E-Commerce Untuk Start Up TDA Jakarta

Be Samyono [21052020.11.29]

Pengabdian Masyarakat adalah salah satu bidang Tri Dharma Perguruan tingi yang harus di penuhi oleh seorang dosen.  Proyek pengabdian masyarakat pertama saya yang mendapatkan dana hibah dari kemenristek dikti adalah pemberdayaan start up business member TDA Jakarta melalui e-commerce di tahun 2016.  Pemberdayaan dalam proyek tersebut berupa pelatihan dan pemberian online store terhadap 10 member TDA Jakarta untuk meningkatkan daya saing usahanya berikut melakukan pembelajaran dengan mereka secara online.

TDA Jakarta Selatan dan Timur seperti halnya TDA wilayah lain merupakan basis penggerak kegiatan dalam organisasi karena merupakan merupakan basis massa dan pusat kegiatan serta telah memiliki kepengurusan yang di shahkan oleh TDA Pusat sebagai badan tertinggi.  Secara demografipun struktur yang ada tidaklah berbeda dimana dominasi member adalah startup business  dengan bidang retail dan dijalankan dengan online shop.  Dengan member mencapai 2 ribu orang di TDA jaksel dan seribu orang di Jaktim yang tercatat di group facebook tercatat 10% nya merupakan member aktif yang selalu hadir disetiap kegiatan offline Komunitas.  Beberapa masalah di dapati dari komunitas ini, diantaranya:

  1. Banyak anggota Mitra yang merupakan startup business belum mampu mengembangkan bisnisnya karena keterbatasan pengalaman, ilmu serta tools untuk melakukan bisnis retail melalui online shop.
  2. Kebutuhan anggota TDA mitra akan peningkatan capacity building yang cukup banyak melalui training yang berkenaan langsung dengan permasalahan bisnis secara berkala dan mendapatkan guiding dalam mengimplementasikannya ke dalam bisnis mereka.
  3. KMM dan KMB yang merupakan roh kegiatan TDA guna meningkatkan capacity building anggota tidak bisa berjalan dengan baik karena terbentur dengan system pelaksanaan yang kurang tepat dalam metode pelaksanaan dan hambatan geografis terutama kemacetan.
  4. Penyelenggaraan alternatif kegiatan lain yang berupa training dan sharing session mesti telah berjalan, namun efektifitas akan dampak langsungnya terhadap bisnis masih belum terpantau karena tidak terstruktur dan bersifat sporadis.
  5. Dibutuhkannya satu program peningkatan capacity building yang berkelanjutan dan bisa terpantau dengan basis IPTEK.

Menelaah permasalahan yang dihadapi oleh Mitra ini, salah satu solusi yang bisa di upayakan adalah perlu adanya satu program pengembangan capacity building anggota yang terstruktur dan bisa berjalan dengan efektif dengan berbasis pada program mentoring.  Program ini mengacu dari 2 permasalahan besar yaitu:

  1. Program edukasi yang terstruktur berkelanjutan dan terpantau dengan pendekatan pola asuh dalam hal ini melalui mentoring.
  2. Menurunnya komitmen akibat hambatan geografis bisa di minimalisasi dengan penerapan iptek berupa e-learning yang bisa memantau maupun melakukan interaksi antara mentee dan mentor dimanapun dengan media internet.

Pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan mitra TDA Jaksel dan TDA Jaktim ini akan dilakukan secara offline untuk training dan coaching di Gedung Kobelko Lantai 3 yang merupakan Kantor  TDA center bagi TDA Jaksel.  Selebihnya bila telah memasuki system e-learning pelaksanaan bisa dilakukan secara online yang mengacu pada pelaksananaan tugas dan coaching.  Dan akan dipantau setiap 2-3 bulan sekali secara offline di TDA Jaksel Center.  Capaian yang di peroleh dalam pengabdian masyarakat ini adalah:

  1. Adanya Web elearning dibangun sebagai sebuah tools iptek guna memberikan solusi atas permasalahan mitra. Sebagai tools  pembelajaran elearning ini mempunyai beberapa manfaat seperti:
    • Kemudahan Akses
    • Konten Online dan Offline
    • Kelas Terprogram dan Terevaluasi
    • Transparansi dan Kemudahan Bagi Mitra
  2. Peserta (10 orang) telah memiliki toko online yang telah di develop dan dikembangkan sesuai dengan materi yang diberikan saat pelatihan. Di akhir program took online tersebut telah menghasilkan dan memberikan kontribusi positif terhadap usaha mereka.

Program ini telah berjalan sesuai dengan rencana serta terjadwal sesuai dengan schedule yang telah direncanakan.  Peran dan kontribusi mitra dan koordinator mitra sangat berpengaruh terhadap kelangsungan dan kelancaran.  Kesadaran bahwa program ini selain mendapat dukungan tapi juga memberikan kesadaran pada mitra akan manfaat yang didapat ditunjukkan dengan partisipasi aktif mereka serta masukan mengenai penyesuaian materi training serta tatacara pelaksanaannya hingga terjadi penyesuaian antara perencanaan awal dengan pelaksanaan di lapangan.  Sinergi antara team pengusul serta mitra ini menjadi satu hal yang positif guna memberikan output yang terbaik pada mitra di akhir pelaksanaan program.

Facebooktwitterredditpinterestmail

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


two + 4 =