untuk membuat usaha serabi rasa durian karena usaha ini sangat menyenangkan.   Membuat serabi bagai hoby bagai saya sementara rasa durian menjadi pilihan saya, meski saya kurang menyukainya tapi itulah yang di minati oleh konsumen saya.


Saya kerap kali menginspirasikan konsep “serabi rasa durian” ini bagi rekan-rekan saya yang akan memulai bisnis. Kebingungan seringkali muncul untuk menentukan usaha apa yang tepat untuk dijalani.   Ikut trendkah atau mengikuti kata hati.


BUATLAH SERABI
Bisa dibilang menjalankan usaha yang bersandar dari kesenangan, minat, keahlian atau hoby akan membuat usaha yang kita jalankan menjadi lebih ringan dan menyenangkan.  Tak ada rasa berat saat bersusah payah membangunnya dan tak ada kata lelah kala memikirkan perkembangannya.   Karena kita tak lagi melihat usaha ini hanya sebagai pekerjaan.   Namun sudah ada hidup dan hati kita yang ditaruh di sana, yang membuat semangat kita pantang untuk padam.  Bagaimanapun dalam berwira usaha, diri kitalah yang akan menjadi kaki dan otak jalannya usaha.   Kaki dan otak tak akan terbakar semangat dan hasratnya bila tak dijembatani dengan adanya hati disana.   Tanpa adanya kesenangan yang melandasinya.


Namun demikian jangan tenggelam dengan kata hati untuk mengejar kesenangan diri semata.   Barang atau jasa yang kita hasilkan melalui usaha ini bukanlah untuk diri kita semata.   Dia harus mendatangkan revenue yang akan membuat usaha ini terus berkembang dan berkesinambungan.   Konsumenlah yang menentukan layak tidaknya satu barang atau jasa mendapat apresiasi di pasar.   Hingga wajar bila pemenuhan akan kebutuhan dan kepuasan mereka akan produk dan jasa menjadi sangat vital.


TAMBAHKAN DURIAN
Anda perlu peka untuk melihat kebutuhan apa yang muncul dari calon konsumen anda.   Konsumen tak akan mungkin untuk memakai produk yang ada hasilkan bila memang mereka tidak membutuhkannya.   Terlebih bila produk itu hanya mengejar kepuasan diri anda untuk memproduksi tanpa bisa melihat kebutuhan pasar.


Bisa jadi “rasa” yang akan anda tambahkan ke “serabi” anda adalah rasa yang tidak anda sukai.   Tapi anda harus sadari bahwa itulah kebutuhan yang muncul di pasaran hingga mau tak mau Anda harus bisa untuk mengkompromikannya secara selaras.   Disatu sisi anda bisa menjalankan usaha melalui kesenangan anda dan disisi lain andapun mampu untuk merebut keinginan pasar.


Jangan lupa untuk menyuguhkan  serabi rasa durian anda dengan cara unik yang mampu memberikan identitas pada produk itu hingga konsumen anda selalu bisa mengingatnya dan selalu kembali kepada produk anda.

Facebooktwitterredditpinterestmail

You may also like

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six − 3 =