Kerlipbintang – Kilaunya Bisnis Webdesign

By Be Samyono (29102009-10.00)

Jangan meremehkan kekuatan mulut & jaringan. Demikianlah yang tergambar dari bisnis Web Designer yang dijalankan Yana Mintaraga yang biasa dipanggil Yna. Ibu yang sibuk dengan 3 putra-putrinya ini masih bersemangat untuk menjalankan bisnis yang bisa dikendalikan dan dikerjakan dari rumah disela peran hariannya. Dengan gaya pendekatan yang khas terhadap komunitasnya Yna cukup santun dan akrab mempromosikan jasanya melalui jejaring. Tengok kalimat yang familiar disampaikannya:

“Saya ngeblog sejak 2004 (blog pertama). Perkembangan blog atau weblog hingga sekarang ini demikian pesat. Ada yang tetap dan tentu saja banyak yang berubah. Blog tetap menjadi media personal untuk mengekspresikan diri, berbagi ilmu, bahkan ladang bisnis. Yang banyak berubah adalah fasilitas blog itu sendiri, seperti layanan penyedia blog gratisan dan segala perniknya yang semakin lengkap dan memanjakan para blogger. Karena media personal, tentu saja pemilik blog berusaha membuat blognya berbeda dengan lainnya. Sebagai bentuk identitas diri yang bisa diwujudkan dalam bentuk tampilan blog atau biasa disebut template. Tidak susah untuk mencari template yang diinginkan. Pilihannya bisa buat sendiri, nyomot free template dan bisa juga keluar kocek untuk membeli atau membayar jasa web designer. Pilihan terakhir di atas ada pada saya, Saya bisa membuatkan desain weblog untuk Blogspot (Blogger.com), Blogdrive atau WordPress dengan tarif terjangkau. Silahkan sampaikan konsep template idaman anda, dan Insya Allah akan saya wujudkan”.

Mulanya saya tidak mengenal Yna secara pribadi karena tak banyak saya bersentuhan dengan lingkup kerjanya meski kami sama-sama aktif di Komunitas Blogger Familly (BlogFam). Sebagai blogger yang mulai Go Blog di awal 2005 pun saya telah dibantu oleh beberapa rekan saya dalam mendevelop web gratisan saya. Hasilnya selama 2 tahun tak ada kata penting untuk menggunakan jasa web designer. Pemikiran ini berubah saat saya berkeinginan mempunyai web pribadi berbayar yang bisa saya kelola sesuai keinginan saya. Masalah timbul saat saya ingin mencari web designer yan tepat untuk pekerjaan ini. Dari google mungkin akan saya dapat ratusan penawar jasa sejenis. Namun apakah “kolaborasi” itu akan muncul mengingat yang saya inginkan bukan hanya orang yang bisa menuntaskan pekerjaan ini tapi juga bisa diajak diskusi, memberi masukan plus bisa mengajarkan saya beberapa hal kecil mengenai bidang yang saya anggap buta ini. Persyaratan ini menjadi wajib bagi saya karena saya tidak ingin terlalu tergantung bila ada masalah kecil ataupun ada perubahan minor yang menyertai perkembangan web saya. Pun saya ingin mendapatkan gambaran global mengenai hal teknisnya sehingga saya tahu rambu-rambu dan mekanisme yang berjalan di web saya. Singkat kata saya tidak ingin mengatakan “Saya tidak tahu apa-apa”.

Nama Yna disodorkan oleh seorang teman disertai promosi akan keprofesionalan Yna. Saya pun tertarik. Kendala keberadaan Yana di Banten dan saya di Jakarta bukanlah masalah dalam bekerja dan berkomunikasi. Saya yang detail dan sangat perfectionist plus banyak tanya bisa diimbangi dengan kesabaran dan kedetailan Yna. Desain pertamapun diselesaikan dengan memuaskan bahkan saya disertai pula dengan CD tutorial dan beberapa sofware yang memungkinkan saya melakukan editing. Meski cukup pusing dengan versi pertama Wordspress namun sepertinya tak ada kendala berarti. Kerjasama saya dengan Ynapun masih bergulir sampai sekarang dengan beberapa proyek lainnya. Secara pribadi saya sebut Yna sebagai “Pembimbing Spiritual” saya dalam hal utak atik web desain ini.

Piawai menghandle customer, itulah yang bisa saya katakan mengenai bagaimana bisnis rumahan ini sukses di jalankan oleh Yna. Sabar dan jeli mendengarkan kemauan customer dan menyikapinya dengan rasionalitas teknis pekerjaan sangat mengedukasi customer. Hingga customer bisa tahu sejauh mana keinginannya bisa terealisasi dalam desain yang diinginkan. Fokus pada bisnispun menjadi kunci sukses lain. Yna memilih untuk menekuni satu program dengan alasan sederhana. Supaya Expert!. Alasan ini sangat wajar karena perkembangan sofware cukup membanjir. Perlu fokus untuk eksis di satu pilihan. Toh 1 sofware tak usai perkembangan versi dan fiturnya. Dan tanpa banyak beriklan keberadaan Yana di komunitas blogger cukup membuat kompetensinya ini bergaung dari mulut ke mulut di jaringan hingga membuat bintangnya semakin berkilau. Sukses!.

Kontak Yna:

mail & facebook: bundana(at)gmail.com

hp: 081315036335

YM: bintang_yn

Continue Reading

Click Net – Game Online

By Be Samyono (23102009-19.00)
Seri Start Up Business – Mahasiswa kewirausahaan UAI


Data Bisnis:

Owner       : Bambang Tri Anggoro & Kuswati
Alamat     : Kebayoran Lama (Samping Carefore Expres Pasar Kebayoran lama)
Email        : ango_190587@yahoo.com & ncus.1611@yahoo.com

Gambaran Bisnis:
Bisnis yang dibangun sebagai usaha kolaborasi 2 mahasiswa UAI (Anngo & Ncus) ini merupakan usaha rintisan awal mereka dengan Dan berkisar 40 Jutaan.  Click net yang menempati ruko sewa ini memiliki 5 PC pada mulanya.  Selang berjalan 1 bulan ternyata mereka mampu untuk menambah 1 PC lagi sesuai dengan kapasitas tempat yang direncanakan semula.  Dengan menggantungkan akses pada jaringan Speedy, usaha ini dipossikan sebagai game online berkoneksi cepat.  Akses speedy diambil dengan pertimbangan sedikitnya PC yang bisa di usahakan di awal hingga tidak memungkinkan membuat jaringan warnet seperti biasa yang memakan banyak biaya.  Meskipun paket speedy yang ada bisa di share untuk 10 PC namun keterbatasan tempat dan dana membuat mereka memutuskan untuk 6 PC terlebih dahulu.  Keunikan bisnis ini adalah digunakannya “sistem lesehan” sebagai layout interior bagi para konsumen sehingga memungkinkan konsumen lebih nyaman dan relax untuk bermain game.  Hal menarik lain dari usaha ini adalah Click Net menyediakan berbagai jenis-jenis game, memelihara tempat hingga nyaman dan selalu bersih serta mengadakan fasilitas penunjang seperti Earphone.Selain menyediakan penjualan minuman, ClickNet juga menjual berbagai jenis voucher game yang bekerja sama dengan perusahaan INDOMOG.

Dari analisa strategi yang mereka lakukan melalui SWOT terlihat bahwa bisnis mereka mempunyai kondisi : Daya saing tinggi, pertumbuhan pasar lemah dan disamping itu memiliki banyak kekuatan selain ancamannya juga.  Untuk itu mereka menekankan strategi:

  • Meningkatkan promosi, seperti memasang papan nama ditempat usaha, menyebar selebaran-selebaran.
  • Membangun relasi dengan pelanggan, seperti membuat komunitas games ClickNet  ataupun bisa dengan membuat group di facebook.
  • Meningkatkan Pelayanan serta menjaga kualitas.
  • Menyediakan produk-produk sampingan seperti menjual minuman dan voucher game dan voucher pulsa untuk menarik konsumen.

Dari diskusi mengenai proses start up Click Net di kelas Proyek Bisnis 2, tergambar adanya beberapa kendala seperti: Promosi apa yang harus dilakukan oleh ClickNet untuk menarik konsumen ditengah ketatnya kompetisi dan Karena modal yang tidak besar ClickNet hanya mempunyai 6 Pc untuk Client dan 1 Pc untuk server sebagai awal bisnisnya. Oleh karena itu pemilik melihat bahwa adanya kemungkinan mengantrinya konsumen untuk berinternet karena PP client penuh. Bagaimana antisipasi dan strategi yang harus dilakukan oleh pemilik agar konsumen tidak pergi dan tetap mau menunggu?.  Dalam Diskusi kelas terambilah beberapa solusi diantaranya:

1. Promosi yang harus dilakukan antara lain adalah :

  • menyebarkan selebaran ke sekolahan yang berada disekitar tempat usaha ataupun menyebarkannya kepada masyarakat sekitar tempat usaha.
  • Menempel selebaran tersebut ditembok-tembok yang mudah terlihat.
  • Memasang papan nama ataupun baner yang lebih terlihat dari jalan yang lebih besar.
  • Membuat event seperti pertandingan antar gamers secara berkala guna membentuk satu komunitas.

2. Strategi agar konsumen tidak pergi karena panjangnya antrian antara lain adalah :

  • Membuat paket-paket akses yang pada dasarnya akan memudahkan kontrol sampai kapan waktu penggunaan sehingga bisa diperoleh info untuk calon konsumen yang baru datang.
  • Disediakannya Tv agar konsumen yang mengantri dapat nonton Tv terlebih dahulu sambil menunggu konsumen yang lain selesai.

Analisa:
Saya pribadi angkat jempol untuk keberanian 2 mahasiswa ini untuk berkolaborasi dan membangun usaha yang memang sesuai dengan keahlian serta minat mereka, dan dengan memperhatikan kebutuhan pasar tentunya.  Terbukti selama 3 bulan running semua proyeksi keuangan yang ditargetkan terlampaui semua.  Tantangan kedepan adalah bagaimana mengembangkan usaha ditengah lokasi yang bukan nomor 1 selain tantangan dari kompetitor yang tidak sedikit.  Secara internal tantangan justru muncul dari dalam mereka berdua untuk bisa menjalankan manajemen serta kepemimpinan yang bisa memisahkan antara kepentingan pribadi dan bisnis.  Kabar baik mengenai disewakannya tempat disamping Ruko yang dipakai sekarang patut dipertimbangkan mengingat usaha ini meskipun mempunyai persaingan yang cukup tinggi namun dengan bidikan pasar yang tepat saya yakin akan tetap sustainable.  Salam sukses.

Continue Reading